4. Kehamilan Simpatik

Walaupun dalam keadaan hamil, energi Elma tidak pernah berkurang. Ia lebih semangat bekerja membersihkan ruang kerja Tuan Darren dan seperti biasa menyiapkan secangkir kopi dan roti lapis coklat keju untuk Tuan Darren.

Elma sengaja mengambil foto di ruang kerjanya Tuan Darren sebagai kenang-kenangan untuknya nanti.

Ia berniat keluar dari pekerjaannya kalau perutnya terasa sudah membesar. Sekitar jam delapan pagi Tuan Darren sudah menduduki kursi kebesarannya.

Hari ini tubuhnya terasa sangat lemas dengan perut mual yang mengaduk terus seakan sedang berada di atas kapal yang mengarungi lautan yang bergelombang tinggi.

"Ada apa dengan perutku. Kenapa bawaannya mau muntah tapi tidak bisa muntah."

Keluh Tuan Darren lalu menyeruput kopi buatan Elma.

"Kenapa kopi ini malah menghilangkan rasa mual ku?"

Senyum kecil menghiasi bibirnya sambil memandang kopi itu.

Dimakannya setiap potongan roti lapis itu hingga selesai dan kembali meneguk kopinya.

Selang sejam kemudian rasa mual itu kembali lagi. Tuan Darren tidak bisa menahan diri dan langsung ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.

Bersamaan dengan itu, Elma yang baru masuk membawa fotokopi berkas ke ruang kerja Tuan Darren mendengar pria tampan ini sedang muntah di toilet pribadinya.

"Ada apa dengan Tuan Darren..? Apakah dia sedang sakit?"

Elma yang hendak keluar di cegah oleh Tuan Darren.

"Elma! Tolong aku!"

Tuan Darren mengangkat satu tangannya seakan meminta Elma untuk menyangga tubuhnya yang hampir limbung.

Elma melihat wajahnya Tuan Darren terlihat sangat pucat seperti mayat hidup.

Takut Tuan Darren jatuh pingsan, Elma buru-buru menangkap tubuh atletis itu dan membawanya ke sofa.

"Tuan! Ada apa dengan anda..?" Tanya Elma sambil membuka kancing jasnya Tuan Darren.

Asisten KIA yang baru masuk melihat Elma yang sedang merawat Tuan Darren yang terlihat sangat lemas. Gadis ini mengoles minyak kayu putih untuk bayi di pelipis Tuan Darren.

"Ada apa dengan Tuan Darren, Elma?"

"Lagi muntah-muntah dan lemas seperti ini."

"Tuan Darren..! Apakah anda mendengarkan aku . .?" Tanya asisten KIA.

"Hmm!"

"Sebaiknya kita ke rumah sakit."

"Tidak! Aku ingin di sini. Biarkan Elma yang merawat ku. Dia pelayan pribadiku." Ketus Tuan Darren.

"Apakah aku panggil saja dokter pribadi tuan?"

"Nanti saja! Tolong bawa aku ke kamarku!"

Pinta Tuan Darren pada keduanya.

"Baiklah Tuan Darren."

KIA dan Elma memapah tubuh Tuan Darren ke kamar pribadinya.

Elma membuka jas Tuan Darren dan juga melonggarkan ikat pinggangnya.

"Maaf Tuan Darren! Aku harus mengoleskan perutmu dengan minyak kayu putih agar mengurangi rasa mual."

Elma merawat Tuan Darren sebaik mungkin seperti seorang istri pada suaminya. Asisten KIA memperhatikan ketulusan Elma tanpa ada rasa pamrih pada si bos yang saat ini sedang tergolek lemah.

"Tuan! Apakah anda ingin makan sesuatu?"

"Tidak! Nanti aku bisa muntah lagi." Tolak Tuan Darren.

"Belikan saja bubur ayam untuk tuan. Jangan menggunakan daun bawang, seledri dan bawang goreng supaya tidak terjadi mual lagi!" Titah Elma pada asisten KIA.

"Baik Elma."

KIA menghubungi go food memesan bubur ayam di tempat langganan bosnya.

"Elma aku tidak akan makan bubur itu, kenapa kamu malah memesannya."

"Nanti aku yang akan memakannya kalau Tuan tidak mau."

Ucap Elma sambil memijit kepala dan tengkuk bosnya.

Tuan Darren menikmati pijatan lembut jari jemarinya Elma penuh penghayatan.

Lambat laun, mual nya mulai berkurang. Dan Tuan Darren bisa membuka matanya karena tidak merasa pusing lagi.

Hanya tubuhnya saja yang masih terasa lemas. KIA memberikan bubur itu kepada Elma yang masih setia duduk di samping tempat tidur menemani sang bos.

"Sekarang tuan harus makan supaya tidak lemas!" Pinta Elma.

"Aku tidak mau makan! Aku takut muntah lagi. Itu sangat menyiksaku Elma."

"Aku yang akan menyuapkan mu dan aku jamin tuan tidak akan muntah, hmm." Tegas Elma dengan tatapan lembutnya.

Deggggg...

Tuan Darren tidak menyangka Elma berkata seperti itu padanya, begitu pula dengan asistennya KIA. Tuan Darren akhirnya mengalah dan mau menerima setiap suapan yang diberikan Elma ke mulutnya.

Benar saja, Tuan Darren menikmati makanannya dan tidak lagi merasakan mual. Elma mengambil sendiri air hangat untuk Tuan Darren agar perut bosnya bisa menerima makanannya dengan baik.

...----------------...

Saat malam tiba, Tuan Darren sudah berada di mansionnya. Ia yang baru saja mau menikmati makan malamnya tiba-tiba merasakan lagi mual yang sama.

"Ya Tuhan! Ada apa denganku? Kenapa aku mual lagi setiap kali mau makan? Ia pun segera berlari ke kamar mandi tamu dan memuntahkan kembali isi perutnya.

Tuan Darren keluar dari toilet dan mengambil ponselnya untuk menghubungi asistennya KIA.

"KIA! Tolong jemput Elma! Dan bawa gadis itu ke rumahku!"

"Ada apa Tuan?"

"Bawa saja gadis itu, hoek!"

Mual kembali menyerangnya. lagi-lagi Tuan Darren hanya mengeluarkan air dan cairan kuning yang sangat pahit di tenggorokannya.

Para pelayan sangat panik dan ketakutan. Chef Hanif juga bingung apakah ia salah masak atau makanannya tidak enak.

"Tidak biasanya Tuan Darren seperti itu. Kenapa dia muntah-muntah?"

Gumam chef Hanif tidak enak hati.

Beberapa waktu kemudian Elma dan asisten KIA sudah berada di mansion mewah milik Tuan Darren.

Elma yang tidak asing dengan kemegahan rumah orang kaya, tidak begitu mempedulikan istana yang ada di hadapannya saat ini.

Ia hanya fokus pada Tuan Darren yang saat ini sedang tidak baik-baik saja. Seorang pelayan mengantarkan KIA dan Elma ke kamar majikannya.

Elma terpaku di tempatnya saat melihat wajah Tuan Darren yang menatapnya sendu. Tatapan kerinduan yang tidak dimengerti oleh orang Elma.

Elma hanya memainkan perannya sebagai karyawan yang saat ini sedang dibutuhkan tenaganya oleh bosnya. Sikapnya tetap profesional tanpa melibatkan perasaannya.

Perasaan terhadap lawan jenis sudah ia kubur setelah kepercayaan dirinya telah terkoyak dengan harga kesuciannya yang dirampas paksa oleh bajingan yang telah menghancurkan masa depannya.

Ia tidak ingin mengenal lagi apa itu cinta karena kebanggaannya sebagai wanita telah hancur di malam naas itu.

Walaupun di luar jam kerja penampilan Elma yang mengenakan gamis modern berwarna pink dengan hijabnya yang sangat cantik berwarna merah jambu dan tentu saja masker itu tetap menempel di wajahnya.

Walaupun begitu manik jeli nya mampu menyihir mata lelaki yang melihat kebeningan mata indah Elma.

"Elma mendekat lah! Aku ingin kamu yang memijat ku."

Pinta Tuan Darren pada pelayan istimewanya itu.

KIA hanya mengangguk pada Elma agar gadis itu tidak sungkan berada di kamar pribadinya Tuan Darren.

"Tuan! Aku sudah memanggil dokter untukmu." Ucap Kia.

"Terimakasih KIA! Maaf, aku telah merepotkan kalian berdua."

Ucap Tuan Darren dengan suara yang terdengar lemah.

Elma duduk di sebelah Tuan Darren sambil memijit kening dan pelipisnya Tuan Darren.

Wangi aroma tubuh Elma terasa sangat lembut menghadirkan ketenangan tersendiri untuk tuan Darren.

Dokter Alisha masuk ke kamar itu diantar kepala pelayan. Elma segera bangkit dari tempat duduknya untuk memberikan ruang untuk dokter Alisha.

Dokter Alisha yang sudah mengenal dekat keluarga Tuan Darren menyapa pria tampan itu.

"Apa keluhnya Tuan Darren?"

"Dari tadi pagi saya muntah-muntah terus dan setiap kali makan selalu saja merasakan mual yang amat sangat dokter.

Dan bau-bau tertentu dari makanan yang terasa sangat tajam di hidung saya yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya.

"Mungkin saat ini istri anda sedang hamil dan anda mengalami kehamilan simpatik.

Biasanya itu terjadi pada para suami jika istrinya tidak mengalami ngidam maka ia yang akan mengalami semua itu."

Deggggg....

"Apakah gadis yang aku perkosa itu saat ini sedang hamil bayiku?"

Batin Tuan Darren terasa sesak di dadanya merasa sangat bersalah pada gadis itu.

"Bagaimana nasib anakku dengan gadis malang itu. Ke mana aku harus mencarinya, Tuhanku?"

Batin Tuan Darren pedih..

Terpopuler

Comments

wiwik

wiwik

hadir

2023-01-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!