Dokter yang baru keluar usai melakukan visit di kamar baby Darren, terkejut melihat Darren yang berdiri depan pintu.
"Maaf tuan! Andai mau ke mana?"
Tanya suster yang mendampingi dokter Kayla.
"Saya ayah dari baby Darren."
ucap Darren sekenanya.
"Tapi, bukankah istri anda ..?" Ucapan suster Claire di hentikan oleh dokter Kayla yang melihat hubungan kedua orangtuanya pasien tidak akur.
"Bukankah istrinya bilang suaminya sudah meninggal? Kenapa tau-tau sekarang ada?" Batin suster Claire sambil berpikir keras.
"Silahkan masuk Tuan! Keluarga anda sedang menunggu kedatangan anda di dalam sana." Ucap dokter Kayla bersikap wajar.
Darren hanya tersenyum pelit lalu melangkah masuk ke kamar inap itu membuat Elma tersentak.
Darren yang tidak tahu kalau Elma yang merupakan karyawannya karena saat ini Elma tidak lagi mengenakan hijabnya.
Ada alasan tersendiri bagi Elma yang harus membuka hijabnya karena saat ini ia sedang berada di negara Amerika yang penduduknya masih bersikap rasisme dengan agama tertentu terutama Islam.
Begitu pula Elma yang belum mengetahui Darren adalah pria yang telah memperkosa dirinya.
"Tuan Darren! Kenapa anda bisa mengetahui aku ada di sini?"
Tanya Elma yang tidak mengerti siapa lelaki yang berada di hadapannya saat ini.
Darren dan Kia saling menatap karena semuanya jadi terlihat rumit bagi mereka.
Elma dengan sumringahnya langsung memperkenalkan dirinya pada Darren kalau dia adalah karyawannya.
"Maaf Tuan Darren! Saya berpenampilan seperti ini. Saya harus membuka hijab saya karena ini negara Amerika. pasti Tuan tahu sendiri bagaimana pandangan Amerika terhadap agama Islam."
Ucap Elma malu-malu.
Lagi-lagi, Darren dan Kia hanya bisa saling bertatapan. Apa lagi bagi Darren yang sangat mengenal sosok wanita yang di hadapannya ini, yang telah ia renggut paksa kesuciannya yang ternyata adalah Elma karyawannya sendiri.
Darren yang awalnya sangat takut dengan penolakan ibu dari anaknya ini akhirnya tidak berani membuka kedoknya pada Elma kalau dia ayah biologis dari anaknya Elma.
Sementara Elma merasa tersanjung karena perhatian besar Darren kepadanya hingga bisa menemukan mereka di Amerika.
Kesalahpahaman ini menjadi keuntungan besar bagi Darren, yang belum siap terbuka pada Elma kalau dia adalah pelaku pemerkosaan pada ibu dari putranya itu.
Darren membisikkan pada Kia untuk tidak membuka rahasia black card itu miliknya yang digunakan Elma untuk pengobatan anak mereka.
Elma menjadi canggung karena reaksi Darren yang terlihat kaku di hadapannya membuatnya ikut terdiam.
"Mungkin aku terlalu berlebihan menyambut kedatangan pria ini hingga tidak bisa mengendalikan diriku dihadapan pria ini."
Batin Elma.
Ia mengatur nafasnya dan berpikir normal agar tidak terlalu GR kalau Tuan Darren sangat membutuhkannya hingga nekat menemuinya di rumah sakit di California Amerika.
"Elma! Maaf, kami tadi sempat berpikir kalau kami salah masuk kamar pasien lain karena melihat penampilan mu yang sudah berubah drastis tanpa mengenakan hijab dan juga masker. Apa lagi selama ini kami hanya bisa mengenali matamu. Itulah sebabnya kami terlihat syok.
Ternyata kami tidak salah kamar yang kami temui adalah Elma yang selama ini kami cari."
Ucap Darren buru-buru agar Elma tidak tersinggung dengan sikap paniknya barusan.
Elma merasa lega setelah mendengar alasan yang cukup masuk akal dari Darren kerena perubahan penampilannya.
Ia tidak menyangka penampilannya membuat dua orang lelaki di depannya ini begitu terpukau hingga mulut mereka terbungkam dalam waktu yang cukup lama.
Buktinya keduanya baru masuk dan menatapnya dengan tatapan tercengang.
"Apakah aku bisa melihat si kecil Elma?"
Tanya Darren penasaran saat melihat bocah montok yang ada di hadapannya ini.
Baby Darren yang sedang tidur saat ini menarik perhatian ayahnya untuk lebih mendekat.
Darren tidak bisa mengusai emosinya untuk mencium anaknya.
Elma mengernyitkan dahinya melihat sikap Darren yang dianggapnya terlalu berlebihan.
"Maaf Tuan Darren! Apakah anda baik-baik saja? Kenapa anda menangis melihat putra saya?" Tanya Elma bingung.
"Kami selama ini sudah mencari mu seperti orang gila dan sekalinya kami mendapatkan informasi kalau kamu sedang menghadapi masalah karena sakitnya putramu, itulah yang membuat Tuan Darren sedih." Ucap KIA berdalih.
Mendengar penuturan KIA, Elma merasa sangat terharu atas perhatiannya Darren padanya. Iapun akhirnya luluh dengan lelaki super dingin ini dan terkesan arogan.
"Kenapa dia bisa sakit Elma? Dia sakit apa?"
"Klep pada bilik jantungnya bocor dan putraku harus menjalani operasi. Kami sedang menunggu jadwal operasinya dua hari ke depan." Ucap Elma.
Darren mencium telapak kaki putranya sambil menangis. Elma membiarkan Darren melakukan keinginannya yang tidak ia mengerti.
Elma mengusap punggung Daren agar lebih tenang. Darren mengangkat wajahnya menatap wajah cantik Elma. Ingin rasanya ia menjatuhkan tubuhnya dan bersimpuh memohon maaf pada Elma. Tapi ia tidak sanggup menghadapi kebencian gadis itu kepadanya.
Darren memperhatikan wajah cantik Elma lebih dalam. Wajah cantik yang pernah ia tutup mata wanita itu saat ingin merenggut kesuciannya Elma.
Yang ia takutkan saat itu adalah Elma mengenali wajahnya di manapun mereka akan bertemu suatu saat nanti. Namun ia melewati satu hal manik indah yang berwarna hitam legam dengan kelopak mata lebar yang membuat wajah Elma begitu sempurna.
Elma menatapnya lembut. Tatapan mata mereka beradu hingga menikam jantung mereka masing-masing. Tatapan kerinduan yang mereka pendam hampir dua tahun lebih karena pelarian Elma saat hamil.
"Aku telah menciptakan neraka bagimu hingga membuatmu menderita. Kau ada di sampingku saat itu, tapi aku tidak bisa mengenalimu karena wajahmu yang tertutup masker dengan hijab menutupi surei panjangmu."
Batin Darren yang bisa merasakan penderitaan Elma karena ulahnya.
"Tuan Darren!" Panggil Elma lirih.
"Berhentilah memanggilku Tuan, Elma karena kamu bukan karyawanku lagi. Kamu adalah perempuan bebas saat ini. Panggil saja namaku Darren!"
Pinta Darren lembut tanpa mengalihkan wajahnya pada tatapan mata lembut Elma yang menawarkan keteduhan padanya.
Tatapan yang mampu memporak-porandakan keangkuhannya selama ini. Kebanggaannya pada kastanya meremehkan kemiskinan seseorang yang di anggapnya tabu dan pemalas.
Baginya tidak ada kemiskinan di dunia ini karena Allah menciptakan manusia begitu sempurna dengan akal pikirannya yang sehat. Hanya manusia pemalas yang memilih hidupnya menjadi miskin.
"Elma! Mengapa kamu lari dari kami? Mengapa tidak mengatakan kalau kamu saat itu sedang hamil?"
Tanya Darren membuat wajah gadis ini berubah menjadi kabut.
Melihat kondisi pasangan ini yang sudah mengarah ke kehidupan pribadi, KIA pamit untuk mencari sesuatu untuk di makan di kantin rumah sakit.
"Aku begitu merasa sangat malu, frustrasi dan hampir mengakhiri hidupku supaya aku tidak menanggung aib memalukan ini, Darren. Hidupku yang malang harus kehilangan kehormatan karena perbuatan....?"
Elma tidak bisa meneruskan perkataannya. Hatinya begitu sakit mengenang malam naas itu.
Ia menumpahkan kepedihan hidupnya dalam tangisnya yang terdengar sangat pilu.
Melihat itu, hati Darren seakan mengkerut. Perbuatan bejatnya melukai hati Elma hingga meninggalkan trauma mendalam bagi Elma.
Darren memberanikan diri memeluk tubuh Elma yang terlihat sangat kurus itu.
Ia membiarkan Elma menumpahkan kepedihannya pada dada bidangnya. Tangis Elma makin menjadi merasakan pelukan tulus Darren padanya.
"Elma! Andai saja kamu tahu siapa yang telah membuat hidupmu hancur, mungkin kamu tidak akan pernah memaafkan aku." Gumam Darren membatin.
Darren juga tidak ingin menyinggung black card miliknya yang dipakai oleh Elma.
Iapun bersyukur telah menemukan gadis yang sama yang selama ini menjadi impiannya untuk memiliki keduanya yang ternyata hanya Elma seorang.
"Elma! Maukah kamu menikah denganku?"
Tanya Darren sedikit merenggangkan pelukannya untuk menatap wajah Elma untuk mendapatkan jawaban.
Deggggg....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
wiwik
aduh tambah penasaran aja deh
2023-01-07
2