14. Menolak Untuk Percaya

Usai melakukan terapi kejiwaan, Elma tidak ingin meyakinkan dirinya bahwa Darren adalah pria pemerkosa dirinya.

"Aku rasa apa yang dikatakan oleh dokter Morgan adalah kebohongan. Darren adalah pria yang sangat baik dan hangat. Dia siap menerima masalalu ku yang sangat buruk karena cintanya padaku sangat tulus. Aku tidak akan mungkin menuduh pria baik seperti dirinya adalah seorang yang sangat bejad."

Gumam Elma sambil melangkah menemui Darren di ruang tunggu keluarga pasien.

Elma melihat Darren yang sedang serius melakukan pekerjaannya melalui ponselnya. Elma memberikan sedikit deheman untuk menyapa Darren.

"Ehhmm!"

"Apakah sudah selesai terapinya, sayang?"

Tanya Darren lalu memasukkan ponselnya ke kantong bajunya.

Sebenarnya Darren sangat gelisah jika hasil terapis Elma akan mengarahkan ke dirinya. Dan itu akan membuatnya berpikir seribu kali untuk meminta maaf kepada ibu dari putranya ini.

"Alhamdulillah, sudah Darren. Aku sedikit lega karena sudah berdamai dengan masalalu ku."

Ucap Elma mengambil tempat duduk di sebelah Darren.

"Kenapa hanya sedikit?"

"Karena aku tidak peduli lagi pria pemerkosa itu. Jika aku memaksa mengingat pelakunya, yang ada aku terus menerus tersiksa dan itu yang membuat diriku terlihat buruk."

Wajah Elma kembali murung.

"Sudahlah..! Kita lihat ke depan saja. Jangan lagi terjebak pada zona yang sama hingga membuat mu sulit untuk bangkit." Ucap Darren.

"Tidak lagi Darren! Aku tidak pernah takut untuk menatap hidupku karena ada kamu Darren." ucap Elma agak malu-malu.

Merasa diberi lampu hijau, Darren tidak sungkan lagi untuk melamar Elma.

"Apakah itu berarti kamu sudah siap menerima pinangan ku, sayang?"

"Hmm!"

"Terimakasih Elma! Berarti kita bisa menikah di salah satu mesjid di kota ini. Aku akan meminta Kia untuk mengurusnya admistrasi nya."

Ucap Darren terlihat lega bisa menebus rasa bersalahnya pada gadis yang telah ia hancurkan hidupnya.

"Aku tidak tahu, sampai kapan kebohongan ini akan bertahan, tapi aku harap kamu bisa bahagia hidup bersamaku Elma. Aku sangat takut kehilanganmu."

Gumam Darren membatin.

Keduanya saling menautkan tangan mereka sambil berjalan menuju ke ruang ICU untuk melihat keadaan putra mereka.

"Sebentar lagi baby Darren bisa di pindahkan ke ruang inap, mungkin sekitar tiga hari lagi baru bisa di bawa pulang, tapi kalian belum bisa melakukan perjalanan jauh karena baby masih dalam pemantauan kami sampai pemeriksaan MMR menyatakan klep pada bilik jantungnya sudah tidak bermasalah." Ucap dokter Melendez.

"Sampai kapan baby kami harus tetap di sini dokter?"

"Mungkin sekitar tiga bulan. Selebihnya kami akan kembalikan lagi ke rumah sakit rujukan Jakarta."

"Terimakasih dokter!"

Beruntunglah, setiap kali masuk ke kamar baby Darren, bayi montok ini baru bangun dari tidurnya. Dengan begitu ia bisa bermain dengan kedua orangtuanya.

Elma sangat bahagia melihat kedekatan putranya dan Darren yang ia anggap suatu keberkahan karena menganggap putranya seperti anak kandung sendiri bagi Darren.

"Terimakasih ya Allah. Engkau telah mengirim lelaki sebaik ini untuk kami. Aku telah memantapkan hatiku untuk menerima dia sebagai suamiku."

Batin Elma sambil tersenyum kepada keduanya.

"Cepat sembuh sayang! Nanti kita bisa jalan-jalan keliling kota California." Bisik Darren pada putranya.

Baby Darren yang sudah kecanduan main game membuat ayahnya membelikan ponsel khusus untuknya, pastinya yang paling canggih untuk putra kesayangannya itu.

...----------------...

Untuk menghindari fitnah, Darren dan Elma segera melangsungkan pernikahan mereka secara agama di mesjid Bilal islamic center yang ada di negara tersebut.

Elma menikah dengan mengenakan gamis Arab lengkap dengan jilbabnya. Kia dan salah satu imam mesjid yang menjadi saksi pernikahan pasangan ini.

Mas kawin berupa seperangkat alat salat di tambah dengan seperangkat perhiasan emas bertahta berlian.

Tidak ada sanak saudara di tengah pernikahan mereka. Darren juga seorang yatim piatu dan hanya memiliki kakek dan neneknya yang tinggal di kampung.

Usai melakukan pernikahan, pasangan ini memilih menyewa apartemen untuk bertahan selama tiga bulan di California hingga menunggu kesembuhan baby Darren.

Apartemen mewah itu di tempati mereka bertiga. Elma yang sudah terbiasa melayani Darren nampak sangat hafal dengan kebiasaan pria itu.

Hanya pelayanan yang sesungguhnya sebagai istri sah Darren yang belum bisa diwujudkan karena baby Darren tidak bisa di tinggal lama dan selalu tidur dalam keadaan gelisah.

Seperti malam ini, Elma yang sedang mempersiapkan dirinya dengan mengenakan lengerie putih dengan rambut di gulung ke atas hingga memperlihatkan leher jenjangnya.

Belum lagi lengerie seksi itu hanya menutupi pangkal pahanya dengan memperlihatkan bokong indah milik Elma yang sedikit menyembul keluar.

Langkah kaki jenjang itu berjalan demikian hati-hati mendapati suaminya yang masih memperhatikan wajah putranya hingga tidak menyadari sang istri sudah berdiri di balik punggungnya.

Wangi parfum aroma moccha yang pekat menarik Darren yang baru merasakan kehadiran sang istri.

Ia perlahan membalikkan tubuhnya dengan menahan guncangan hebat dalam dirinya yang harus menyaksikan lagi tubuh wanita yang pernah ia sentuh dalam keadaan mabuk berat saat itu ditambah obat perangsang yang menghilangkan akal sehatnya.

Namun kini ia berhadapan dengan wanita yang sama yang telah sah menjadi istrinya.

Kedua mata elang terpaku menatap tak berkedip serasa tersihir dengan kekaguman yang luar biasa pada seorang Elma yang begitu seksi tanpa ada terlihat kalau gadis ini sudah melahirkan putranya.

"Cantik."

Pujian yang terlontar ringan dari Darren pada Elma yang menyempurnakan kecantikannya malam ini dengan lengerie yang ia pakai.

"Elma...!"

Suara berat itu lebih mendekati wajah Elma untuk memagut bibir pink yang sangat sensual yang ingin sekali ia sesap.

Tanpa banyak membuang waktu Darren memagut bibi Elma dengan buas sementara Elma nampak ragu membalas ciuman suaminya karena ini pertama kali untuknya.

Lenguhan dan erangan panjang di dalam sana, saat Darren menikmati setiap jengkal tubuh Elma yang pernah ia rasakan sebelumnya namun ini terasa lebih nikmat karena sang wanita menyerahkannya atas nama cinta.

Darren melepaskan pakaiannya sendiri tanpa memperlihatkan miliknya pada Elma yang terlihat memejamkan matanya begitu takut menatap wajah garang Darren yang sudah dikuasai syahwat yang mengubun.

Tubuh Elma tidak bisa lagi bertahan karena di bawah miliknya seakan menuntut untuk mengeluarkan cairan kenikmatannya yang sudah ia raih.

"Darren... sayanggg..!"

Elma mengacak rambut Darren yang tidak mau berhenti memberinya kenikmatan diantara dua paha mulusnya tepatnya di lembah surgawinya.

Melihat istrinya sudah tak berdaya, Darren siap-siap menancapkan benda pusaka miliknya yang tampak gagah ingin menjajah kembali tempat sempit yang pernah ia jebol.

Elma melirik benda pusaka itu dengan hati mengkerut sambil mengigit ujung bibir bawahnya karena sangat besar milik suaminya.

"Darren! Aku takut."

Ucapnya gelisah membuat Daren makin terangsang mendengarnya.

"Kamu sudah pernah merasakan benda ini sebelumnya sayang, jadi jangan takut."

Batin Darren yang ingin menyelesaikan sesi terakhir permainan mereka.

"Mommy ...mommy... mommy..!" Tangis baby Darren membuyarkan malam pengantin kedua orangtuanya.

Terpopuler

Comments

MPit Mpit MPit

MPit Mpit MPit

baby Daren gagu Dady n mommy ihh..hahhahahah

2023-01-09

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!