10. Kartu Ajaib!

Elma membuka kertas yang membungkus kartu itu dan melihatnya dengan saksama.

"Bukankah ini adalah black card yang tidak ada batas penarikannya..? Ini punya siapa? bagaimana bisa ada di dompetku?"

Elma melihat kertas itu ada tulisannya. Matanya mendelik saat membacanya isi surat itu.

"Aku harap kamu menggunakan kartu ini untuk kebutuhan hidupmu. Jika kamu hamil anakku, tolong tetap gunakan kartu ini agar anakku dan kamu tidak kekurangan. Suatu hari aku akan menjemput kalian dan membawa ke istanaku."

Tulis pria pemerkosa itu yang tidak lain adalah Darren.

"Bajingan! Kau kira kesucianku mudah di beli olehmu, dengan kartu ini?"

Elma membungkus lagi kartu dengan kertas yang berisi pesan itu dan menyelipkannya di dompetnya yang baru.

"Kau seperti pengecut yang menyembunyikan kartu ini agar tidak terlihat olehku."

Umpat Elma dengan darahnya yang terasa sangat mendidih.

Hari kian berganti, Elma yang sedang menjual rumahnya yang ada di Bandung melalui jasa aplikasi online tidak kunjung laku.

Dalam enam bulan terakhir tidak ada konfirmasi apapun dari pembeli. Hati Elma mulai kacau. Apa lagi putranya tidak bisa bermain lincah seperti anak seusianya karena mudah lelah.

Nafas Baby Darren terengah-engah dengan wajah terlihat pucat. Ia baru bisa tenang kalau ibunya sudah memberikannya obat.

"Elma! sepertinya baby Darren butuh perawatan intensif karena kita tidak tahu bahaya apa yang akan menimpanya kalau kita hanya mengandalkan obat-obatan, nak."

Ucap dokter Weni kala Darren sudah mulai terlelap dalam pangkuan ibunya.

"Tapi dokter, aku tidak punya...?"

"Terbentur biaya...? Tidak usah pikirin Elma, ada aku sebagai pengganti orangtuamu, nenek dari baby Darren yang akan membiayai kebutuhan kalian."

Tapi dokter aku...?"

"Tidak usah merasa sungkan padaku! karena aku melakukannya dengan tulus, Insya Allah, ini bagian nilai ibadahku. Apakah kamu tidak mau membantuku masuk ke surga? Ini adalah bagian amal ku yang lain, Elma."

Timpal dokter Weni membuat Elma sangat terharu.

"Aku tidak tahu, apa yang terjadi pada kami berdua tanpa kemurahan hati hatimu, ibu!"

Degggg..

Wajah dokter Weni terkesiap mendengar Elma memanggilnya dengan sebutan ibu. Ia menutup mulutnya terlihat haru namun tetap tersenyum.

"Astaga Elma! coba ulangi sekali lagi memanggilku, Elma !"

"Ibu...ibu...ibu, aku mencintaimu ibu..!" Ucap Elma langsung merangkul dokter Weni.

"Ya Allah, putriku! Aku juga sangat mencintaimu, Elma.

Keduanya menatap wajah lelah baby Darren yang sedang tersenyum dalam tidurnya.

"Aku yang telah membuatnya menderita seperti ini ibu. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku melihat ia kesakitan seperti ini ibu."

"Kamu tidak salah sayang. Ini sudah bagian dari takdir. Jalani saja apa yang sudah dikehendaki Allah karena jalan ceritanya sudah tertulis seperti ini."

"Baik ibu!"

"Sebaiknya kamu istirahat kalau baby Darren nya tidur!"

"Apakah Darren bisa sembuh Bu?"

"Kita harus yakin dengan doa kita, jangan pernah ragu dengan kuasa Allah. Dia yang memberi kita penyakit, pasti Dia juga yang telah menyiapkan obatnya. Yang kita butuhkan hanyalah ikhtiar."

Keduanya ikut memejamkan mata mereka menyusul mimpi baby Darren yang masih tersenyum dalam tidurnya.

...----------------...

Tuan Darren bersama asisten KIA melakukan perjalanan bisnis di sejumlah negara yang ada di Eropa.

Walaupun sudah lama, ia tidak bertemu dengan Elma, namun hatinya tetap terpaut pada gadis itu.

Setiap kali ia berhadapan dengan relasi bisnisnya yang tidak jauh dengan wanita-wanita cantik datang menggodanya, Tuan Darren sedikitpun tidak bergeming dan mengatakan kalau dia sudah memiliki istri.

"Apakah benar kamu sudah memiliki istri, Tuan Darren?"

Tanya Miss Midea sambil memegang gelas tangkai yang berisikan sampanye.

"Apakah kamu tidak percaya dengan cincin ini kalau aku sudah memiliki ratuku dan putraku."

Ucap Darren seraya memamerkan cincin kawin miliknya pada Miss Midea yang terlihat penasaran dengannya.

"Aku tidak akan pernah percaya perkataanmu kalau belum melihat sendiri istri dan anakmu. Semua orang bisa menipu orang lain dengan cincin kawinnya, bahkan ayahku tetap memakai cincin kawinnya walaupun ibuku sudah lama meninggal."

Ucap Miss Midea namun tidak begitu di gubris oleh Tuan Darren.

"Terserah apa kata anda Miss! Itu urusanmu. Yang jelas kamu bukan tipeku walaupun aku masih lajang."

Sarkas Darren dengan senyum sinis.

"Ihjjhj! Kalau bukan karena pesona mu yang terlihat memikat, aku tidak sudi berhadapan dengan pria angkuh seperti dirimu, Tuan Darren."

Batin Miss Midea menahan geram.

"Permisi Tuan Darren! Ada telepon dari bank dunia untuk anda." Bisik asisten KIA.

Darren mengambil ponselnya yang di pegang asistennya KIA.

"Selamat sore Tuan Darren! Apakah saat ini saya sedang berbicara dengan Tuan Darren sendiri?"

"Iya nyonya!"

"Kami mau mengkonfirmasikan apakah saat ini black card milik anda sedang melakukan transaksi di rumah sakit mewah yang ada di Amerika serikat. Apakah memang sedang digunakan anda saat ini?"

"Sebentar! Transaksi apa yang anda maksudkan?"

"Pembayaran biaya pengobatan seorang balita berusia dua tahun atas nama MOHAMMAD DARREN GIBRAN."

"Itu nama putra saya. Tolong berikan alamat rumah sakit. Kamar rawat pasien dan informasi data penyakit pasien. Saya akan segera berangkat ke Amerika. Terimakasih atas konfirmasinya Miss."

"Ada apa Tuan?"

Siapkan pesawat jet! Kita berangkat ke Amerika sekarang."

"Siapa yang akan anda ingin anda temui di sana, Tuan?"

"Putraku dan wanitaku."

"Bukankah Tuan Darren sedang memikirkan Elma? Mengapa tiba-tiba merubah haluan?"

"Aku akan menikahi mereka berdua. Sekarang aku hanya ingin bertemu dengan wanita yang telah aku ..! Sudahlah! Kamu tidak mesti tahu tentang hidupku."

Tukas Tuan Darren masuk ke mobilnya.

Rona kebahagiaannya tergambar jelas di matanya karena kehamilan simpatik yang dirasakannya berbuah manis karena ia akhirnya bertemu dengan sang buah hati.

"Seperti apa wajahmu baby Darren ... tunggu! Kenapa nama kami bisa sama. Ini sebuah keajaiban. Gadis itu memberikan namaku pada putraku.

Padahal ia tidak mengenalku. Terimakasih nona, maafkan aku telah membuatmu bersusah payah membesarkan putraku." Gumam Darren lirih.

Pesawat makin tinggi mengangkasa membelah langit biru.

Flash back!

Elma tidak bisa lagi memanfaatkan kebaikan dokter Weni yang telah mengeluarkan biaya pengobatan putranya hingga saldonya minus.

Demi nyawa putranya yang harus segera di tolong, ia mengesampingkan egonya dan harga dirinya demi kesembuhan putranya baby Darren.

Ia akhirnya berangkat ke Amerika dengan sisa tabungannya untuk membawa putranya berobat ke Amerika. Ia nekat menggunakan black card milik pria yang telah memperkosanya hanya demi kesembuhan putranya.

"Apa yang terjadi, terjadilah. Lagi pula aku ingin melihat seperti apa wajah bajingan pengecut itu saat bertemu denganku."

Gumam Elma lirih.

Elma menyelesaikan pembayaran biaya pengobatan putranya dengan black card milik Tuan Darren.

Flash back off.

Pesawat jet pribadi milik Tuan Darren sudah mendarat di bandara setempat.

Jantungnya berdegup kencang menanti hukuman apa yang akan ia terima jika bertemu dengan wanita yang sudah ia perkosa dan saat ini sudah memiliki anak darinya.

Asisten KIA yang melihat kegelisahan Tuan Darren mengulum senyumnya karena selama ini ia belum pernah melihat Tuan Darren begitu gugup.

"Pasti dia sedang takut melihat dosanya." Batin KIA..

Setibanya di rumah sakit, tepatnya di depan pintu kamar inap putranya, Darren menghentikan langkahnya.

Nyali nya kembali ciut tidak seheboh saat berangkat dari Perancis ke Amerika.

Cek....lek..

Terpopuler

Comments

felisya enterprise

felisya enterprise

semoga Elma tidak egois , dan Darren bisa mengungkap kenyataan Elma yg berhikab+cadar

2023-01-07

2

Fitriani Fitriani

Fitriani Fitriani

laaasaaaajuuuuut

2023-01-06

2

felisya enterprise

felisya enterprise

cek klek gantung 😂

2023-01-06

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!