6. Rencana Kabur!

Memasuki usia kandungan Elma yang sudah tiga bulan, membuat perut gadis ini sudah terlihat sedikit menonjol pada bagian bawahnya.

Ia masih bisa menutupi perutnya tapi tidak dengan bagian dadanya yang kelihatan sedikit membesar.

Elma mensiasatinya dengan memakai jilbab agak sedikit panjang. Desas desus pun mulai terdengar di perusahaan itu kalau Elma sudah kumpul kebo dengan Tuan Darren karena selama Tuan Darren sakit, Elma yang merawat di istananya.

Walaupun itu adalah kebenaran kalau kehamilan Elma berkaitan dengan Tuan Darren, namun proses gadis itu bisa hamil tidak seperti dugaan para staf yang ada di perusahaan itu.

Bullying mulai terjadi saat Elma melewati mereka. Ucapan sinis dan sindiran pedas ditimpakan langsung padanya membuat Elma hanya bisa menahan nafasnya kuat.

Apa lagi kemunculan keduanya di perusahaan itu bersamaan dengan kesembuhan Tuan Darren yang sudah melewati masa ngidamnya.

"Enak benar yang jadi pelayan pribadi plus-plus. Kelihatannya tubuhnya makin subur aja di jamin sama si bos."

Sindir di antara para staffnya Tuan Darren yang ada satu lantai dengan ruang kerja Tuan Darren.

"Ah, sepertinya bukan gemuk tahu, tapi melendung alias hamil."

Celetuk penuh canda dari mereka makin membuat Elma tidak peduli.

Ia tetap berjalan membawa kopi panas untuk si bos yang sedang menunggunya. Baginya hanya tuan Darren, asisten KIA dan nyonya Alfi yang membuatnya mampu bertahan menerima setiap bullying dari para staffnya Tuan Darren.

"Eh, jangan di goda tahu, entar kalau tahu-tahu Elma jadi istrinya si bos, habislah riwayat kita."

Tawa mereka makin menjadi hingga ditegur oleh nyonya Alfi.

"Apakah kalian ingin di pecat, hah? Apakah hidup kalian sudah sempurna? Kalian iri pada Elma karena Tuan Darren tidak pernah melihat kalian sebagai wanita sempurna bukan?"

Bentak nyonya Alfi pada gadis-gadis putus asa ini yang tidak bisa menarik perhatian si bos walaupun berdandan cantik dengan pakaian seksi.

"Maaf Nyonya Alfi! Kami hanya becanda."

Ucap mereka kembali lagi ke meja kerja mereka masing-masing.

"Sekali lagi aku mendengar sindiran kalian pada Elma, aku tidak akan segan menendang kalian keluar dari perusahaan ini.

Masih banyak di luar sana orang yang ingin bekerja di perusahaan ini dengan kemampuan mereka di atas rata-rata dari kalian."

Imbuh nyonya Alfi membuat mereka hanya bisa tertunduk lesu.

"Cih! Hanya karena seorang OB berpendidikan rendah dengan gaya kampungan membuat kita harus tersingkir dari perusahaan ini."

Gerutu Berenda saat nyonya Alfi kembali ke ruang kerjanya.

"Ingin rasanya ku remuk wajah gadis bermasker itu agar kita tidak diremehkan di perusahaan ini.

Kita harus bersaing dengan gadis sekelas OB seperti dia hanya untuk mendapatkan perhatian si bos." Ketus Melani.

"Sudah diam! Atau kita akan dipecat secara masal di lantai ini." Ucap Yoan yang tidak ingin lagi bergosip.

Seketika kembali hening. Elma berjalan membawa piring kotor dari ruang kerja Tuan Darren yang baru selesai makan siang.

Tuan Darren menjadi begitu manja pada Elma. Walaupun sudah tidak ngidam lagi tetap saja ia ingin disuap oleh gadis bermasker itu.

Elma hanya menuruti kemauan manjanya si bos selama itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsipnya.

"Tumben pada diam. Biasanya ruangan ini seperti lebah jika aku melewati mereka. Syukurlah pada sadar diri."

Ucap Elma melangkah ke dalam ruang pantry.

Ia membersihkan piring dan gelas bekas bosnya makan dan duduk istirahat sebentar sambil mengunyah makanan cemilannya.

...----------------...

Memasuki usia kandungan empat bulan, seragam kerja Elma sudah tidak muat lagi. Ia berniat kabur dari kota Jakarta dan pergi ke daerah lain yang jelas bukan kota Bandung.

Elma melihat saldo rekeningnya hampir mendekati angka dua ratus juta karena asisten KIA membayar gajinya lebih besar dari gaji yang standar untuk karyawan OB ditambah uang tabungan sebelumnya.

Itu juga atas permintaan Tuan Darren untuk membayar jasa gadis itu karena sudah merawatnya..

"Aku rasa ini sudah cukup untuk membiayai hidupku sampai aku bersalin dan membesarkan anak ini sampai aku bisa meninggalkannya untuk bisa bekerja lagi."

Ucap Elma sambil memikirkan kegiatan apa yang harus ia lakukan selama menjalani masa kehamilannya.

Elma menyewa sebuah apartemen sederhana yang mungkin tidak dicari oleh orang perusahaannya jika ia sudah tidak lagi bekerja di perusahaan tuan Darren.

Ia membuang ponselnya dekat kosnya yang lama setelah menghapus semua data pribadinya dan kembali ke menu pabrik.

Elma yang pernah mengenyam pendidikan perguruan tinggi ini, mengambil jurusan IT. Ia bisa mengecoh data pribadinya untuk menghilangkan jejak agar tidak terendus oleh orang-orang yang masih punya kepentingan dengan dirinya.

Sekarang ia sudah menempati kamar apartemennya dan mulai kehidupan barunya. Ia juga mengganti penampilannya dengan pakaian syar'i lengkap dengan cadarnya.

Dengan begitu ia tidak mudah di kenali lagi oleh orang-orang yang mengenal dirinya, khususnya di perusahaan dia bekerja.

Dengan berpakaian syar'i, Elma bebas keluar masuk apartemennya untuk membeli kebutuhan hidupnya sehari-hari. Dengan motor bekas yang ia beli dari seseorang yang masih menggunakan nama pemilik motor itu.

Sementara di perusahaan Tuan Darren, menerima surat pengunduran diri Elma yang diterimanya dari nyonya Alvi.

"Bukankah tiga hari yang lalu dia ijin sakit kepadamu Alfi? mengapa sekarang malah berganti dengan surat pengunduran diri?"

Tanya Tuan Darren dengan rahangnya yang sudah mengeras menahan amarah.

Sudah banyak gosip yang beredar di perusahaan ini tentang kehamilan Elma membuat ia sering mendapatkan sindiran pedas dari karyawan yang berkaitan dengan anda tuan."

Ucap Nyonya Alfi membuat Tuan Darren makin meradang.

"Siapa yang telah menyebarkan fitnah keji itu, hah? Pecat mereka semua dan buka lowongan pekerjaan lagi untuk menggantikan mereka semua!" Titah Tuan Darren tidak main-main

"Baik Tuan! Kalau begitu saya permisi."

Ucap Nyonya Alfi yang tidak mau berurusan dengan Tuan Darren yang selama ini terkenal arogan.

Hanya saja sifatnya berubah sejak Elma bekerja menjadi pelayan setianya membuat pria tampan itu menjadi lembut..

"TUNGGU ALFI!"

Cegah Tuan Darren.

"Bukankah kamu tadi mengatakan Elma hamil?"

"Iya Tuan!"

"Apakah benar seperti itu?"

"Entahlah Tuan! Tapi kalau di lihat ciri-ciri fisiknya, nona Elma benar-benar seperti orang hamil karena aku merasakan sendiri perubahan tubuh nona Elma sama seperti aku hamil kedua anakku." sahut Alfi.

"Apakah selama ini kamu tahu dia punya pacar Alfi?"

"Aku tidak pernah tahu karena Elma tergolong gadis introver. Dia jarang membaur dengan yang lain dan lebih memilih menyendiri selama bekerja di sini."

Imbuh nyonya Alfi membuat Tuan Darren makin pusing memikirkan gadis itu.

"Ya Tuhan. Apa yang terjadi dengan gadis itu? Apakah dia putus dengan pacarnya dan lari dari Bandung ke Jakarta? apakah pacarnya tidak mau bertanggungjawab atas kehamilannya yang membuat ia menjadi putus asa? Ini sangat membingungkan."

Tuan Darren melonggarkan dasinya dan mulai menghubungi asistennya KIA.

"KIA! Tolong cari Elma sampai ketemu, kalai tidak aku akan memecat mu."

"I..iya bos. Tapi carinya ke mana?"

"Itu tugasmu! Aku harap kamu menemukan Elma secepatnya!"

Terpopuler

Comments

yuriPlesetsky

yuriPlesetsky

kak jangan pake kata 'tuan' jadi kurang enk bacanya

2023-01-04

3

wiwik

wiwik

Tolong dong foto mereka(Darren,Elma,Kia,Nyonya Alfi)

2023-01-04

2

Fitriani Fitriani

Fitriani Fitriani

laaaaaaaajuuuuuut

2023-01-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!