13. Operasi Jantung

Darren dan Elma terlihat pasrah menantikan baby Darren yang saat ini sedang menjalani operasi jantung.

Elma berusaha mengusir ketakutannya dengan membaca Alquran dengan suara lirih, sementara Darren berdzikir semampunya untuk kesembuhan putranya.

"Elma! Kenapa mereka lama sekali melakukan operasi pada putraku?"

Tanya Darren yang sudah tidak sabar ingin melihat putranya.

"Aku juga tidak tahu Darren. Kita tunggu saja. Mungkin prosesnya memang sangat lama."

Kia membawa makanan untuk keduanya namun Darren sama sekali tidak mau makan.

"Aku tidak mau makan sebelum mendengar kabar dari putraku." Tolak Darren.

"Nanti juga dokter keluar Darren. Makanlah dulu."

Bujuk Elma yang sambil membuka kertas pembungkus burger untuk Darren.

Darren mengambil roti itu sambil menatap tajam wajah Kia. Kia hanya bisa mengatupkan kedua tangannya karena ia tidak ingin bosnya ini sakit.

Kia masih belum mengerti hubungan pasangan ini hingga mereka memiliki anak.

"Apa yang terjadi pada Tuan Darren? Mengapa ia begitu terobsesi dengan putranya Elma? Apakah Tuan Darren telah...?"

Tidak.. ! tidak mungkin Tuan Darren melakukan kejahatan pada nona Elma. Dia pria baik-baik.

Walaupun banyak wanita sekelilingnya, namun ia tidak pernah bercinta dengan mereka karena tidak mau punya anak di luar nikah itu prinsip tuan Darren yang aku tahu."

Batin KIA menghibur dirinya sendiri.

Sekitar tiga jam kemudian dokter menemui keluarga ini di ruang tunggu khusus untuk kelas eksekutif.

Darren dan Elma serentak bangkit menunggu ucapan dokter Melendez dengan wajah menegang.

"Baby Darren selamat. Operasinya berhasil."

Ucap Dokter Melendez tersenyum pada pasangan ini yang ia kira adalah suami istri.

"Terimakasih dokter Melendez."

Darren memeluk dokter itu dengan suka cita.

Untuk sementara, Baby Darren harus di rawat di ruang ICU karena harus di bawa pengawasan langsung oleh dokter dan suster jaga dalam 24 jam sampai ia bisa dipindahkan ke ruang inap. Kalian boleh tinggal di ruang tunggu ini atau kembali ke hotel."

Ucap dokter Melendez membuat pasangan ini kembali lemas.

"Apakah kami tidak bisa menemuinya dokter?"

"Silahkan!"

"Terimakasih dokter."

Di ruang ICU, baby Darren masih dalam pengaruh obat bius. Wajah tampan dan menggemaskan menarik ayahnya menikmati wajah putranya dengan perasaan menyesal.

"Aku tahu, aku ayah yang tidak berguna dan bejad. Mungkin aku sangat jahat pada ibumu hingga Tuhan menghukum aku melalui mu. Tapi aku tidak tega kamu harus melewati kesakitan seperti ini, nak." Batin Darren.

Elma mengecup pipi putranya lalu keluar duluan dari ruang ICU. Ia merasa bersalah karena telah membuat bayinya menderita.

Darren merengkuh pundak Elma yang sedang menangis.

"Percayalah! Putra kita akan sembuh."

"Saat aku tahu aku hamil, aku mendiamkan kehamilanku tanpa mau memenuhi nutrisinya. Aku tidak pernah periksa kandunganku ke dokter.

Aku sengaja membuatnya supaya dia keguguran. Tapi saat aku merasakan dia mulai bergerak di dalam perutku, di saat itulah aku mulai jatuh cinta padanya.

Di usia tujuh bulan aku baru berani memeriksa kehamilan ku ke dokter dan baru mengetahui kalau bayiku menderita kelainan jantung."

Ucap Elma sambil membekap wajahnya menangis sedih.

"Tidak semua yang terjadi pada baby Darren karena salahmu Elma. Mungkin ini sudah bagian dari takdir dan takdir inilah yang membuat kita kembali bertemu."

"Tadinya aku berharap kalau aku menggunakan black card milik bajingan itu, aku bisa bertemu dengannya. Aku ingin membunuhnya.

Aku ingin dia mati. Tapi kenapa yang datang malah kamu, Darren. Kenapa pengecut itu tidak mau menampakkan wajahnya padaku?"

Ucap Elma berapi-api membuat Darren menelan salivanya dengan kasar.

"Apakah aku boleh meminjam black card itu Elma? Siapa tahu aku bisa menelusuri siapa pemiliknya jika kamu ingin menemui laki-laki itu. Apakah kamu mengenalnya?"

"Tidak..! Aku tidak mengenalnya. Aku melihat kartu ini saat bayiku sudah berusia satu tahun. Karena aku sudah tidak berdaya lagi untuk membiayai operasi baby Darren yang harus di rujuk ke rumah sakit ini, terpaksa aku menggunakan kartu ini."

Ucap Elma seraya memberikan black card itu kepada Darren.

"Mulai sekarang biar aku yang mengurus semua kebutuhan kalian. Jangan gunakan kartu ini lagi."

"Terimakasih Darren! Aku lebih baik mengandalkanmu daripada menggunakan kartu milik bajingan itu." Umpat Elma.

Darren hanya bisa menarik nafas dalam. Setiap kali mendengar caci maki Elma padanya, ia menerimanya dengan sabar karena ia merasa sangat pantas mendapatkan umpatan itu.

"Aku harap kita bisa secepatnya menikah sebelum kamu mengetahui kebenarannya Elma, bahwa aku lah yang telah memperkosa dirimu."

Gumam Darren membatin

...----------------...

Selama menunggu kesembuhan baby Darren, Elma menjalani terapi untuk menghilangkan traumanya pasca pemerkosaan itu.

Dokter Morgan melakukan interaksi dengan Elma untuk memberinya kesempatan pada Elma untuk kembali lagi mengenang kejadian itu. Elma di hipnotis untuk bisa menyampaikan apa saja pada dokter terapinya tentang apa yang dialami oleh dirinya.

Elma merasa sangat tersiksa masuk kembali ke alam bawah sadarnya di mana ia pertama kali merasa dibekap mulut dan hidung nya hingga pingsan lalu matanya di tutup dengan sapu tangan.

"Apakah kamu mencium bau khas dari tubuh pria itu?"

"Lebih dominan bau alkohol dari pada parfumnya."

"Apakah kamu masih ingat suaranya saat dia bicara padamu?"

"Aku masih ingat tapi aku tidak yakin saat aku mendengar lagi suara yang sama dengannya."

"Apakah kamu mendengarkan suara yang sama tapi pada orang yang berbeda yang kamu baru kenal?"

"Iya dokter."

"Apakah kamu sudah pernah menanyakan orang yang suaranya sama itu, di saat kejadian itu dia berada di mana?"

"Maksud dokter?"

"Coba kamu tanyakan orang terdekatnya, di mana keberadaannya saat kamu mengalami pemerkosaan malam itu?"

"Untuk apa aku harus menanyakannya dokter?"

"Agar kamu bisa yakin bahwa suara orang yang kamu baru kenal dengan pelaku pemerkosaan itu adalah orang yang sama atau tidak."

"Bagaimana dengan jejaknya, dokter? dia meninggalkan jejak berupa black card miliknya untukku. Dia juga menuliskan pesan untukku."

"Apakah kamu masih menyimpan kertas pesan itu dan black card miliknya?"

"Aku memberikan kepada temanku?"

"Apakah temanmu itu sedang menyelidiki kartu itu?"

"Masih di selidiki."

"Apakah kamu sudah melakukan transaksi dengan kartu itu?"

"Hanya untuk biaya operasi jantung putraku di rumah sakit ini dokter.

"Berarti pria pemilik black card itu sudah mendapatkan telepon dari bank dunia. Dia pasti datang menemuimu."

"Sayangnya dia tidak datang dokter. Justru yang datang itu adalah mantan bos saya dengan asistennya. Mereka sudah lama mencari saya setelah saya mengundurkan diri dari perusahaannya."

Dokter Morgan merasa kalau kehadiran mantan bos Elma ada kaitannya dengan pria pemerkosa itu.

"Nona Elma! Apakah kamu akan memaafkan pria pemerkosa itu jika kamu bertemu dengannya?"

"Justru aku ingin membunuhnya dokter!"

"Apakah suara pria pemerkosa itu dengan suara mantan bos mu, sama persis?"

"Iya dokter!"

"Bagaimana kalau pelaku pemerkosaan itu adalah bos mu sendiri dan saat ini dia ingin menebus kesalahannya kepadamu."

Ucap dokter Morgan lalu menyadarkan kembali Elma dari alam bawah sadarnya.

Deggggg

Terpopuler

Comments

Raditya Permana.P

Raditya Permana.P

ada secercah harapan 🤔🤔

2023-01-18

1

wiwik

wiwik

aduh tambah penasaran aja deh

2023-01-09

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!