Elma tidak mengerti apa yang disampaikan oleh dokter kepada Tuan Darren yang terlihat sangat syok.
Ia belum sepenuhnya tahu apakah Tuan Darren memang sudah memiliki istri ataukah masih bujang tapi sudah memiliki kekasih. Ia memang benar-benar buta dengan informasi tentang Tuan Darren.
Dokter Alisha memberi copy resep obat penawar mual untuk Tuan Darren agar pria tampan ini bisa menikmati makanannya tanpa harus terganggu rasa mual sesudahnya.
Dokter segera meninggalkan Tuan Darren dengan Elma dan KIA yang masih setia menunggu Tuan Darren.
Pelayan langsung menebus obat itu dan mengantarkannya ke kamar Tuan Darren.
"Sekarang minum obatnya terlebih dahulu setelah lima belas menit, tuan harus makan lalu tidur!" Pinta Elma.
"Apakah kalian akan meninggalkan aku saat aku tidur?" Tanya Tuan Darren.
"Terus kami mau ngapain di sini?" Tanya Elma.
"Menginaplah di sini. Ada dua kamar tamu di lantai ini untuk kalian berdua. Aku mohon jangan pulang sebelum aku memintanya." Pinta Tuan Darren.
"Baik. Kami akan menginap di sini. Sekarang Tuan Darren makan dulu!" Ucap asisten Kia.
"Aku sudah tidak selera untuk makan."
Tolak Tuan Darren terlihat manja.
"Kalau begitu, kami pulang." Ancam Elma seperti biasanya.
"Cih! Dia selalu punya kesempatan untuk mengancam ku." Batin Tuan Darren.
Tuan Darren masih menatap makanan yang ada di pangkuannya. Elma akhirnya menyuapi lagi Tuan Darren seperti anak kecil yang sulit untuk dibujuk makan.
Tanpa disadari Elma kalau tuan Darren sedang mengerjai dirinya. Sebenarnya ia ingin gadis ini menyuapi dirinya, namun ia enggan untuk meminta.
Beruntunglah, dokter juga memberi obat penenang untuk tuan Darren, jadi pria tampan ini akhirnya terlelap juga.
Elma merapikan selimut Tuan Darren dan mematikan lampu utama, menyalakan lampu tidur.
Elma juga terlihat lelah dan masuk ke kamarnya diantar oleh pelayan Tuan Darren.
"Ada baju piyama baru dan juga pakaian dalam yang baru. Ada juga handuk jika nona mau mandi." Ucap pelayan Adira.
"Terimakasih mbak!"
Elma menanggalkan pakaiannya dan menggantikannya dengan piyama. Ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur empuk itu.
Elma mengusap perutnya yang masih rata dan mencoba bicara dengan janinnya.
"Kenapa aku yang hamil dan tuan Darren yang muntah. Bahkan laki-laki itu sedang ngidam. Siapa kekasihnya? Aku bahkan tidak pernah melihat gadis manapun yang datang ke kantornya.
Siapa yang harus aku tanya untuk mengetahui informasi kehidupan Tuan Darren. Apakah kehidupan pribadinya penting untukku?"
Elma akhirnya terlelap, ketika tidak menemukan jawaban dari setiap pertanyaannya.
Keesokan paginya, Tuan Darren kembali lagi muntah-muntah. Ia begitu merasa tersiksa apalagi setiap kali muntah wajah wanita cantik yang ia perkosa menghantui dirinya. Seakan sedang menertawakan kesengsaraan nya kini.
"Aku minta maaf. Aku tahu kamu sedang hamil anakku. Aku minta maaf. Maafkan akuuuu!" Pekik Tuan Darren di dalam kamar mandinya.
Rasa pusing yang amat sangat membuat ia harus merangkak. Elma yang sedang membawa kopi kesukaan Tuan Darren mendengar lagi pria itu terus memuntahkan air yang ada dalam perutnya.
Elma segera masuk ke kamar mandi untuk menolong memijat punggung Tuan Darren.
Elma juga mengoles minyak kayu putih di leher Tuan Darren.
Pria ini baru mulai tenang jika sudah berada dekat Elma.Tuan Darren merasa heran dengan keberadaan Elma.
"Kenapa setiap kali ada gadis ini aku selalu tenang. Dia punya kekuatan apa. Dan anehnya wajah wanita korban dari perkosaan ku hilang begitu saja. Elma, siapa kau sebenarnya?"
Batin Tuan Darren saat ia sudah berbaring di tempat tidurnya.
Elma mengoles perutnya Tuan Darren sampai ke dada pria itu. Elma menelan salivanya dengan gugup saat merasakan dada bidang itu. Apa lagi otot kekar itu dengan susunan perut yang terlihat menggoda sebagai seorang wanita dewasa seperti dirinya.
Ia menarik nafasnya lembut untuk mengusir godaan yang sengaja mengusik lagi ketenangannya.
"Tidak! aku tidak boleh lemah. Aku hanya karyawan rendahan yang bekerja untuk pria ini. Bukan untuk mendapatkan perhatian Tuan Darren."
Batin Elma lalu bangkit dari duduknya.
Tuan Darren memeluk pinggang Elma agar gadis itu tidak menjauhi dirinya.
"Tetaplah di sini Elma, di sampingku. Kalau ada kamu mual ku hilang. Kalau kamu menjauh aku akan merasa mual lagi."
Ucap Tuan Darren.
"Aku bukan istrimu atau kekasihmu. Kamu begini karena sudah menghamili seorang wanita.
Kenapa kamu tidak mencari wanita itu dan menikahinya?" Sinis Elma membuat CEO muda ini tersentak.
Elma bangkit dan keluar dari kamar Tuan Darren. Baru saja Elma melangkah keluar dari kamar Tuan Darren, Lagi-lagi Tuan Darren kembali muntah-muntah membuat Elma kembali ke kamar itu.
"Ya Ampun! Ternyata apa yang ia katakan itu benar kalau ia tidak sanggup berjauhan denganku kalau tidak ingin melihatnya muntah."
Elma menghampiri lagi Tuan Darren yang sudah duduk di depan pintu kamar mandi dengan wajah terlihat sangat pucat.
Elma berlutut di depan Tuan Darren yang sedang memangku kepalanya di dengkulnya dengan kedua kaki yang ia peluk.
Melihat Elma di hadapannya Tuan Darren langsung memeluk gadis itu dengan erat.
"Jangan menjauhi aku elma! Aku sangat sengsara dengan keadaan ini. Tolong aku untuk melewati masa-masa ini. Aku mohon!"
pinta Tuan Darren dengan suara terdengar serak.
Asisten KIA yang baru masuk melihat adegan itu, ternyata salah paham. Ia segera menutup lagi pintu kamar Tuan Darren karena tidak ingin menganggu.
"Tuan! Anda telah menempatkan saya di situasi yang sangat sulit. Orang akan mengira aku sedang merayu mu dan memanfaatkan sakit mu untuk menjadikan ini sebagai konflik kepentingan."
"Biarkan saja mereka berkata apa Elma. Kau hanya bekerja untukku dan hiduplah sesuai dengan keinginanmu bukan berdasarkan penilaian orang lain terhadap mu."
Ucap Tuan Darren dengan tangan masih memeluk pundak Elma.
"Baiklah. Bangunlah dan pindah ke tempat tidurmu, tuan!"
Pinta Elma membimbing tangan Tuan Darren yang terlihat masih oleng.
Tidak berapa lama, Tuan Darren kembali terlelap dan tidak ingin melihat silau matahari kalau gorden jendelanya di buka.
Tuan Darren meminta Elma mengurusnya selama berada di rumah, karena ia sedikit malu berangkat ke perusahaan dengan keadaan ngidam parah.
Asisten KIA tidak memberi tahukan keadaan tuan Darren sebenarnya. Ia hanya mengatakan pada karyawan perusahaan kalau tuan Darren sedang ke luar negeri.
Elma yang cukup telaten merawat Tuan Darren selama di rumah dengan tetap memakai maskernya.
Tuan Darren begitu kesal dan juga penasaran ingin melihat wajah Elma seperti apa. Namun Elma selalu waspada pada Tuan Darren. Tuan Darren tidak ingin menganggu wanita ini lagi atau ia akan kehilangan Elma.
"Tuan! Apakah kamu ingin makan rujak?"
"Rujak..?"
"Iya! siapa tahu membantumu segar lagi." Ucap Elma sambil menyodorkan rujak ke pangkuan Tuan Darren.
Wangi bumbu rujak yang pedas dan segar mampu menggugah liurnya yang ingin menikmati aneka buah segar tersebut.
Elma menyuapi tiap potongan buah itu dengan saus sambal kacang yang sangat nikmat.
Tuan Darren merasa lebih semangat makan rujak dari pada menyuruhnya makan makanan padat.
"Elma ini sangat enak dan segar. Aku sangat menyukainya." Ucap Tuan Darren.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
felisya enterprise
pasang cctv di kamar Elma dong Thor..kasian Daren klamaan tau wajah elma aslinnya
2023-01-05
2
wiwik
emangnya Darren blm tahu kah soal Emma lg hamil
2023-01-04
2