18. Curiga!

Dokter melakukan USG pada perut Elma untuk melihat pertumbuhan janin sesuai usia kandungannya.

"Selamat untuk kalian berdua. Saat ini nyonya Elma sedang hamil tiga bulan."

Ucap dokter Audrey.

Keduanya mengucapkan syukur karena mendapatkan lagi kesempatan untuk memiliki momongan.

"Tapi istri saya mengalami ngidam yang sangat parah dokter. Apakah tidak sebaiknya di rawat saja?"

"Bukankah kehamilan pertamanya mengalami juga seperti ini. Jadi nikmatin saja masa ngidam anda nyonya Elma " Ucap dokter Audrey.

"Justru kehamilan pertama saya tidak mengalami ngidam dokter." Imbuh Elma.

"Berarti suami anda yang mengalami kehamilan simpatik." Ucap dokter sambil tersenyum lebar.

Deggggg...

Darren membenarkan dalam hatinya sementara Elma hanya mengernyitkan dahinya.

"Rupanya bajingan itu yang mengalami kehamilan simpatik,"

Gumam Elma lirih terdengar oleh Darren.

Baby Darren terlelap dalam dekapan ayahnya. Dokter menuliskan resep untuk mengurangi mual Elma dan vitamin untuk ibu hamil.

Elma baru mengetahui dari awal kehamilan harus banyak mengkonsumsi sayuran dan makanan sehat lainnya.

Walaupun setiap kali muntah sang ibu harus tetap makan agar tidak kekurangan nutrisi. Kalau mengikuti rasa malas makan karena mual, itu malah mengakibatkan bayi terlahir dengan bibir sumbing.

Hujan masih saja betah mengguyur bumi. Darren membaringkan putranya di tempat tidur khusus untuk putranya di dalam kamar mereka.

Elma yang masih merasa pusing langsung tidur setelah minum obat. Darren yang sudah mengerti rasa ngidam itu seperti apa rasanya, hanya bisa menatap wajah pucat istrinya yang terlihat lelah.

"Kalau bisa aku meminta, biarkan aku yang mengalami kehamilan simpatik supaya kamu tidak tersiksa seperti ini. Melihatmu menderita seperti ini, aku dan putra kita seakan tak terurus."

ucap Darren sambil berbaring di sebelah istrinya.

Baru saja beberapa menit Elma tidur, ia harus bangun dan kembali muntah. Darren juga memperlakukan istrinya sama seperti Elma dulu mengurusnya.

Daren memijat punggung Elma agar bisa muntah dengan lega walaupun Elma selalu menolaknya.

Elma hanya ingin di oleskan minyak kayu putih di perut punggung dan lehernya.

"Apakah sangat mual?"

"Aku rasanya ingin tidur di kamar mandi, Darren. Aku sangat tersiksa bolak balik terus ke kamar mandi."

Ucap Elma dengan mata terlihat sayu.

Tok ..tok

Darren Membuka pintu kamarnya dan melihat kepala pelayan membawa beberapa pesanan Tuan Darren untuk Elma.

Darren memasang aroma terapi wangi aroma minyak kayu putih untuk bayi. Ada buah rujak dan permen asam jawa untuk Elma.

Elma begitu bahagia, suaminya melakukan apapun untuknya. Ia tersenyum sambil menyandarkan setengah tubuhnya di bantal yang disusun Darren dengan posisi setengah berbaring.

"Apakah ini sudah lebih nyaman sayang?"

Tanya Darren sambil menyuapkan buah rujak untuk Elma.

"Perhatianmu yang membuat hatiku sangat nyaman. Yang lain sebagai pelengkap cintamu." Ucap Elma bahagia.

"Sampaikan saja apapun padaku yang kamu rasakan. Aku akan melakukannya dengan senang hati.

Jika sesuatu yang tidak kamu sukai tetapi aku melakukannya, katakan saja! Dengan begitu aku mengetahui kalau kamu tidak menyukainya."

"Iya sayang! Asalkan aku tidak menyusahkan mu."

"Jangan berkata begitu. Kamu pernah melewati masa sulit saat hamil baby Darren jadi biarkan saat ini aku ingin melakukan tugasku sebagai suamimu sampai kamu melahirkan." Ucap Darren.

"Rujaknya enak. Ini sangat segar di mulutku. Kamu melakukan semua caraku saat aku melayani kamu dulu Darren. Tapi yang membuat aku bertanya-tanya sampai detik ini, siapa gadis yang sudah kamu hamili hingga membuat kamu mengalami kehamilan simpatik?"

Tanya Elma penuh curiga.

Degggg...

Darren terperangah sendiri mendengar pertanyaan Elma yang sulit ia jawab.

"Aku rasa dokter itu mengada-ada. Aku sendiri tidak tahu siapa gadis yang ia maksud. Sudahlah Elma! Jangan membahas masa lalu lagi. Kita sudah sepakat untuk itu."

Darren berusaha mengelak agar tidak di curigai istrinya terus menerus walaupun gadis itu adalah Elma sendiri.

Darren meletakkan piring kotor dan memberikan Elma air putih hangat.

"Darren!"

"Iya sayang!"

"Apakah kamu sering berpergian ke Bandung?"

"Tentu saja! Karena aku punya hotel di sana. Oh iya kamu harus tahu semua aset kita dan apapun bentuk bisnisku, aku harap kamu harus banyak belajar untuk ikut mengembangkan perusahaan kita." Ucap Darren lugas.

"Apakah itu hotel Harrier..?"

Tanya Elma dengan menatap manik elang milik suaminya.

Deggggg...

"Apakah Kia sudah memberitahu hotel kita di Bandung?"

"Tidak! Aku hanya menebak."

"Tebakan mu sangat tepat Elma."

"Bukan tepat. Hanya memberitahumu kalau hotel itu menjadi saksi ku di mana pertama kali kesucianku direnggut oleh pemerkosa itu. Apakah kamu bisa menyelidiki bajingan itu Darren?"

Glekkk...

Jantung Darren tidak tahu seperti apa iramanya di dalam sana. Ia meneguk liurnya gugup dan bingung bagaimana menjelaskannya.

Otaknya terus bekerja untuk mencari dalih apa lagi yang bisa ia utarakan pada istrinya untuk tidak mengungkitnya lagi.

"Elma! Tidak bisakah kamu melupakan sejenak saja tentang pria pemerkosa itu agar hidup kita lebih tenang sayang? Ingat! Saat ini kamu sedang hamil dan aku mohon jangan bebani dulu pikiranmu tentang hal konyol yang membuatku sangat terganggu." Ujar Darren.

"Jika kamu keberatan untuk menyelidikinya, biarkan aku yang akan melakukannya sendiri. Aku ingin bajingan itu membusuk di penjara."

"Jika kamu masih keras kepala membahas masalah yang sama, aku tidak akan memaafkanmu kalau terjadi sesuatu pada calon bayi kita!"

Ancam Darren untuk menghentikan rasa penasaran istrinya.

Elma terlihat menahan kemarahannya. Entah mengapa ucapan dokter Morgan menjadi pertimbangannya kembali untuk menyelidiki sendiri suaminya.

Darren keluar dari kamarnya sengaja memanggil pelayan untuk mengambil piring kotor dari kamarnya. Ia membuka pintu lantai atas dan duduk di Balkon walaupun hujan masih saja menyiram bumi.

"Apakah Elma sudah mengetahui sesuatu? Ataukah ini hanya perasaan ku saja?"

Darren mencoba menghubungi dokter Morgan untuk menanyakan hasil tes kejiwaan istrinya saat melakukan terapis di rumah sakit California Amerika.

Tidak lama dokter terapi istrinya dari Amerika sana, yaitu dokter Morgan menjawab panggilan telepon dari Darren.

"Dokter! Saya Darren suaminya dari Elma salah satu pasien dari Asia tenggara. Semoga anda masih ingat kami."

"Apakah kalian pasienku dari Indonesia?"

Tanya dokter Morgan terlihat senang dengan pasiennya berasal dari Asia.

"Benar dokter Morgan!"

"Apa kabar istrimu Elma, Tuan Darren!"

"Saat ini istriku sedang hamil dan kondisinya kurang baik karena sedang mengalami ngidam parah."

"Selamat Tuan Darren! Aku turut bahagia. Apakah ada yang bisa saya bantu?"

"Begini dokter Morgan! Apakah selama terapi anda sedang mengatakan sesuatu kepada Elma tentang pria yang telah memperkosanya?" Tanya Darren hati-hati.

"Mengapa anda tanyakan ini Tuan Darren? Bukankah jawaban itu hanya anda sendiri yang tahu?"

Sahut dokter Morgan yang sudah curiga dengan Tuan Darren.

"Apa maksudmu dokter Morgan? Apakah anda sedang menuduh...!"

"Andalah pria pemerkosa itu karena anda datang tepat di saat Elma melakukan transaksi pembayaran biaya pengobatan putra kalian. Andalah orangnya, pemilik black card itu." Todong dokter Morgan.

Degggg..

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

jujur saja darennn. agar elma busa melupakan semuanya. karna dia akan terus penasaran pada dirimu

2024-05-09

0

felisya enterprise

felisya enterprise

buat Elma bucin dulu Thor..,
dan bisa memaafkan

2023-01-11

3

Anonymous

Anonymous

Lanjutannnnnnn

2023-01-11

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!