Reine terlihat sangat bahagia ketika dia tiba di depan gedung asrama. Semua orang sudah menunggunya di depan. Termasuk Ibu asrama dan juga Angel. Mereka menghias taman di depan dengan begitu indah agar asrama mereka terlihat rapi dan menarik.
Mora mengukir senyum bahagia melihat orang-orang yang menyambut kedatangan Reine. Wanita itu juga sudah tidak sabar untuk mengenal keluarga Reine yang ada di asrama.
"Nona, ramai sekali. Saya tidak menyangka kalau asrama yang anda tempati seramai ini. Lokasinya indah dan sangat nyaman. Duduk-duduk di bawah pohon sana pasti terasa sangat sejuk. Jelas saja anda sedikit ketika meninggalkan asrama. Tempatnya bahkan jauh lebih indah dari istana. Meskipun di istana kita bisa mendapatkan apapun yang kita inginkan."
"Ya kau benar. Ini yang membuatku sulit untuk meninggalkan asrama. Mereka sudah seperti keluargaku sendiri. Sejak kecil aku hidup bersama mereka. Susah senang juga bersama mereka."
"Jika tahu serama ini saya tadi tidak bawa sedikit hadiahnya nona."
"Hadiah?"
"Ya. Yang mulia Ratu meminta saya untuk menyiapkan hadiah dan dibagi-bagi di asrama tempat anda tinggal. Tadinya saya pikir Hanya beberapa saja yang tinggal di asrama. Tidak disangka kalau penghuninya juga lumayan banyak. Tapi Anda tidak perlu khawatir. Saya akan mengirim orang untuk kembali ke istana dan mengambil hadiah yang sama dengan hadiah yang saya bawa. Bukankah kita juga tidak akan buru-buru pergi. Jika tempatnya senyaman ini saya pasti betah. Tinggal satu bulan pun oke."
Reine tertawa mendengarnya. "Ayo kita turun. Aku akan memperkenalkanmu kepada mereka."
Mora dan Reine sama-sama turun dari kereta kuda. Ibu asrama berjalan mendekati Reine dan segera memeluk wanita itu karena terlalu bahagia.
"Reine, ibu bangga padamu," puji ibu asrama sembari mengusap punggung Reine.
"Reine kangen sama ibu," lirih Reine sambil meneteskan air mata. Dia memeluk erat tubuh wanita yang merawatnya sejak kecil. Berpisah dari ibu asrama selama beberapa waktu saja sudah membuatnya menderita. Tidak bisa dibayangkan ketika nanti mereka harus berpisah dalam waktu yang lama karena Reine akan menikah dengan pangeran.
"Ibu juga kangen sama kamu Reine." Ibu asrama melepas pelukannya. Dia memandang Mora dan tersenyum ramah. "Siapa dia Reine?"
"Dia Mora, buk. Mora yang menemani Reine selama ada di asrama," jawab Reine. Dia menarik tangan Mora agar mendekati ibu asrama.
"Mora, perkenalkan ini ibu asrama," ujar Reine.
"Senang bertemu dengan anda, Bu. Saya Mora. Saya pelayan pribadi Nona Reine."
"Reine."
Reine dan juga Mora memandang ke samping. Mereka melihat Angel yang berdiri dengan air mata di pipi. Tanpa pikir panjang, wanita itu berlari untuk memeluk Reine. Dia juga sangat merindukan sahabat satu kamarnya.
"Kau bohong! Kau bilang kau akan segera pulang!" protes Angel.
"Maafkan aku karena tidak bisa menepati janjiku, Angel." Reine juga menangis. Dia merasa bersalah karena sudah merebut posisi yang sangat diinginkan oleh sahabatnya. Andai saja waktu itu Angel yang berangkat ke istana, mungkin hari ini Reine tidak perlu menangis.
"Tapi aku senang. Sangat senang." Angel memandang wajah Reine. "Aku bangga padamu, Reine. Sekarang asrama kita dipandang sama semua orang. Banyak sekali donatur yang datang untuk menyumbang di asrama kita. Kita bisa membangun istana kita menjadi lebih baik lagi."
"Benarkah?" tanya Reine dengan wajah bahagia.
"Ya. Semua berkat kau, Reine." Angel memeluk Reine sekali lagi. Reine tersenyum bahagia. Tiba-tiba Reine melihat Darren berdiri di depan pintu masuk asrama. Wanita itu langsung antusias untuk mendekati Darren. Namun dia tidak bisa segera berlari karena itu hanya akan membuat semua orang yang ada di sana curiga.
"Angel, apa kamar kita masih sama seperti dulu. Aku mau ke sana. Aku kangen," tanya Reine. Padahal sebenarnya dia ingin segera berbicara dengan Darren.
"Tentu saja semua masih sama. Ayo aku antar," tawar Angel.
"Jangan. Sebaiknya kau temani Mora saja." Reine memandang wajah Mora. "Mora, Angel akan mengajakmu berkeliling. Aku ingin istirahat di kamarku. Aku sangat merindukan kamarku. Sebentar lagi kami akan berpisah," ucap Reine dengan ekspresi wajah yang menyakinkan.
"Baiklah, Nona." Mora segera pergi bersama Angel. Tanpa banyak bicara lagi Reine segera berlari menuju ke posisi Darren berada. Dia tidak mau sampai kehilangan Darren lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Kustri
jauh" dl dr reine ya mora, spy reine ketemu darrel
2024-05-07
0