Gelang Ajaib

"Nona, duduk di sini." Mora menunjuk kursi kayu yang sudah di sediakan di sana. Reine memandang Mora sejenak sebelum duduk. Wanita itu memperhatikan para anggota kerajaan yang sudah mulai berkumpul. Ada dua kursi yang masih kosong. Reine yakin kalau kursi itu adalah milik Ratu dan Pangeran. Mereka pasti akan datang setelah semua orang berkumpul.

Pria tua berjenggot panjang muncul di ruangan luas itu. Semua mata memandang pria itu dan menunduk. Tidak ada yang berani memandangnya secara langsung. Hanya Reine satu-satunya orang yang ada di sana yang justru memandang peramal itu dengan wajah menantang. Mungkin dia sengaja agar peramal itu kesal dan membuatku gagal dalam ajang pemilihan ini.

"Nona, apa yang anda rasakan?" bisik Mora.

"Tidak ada." Jawaban Reine lagi-lagi sangat mengecewakan. Hal itu membuat Mora memajukan bibirnya dan memandang ke arah lain.

"Apa dia orang yang akan meramalku?" Akhirnya Reine bertanya juga pada Mora.

"Benar, Nona. Dia tidak hanya jago dalam meramal. Tetapi dia juga bisa menyingkirkan setan dan segala hantu yang suka mengganggu manusia."

"Tunggu. Hantu kau bilang?" Reine jadi ingat dengan Darren.

Mora mengangguk cepat. "Ya, Nona. Itu kenapa anda dan dua peserta lainnya diminta untuk memakai gelang ajaib ini. Mungkin agar anda dan wanita lainnya terhindar dari pengaruh jahat. Sudah berada di tahap tiga besar seperti ini, pasti ada banyak sekali orang yang syirik."

"Gelang?" Reine memandang pergelangan tangannya. Melihat gelang yang dimaksud Mora telah melingkar di tangannya, membuat Reine segera melepas gelang itu. Dia tidak mau Darren pergi hanya karena dia memakai gelang tersebut.

"Nona, apa yang anda lakukan. Jangan lepas gelang ini. Ini bisa membuat anda dalam bahaya." Mora memegang pergelangan tangan Reine agar gelang itu tidak sampai terlepas.

"Mora, apa yang kau lakukan? Biarkan aku melepaskan gelang ini. Aku tidak membutuhkannya." Reine masih bersih keras untuk melepas gelang tersebut. Hal itu bukan hanya membuat Mora saja yang khawatir. Tetapi beberapa petugas di sana mendekat untuk mencegah Reine. Kali ini tingkah laku Reine menarik perhatian semua orang.

Peramal tua yang sedang duduk tidak jauh dari posisi Reine hanya tersenyum sambil mengelus jenggot panjangnya. Pria itu sesekali mengangguk seolah dia mengerti apa yang terjadi pada hidup Reine.

"Ratu dan pangeran telah tiba."

Teriakan seseorang membuat suasana yang sempat gaduh itu kembali tenang. Mereka semua kembali duduk pada posisi masing-masing. Reine yang tadinya berdiri kini juga kembali duduk. Dia menyerahkan gelang itu kepada Mora sebelum memandang ke depan. Karena tidak mau menimbulkan keributan, akhirnya Mora menyimpan dengan itu dengan baik. Berulang kali dia berdoa agar nona yang dia jaga terhindar dari pengaruh roh jahat.

"Selamat datang untuk kalian calon istri putra saya. Saya senang melihat perjuangan kali selama ini. Kalian terbaik dari yang baik," ucap Ratu. Dia memandang putranya sebelum memandang ke depan lagi. "Untuk tahap selanjutnya saya serahkan kepada peramal yang sudah ahli dalam bidangnya. Tadinya saya ingin putra saya yang memilih kalian. Tetapi sepertinya putra saya bingung harus memilih yang mana karena kalian wanita yang sempurna."

Pangeran hanya diam sambil memandang ke arah lain. Dilihat dari eskpresi wajahnya, pria itu tidak tertarik untuk melihat calon istrinya.

Reine dan beberapa peserta lainnya memandang Pangeran tanpa berkedip. Bukan karena Reine kagum atas ketampanan Pangeran. Tetapi wanita itu merasa seperti melihat Darren. Wajah Darren dan Pangeran bak pinang dibela dua. Tidak ada bedanya. Bahkan dari gaya duduk diamnya saja sama. Reine seperti ingin mendekat dan bertanya. Apa mungkin pangeran itu adalah pria yang selama ini menjadi kekasihnya?

Jika pangeran terlihat tidak peduli dengan calon istrinya, berbeda dengan Ratu. Wanita tiu memandang Reine dengan tatapan penuh arti. Dari tiga peserta yang ada, hanya Reine yang dipandang lebih lama dari peserta lainnya. Sepertinya memang ada sesuatu yang spesial pada diri Reine.

"Yang mulia Ratu. Peramal sudah selesai. Satu persatu tanggal peserta sudah dicocokkan dengan tanggal lahirnya pangeran. Kami mendapat satu tanggal yang memang cocok dengan panggilan. Wanita ini yang akan menjadi istri pangeran." Pria itu meletakkan sebuah kertas di atas meja dekat ratu. Di sana sudah tertulis nama wanita yang terpilih.

Ini merupakan momen yang sangat menegangkan. Semua orang penasaran dan bertanya-tanya, kira-kira siapa yang akan terpilih.

Ratu membuka kertas itu dan tersenyum. Sesuai dengan keinginannya. Wanita yang ingin dia pilih untuk dijadikan istri pangeran adalah Reine.

Ya, sejak awal seleksi. Ratu memang banyak ikut campur dalam proses seleksi. Hanya Reine yang sudah ditentukan sebagai istri pangeran sejak awal. Semua seleksi ini hanya sekedar formalitas saja. Sekeras apapun usaha Reine untuk kabur, dia tetap akan menjadi istri pangeran karena Ratu telah menentukannya sejak awal.

Ratu sangat percaya dengan perkataan peramal. Peramal sempat bilang kalau Reine adalah wanita pembawa keberuntungan. Akan ada berita baik yang di bawa Reine jika sampai wanita itu menikah dengan pangeran.

"Silahkan di baca. Siapapun yang terpilih, aku akan menerima dia sebagai permaisuri di istana ini," perintah sang ratu.

"Baik, Ratu." Seorang wanita memandang ke depan. Satu persatu wajah peserta dia pandang dengan bibir tersenyum.

"Selamat kepada Nona Reine. Anda terpilih menjadi istri pangeran."

Episodes
1 Permintaan Ibu
2 Penolakan
3 Awal Mula
4 Salah Paham
5 Seleksi Pertama
6 Perselisihan
7 Terpilih
8 Pilihan Sulit
9 Seleksi 10 besar
10 Keanehan
11 Mereka Sama?
12 Ada yang Aneh
13 Gelang Ajaib
14 Penolakan
15 Peramal Hebat
16 Kelemahan Darren
17 Sambutan Asrama
18 Maaf Darren
19 Aku Hantu Tampan
20 Apa Aku Masih Suci?
21 Cerita Malam
22 Kembali ke Istana
23 Pangeran Dalson Steward
24 Pernikahan
25 Malam Pertama
26 Hukuman
27 Bukan Malam Pertama
28 Setelah Kejadian
29 Kembali Tersiksa
30 Bersama Darren
31 Yang Mulia Ratu
32 Cerita Rahasia
33 Hukuman Mora
34 Kehilangan.
35 Kenyataan
36 Harus Hamil
37 Bujuk Rayu
38 Ratu Kejam
39 Berhasil Kabur
40 Malam Panjang
41 Alasan Tepat
42 Rencana Jitu
43 Kehamilan
44 Bernegosiasi
45 Kabar Buruk
46 Sudah Tiada
47 Bukan Darren
48 Hampir Saja
49 Mulai Perhatian
50 Merasa Aneh
51 Jebakan
52 Terus Bersama
53 Dia Musuh
54 Rencana Darren
55 Rencana Besar
56 Jawaban Pangeran
57 Pembunuh Bayaran
58 Perjuangan Pangeran Dalson
59 Anak Kita?
60 Siapa yang Salah?
61 Keadaan Reine
62 Kembali Pulang
63 Sekamar
64 Serba Salah
65 Lain Haluan
66 Emosi tak Terkendali
67 Tidak Percaya
68 Jebakan Ratu
69 Semakin Kuat
70 Kejujuran
71 Darren lagi
72 Racun Berbahaya
73 Rencana Jahat
74 Usaha Tabib Tua
75 Tidak Aman
76 Penawaran Terakhir
77 Keterlaluan
78 Tidak Bermanfaat
79 Jalan Rahasia
80 Kode Mora
81 Berusaha Keras
82 Tidak Tertandingi
83 Solusi Akhir
84 Semudah Itu
85 Kota Kenangan
86 Tidak Siap
87 Kemampuan Darren
88 Perebutan Kekuasaan
89 Hukuman
90 Menyerah
91 Happy Ending
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Permintaan Ibu
2
Penolakan
3
Awal Mula
4
Salah Paham
5
Seleksi Pertama
6
Perselisihan
7
Terpilih
8
Pilihan Sulit
9
Seleksi 10 besar
10
Keanehan
11
Mereka Sama?
12
Ada yang Aneh
13
Gelang Ajaib
14
Penolakan
15
Peramal Hebat
16
Kelemahan Darren
17
Sambutan Asrama
18
Maaf Darren
19
Aku Hantu Tampan
20
Apa Aku Masih Suci?
21
Cerita Malam
22
Kembali ke Istana
23
Pangeran Dalson Steward
24
Pernikahan
25
Malam Pertama
26
Hukuman
27
Bukan Malam Pertama
28
Setelah Kejadian
29
Kembali Tersiksa
30
Bersama Darren
31
Yang Mulia Ratu
32
Cerita Rahasia
33
Hukuman Mora
34
Kehilangan.
35
Kenyataan
36
Harus Hamil
37
Bujuk Rayu
38
Ratu Kejam
39
Berhasil Kabur
40
Malam Panjang
41
Alasan Tepat
42
Rencana Jitu
43
Kehamilan
44
Bernegosiasi
45
Kabar Buruk
46
Sudah Tiada
47
Bukan Darren
48
Hampir Saja
49
Mulai Perhatian
50
Merasa Aneh
51
Jebakan
52
Terus Bersama
53
Dia Musuh
54
Rencana Darren
55
Rencana Besar
56
Jawaban Pangeran
57
Pembunuh Bayaran
58
Perjuangan Pangeran Dalson
59
Anak Kita?
60
Siapa yang Salah?
61
Keadaan Reine
62
Kembali Pulang
63
Sekamar
64
Serba Salah
65
Lain Haluan
66
Emosi tak Terkendali
67
Tidak Percaya
68
Jebakan Ratu
69
Semakin Kuat
70
Kejujuran
71
Darren lagi
72
Racun Berbahaya
73
Rencana Jahat
74
Usaha Tabib Tua
75
Tidak Aman
76
Penawaran Terakhir
77
Keterlaluan
78
Tidak Bermanfaat
79
Jalan Rahasia
80
Kode Mora
81
Berusaha Keras
82
Tidak Tertandingi
83
Solusi Akhir
84
Semudah Itu
85
Kota Kenangan
86
Tidak Siap
87
Kemampuan Darren
88
Perebutan Kekuasaan
89
Hukuman
90
Menyerah
91
Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!