Seleksi Pertama

Reine akhirnya tiba di istana. Semua orang memandangnya dengan tatapan menghina. Bagaimana tidak. Dari segi penampilan, sudah terlihat jelas kalau Reine tidak akan mungkin terpilih menjadi istri pangeran. Wanita-wanita yang akan mengikuti seleksi terlihat sangat cantik dan kaya. Bahkan pakaian yang mereka gunakan harganya sangat fantastis. Berbeda dengan penampilan Reine yang pada saat itu hanya menggunakan yang dijahit oleh ibu asrama.

"Cepat masuk. Kenapa kau hanya berdiri di sini saja!" teriak seorang wanita berpakaian pelayan. Wanita itu berlalu begitu saja dan menyambut putri dari kerajaan di negara tetangga. Reine hanya bisa diam saja dengan wajah kesal. Wanita itu mencari ke segala arah. Dia ingin bertemu Darren. Sejak tadi Darren tidak muncul. Biasanya pria itu akan selalu berdiri di sampingnya.

"Kau mencariku? Apa kau masih peduli denganku?" teriak Reine. Ternyata pria itu berdiri di atas kereta kuda sambil menggoyangkan kedua kakinya. "Kenapa diam saja? Sana masuk!"

Reine memajukan bibirnya. Dia kesal melihat tingkah laku Darren. Kalau saja pria itu ada di hadapannya, dia pasti akan segera memukulnya. Menjawab ledekan Darren juga hanya akan membuat Reine dikirain orang gila.

"Aku membencimu!" sahut Reine sebelum berjalan masuk ke dalam. Hal itu membuat Darren menghilang dan muncul di samping Reine.

"Maafkan aku. Aku hanya bercanda. Bukankah kau suka sekali bercanda?" ucap Darren yang saat itu berusaha merayu Reine.

"Aku tidak bercanda. Aku lagi serius. Mengajak orang yang sedang serius bercanda adalah sebuah kesalahan," sahut Reine.

Darren diam saja. Dia mengikuti kemana Reine melangkah. Pria itu memperhatikan wanita-wanita yang ada di sana. "Reine, apa mereka sainganmu?"

"Ya. Sekarang kau sudah percaya dengan perkataanku kan. Kalau aku tidak mungkin terpilih," jawab Reine dengan nada rendah.

"Tapi, kau yang paling cantik di antara mereka."

"Aku tidak mau bercanda."

"Aku serius. Kau paling cantik. Jika kau memakai perhiasan dan pakaian mahal seperti mereka, kau akan menjadi nomor satu!"

Reine menahan langkah kakinya. Dia menghela napas sebelum memutar tubuhnya dan memandang Darren. "Jangan bicara seperti itu. Aku pasti kalah. Aku tidak mau berpisah darimu."

Darren tersenyum. Pria itu menghilang lagi hingga membuat Reine bingung. Seorang wanita menepuk pundak Reine yang masih mencari keberadaan Darren.

"Nona, saya Mora. Mulai hari ini, saya akan menjadi pelayan pribadi anda. Apapun kebutuhan anda akan saya penuhi. Saya akan bertugas melayani anda selama anda masih berada di istana."

"Mora?" Reine mengukir senyum. "Salam kenal, Mora. Senang bertemu denganmu. Tetapi kau tidak akan lama melayaniku karena aku yakin, di seleksi pertama saja aku sudah kalah."

Mora menggeleng pelan. "Tidak, Nona. Anda pasti menang. Anda harus menang. Tugas saya membuat anda terlihat sempurna agar anda bisa terpilih menjadi istri pangeran."

"Bukan itu tujuan saya ke sini Mora." Reine memandang sekelilingnya. Dia membawa wanita itu ke tempat yang lebih sunyi. Mora sendiri terlihat bingung melihat tingkah laku Reine.

"Ada apa Nona?"

"Saya ke sini karena ibu asrama memaksa saya untuk ikut pemilihan. Di hati saya, sama sekali tidak memiliki niat untuk menjadi istri pangeran. Jadi, tolong mengerti saya. Saya tidak mau sampai terpilih. Tolong buat saja gagal di seleksi pertama."

Bukan setuju justru Mora tersenyum mendengarnya. "Nona, anda layak menjadi istri pangeran. Anda ini, Nona."

"Apa? Kenapa kau seperti ini? Apa kau tidak paham dengan apa yang baru saja aku katakan?" Reine kehabisan akal. "Begini, Mora. Aku memiliki pacar. Aku tidak mau pisah dari pacarku."

"Anda wanita yang setia. Itu berarti anda pantas menjadi istri pangeran?" sahut Mora sambil tersenyum manis.

"Mora, bagaimana caranya bicara denganmu agar kau bisa mengerti?"

"Peraturan di istana, hanya pelayan yang kandidatnya terpilih menjadi istri pangeran yang tetap hidup."

Reine tertegun mendengarnya. "Apa maksudmu?"

"Jika putri yang mereka kawal gagal dalam seleksi, setelah putri pulang pelayan akan di penggal Nona."

Reine melebarkan kedua matanya. Wanita kaget bukan main. Dia tidak menyangka kalau orang kerajaan bisa setega itu. Sama seorang wanita lagi.

"Mora, apa kau serius?"

"Nona, acara akan segera di mulai. Ayo kita bersiap." Mora tidak mau banyak menjelaskan. Dia segera menarik tangan Reine dan membawanya pergi menuju ke sebuah ruangan.

"Sekarang kau harus bagaimana? Kenapa aku jadi terjebak seperti ini?" gumam Reine di dalam hati. Dia mulai menyesal karena tidak mendengarkan perkataan Darren kemarin.

Terpopuler

Comments

Kustri

Kustri

lanjut dooong

2024-05-07

0

dina maryanti

dina maryanti

sejauh ini membaca ceritanya yg sangat asyik dan menarik untuk disimak. lanjut thooor, dan terus semangat

2023-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 Permintaan Ibu
2 Penolakan
3 Awal Mula
4 Salah Paham
5 Seleksi Pertama
6 Perselisihan
7 Terpilih
8 Pilihan Sulit
9 Seleksi 10 besar
10 Keanehan
11 Mereka Sama?
12 Ada yang Aneh
13 Gelang Ajaib
14 Penolakan
15 Peramal Hebat
16 Kelemahan Darren
17 Sambutan Asrama
18 Maaf Darren
19 Aku Hantu Tampan
20 Apa Aku Masih Suci?
21 Cerita Malam
22 Kembali ke Istana
23 Pangeran Dalson Steward
24 Pernikahan
25 Malam Pertama
26 Hukuman
27 Bukan Malam Pertama
28 Setelah Kejadian
29 Kembali Tersiksa
30 Bersama Darren
31 Yang Mulia Ratu
32 Cerita Rahasia
33 Hukuman Mora
34 Kehilangan.
35 Kenyataan
36 Harus Hamil
37 Bujuk Rayu
38 Ratu Kejam
39 Berhasil Kabur
40 Malam Panjang
41 Alasan Tepat
42 Rencana Jitu
43 Kehamilan
44 Bernegosiasi
45 Kabar Buruk
46 Sudah Tiada
47 Bukan Darren
48 Hampir Saja
49 Mulai Perhatian
50 Merasa Aneh
51 Jebakan
52 Terus Bersama
53 Dia Musuh
54 Rencana Darren
55 Rencana Besar
56 Jawaban Pangeran
57 Pembunuh Bayaran
58 Perjuangan Pangeran Dalson
59 Anak Kita?
60 Siapa yang Salah?
61 Keadaan Reine
62 Kembali Pulang
63 Sekamar
64 Serba Salah
65 Lain Haluan
66 Emosi tak Terkendali
67 Tidak Percaya
68 Jebakan Ratu
69 Semakin Kuat
70 Kejujuran
71 Darren lagi
72 Racun Berbahaya
73 Rencana Jahat
74 Usaha Tabib Tua
75 Tidak Aman
76 Penawaran Terakhir
77 Keterlaluan
78 Tidak Bermanfaat
79 Jalan Rahasia
80 Kode Mora
81 Berusaha Keras
82 Tidak Tertandingi
83 Solusi Akhir
84 Semudah Itu
85 Kota Kenangan
86 Tidak Siap
87 Kemampuan Darren
88 Perebutan Kekuasaan
89 Hukuman
90 Menyerah
91 Happy Ending
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Permintaan Ibu
2
Penolakan
3
Awal Mula
4
Salah Paham
5
Seleksi Pertama
6
Perselisihan
7
Terpilih
8
Pilihan Sulit
9
Seleksi 10 besar
10
Keanehan
11
Mereka Sama?
12
Ada yang Aneh
13
Gelang Ajaib
14
Penolakan
15
Peramal Hebat
16
Kelemahan Darren
17
Sambutan Asrama
18
Maaf Darren
19
Aku Hantu Tampan
20
Apa Aku Masih Suci?
21
Cerita Malam
22
Kembali ke Istana
23
Pangeran Dalson Steward
24
Pernikahan
25
Malam Pertama
26
Hukuman
27
Bukan Malam Pertama
28
Setelah Kejadian
29
Kembali Tersiksa
30
Bersama Darren
31
Yang Mulia Ratu
32
Cerita Rahasia
33
Hukuman Mora
34
Kehilangan.
35
Kenyataan
36
Harus Hamil
37
Bujuk Rayu
38
Ratu Kejam
39
Berhasil Kabur
40
Malam Panjang
41
Alasan Tepat
42
Rencana Jitu
43
Kehamilan
44
Bernegosiasi
45
Kabar Buruk
46
Sudah Tiada
47
Bukan Darren
48
Hampir Saja
49
Mulai Perhatian
50
Merasa Aneh
51
Jebakan
52
Terus Bersama
53
Dia Musuh
54
Rencana Darren
55
Rencana Besar
56
Jawaban Pangeran
57
Pembunuh Bayaran
58
Perjuangan Pangeran Dalson
59
Anak Kita?
60
Siapa yang Salah?
61
Keadaan Reine
62
Kembali Pulang
63
Sekamar
64
Serba Salah
65
Lain Haluan
66
Emosi tak Terkendali
67
Tidak Percaya
68
Jebakan Ratu
69
Semakin Kuat
70
Kejujuran
71
Darren lagi
72
Racun Berbahaya
73
Rencana Jahat
74
Usaha Tabib Tua
75
Tidak Aman
76
Penawaran Terakhir
77
Keterlaluan
78
Tidak Bermanfaat
79
Jalan Rahasia
80
Kode Mora
81
Berusaha Keras
82
Tidak Tertandingi
83
Solusi Akhir
84
Semudah Itu
85
Kota Kenangan
86
Tidak Siap
87
Kemampuan Darren
88
Perebutan Kekuasaan
89
Hukuman
90
Menyerah
91
Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!