Seleksi 10 besar

Tes kali ini ada berenang. Calon istri pangeran harus pandai berenang. Reine dan kandidat lainnya kini mengenakan pakaian renang dan duduk di kursi yang telah di sediakan. Untuk tes kali ini rasanya tidak mungkin ada yang tersingkir. Semua orang pasti bisa berenang. Negara mereka dipenuhi banyak sungai. Biasanya para wanita suka sekali menghabiskan waktu untuk mandi di sungai. Negara mereka memiliki sungai yang jernih dan cukup dalam untuk berenang.

Reine mencari keberadaan Mora. Sejak masuk ke dalam arena kolam renang, Mora menghilang entah kemana. Reine butuh sesuatu yang tebal untuk menghangatkan diri. Dia sangat kedinginan.

"Berenang di saat musim dingin seperti ini hanya akan membuatmu mati menggigil. Sepertinya ini salah satu trik mereka untuk mengurangi jumlah kalian," bisik Darren di telinga Reine. Pria itu sudah ada di belakangnya. Dia memeluk Reine dengan erat menggunakan jubah yang entah dari mana dia dapat. Reine yang tadinya kedinginan kini mulai merasa hangat karena dia duduk di atas pangkuan kekasih sambil di peluk erat.

"Kenapa tidak dari tadi? Bibirku sudah membiru karena kedinginan," protes Reine dengan suara yang teramat pelan.

"Maafkan aku. Tapi, aku tidak datang terlambat kan?"

Reine mengukir senyuman. Dia satu-satunya orang yang tersenyum saat ini. Semua orang sibuk mencari kain untuk menghangatkan diri. Tetapi mereka tidak diperbolehkan untuk keluar dari tempat itu sambil tim penilaian datang.

"Apa kau yang bernama Reine?"

Reine memandang ke samping dan ni seorang wanita berpakaian renang warna hitam menghampirinya. Reine memandang ke arah lain sebelum mengangguk. Dia terpaksa berdiri karena rasanya tidak sopan berbicara sambil duduk.

"Ya. Ada apa?"

"Ternyata kau yang sudah membuat kakak sepupuku dikeluarkan tanpa alasan! Ternyata kau ini biasa saja. Apa yang sudah membuatmu terlihat spesial di mata tim penilai?" ketus wanita itu dengan sombongnya.

"Soal itu saya tidak tahu. Tetapi memang sejak awal kakak sepupu anda yang mencari masalah terlebih dahulu. Jadi, jangan salahkan saya. Saya juga sudah berusaha membuat kesalahan agar saya dikeluarkan."

"Omong kosong! Bilang saja ini hanya trik saja kan?" umpat wanita itu tidak percaya.

Terdengar suara pengumuman agar semua peserta di persilahkan masuk ke ruangan yang sudah ditentukan. Pintu yang ada di dekat kolam renang terbuka lebar. Semua peserta segera berlari karena tidak mau kedinginan.

Reine melirik pintu itu sebelum memandang wanita di depannya. "Kita harus segera masuk. Jika kau ingin tetap di sini, silahkan!" Reine melirik Darren sejenak sebelum melangkah menuju ke pintu. Dia tidak mau terlalu lama berdebat dengan wanita tadi.

"Dasar wanita pembawa sial!"

Tiba-tiba saja wanita yang tadi mengajak Reine bicara mendorongnya hingga tercebur ke kolam. Wanita itu tertawa puas melihat Reine kembali basah dan tenggelam.

"Rasakan! Semoga saja kakimu kram karena kedinginan dan kau mati tenggelam di dalam sana!" Wanita itu pergi setelah menyumpahi Reine.

Darren yang menyaksikan kejadian itu terlihat tidak terima. Berulang kali dia berusaha memberi pelajaran kepada wanita yang sudah mencelakai Reine tetap gagal. Dia memandang ke kolam dan melihat Reine tidak lagi muncul. Pria itu segera melompat ke kolam renang yang airnya sangat-sangat dingin.

"Reine, dimana kau?" Darren mencari Reine ke segala arah. Lampu dimatikan membuat Darren kesulitan mencari Reine.

Reine menggerakkan seluruh tubuhnya ingin naik ke permukaan. Tetapi entah kenapa kakinya terasa begitu sakit. Rasanya seperti di tusuk pisau hingga membuatnya kesulitan bergerak.

"Darren, kau dimana? Aku sudah tidak bisa bernapas lagi. Dingin. Sangat dingin." Samar-samar Reine melihat pria yang sangat ia cintai muncul di hadapannya. Wanita itu sudah berhenti bergerak karena kaku. Semakin dalam kolam, suhunya semakin dingin. Reine berharap kekasihnya bisa menariknya ke permukaan.

"Darren, aku sudah tidak kuat ...." Pria itu menarik tangan Reine dan memeluknya. Darren mengusap pipi Reine dengan wajah yang bingung.

"Kenapa harus sekarang? Kenapa aku juga tidak bisa menolong Reine di saat dia membutuhkan bantuanku?" gumam Darren di dalam hati. Dia berusaha mencium bibir kekasihnya dan memberikannya napas buatan agar dia tetap hidup.

Episodes
1 Permintaan Ibu
2 Penolakan
3 Awal Mula
4 Salah Paham
5 Seleksi Pertama
6 Perselisihan
7 Terpilih
8 Pilihan Sulit
9 Seleksi 10 besar
10 Keanehan
11 Mereka Sama?
12 Ada yang Aneh
13 Gelang Ajaib
14 Penolakan
15 Peramal Hebat
16 Kelemahan Darren
17 Sambutan Asrama
18 Maaf Darren
19 Aku Hantu Tampan
20 Apa Aku Masih Suci?
21 Cerita Malam
22 Kembali ke Istana
23 Pangeran Dalson Steward
24 Pernikahan
25 Malam Pertama
26 Hukuman
27 Bukan Malam Pertama
28 Setelah Kejadian
29 Kembali Tersiksa
30 Bersama Darren
31 Yang Mulia Ratu
32 Cerita Rahasia
33 Hukuman Mora
34 Kehilangan.
35 Kenyataan
36 Harus Hamil
37 Bujuk Rayu
38 Ratu Kejam
39 Berhasil Kabur
40 Malam Panjang
41 Alasan Tepat
42 Rencana Jitu
43 Kehamilan
44 Bernegosiasi
45 Kabar Buruk
46 Sudah Tiada
47 Bukan Darren
48 Hampir Saja
49 Mulai Perhatian
50 Merasa Aneh
51 Jebakan
52 Terus Bersama
53 Dia Musuh
54 Rencana Darren
55 Rencana Besar
56 Jawaban Pangeran
57 Pembunuh Bayaran
58 Perjuangan Pangeran Dalson
59 Anak Kita?
60 Siapa yang Salah?
61 Keadaan Reine
62 Kembali Pulang
63 Sekamar
64 Serba Salah
65 Lain Haluan
66 Emosi tak Terkendali
67 Tidak Percaya
68 Jebakan Ratu
69 Semakin Kuat
70 Kejujuran
71 Darren lagi
72 Racun Berbahaya
73 Rencana Jahat
74 Usaha Tabib Tua
75 Tidak Aman
76 Penawaran Terakhir
77 Keterlaluan
78 Tidak Bermanfaat
79 Jalan Rahasia
80 Kode Mora
81 Berusaha Keras
82 Tidak Tertandingi
83 Solusi Akhir
84 Semudah Itu
85 Kota Kenangan
86 Tidak Siap
87 Kemampuan Darren
88 Perebutan Kekuasaan
89 Hukuman
90 Menyerah
91 Happy Ending
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Permintaan Ibu
2
Penolakan
3
Awal Mula
4
Salah Paham
5
Seleksi Pertama
6
Perselisihan
7
Terpilih
8
Pilihan Sulit
9
Seleksi 10 besar
10
Keanehan
11
Mereka Sama?
12
Ada yang Aneh
13
Gelang Ajaib
14
Penolakan
15
Peramal Hebat
16
Kelemahan Darren
17
Sambutan Asrama
18
Maaf Darren
19
Aku Hantu Tampan
20
Apa Aku Masih Suci?
21
Cerita Malam
22
Kembali ke Istana
23
Pangeran Dalson Steward
24
Pernikahan
25
Malam Pertama
26
Hukuman
27
Bukan Malam Pertama
28
Setelah Kejadian
29
Kembali Tersiksa
30
Bersama Darren
31
Yang Mulia Ratu
32
Cerita Rahasia
33
Hukuman Mora
34
Kehilangan.
35
Kenyataan
36
Harus Hamil
37
Bujuk Rayu
38
Ratu Kejam
39
Berhasil Kabur
40
Malam Panjang
41
Alasan Tepat
42
Rencana Jitu
43
Kehamilan
44
Bernegosiasi
45
Kabar Buruk
46
Sudah Tiada
47
Bukan Darren
48
Hampir Saja
49
Mulai Perhatian
50
Merasa Aneh
51
Jebakan
52
Terus Bersama
53
Dia Musuh
54
Rencana Darren
55
Rencana Besar
56
Jawaban Pangeran
57
Pembunuh Bayaran
58
Perjuangan Pangeran Dalson
59
Anak Kita?
60
Siapa yang Salah?
61
Keadaan Reine
62
Kembali Pulang
63
Sekamar
64
Serba Salah
65
Lain Haluan
66
Emosi tak Terkendali
67
Tidak Percaya
68
Jebakan Ratu
69
Semakin Kuat
70
Kejujuran
71
Darren lagi
72
Racun Berbahaya
73
Rencana Jahat
74
Usaha Tabib Tua
75
Tidak Aman
76
Penawaran Terakhir
77
Keterlaluan
78
Tidak Bermanfaat
79
Jalan Rahasia
80
Kode Mora
81
Berusaha Keras
82
Tidak Tertandingi
83
Solusi Akhir
84
Semudah Itu
85
Kota Kenangan
86
Tidak Siap
87
Kemampuan Darren
88
Perebutan Kekuasaan
89
Hukuman
90
Menyerah
91
Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!