Darren terus saja berubah menarik Reine ke permukaan. Tetapi dia tidak bisa melakukannya. Sudah begitu keras usahanya, tetapi tidak juga berhasil. Bahkan sesuatu yang aneh terjadi. Tiba-tiba saja ada cahaya terang yang membuat Darren harus melepas tubuh Reine. Darren merasa tertarik ke atas sendirian. Pria itu berjuang menyelamatkan kekasihnya. Namun, dia tidak berhasil dan justru menghilang.
Seorang pria melompat ke dalam kolam dan menarik tubuh Reine ke permukaan. Lokasi di sana sangat sunyi. Tidak ada yang tahu kalau pria itu telah melompat ke dalam.
Reine membuka matanya secara perlahan untuk memandang orang yang menolongnya. Bibirnya tersenyum bahagia. "Darren," lirihnya tidak jelas.
Pria itu menunduk dan memberinya napas buatan. Ketika Reine sudah kembali sadar, dia segera pergi. Meletakkan Reine yang masih lemas berbaring di lantai yang dingin.
Bersamaan dengan itu, Mora muncul dan berlari mendekati Reine. Dia sampai menangis melihat tubuh Reine yang basah dan menggigil kedinginan.
"Nona, apa anda baik-baik saja? Apa yang sudah terjadi? Kenapa anda ada di sini sedangkan kandidat yang lain sudah berganti pakaian?"
"Mora, kepalaku pusing sekali. Napasku terasa berat," lirih Reine.
"Nona, anda baru saja tenggelam?" tebak Mora asal saja.
"Seseorang mendorongku. Saat masuk ke dalam kolam kakiku tiba-tiba kram. Aku tidak bisa bergerak. Hingga akhirnya aku tenggelam," jelas Reine apa adanya.
"Lalu, siapa yang sudah menolong anda?"
Reine mengeryitkan dahinya. Tidak mungkin dia bilang kalau pacar hantunya yang sudah menyelamatkannya dari maut. Pasti Mora juga tidak akan percaya.
"Nona, apa yang anda pikirkan? Apa anda tidak ingat dengan orang yang sudah menolong anda?"
Reine menggeleng pelan. "Tiba-tiba saja aku sudah ada di atas. Aku mengitari ruangan ini dan tidak menemukan siapapun. Hingga kau muncul," dusta Reine.
"Yang terpenting sekarang anda baik-baik saja. Nona, ayo kita ke ruang ganti. Sebentar lagi akan ada pengumuman siapa yang terpilih. Anda harus memakai gaun."
Reine yang memang sudah tidak niat dan terlihat tidak bersemangat. Wanita itu beranjak dan berjalan perlahan meninggalkan lokasi kolam renang.
"Nona, pelan-pelan jalannya," ucap Mora sambil memegang kuat tubuh Reine.
"Mora, apa pangeran ada di istana?"
Mora mengeryitkan dahinya. Dia memandang Reine dengan bingung. "Maksud anda apa, Nona?"
"Pangeran. Apa dia ada di istana ini untuk saat ini? Apa dia juga terlibat dalam pemilihan calon istrinya?"
"Kenapa anda tiba-tiba bertanya seperti itu, Nona?"
"Aku hanya ingin tahu saja."
"Anda benar-benar ingin melihat wajah pangeran, Nona?" tawar Mora.
"Apa kau bisa membantuku?" Reine terlihat kurang percaya.
"Bisa. Tapi, ada syaratnya Nona. Jika anda mau memenuhi syarat yang saya ajukan, saya akan membantu anda untuk melihat pangeran."
"Apa syaratnya?" Reine sebenarnya sudah bisa menebak apa syarat yang akan diajukan Mora. Sudah pasti agar Reine bersedia untuk menjadi istri pangeran.
"Anda harus serius mengikuti kompetisi ini agar anda terpilih," ucap Mora hingga membuat tersebut kecil karena tebakannya benar.
"Baiklah. Kapan kita akan bertemu dengan pangeran?"
"Lebih tepatnya kita akan mengintip Pangeran ketika latihan berkuda. Jika anda terpilih malam ini, besok pagi kita akan ke sana untuk melihat pangeran. Bagaimana?"
Reine mengangguk setuju. Rasanya itu bukan syarat yang sulit. Toh dengan atau tanpa penawaran ini dia juga tidak bisa keluar dari istana.
"Baiklah."
"Oke, Nona. Kita harus cepat jika tidak akan terlambat." Mora menarik tangan Reine agar mereka jalan lebih cepat lagi. Sedangkan Reine, sambil berjalan dia mencari keberadaan kekasihnya.
"Darren, dimana dia? Kenapa Setelaj menolongku dia menghilang?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Kustri
pangeran yg nolong reine ya
2024-05-07
0