"Reine, selamat. Kau terpilih masuk ke dalam tiga besar."
"Nona, kita terpilih!" teriak Mora kegirangan. Wanita itu meloncat karena terlalu bahagia. Berbeda dengan Reine yang hanya diam mematung sambil melamun. Dia masih memiliki wajah pangeran. Tidak mungkin salah lihat. Mereka memang mirip. Darren dan pangeran memiliki wajah yang sama. Tapi, kok bisa?
Mora menerima gelang yang menjadi tanda kalau Reine merupakan salah satu wanita terbaik yang layak mendampingi pangeran. Tanpa bertanya, Mora segera memakaikan gelang itu ke tangan Reine.
"Setelah ini kalian bertiga akan bertemu dengan pangeran. Akan ada penentuan tanggal di sana. Tanggal lahir yang terpilih, akan menjadi istri pangeran."
"Wah, kali ini baru penentunya berdasarkan keberuntungan ya nona?" Mora memandang Reine yang masih melamun. "Nona, apa anda mendengar saya?"
Reine tersadar. Dia memandang Mora dengan wajah bingung. "Ada apa?" Reine Memandang ke depan dan melihat semua orang sedang sibuk. "Kenapa mereka semua berdiri? Bukankah sebentar lagi akan ada pengumuman," tanya Reine bingung.
"Anda tidak mendengar apa yang baru saja dikatakan, Nona?" Mora semakin tidak habis pikir dengan sifat Reine.
"Siapa yang berbicara? Apa yang mereka katakan?" Reine lagi-lagi bersikap seperti wanita bodoh dan itu membuat Mora geram.
"Nona, jika anda seperti ini bisa-bisa anda gagal menjadi istri pangeran. Setiap ada informasi Anda harus mendengarnya dengan serius. Bukan melamun seperti tadi." Mora meninggikan nada bicaranya karena kali ini memang stok kesabarannya telah habis.
"Maafkan Aku. Tapi jika aku sampai terpilih, aku akan mengundurkan diri sekarang juga. Aku tidak mau menikah dengan pangeran."
"Kecilkan suara anda nona. Jika ada yang mendengar, hal ini akan jadi masalah besar. Anda sudah terpilih ke dalam 3 besar. Itu berarti anda memenuhi kriteria yang dicari oleh Ratu. Jika anda menolak. Bukan hanya akan menimbulkan masalah pada diri Anda sendiri saja. Tapi juga semua orang yang dekat dengan anda. Berdasarkan informasi yang saya terima, Anda tinggal di sebuah asrama bukan? Asrama Anda pasti akan mendapat masalah jika anda sampai menolak pangeran." Ekspresi wajah Mora yang sering membuat Reine menjadi ragu dan takut. Wanita itu menghela napas panjang sambil menunduk.
"Sejak awal acara ini sudah tidak masuk akal. Pria berpendidikan dan berkuasa seperti pangeran harusnya tidak perlu mencari istri dengan cara seperti ini. Dia tidak akan bahagia jika menikah dengan wanita yang tidak dia cintai. Sebenarnya dia ingin mencari istri atau mencari wanita yang bisa melahirkan keturunan kerajaan?"
"Nona." Mora Semakin frustasi. Dia menarik Reine agar menjauh dari petugas istana. "Anda satu-satunya wanita yang bilang acara ini tidak berguna. Jika sejak awal anda tidak setuju untuk menjadi istri pangeran. Kenapa anda bersedia dibawa ke istana? Nona, ini bukan ajang untuk coba-coba. Ada banyak sekali nyawa yang dipertaruhkan dalam acara ini. Jadi sebelum berkata pikirkanlah lebih dahulu."
"Aku tidak menyangka kalau wanita biasa sepertiku akan terpilih sampai tiga besar. Tadinya aku pikir masih seleksi pertama saja aku sudah pasti sudah gagal."
"Semua wanita yang terpilih adalah wanita yang hebat. Itu berarti semua wanita yang mengikuti seleksi berpeluang untuk menjadi istri pangeran. Jika memang calon istri pangeran harus berasal dari kalangan bangsawan. Mungkin anda tidak akan sampai di titik sekarang. Ratu tidak peduli wanita itu kaya atau miskin. Berasal dari keluarga terpandang atau tidak. Untuk yang kesekian kalinya saya katakan kepada anda. Maju dan terimalah takdir anda. Jangan pernah mundur. Karena jika anda mundur anda akan menyesal seumur hidup anda. Walau kita tidak saling kenal sebelumnya. Tetapi saya sudah terlanjur menyayangi anda dan menganggap anda sebagai majikan saya sendiri. Jika nanti anda terpilih menjadi istri pangeran, saya juga yang akan menjadi pelayan pribadi anda. Jadi saya tidak mau sampai Anda disakiti."
"Bagaimana dengan Darren? Jika aku sampai terpilih, apakah benar kisah kami akan berakhir sampai di sini?" gumam Reine dengan wajah sedih. Sejak melihat wajah pangeran sangat mirip dengan Darren, Reine tidak lagi menolak untuk menikah dengan pangeran. Karena secara tidak langsung dia menikah dengan Darren versi nyatanya. Tidak sekedar halusinasi seperti apa yang ia alami selama ini.
"Apa Darren tahu kalau wajah pangeran mirip dengannya? Tidak mungkin Darren tidak tahu. Bukankah dia bisa pergi kemana saja yang dia suka?"
"Nona, ayo kita harus segera bersiap. Kita harus menemui peramal untuk menentukan kecocokan tanggal lahir anda dan pangeran." Mora menggandeng tangan Reine dan membawa wanita itu ke suatu tempat. Di sana akan ada seluruh anggota kerajaan termasuk pangeran dan Ratu. Mereka semua akan menyaksikan wanita yang terpilih untuk menjadi istri pengeran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 91 Episodes
Comments
Kustri
apa darren kembar🤔
2024-05-07
0
Elvi Nopricha
buat reina sadar thor banyak nyawa yg di pertaruh kn
2023-02-01
2