Pilihan Sulit

"Apa yang kau katakan Reine? Perbuatan itu tidak dibenarkan. Apapun alasannya. Kenapa kau harus berpikir pendek seperti ini. Kau ini seorang wanita, seharusnya kau memiliki harga diri." Darren terlihat kecewa mendengar tawaran Reine.

"Tidak! Ketika aku ada di hadapanmu, aku tidak lagi memikirkan harga diri. Aku tidak peduli dengan harga diriku sendiri. Aku hanya ingin kita bersama. Aku tidak mau seperti ini. Cintaku ini benar-benar tulus. Bukan hanya sekedar ucapan di bibir saja." Reine memegang tangan Darren berharap pria itu mengerti.

"Aku juga mencintaimu bahkan sangat-sangat mencintaimu. Tapi berhubungan badan bukan solusi yang tepat." Darren Memalingkan wajahnya.

"Kenapa? Apa benar yang aku katakan tadi? Ketika kita berhubungan badan, maka aku tidak akan perawan lagi?"

"Reine, Kau harus ingat satu hal kalau kita berasal dari dunia yang berbeda. Pasti ada konsekuensi yang harus kita terima jika kita sampai melakukan pelanggaran seperti itu. Entah harus aku yang bertanggung jawab, entah itu kau. Yang pasti, aku sangat menikmati hari ini dan beberapa hari bersamamu. Aku tidak mau ada yang berubah."

"Darren ...." Reine kehilangan akal. Dia segera naik di atas pangkuan Darren dan meletakkan kedua tangannya di sisi pipi Darren. Mencium bibir pria itu dengan lembut. Kedua matanya terpejam. Dia ingin segera di usir dari istana.

"Reine," lirih Darren sedih. Pria itu tidak membalas bahkan merespon godaan yang diberikan Reine.

"Cepat, lakukan sekarang. Kau ini pria!" umpat Reine mulai kesal.

Bersamaan dengan itu, Mora masuk ke dalam kamar. Memang wanita itu bisa bebas keluar masuk karena kamar tidak di kunci. Darren segera menurunkan Reine. Saat itu Mora melihat Reine sedang duduk di atas ranjang. Tidak ada yang salah dari kelakuan wanita itu.

"Anda tidak jadi tidur, nona?"

"Tidak," sahut Reine cepat. Dia melirik Darren yang masih duduk di dekatnya sebelum memandang makanan yang di bawa oleh Mora. "Apa yang kau bawa?"

"Ini makanan untuk anda nona. Anda mau makan sekarang atau nanti saja?"

"Nanti saja. Perutku belum lapas," jawab Reine yang lagi-lagi memandang wajah Darren.

"Baiklah. Saya akan meletakkan makanan ini di meja. Saya mau keluar sebentar Nona. Secepatnya saya akan kembali."

"Hmmm," gumam Reine tidak keberatan. Wanita itu merasa muak melihat Mora yang terus saja berada di dekatnya.

"Apa kau tidak lapar?" Darren mengusap pipi Reine.

"Tidak! Aku tidak mau makan. Dengan begitu aku akan sakit dan mati!" ketus Reine.

"Mati juga tidak enak. Ya kalau kau jadi hantu gentayangan sepertiku. Bagaimana kalau kau terjebak dan tidak bisa keluar?"

"Keluar darimana?" tanya Reine bingung.

"Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Yang pasti, hargai hidupmu. Jangan pernah sekalipun memikirkan soal kematian."

Reine mengangguk pelan. "Darren, ada satu pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu. Kau harus menjawab dengan jujur."

"Baiklah. Cepat katakan."

"Jika aku sampai menikah dengan pangeran, apa kau akan benar-benar pergi dariku?"

Darren tersenyum. "Ya. Aku tidak boleh mendekati wanita bersuami. Itu melanggar aturan. Jika sampai aku langgar, aku tidak bisa berada di dunia lagi."

Reine menghela napas panjang. "Andai kita tahu cara keluar dari sini."

"Kau sudah mengambil keputusan ini. Sekarang kau harus menjalaninya. Jangan banyak berpikir lagi. Sekarang cepat tunjukkan kalau kau tidak pantas menjadi istri pangeran!"

"Baiklah!"

Setelah bicara, Darren terlihat kebingungan. Pria itu pucat seperti kurang darah. Dia memandang ke kanan dan ke kiri seperti sedang mencari sesuatu.

"Darren, apa kau baik-baik saja?" Reine semakin panik melihat bibir Darren yang pucat.

"Aku baik-baik saja. Reine, aku harus pergi. Maafkan aku!"

"Kemana?" Belum sempat Darren menjawab, pria itu sudah pergi. Reine terlihat sangat kecewa. Namun dia juga tidak bisa menyalahkan Darren. Semua ini adalah pilihan yang dia ambil sendiri.

"Darren, jika kau masih hidup. Aku akan melamarmu dan mengajakmu menikah," gumam Reine di dalam hati.

Terpopuler

Comments

Kustri

Kustri

darren knp km bs bergentayangan, apa yg terjadi?

2024-05-07

0

lihat semua
Episodes
1 Permintaan Ibu
2 Penolakan
3 Awal Mula
4 Salah Paham
5 Seleksi Pertama
6 Perselisihan
7 Terpilih
8 Pilihan Sulit
9 Seleksi 10 besar
10 Keanehan
11 Mereka Sama?
12 Ada yang Aneh
13 Gelang Ajaib
14 Penolakan
15 Peramal Hebat
16 Kelemahan Darren
17 Sambutan Asrama
18 Maaf Darren
19 Aku Hantu Tampan
20 Apa Aku Masih Suci?
21 Cerita Malam
22 Kembali ke Istana
23 Pangeran Dalson Steward
24 Pernikahan
25 Malam Pertama
26 Hukuman
27 Bukan Malam Pertama
28 Setelah Kejadian
29 Kembali Tersiksa
30 Bersama Darren
31 Yang Mulia Ratu
32 Cerita Rahasia
33 Hukuman Mora
34 Kehilangan.
35 Kenyataan
36 Harus Hamil
37 Bujuk Rayu
38 Ratu Kejam
39 Berhasil Kabur
40 Malam Panjang
41 Alasan Tepat
42 Rencana Jitu
43 Kehamilan
44 Bernegosiasi
45 Kabar Buruk
46 Sudah Tiada
47 Bukan Darren
48 Hampir Saja
49 Mulai Perhatian
50 Merasa Aneh
51 Jebakan
52 Terus Bersama
53 Dia Musuh
54 Rencana Darren
55 Rencana Besar
56 Jawaban Pangeran
57 Pembunuh Bayaran
58 Perjuangan Pangeran Dalson
59 Anak Kita?
60 Siapa yang Salah?
61 Keadaan Reine
62 Kembali Pulang
63 Sekamar
64 Serba Salah
65 Lain Haluan
66 Emosi tak Terkendali
67 Tidak Percaya
68 Jebakan Ratu
69 Semakin Kuat
70 Kejujuran
71 Darren lagi
72 Racun Berbahaya
73 Rencana Jahat
74 Usaha Tabib Tua
75 Tidak Aman
76 Penawaran Terakhir
77 Keterlaluan
78 Tidak Bermanfaat
79 Jalan Rahasia
80 Kode Mora
81 Berusaha Keras
82 Tidak Tertandingi
83 Solusi Akhir
84 Semudah Itu
85 Kota Kenangan
86 Tidak Siap
87 Kemampuan Darren
88 Perebutan Kekuasaan
89 Hukuman
90 Menyerah
91 Happy Ending
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Permintaan Ibu
2
Penolakan
3
Awal Mula
4
Salah Paham
5
Seleksi Pertama
6
Perselisihan
7
Terpilih
8
Pilihan Sulit
9
Seleksi 10 besar
10
Keanehan
11
Mereka Sama?
12
Ada yang Aneh
13
Gelang Ajaib
14
Penolakan
15
Peramal Hebat
16
Kelemahan Darren
17
Sambutan Asrama
18
Maaf Darren
19
Aku Hantu Tampan
20
Apa Aku Masih Suci?
21
Cerita Malam
22
Kembali ke Istana
23
Pangeran Dalson Steward
24
Pernikahan
25
Malam Pertama
26
Hukuman
27
Bukan Malam Pertama
28
Setelah Kejadian
29
Kembali Tersiksa
30
Bersama Darren
31
Yang Mulia Ratu
32
Cerita Rahasia
33
Hukuman Mora
34
Kehilangan.
35
Kenyataan
36
Harus Hamil
37
Bujuk Rayu
38
Ratu Kejam
39
Berhasil Kabur
40
Malam Panjang
41
Alasan Tepat
42
Rencana Jitu
43
Kehamilan
44
Bernegosiasi
45
Kabar Buruk
46
Sudah Tiada
47
Bukan Darren
48
Hampir Saja
49
Mulai Perhatian
50
Merasa Aneh
51
Jebakan
52
Terus Bersama
53
Dia Musuh
54
Rencana Darren
55
Rencana Besar
56
Jawaban Pangeran
57
Pembunuh Bayaran
58
Perjuangan Pangeran Dalson
59
Anak Kita?
60
Siapa yang Salah?
61
Keadaan Reine
62
Kembali Pulang
63
Sekamar
64
Serba Salah
65
Lain Haluan
66
Emosi tak Terkendali
67
Tidak Percaya
68
Jebakan Ratu
69
Semakin Kuat
70
Kejujuran
71
Darren lagi
72
Racun Berbahaya
73
Rencana Jahat
74
Usaha Tabib Tua
75
Tidak Aman
76
Penawaran Terakhir
77
Keterlaluan
78
Tidak Bermanfaat
79
Jalan Rahasia
80
Kode Mora
81
Berusaha Keras
82
Tidak Tertandingi
83
Solusi Akhir
84
Semudah Itu
85
Kota Kenangan
86
Tidak Siap
87
Kemampuan Darren
88
Perebutan Kekuasaan
89
Hukuman
90
Menyerah
91
Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!