Seseorang mengarahkan Ayhner dan Eldric untuk segera pergi ke kantin dan sarapan di sana. Jelas, semua pasukan berkumpul di sini setelah mereka bangun tidur dan membersihkan diri. Suasananya cukup ramai dengan puluhan baris meja panjang yang dipenuhi dengan orang-orang yang sedang makan. Terdapat berbagai jenis aroma masakan yang ada di sana. Namun, satu-satunya aroma yang paling menyengat di sana hanyalah aroma rebusan cabai merah dan daging ayam yang sedang di goreng. Tidak hanya itu, ada banyak orang yang saling berbicara sehingga membuat mereka lupa dengan situasi mencekam yang ada di luar sana. Tetapi, bagi Ayhner, semua ini terlihat seperti pasar malam.
Ayhner sangat membenci keramaian. Dia juga sangat membenci aroma menyengat cabai merah yang sedang direbus. Dia merasa tidak ada satu pun makanan yang digemarinya di sini.
Di atas piring, sudah ada semangkuk nasi hangat, daging ayam kiev pedas dan segelas air mineral juga beberapa sayuran yang bentuknya tidak menyerupai sayuran segar berwarna hijau. Ayhner bahkan ragu untuk memakannya meski dia dan Eldric sudah duduk di salah satu meja. Dia juga heran, mengapa ada banyak orang yang lahap sekali memakannya.
”Tidak enak!” Eldric berbicara saat Ayhner sedang memandangi sekitar.
Ayhner langsung bertanya begitu dia mendengarnya, ”Kenapa dengan makanannya?”
Eldric mengeluarkan makanannya lagi dari dalam mulutnya sebelum menjawab, ”Tidak enak. Dagingnya tidak selembut yang aku kira. Rasanya juga terlalu gurih dan pedas. Semuanya kurang.”
”Masa sih?” Ayhner langsung mencoba makanannya. Setelah beberapa detik setelahnya, dia pun menyadari kalau rasanya memang tidak enak. Tidak seperti yang dibayangkan olehnya. Penilaian Eldric ternyata benar. ”... Bagaimana bisa mereka memakan makanan seperti ini? Lidah mereka yang tidak benar atau lidahku saja yang seleranya terlalu tinggi?” batin Ayhner menatap heran.
”Aku tidak ingin memakannya.” Eldric menjauhkan piringnya dan menunjukkan wajah tidak sukanya.
Ayhner berpikir selama beberapa saat sebelum dia berkata, ”Tunggulah di sini sebentar. Jangan pergi kemana-mana.” kemudian dia beranjak dari kursinya.
”Kemana kau akan pergi?”
”Tunggu saja. Aku akan pergi ke dapur untuk memarahi orang yang sudah membuat ini.” setelahnya Ayhner benar-benar pergi menuju dapur yang tak jauh dari tempatnya.
Ayhner menatap pintu logam yang terpasang di depannya lalu dia membukanya. Ketika dia baru saja melakukannya, WHUUSS! aroma masakan timbul dimana-mana dan begitu menyengat di hidungnya. Ayhner terpaksa menutup hidungnya karena takut dia akan sesak nafas ketika berada di sini.
”Hei! Siapa yang menyuruhmu untuk datang kemari! Tunggulah di depan dan kami akan segera menyiapkan makanan untukmu.” seru seorang laki-laki yang sedang menggoreng.
Ayhner menatap laki-laki berbaju putih yang memiliki kumis di bawah hidungnya. ”Jadi, kau yang sudah memasak makanan tidak enak ini?!” ketusnya.
”Hah?! Siapa yang menyuruhmu untuk mengatakan itu?! Susah payah kami menyiapkan makanan untuk kalian!” bentak orang itu lagi lalu, disusul dengan orang-orang yang lain.
Ayhner berjalan menghampiri dan memeriksa bahan makanan yang mereka gunakan saat ini termasuk bagaimana cara mereka memasak makanannya.
Benar saja, tak ada satu pun yang benar dalam melakukannya. Sepertinya mereka orang-orang biasa yang tidak bisa bertarung lalu mereka ditaruh di dapur untuk memasak makanan. Harusnya Gillsouth bisa memilih orang yang lebih baik dari pada kelima orang ini.
”Pantas saja lidahku alergi terhadap makanan kalian. Kalian kurang halus saat mengiris daging dan menumbuk bumbunya. Lalu, itu juga! Kau menggunakan apinya terlalu besar! Akibatnya bagian dalam daging tidak akan matang sepenuhnya!” ucap Ayhner kesal. Saking kesalnya, dia bahkan sampai membuat kelima orang ini tidak bisa berkata-kata.
”... Ahh! Sudahlah aku akan memasaknya sendiri!” Ayhner merebut sebuah pisau dari tangan seseorang lalu mengiris dagingnya secara perlahan.
”Hei! Hei! Berhenti mengacau! Cepat pergi ke depan!” ucap seseorang yang berusaha menahannya.
Ayhner menatap orang itu dengan dingin dan berkata, ”Diam saja kau di sana! Aku hanya akan membuat dua porsi makanan.”
Pada akhirnya semua tak sanggup untuk menahannya dan Ayhner telah berhasil menguasai seluruh bagian dapur. Hening seketika. Untungnya semua makanan sudah dibagikan pada semua orang. Jadi, mungkin saja keributan tidak akan terjadi untuk saat ini. Jika dilihat-lihat, semua orang memperhatikan caranya memasak. Aromanya sama sekali tidak menyengat. Malah terasa sangat harum apalagi saat dia menumis bumbunya di atas wajan yang sudah dibersihkannya sendiri.
”S- sebenarnya siapa remaja ini? Kenapa dia bisa mengacau di sini?”
”Entahlah tapi, aromanya harum sekali. Aku penasaran apa yang dimasak olehnya. Apakah itu ayam kiev yang tadi?”
Semua orang berbisik di belakangnya. Dan tidak lama kemudian, Ayhner akhirnya selesai memasak di dapur dengan menyiapkan dua piring di atas meja. Tentu dia enggan memasak untuk semua orang yang ada di sini. Dia hanya memasaknya untuk dirinya dan juga Eldric yang tidak menyukai makanan di sini.
”Ini enak sekali. Jauh lebih enak daripada makanan yang tadi.” Eldric langsung sumringah begitu dia mencicipi makanan yang baru saja dibuatkan Ayhner untuknya.
”Bagus kalau kau menyukainya.” Ayhner duduk di sampingnya namun, dia belum menyentuh makanannya sama sekali. Ayhner sendiri merasa mual melihat makanan di depannya. Padahal, awalnya dia merasa cukup lapar. Namun, setelah dia mulai memasak, rasa laparnya hilang secara mendadak.
”Ayhner? Kenapa kau tidak memakannya? Bukankah kau yang memasaknya sendiri.” ucap Eldric yang mulai menyadarinya.
”Ahh, tidak. Aku akan memakannya nanti. Sebenarnya aku tidak terlalu lapar.” jawabnya apa adanya.
Eldric terdiam selama beberapa saat. ”Apakah itu karena racun yang ada di dalam tubuhmu masih menyala? Aku takut racun itu akan membuatmu merasakan rasa sakit yang luar biasa. Lagipula, dari kemarin, kau juga belum makan. Jadi, bukan tidak mungkin kau tidak akan merasa lapar.”
Ayhner sedikit terkejut sembari menatapnya. Dia mulai curiga, Eldric mendengar semua pembicaraannya saat dia dan laki-laki bermata biru itu bertemu di sebuah ruangan luas. Jika Eldric tahu, dia pasti akan menunjukkan sisi yang penuh dengan kecemasan. Apalagi, Ayhner tidak tahu apa yang dikatakan Gillsouth pada Eldric saat dia harus menjelaskan semua yang terjadi saat itu.
”Jangan terlalu memikirkannya. Aku baik-baik saja. Lagipula, aku ini cukup kuat untuk menangani masalah yang satu ini. Aku akan segera memakannya.” Ayhner mulai mengambil sendoknya dan memakan makanannya secara perlahan.
Namun, baru saja beberapa sendok mendarat di mulutnya, Ayhner merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirinya. Dia merasa mual dan sangat ingin muntah. Pencernaannya seolah menolak untuk diisi makanan maupun minuman. Di dalam mulutnya, dia terpaksa menelan kembali muntahannya yang terus menerobos keluar melewati tenggorokannya.
”Aku harus ke toilet sebentar.” tanpa mengatakan apa pun lagi, Ayhner segera berlari cepat meninggalkan ruang makan. Eldric yang sangat mencemaskannya, langsung berlari menyusulnya dari belakang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments