”Seperti apa keadaannya sekarang?”
Aaron langsung memeriksa begitu Gillsouth kembali dengan membawa Ayhner yang keracunan. Dari tatapannya, Aaron tampak cemas dan khawatir. Begitu juga dengan Eldric yang berdiri di sebelah Gillsouth. Meski dia juga terluka akibat jarum suntik yang menancap padanya, dia lebih mengkhawatirkan Ayhner yang sampai tertusuk pisau beracun.
”Sepertinya tidak terlalu bagus. Aku tidak tahu jenis racun apa yang ada di dalam tubuhnya. Untuk sementara, aku hanya bisa menghambat peredarannya saja.” Aaron membenarkan posisi kacamatanya.
”Apakah tidak ada cara untuk menyembuhkannya? Apakah Ayhner akan baik-baik saja meski racun itu masih menyala dalam tubuhnya?” Eldric menyela karena saking khawatirnya.
Aaron menarik senyum tipis. Tangannya bergerak sendiri untuk mengelus kepala anak muda itu sembari mengatakan, ”Kau terlihat sangat mencemaskannya. Tapi, tenang saja. Dia baik-baik saja meski racun di tubuhnya masih ada. Aku masih bisa menjinakkannya. Mungkin sebentar lagi dia akan terbangun—
BRAKK!!!
Suara keras dari pintu yang terbuka tiba-tiba terdengar di dekat mereka. Saat itulah Ayhner muncul dengan tatapan yang seolah sedang menahan kekesalannya. Dia sengaja menatap Gillsouth dengan tatapan seperti itu lalu berjalan mendekatinya.
”Kenapa aku kembali ke sini?! Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak ingin kembali ke sini?!” Ayhner membentak tepat di depan wajah Gillsouth.
Gillsouth yang mendapatkannya hanya memasang ekspresi datar seolah tak memiliki kesalahan apapun. ”Seharusnya kau berterima kasih, Aaron sudah menjinakkan racun dalam tubuhmu. Jika tidak, mungkin kau akan segera mati. Dan lagipula, kau bilang kau akan melindungi Eldric. Tapi, bagaimana kau melakukannya dengan tubuh yang seperti itu?
Seketika Ayhner terdiam, mematung di tempat. Dengan penuh keraguan, dia berkata, ”Kenapa cemas?! Aku ini kuat! Kau saja yang terlalu meremehkan ku!”
Gillsouth menghela nafas. Dia melipat tangannya sembari menatap ke arah berlawanan. ”... Aku rasa sudah saatnya kau menjelaskan apa yang terjadi tadi. Siapa laki-laki yang bersembunyi dalam gelap dan melukaimu dengan senjatanya lalu mengambil sebagian darah milik Eldric? Sepertinya, ada kesalahpahaman di sini.”
Ayhner langsung menjauh dan membisikkan sesuatu di telinga Eldric. ”... Apa pun yang dia tanyakan, jangan katakan apa pun.”
Eldric membalas, ”Tapi, Ayhner! Apakah kita tidak bisa memberitahu siapa profesor Edmund itu dan seperti apa tempat laboratoriumnya?”
”Merepotkan! Biarkan dia mencarinya sendiri saja!”
”Mengejutkan! Ada dua orang yang saling berbisik di sini.” ucap seorang wanita yang berjalan bersama ketukan sepatunya yang berisik. Jelas, wanita itu adalah Ainsley yang memiliki wajah sangar dan tidak bisa diajak berbicara baik-baik.
”Cih! Wanita itu bisa muncul dimana-mana, ya?! Ajaibnya dia datang tanpa aba-aba.” batin Ayhner kesal dan langsung sedikit menjauh dari Eldric.
”Nah? Dimana ucapan terima kasihmu? Kami telah menjinakkan racun dalam tubuhmu tepat waktu. Jika terlambat sedikit saja, mungkin ceritanya sudah berbeda.” ucap Ainsley sembari melipat tangannya.
”Kenapa aku harus? Lagipula, aku tidak memintanya. Kalau aku mati betulan, palingan aku akan menjadi arwah penasaran.” ucap Ayhner asal.
Senapan tempur itu langsung diletakkan tepat di depan kening Ayhner. Dari tatapannya, dia terlihat sangat marah meskipun Ayhner tak menganggap tindakannya ini sebagai ancaman untuknya. ”... Aku tidak suka gaya bicaramu. Aku yakin tak ada satu pun orang yang mengasihani kematianmu.”
Ainsley mulai memberi aba-aba untuk menembak. Namun, tangannya langsung ditahan oleh Gillsouth yang berdiri di sebelahnya. ”Kau tahu itu kan? Bertindak gegabah hanya akan menyisakan penyesalan.”
Ainsley menyeringai. ”Sepertinya kau menganggap anak ini akan berguna suatu saat.” setelahnya dia kemudian menurunkan senapannya kembali dan berjalan meninggalkan mereka.”... Semoga saja begitu.”
Ayhner memperhatikan Ainsley dari belakang. Dia mungkin sedikit kesal dan langsung mengalihkan perhatiannya sembari melipat tangannya.
”Ayhner! Kau baik-baik saja?” Eldric langsung berjalan menghampiri. Sangat wajar. Anak muda seusianya mudah sekali merasa takut kehilangan.
”Ya. Aku sudah baik-baik saja. Racunnya tidak begitu kuat. Mereka pikir aku akan mati begitu saja?!” ucap Ayhner kesal dan sedikit mengalihkan perhatiannya. ”... Bersiaplah, kita akan pergi dari sini.”
”Kau yakin bisa pergi dalam keadaan seperti itu?” Gillsouth menyela dan menahan pundak Ayhner yang akan berjalan pergi.
Ayhner langsung menatapnya dingin sembari berkata, ”Kenapa? Kau ingin menahanku lebih lama di sini?”
”Kau tidak bisa pergi dari sini. Di depan sana, sekelompok monster sudah mengepung tempat ini.” Gillsouth serius saat mengatakannya. Di luar sana, terdapat monster dengan berbagai wujud yang cukup mengerikan dan darah yang ada di sekeliling mulut mereka. Kebanyakan dari monster-monster itu memiliki wujud manusia raksasa dengan otot kelebihan dan tubuh yang cukup tinggi. Ada juga manusia berkepala kecil dan bertubuh besar serta dua tangan raksasanya yang memiliki kuku tajam.
”Apa yang kau lakukan sampai-sampai membuat mereka semua berkumpul?!” Ayhner langsung menepis tangan Gillsouth yang terus menyentuhnya. Kemudian dia melirik ke arah Eldric dan seketika, ekspresinya langsung berubah.
Dengan terpaksa, Ayhner kemudian berkata, ”Cih! Yasudah! Aku akan tinggal sementara di sini!”
Seketika, wajah Eldric yang dirundung kecemasan berubah senang. Akhirnya Ayhner mau tinggal sebentar di markas para pasukan. Dia bisa sedikit tenang karena dia tidak harus tinggal di tempat-tempat berbahaya.
Aaron menepuk tangannya dan berkata dengan senang, ”Baiklah. Anggota kami akhirnya bertambah dua orang. Aku akan menyiapkan kamar untuk kalian berdua. Untuk sementara, kalian ikuti saja kapten Gill.” ucapnya setelah itu berjalan pergi menuju suatu tempat.
Hening.
Eldric memberanikan diri untuk berkata lebih dulu, ”Kalau begitu, Ayhner! Mungkin sebaiknya kita pergi mengikuti kapten Gill agar tidak tersesat.”
Ayhner terdiam selama beberapa saat sebelum berkata, ”Kalian berdua pergi saja. Aku mau berjalan-jalan sendiri.” setelah itu Ayhner berjalan pergi meninggalkan ruangan tanpa mengatakan apa pun lagi.
Eldric seketika merinding karena dirinya ditinggal seorang diri bersama dengan Gillsouth yang beribu pertanyaan yang mungkin akan dikatakannya. Dia yang sudah terbiasa berdua bersama Ayhner, justru merasa tidak terbiasa bersama dengan orang asing yang belum terlalu dikenalnya. Pada akhirnya dia hanya berusaha ramah dengan tersenyum-senyum padanya.
”Ayhner mungkin masih belum beradaptasi. Dia, memang orang yang cukup keras kepala.” ucap Eldric apa adanya.
Gillsouth mulai mendekat dan menatapnya serius. ”Kebetulan sekali. Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan mengenai kejadian tadi.” ucapnya.
Seketika Eldric menjadi canggung dan berharap pertanyaan yang diajukan Gillsouth tidak terlalu sulit untuknya. ”... Memangnya apa yang ingin kapten Gill tanyakan padaku?”
Gillsouth mengambil nafas beberapa kali. Kemudian berkata, ”Mengenai kejadian tadi. Siapa laki-laki yang menyerang kalian dan apa yang dikatakannya terakhir kali?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments