Ketika tinta akan menerjang tubuhnya dan melelehkannya secara perlahan, saat itulah Gillsouth muncul di depannya dan dia langsung melempar Eldric dan Ayhner keluar gedung sementara, dirinya menggantung di atas pintu masuknya.
”Dua orang yang meresahkan.” gumam Gillsouth, memperhatikan lantai marmer yang perlahan meleleh dan tenggelam di dalam tanah. Monster dengan bentuk bintang laut dengan kelima tentakelnya ini, sedang menatapnya dengan sepuluh wajah manusia yang tampak di tubuhnya. Wajah-wajah itu memiliki mata yang terbelalak, seperti sedang bertemu dengan kematiannya sendiri. Ruangan ini tidak begitu luas ditambah lagi, dengan keberadaan beberapa monster yang perlahan keluar dari persembunyiannya. Gillsouth segera turun dan berlari ke luar gedung.
Benar saja, beberapa detik setelahnya, gedung-gedung itu perlahan hancur, berubah menjadi puing-puing bangunan yang berjatuhan ke tanah. Tiga sosok monster muncul keluar dari dalam gedung dan salah satunya adalah monster bertentakel tadi. Dua di antaranya memiliki bentuk yang tidak menyerupai apa pun dan tidak memiliki ciri hewan maupun manusia. Gumpalan daging itu berjalan seperti lipan dengan kakinya yang banyak sementara yang satunya lagi, memiliki banyak mulut di tubuhnya dan dia berjalan menggunakan lidahnya.
Keadaannya malah semakin parah.
”Aduh, kali ini bukan salahku loh. Seharusnya, jlka kalian membiarkanku pergi, masalah ini tidak akan terjadi.” ucap Ayhner abai dengan sekitar, berdiri tepat di sebelah Gillsouth.
”Bersiaplah karena setelah ini kami akan menahanmu.” ucap Gillsouth serius menatapnya. Senapan tempur telah disiapkan olehnya untuk membunuh ketiga monster yang sedang mengarah padanya.
”Oh, ya. Aku rasa aku tidak memiliki hutang nyawa apa pun padamu karena sebelum ini terjadi, aku memberimu isyarat untuk segera pergi dari tempat itu. Jadi, aku bisa bebas pergi mulai sekarang.” Ayhner menepuk pundak Gillsouth setelah itu dia berjalan menjauh. Namun, belum ada selangkah dia berjalan pergi, Gillsouth sudah menarik kerah pakaiannya agar dia langsung berhenti.
”Kau pilih ikut denganku atau mati di tangan Ainsley yang marah padamu? Dia wanita yang selalu bertindak semaunya dan tidak mau menurut padaku.” ucap Gillsouth dingin.
”Rumit sekali pilihannya. Akan lebih baik jika aku memilih yang tidak ada di dalam pilihanmu.” Ayhner memutar bola matanya. Dia mengeluarkan pistol dari dalam sakunya lalu, dengan cepat berbalik dan langsung melepaskan beberapa tembakannya.
Peluru itu melesat ke arah monster berkaki seribu dan tembakan itu tepat mengenai kakinya dan berhasil mematahkannya meski hanya beberapa. Monster itu seketika melambat karena kakinya berkurang sepuluh. Kini, yang berada di depan mereka hanya tersisa dua monster yang cukup berbahaya. Gillsouth sudah melepaskan peluru senapannya namun, peluru itu tidak bisa menembus titik jantungnya.
”Bodoh banget. Kau lupa cara membunuh monster seperti ini? Ah, yang benar kau tidak membawanya. Kau tidak berharap semua pasukanmu datang untuk membantumu kan?” cibir Ayhner, menatap Gillsouth meremehkan.
Gillsouth terdiam selama beberapa saat. Dia kemudian berdiri tegak kembali dan menyimpan senapan tempurnya di belakang punggung. Sebuah jarum suntik dan obat dikeluarkan dari dalam saku jubahnya. Melihat jarum suntik, telah berhasil membuat Ayhner kembali mengingat traumanya sejak kecil. Jarum suntik itu kemudian ditusukkan ke lehernya sampai obatnya benar-benar masuk ke dalam tubuhnya. Gillsouth langsung menjatuhkan jarum suntiknya setelah dia selesai menggunakannya. Tidak ada satu pun perubahan yang tampak dari luar. Sudah jelas apa yang dilakukannya ini percuma.
Namun, saat Gillsouth menarik senapannya lagi, sorot matanya terlihat lebih tajam dari sebelumnya ditambah lagi, senapan itu mengeluarkan cahaya biru yang melapisinya.
Ayhner merasa familiar dengan obat yang baru saja digunakan oleh Gillsouth. Dia merasa pernah melihat aroma dan warnanya di suatu tempat. Namun, dia tidak bisa mengingat siapa yang telah membuat obat itu untuk meningkatkan kekuatan manusia.
Tapi, obat itu bisa melemahkan organ dalam manusia dan membuatnya akan cepat mati.
Setelah obatnya bekerja, Gillsouth langsung melepaskan pelurunya lagi. Peluru itu mengarah tepat ke jantung kedua monster bertentakel dan bermulut banyak. Monster itu langsung melemah dan terjatuh di tempat. Namun, tidak hanya mereka saja yang menyerang melainkan ada satu monster lagi yang belum mereka kalahkan.
Monster berkaki seribu tadi, langsung berlari ke arah mereka berdua dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya. Gillsouth mungkin tak akan sempat menebak dan menghancurkan jantungnya. Gerakan monster itu terlalu cepat untuk diteliti. Alhasil, Ayhner langsung berdiri tepat di depan Gillsouth. Dia mengacungkan jari telunjuknya lalu, muncul sebuah lingkaran merah kecil yang tampak di depan jarinya. Dia melakukannya seperti sedang menembak sesuatu. Dan beberapa detik setelahnya, sebuah bola merah meluncur ke arah monsternya dan langsung menghancurkan tubuhnya hingga berkeping-keping.
Gillsouth tak melihat Ayhner menggunakan obat apa pun untuk membuat dirinya jauh lebih kuat dari yang sebelumnya. Ini mungkin ternyata benar, Ayhner adalah anak yang selamat dari percobaan manusia yang dilakukan Edmund.
Satu monster sudah dibereskan.
Ayhner tak menatap Gillsouth yang berada di sebelahnya. Namun, beberapa saat setelahnya, sebuah lidah panjang langsung melilit perut Ayhner kemudian di tarik ke belakang oleh monster yang menyerangnya. Sudah jelas, pasti yang menyerang mereka dari belakang adalah monster kadal berlidah panjang.
Saat Gillsouth menatap kadal hitam yang berada di belakangnya, dengan cepat kadal itu langsung menggali lubang dan melarikan diri melewati bawah tanah. Gillsouth mencoba mengejarnya. Akan tetapi, lubang tempat monster itu melarikan diri telah dipenuhi oleh lumpur panas. Jika dia memaksakan diri, tubuhnya akan meleleh, menyatu dengan lumpur.
”Cih!”
”Kapten Gill! Apa yang terjadi di sini?” seseorang berlari menghampiri Gillsouth ketika dia baru saja datang kemari. Orang itu sangat terkejut melihat serpihan daging monster yang ada di mana-mana begitu juga dengan dua monster lain yang perlahan berubah menjadi tulang belulang.
Gillsouth terdiam selama beberapa saat. Dia memberanikan diri menatap pemuda yang sudah menunggunya dan menjawab, ”Tidak terjadi apa pun. Bagaimana dengan Ainsley dan pasukan yang lain?”
”Mereka semua selamat. Ayhner kembali memanggil monster untuk melawan mereka.” jawabnya.
”Begitu? Sampaikan pada semua pasukan untuk berhenti mencari keberadaan 'orang itu.' fokuslah untuk mencari keberadaan Profesor Edmund dan letak ruangan rahasianya.” Gillsouth menyimpan kembali senapan tempurnya.
”Kenapa kapten menyuruh kami berhenti mencari orang itu? Kalau dia sangat berbahaya, bukankah sebaiknya kita tangkap saja dia.”
”Aku tidak memiliki alasan untuk menjelaskannya. Lakukan saja apa yang ku katakan.” setelahnya, Gillsouth beranjak pergi meninggalkan tempatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments