"Dok ada yang nyari di depan "ucap suster Mia."ok sus terimakasih "ucapku, sambil berjalan keluar untuk menemui seseorang yang sedang menungguku di ruang informasi.
"Ada pa nyari aku?" tanyaku kepada lelaki di depanku.
"Gw bisa mintak tolong gak,?" tanyanya.
"Minta tolong apa,?"jawabku.
"Minggu ini ada arisan keluarga dari pihak mama,gw mau minta tolong buat Lo untuk menemaniku ke sana"ucapnya, yang langsung membuatku melotot melihatnya.
"Jangan gila kamu, kemarin gak denger apa mamamu menolak ku!"ucap ku marah.
"Mama menolak karena belum mengenal kamu dengan baik,kita juga datang sebagai teman bukan sebagai tunangan atau pasangan"ucapnya santai.
"Gila, emang gw ga punya malu apa! Setelah kemarin dengerin penolakan mama Lo dan aku juga sudah menolak tegas kalian"ucapku kesel.
"kalau elo menolak ajakanku aku akan kasih tahu nomor ponselmu dan alamat tempat tinggal mu, serta alamat tempat kerjamu kepada ustadz Prabu! Kemarin beliau sempat bertanya-tanya mengenai dirimu ,namamu ,orang tuamu dan lain-lain yang berhubungan denganmu Sepertinya kamu akan dijadikan istri mudanya"ucap Arkana, yang sekarang mengancam ku adalah Arkana setelah kemarin Arya mewanti-wanti aku untuk menjauhinya sekarang sepupunya malah ah dasar keluarga aneh kataku dalam hati.
"Gw gak peduli kasih aja, gw juga gak keberatan menjadi istri mudanya" ucapku sambil meninggalkan Kana yang masih bengong dengan jawaban yang ku berikan.
Aku melangkah meninggalkan Kana kembali keruang praktekku," Dok, itu bukannya polisi yang tempo hari kesini ya? pacar dokter ya?"tanya suster Mia.
"Bukan, kebetulan polisi itu adalah sepupu pengacara ibu Farida" ucapku.
"Dok, kenalin dong siapa tau calon imam ku"ucap suster Mia.
" Kenalan sendirilah sus, masak harus dikenalkan kayak anak TK aja"ucapku sambil tersenyum.
"Kan malu dok,"ucap suster Mia,aku hanya menanggapi sebentar karena ada panggilan darurat dari UGD.
Sebenarnya klinik ini tergolong ramai, karena selain fasilitas yang memadai juga pelayanan yang buka 24 jam membuat klinik ini menjadi tempat yang di datangi warga.
"Dok lelaki yang tadi pagi nyari dokter, datang lagi sedang menugu dokter di ruangan informasi"ucap Agnes bagaian informasi yang masuk sore.
"Makasih ya nes"ucapku yang hendak mau pulang lagi siap-siap. Mau apa lagi sih ni orang kataku dalam hati.
"Mau apalagi sih Kana?" tanyaku melihat kearah nya malas.
"Aku mau bicara sebentar denganmu,bisa kita ngobrol sebentar di warung tenda itu"ucap Kana,sambil menunjuk warung tenda pecel lele yang baru buka.
"Ok Lo ke sana dulu aku mau mandi sebentar"ucapku sebelum berjalan ke belakang klinik tempat tinggalku.
"Apa yang Lo mau bicarakan "ucapku saat sudah duduk di depan Kana.
"Kita bicara sambil makan saja aku udah pesen lele 1,ayam 1 kamu mau apa?" tanyanya,sambil menunjuk pada 2 menu yang tersaji.
"Gw pilih lele aja,Lo mau ngomong apa?"tanyaku.
"Buru-buru amat sih,bener Lo mau jadi istri muda ustadz Prabu ?"tanya Kana.
"Lo balik lagi kesini cuma gara-gara penasaran dengan ucapanku tadi ?"tanyaku.
"Iya lah,apa Lo gak tau istri ustad Prabu itu banyak? ada yang bilang istri yang sekarang itu istri ketiga ,kalau lo sampai mau berati Lo akan menjadi istri keempatnya" ucap Kana.
"Sok tahu kamu "ucapku, sebenarnya aku ingin tahu kehidupan Abi yang tidak pernah ku ketahui. Di umurku yang menginjak 26 tahun, aku hanya dua kali ketemu Abi saat berumur 15 tahun dan aku hanya tahu keluarga Abi mempunyai pondok pesantren.
"Lo yakin akan betah tinggal di pondok pesantren ?"tanya Kana.
"Siapa bilang aku akan tinggal di pesantren?"tanyaku.
"Ya kalau kamu bersedia menikah dengannya harus tinggal di pesantren dong "ucap Kana,aku hanya tersenyum kecut bunda ku yang istri kedua aja tidak pernah tinggal di lingkungan pondok pesantren.
"Sekarang Lo mau apa sebenarnya, kalau hanya membahas istri ustad Prabu gw pergi aja"Ucapku.
"Karena ancaman gw tidak berlaku bagaimana kalau kita kerja sama aja, semacam simbiosis mutualisme "ucapnya.
"Sorry simbiosis mutualisme hubungan yang saling menguntungkan, sedang kan gw ngerasa gak di untungkan dalam kasus ini"Ucapku.
"Ya gimana kalau Lo gw bayar "ucapnya.
"Sebenarnya buat makan gw gak butuh gajiku sudah lebih dari cukup,tapi boleh juga kalau nominal gede bisa buat tambahan mengisi tabunganku buat sekolah lagi"ucapku.
"Ya gitu gw setuju gw harus bayar berapa ?"tanya Kana.
"Tarif gw mahal 1 jam 100 ribu belum termasuk kontak fisik, pegang tangan 50 rb, pegang bagian muka 100 rb,"ucap ku.
"Kalau merangkul bahu 50 rb juga kan, karena bahu bagian tangan?"tanya Kana.
"Iya, gimana setuju tidak tidak ada tawar menawar, gak mau cari cewek lain saja"ucapku.
"Ok ,gw setuju Minggu pagi gw jemput pukul 9 pagi,pakai hijab kalau perlu "ucapnya.
"Kalau gw ga mau pakai hijab bagaimana ?"tanyaku.
"Ya udah terserah kamu kalau kamu tidak malu karena hampir semua keluarga mama berhijab semua"ucapnya.
" Tidak masalah dengan datang aja gw udah gak punya malu, lagian kenapa sih Lo milih gw bukan nyari cewek lain ?tanyaku.
"Lo wanita pertama yang berani melawan mama"ucap Kana.
"Sinting lo"Ucapku.
"kalau aku datang dengan wanita yang takut mama aku yakin wanita itu bakalan ditindas mama, kalau Lo gw yakin Lo akan melawan mama"ucap Kana.
"Mamamu berapa saudara?"tanyaku.
"Mama dua bersaudara, yang pertama mama, yang kedu lelaki punya 2 putra 1 seumuran kamu yang ke dua berumur baru 5 tahun"ucap Kana.
"Ok, berati bukan keluarga besar?"tanyaku.
"Ya mana emang 2 bersaudara tetapi kan masih banyak sepupu dari mama karena nenekku dan adik nenek masih ada "ucapnya.
"Ok Lo siapkan saja dananya, jangan nyesel karena telah mengajakku"ucapku.
"Tidak masalah,mama cuma bilang gw harus bawa pasangan kalau gak mau di jodohkan "ucapnya.
"Jadi Lo bawa gw juga buat menolak perjodohan "ucapku.
"Ya begitulah "ucapnya.
"Tau gitu gw minta tarif lebih "ucapku, yang disambut tawa Kana.
Setelah selesai selesai obrolan kami hari itu kami tidak pernah bertemu lagi, hingga hari jadwal acara arisan keluarga Kana tiba, dengan menggunakan pakaian santai celana kulot panjang dan atasan kemeja pendek sampai siku.
"Lo yakin ga mau pakai jilbab ?"tanya Kana memastikan saat aku sedang mengunci pintu kamarku.
"Iya sengaja gw bikin malu lo, biar Lo gak ngajak gw lain kali" ucapku yang disambut tawa oleh Kana.
"Boleh boleh idemu,"ucap Kana sambil membuka kan pintu mobil buatku terasa seperti tuan putri,kataku dalam hati karena ini pertama kali ada yang membukakan pintu mobil buatku,membuatku merasa tersanjung.
"Gw perlu membawa buah tangan gak?" tanyaku.
"Terserah lo"ucap Kana.
"Ok kalau gitu berhenti di pasar depan gimana,kita beli jajanan di pasar aja"ucapku, setelah mobil berhenti di depan pasar aku memilih toko kue tradisional dan memilih 4 macam kue tradisional.
"Ayo kita sudah sampai di rumah nenek ku"ucap Kana, sambil melepas sabuk pengamannya karena tidak mau dibukakan pintu mobil aku bergegas membuka sabuk pengaman dan pintu mobil.
"Wah ternyata yang ditunggu-tunggu datang juga ahkirnya "ucap seorang lelaki seumur ku, mungkin ini yang diceritakan Kana kemarin.
"Sudah pada kumpul emang ?"tanya Kana.
"Sudah tinggal papa lagi di suruh Oma beli buah,Lo ga mau ngenalin yang Lo ajak" ucap lelaki itu.
"Tar aja sekalian di dalam,"ucap Kana sambil menarik bahuku.
"Oma adalah adik nenek"bisiknya.
"Tanganmu apa tidak bisa lepas dari bahuku"bisikku.
"Jangan khawatir gw hitung"ucapnya, begitu aku masuk semua yang lagi mengobrol langsung berhenti melihat kearah kami termasuk mama Kana yang langsung melotot melihat kami.Benar semua perempuan di sini menggunakan jilbab hanya aku yang tidak menggunakannya.
"Assalamualaikum "ucap Kana
"Walaikumsalam "jawab mereka semua di tengah-tengah keterkejutannya.
"Wah ahkirnya cucu nenek membawa menantu" ucap wanita yang aku tebak pasti nenek Kana.
"Dira kenalkan ini nenekku ini kakekku"ucap Kana, sebagai tanda sopan santun aku mencium punggung kedua tangan mereka.
" Dan ini Opa dan Oma" ucap Kana dan aku juga melakukan hal yang sama.
" Yang ini kedua anak oppa dan oma" ucap Kana memperkenalkan aku kepada mereka satu persatu.
"Ya baru datang ini adik mama om Ridwan anaknya yang ngobrol sama kita di depan tadi " Kana.
"Hallo om " ucapku sopan.
"Kamu Dira anaknya Dwi kan"tanya om Ridwan.
"Iya om, masih ingat saya?"tanyaku.
"Tentu sayang om masih ingat om selama ini mencari-cari kamu lo"ucap om Ridwan sambil menarikku duduk di sampingnya membuat semua melihat kearahku. kenapa satu demi satu orang dari masa lalu datang secara bergantian, apa ini sebagai bentuk bahwa aku sudah tidak boleh lari dari masalah harus mulai berani menghadapi semua masalahku?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments