Malam itu aku terakhir ketemu Farida , karena esok harinya aku masuk siang dan paginya Farida di pindahkan ke rumah sakit besar.
" Bapak Arya kondisi anda sudah lebih baik jadi anda bisa pulang hari ini , seperti saran saya kemarin periksakan kaki Anda ke dokter spesialis tulang" ucapku.
" Kenapa tidak dokter aja yang periksa saya lebih suka dokter yang periksa" ucapnya.
" Saya hanya dokter umum jadi itu bukan bidang saya" ucap ku.
"Assalamualaikum janda kembang " ucap Arka yang baru datang.
"Lo lagi kemarin lu datang tanpa gue minta sekarang juga lu datang lagi" ucap Arya.
"Kemarin gue datang karena kasihan jadi gue melihat kondisimu masih hidup tidak, tetapi kalau sekarang aku pengen nyamperin jadi kembang ini" ucap Arkan.
"Kondisi bapak Arya udah sehat bisa dibawa pulang juga hari ini" ucapku.
"Tapi itu kakinya masih belum dilepas dok" tunjuk Arkan pada kaki Arya yang di gips.
" Kaki Bapak Arya harus ditangani oleh dokter spesialis tulang yang lebih paham" ucapku sambil pergi.
"Suster mia tolong pasien yang kemarin kecelakaan udah bisa pulang, tolong di urus ya" ucapku saat bertemu suster Mia .
"Dok pasien yang kemarin pendarahan menitipkan ini buat dokter". ucap suster Mia sambil menyodorkan amplop kepadaku.
" Sepertinya dia menulis panjang banget dok , soalnya dia meminta dua lembar kertas sama pulpen pada saya dok" ucapnya.
"Makasih suster Mia " ucapku sambil berjalan meninggalkan sus Mia. setelah membaca kertas yang ditinggalkan Farida aku memutuskan untuk bermain ke apartemen Nadira esok harinya saat hari libur.
" Tumben Lo main" ucap Nadira saat membuka pintu apartemen, Sekarang Nadira tinggal ditemani oleh kakaknya yang Nando karena takut Ajeng akan berbuat onar lagi.
" Abang Lo ada ga ?"tanyaku.
" Kenapa Lo naksir Abang ku" ucapnya.
"Nggak lah mau tanya tentang hukum " ucapku.
"Masih tidur,Lo masakin gw aja ntar kalau mencium bau makanan pasti dia bangun" ucapnya.
"wahh kapan perkiraan lahir?" tanyaku.
"Sebulan lagi" ucapnya,kami memasak ayam bakar madu dan sambal terasi buat sarapan pagi, bener kata Nadira kakaknya bangun begitu bau terasi mulai menyengat .
"Pantes ada bau masakan ada yang masak di dapur " Ucapnya.
" Tidak boleh asal comot mandi dulu baru kita sarapan bareng, panggil Mas Aryo sekalian kita makan bersama sambil ngobrol" ucap Nadira .
Meskipun kesel tetapi Nando menuruti perintah adiknya.
"Wah sarapan enak nik "ucap Nando .
"Mas aku mau bertanya jika suami istri itu bercerai dan anaknya masih bayi biasanya hak asuh di kasih ke siapa? tanyaku.
" Lo bahasa siapa sih ? tanya Nadira .
"Gue kemarin di Puskesmas ketemu Farida, dia akan diceraikan suaminya setelah anaknya lahir" ucapku.
"Bisa ceritakan detailnya biar kita paham" ucap Nando.
"Bentar jangan cerita dulu" ucap Aryo tiba-tiba dan langsung berlari keluar sepertinya menemui seseorang karena dia sempat membaca pesan masuk sebelum pergi.
" kenapa dia?" tanya Nadira .
" Paling kembarannya datang" ucap Nando, benar 5 menit kemudian Aryo masuk bersama Arya.
"Ketemu lagi hai janda kembang " ucapnya membuat Nando dan Aryo bingung dan Nadira ketawa ngakak.
" Udah nggak usah dibahas Gimana jadi nggak ceritanya ini" ucapku sewot melihat Arya.
"Ok kita langsung dengarkan " ucap Aryo.
"Gw minta makan ya "ucap Arya sambil berjalan ke dapur mengambil piring.
"Farida menikah kira-kira 4 bulan yang lalu setelah sebulan pernikahannya dia baru tahu kalau dia dijadikan istri kedua dikarenakan istri pertamanya tidak bisa mengandung. Kemarin aku bertemu dengannya dalam kondisi pendarahan Alhamdulillah bayinya selamat tapi sepertinya dia tertekan, dari ceritanya istri pertamanya suka memfitnah dia hingga membuat dia selalu disalahkan di mata keluarga suaminya. Suaminya mengancam akan menceraikan dia setelah anaknya lahir dan hak asuh akan diambil suaminya dengan alasan Farida tidak cukup ekonomi" ucapku.
"Kalau begitu dia mulai sekarang harus bekerja dan saat melahirkan nanti pastikan ekonominya sudah stabil biar hak asu lebih mudah didapatkan olehnya. Sebenarnya bayi yang baru lahir otomatis hak asuh adalah ibunya apalagi dia yang minum ASI, tapi mengingat kelicikan keluarganya kita tidak bisa menjamin itu bisa saja mereka menyuap hakimnya" ucap Arya.
" Tetapi masalahnya Farida dikurung tidak bisa kemana-mana dan suaminya orang berduit" ucapku.
"Emang suaminya siapa? tanya Nadira .
"Radi direktur garmen di tempat kita kerja dulu" ucapku.
" Tunggu Radi Atmaja bukan ?" tanya Arya.
"Iya" jawabku.
"Serahkan kasusnya sama aku pertemukan aku dengan istri keduanya akan ku pastikan dia memenangkan persidangan jika sepakat bercerai" ucap Arya.
"Lo harus hati-hati Radi itu licik " ucap Aryo.
" Waktu Lo Gagal nikah sama Ajeng gue jujur seneng karena lu tidak jadi masuk keluarga Wijaya, tetapi sekarang dia lagi berusaha mendapatkan Arkana buat masuk keluarga kita. Dengan kasus ini aku berharap papa dan Mama serta keluarga besar kita jadi tahu kelakuan Wijaya yang selama ini tertutupi nama Atmaja "ucap Arya.
"Sebenarnya siapa itu keluarga Wijaya dan siapa itu aja Atmaja,? tanya Nadira, membuat hatiku bersorak ingin tahu siapa sebenarnya Wijaya itu.
"Anisa Wijaya itu orang tua kandung Rahayu dan Radi mereka kembar, sedangkan Atmaja suami Anisa yang pertama otomatis orang tua kedua kandung Radi dan Rahayu" ucap Arya. Jadi Abi dan umi telah bercerai sejak kapan tanyaku dalam hati.
" Keluarga Wijaya itu sering terkena skandal tapi selalu ditutupi dengan uang, bahkan Kakak sepupunya Anisa pernah terkena kasus korupsi tapi bisa bebas, makanya aku senang waktu Ajeng anak Bambang tidak jadi menikah dengan Aryo" ucap Arya.
" Kalau ketemu ama orang yang kerjanya di LBH jadi tahu ya kebobrokannya orang" ucap Nando sambil tertawa.
" Bahkan perusahaan garmen yang sekarang dikelola oleh Anisa dan suami barunya pernah terkena kasus pembuangan limbah tetapi sampai sekarang kasusnya tidak jelas " ucap Arya.
" Kalau lu mau menjatuhkan keluarga Wijaya sebaiknya lu kembali ke firma hukum , jika masih di LSM posisi mu kurang kuat" ucap Aryo.
" Bilang kepada temanmu usahakan mencari bukti keburukan suami dan keluarganya karena dengan itu bisa meringankannya di pengadilan "ucap Aryo.
"Contohnya seperti video atau foto Radi lagi mabuk seorang pemabuk tidak layak mengasuh anak kecil atau kasus kekerasan " ucap Nando.
"Bagaimana kalau kita temui langsung orangnya kita pura-pura main ke rumahnya aja" ucap Arya.
"Gw tidak bisa ketemu dia di rumahnya kalau mau di luar sekalian jangan di rumahnya" ucapku.
" Kenapa tidak bisa kita kan ke sana mau melihat situasinya di sana bukan menanyakan kasus ini" ucap Arya.
"Aku belum tahu alamatnya " ucapku.
"Aku tahu mereka tinggal di mana" ucap Arya.
" Tapi waktu di rumah sakit ada seorang wanita yang dipanggil umi bilang istrinya suruh tinggal dipisah satu di rumah ,satu ikut uminya Aku tidak tahu siapa yang tinggal di rumah siapa yang tinggal di rumah uminya untuk saat ini"ucapku.
"Kalau begitu Lo ajak Arkana kesana mencari info" ucap Aryo.
"Nanti mereka malah besar kepala" ucap Arya.
"Sebenarnya Anisa itu berapa saudara ?" tanyaku.
" setahuku Anisa itu anak tunggal ibunya mempunyai kakak laki-laki dan mempunyai anak namanya Bambang mereka sama-sama anak tunggal, karena sama-sama anak tunggal mereka sudah seperti kakak beradik kandung" ucap Aryo.
"Kalau Atmaja?" tanya Nadira .
"Pemilik salah satu pondok pesantren di daerah Bogor, mereka menikah karena dijodohkan dan bercerai setelah pernikahan mereka menginjak 18 tahun. 1 tahun kemudian mereka sama-sama menikah lagi, Atmaja menikah dengan santrinya dan memiliki seorang anak laki-laki berumur sekitar 8 tahun dan Anisa juga menikah dengan duda teman sekolahnya" jawab Aryo.
" Jadi karena si Radi dan Rahayu anak dari Atmaja yang punya pesantren keluarga kalian menganggap mereka anak-anak yang baik yang soleh dan solehah " ucap Nadira .
"Betul " ucap Arya dan Aryo .
"Ahh ribet ya hidup orang padahal kelakuan anak belum tentu sama orang tua, anaknya maling bapaknya ustad ada ,bapaknya maling anaknya ustadz juga ada" ucap Nadira .
" Arkana dan Arya kan dulu selama SMA mondok di sana" ucap Aryo.
" Kok tingkah kalian tidak mencerminkan santri" ucapku spontan.
" Tidak ada hubungannya, di pondok emang kami diajarin kebaikan tapi kalau di luar kan ya tergantung kami" ucap Arya, sambil tertawa.
"Kalau Kak Aryo kenapa tidak ikut masuk pondok?" tanya Nadira .
" Karena Aku anak baik-baik tidak seperti mereka yang bandel makanya dimasukkan ke pondok, Arya waktu SMP sering tawuran sedang Arkana waktu SMP pernah mencicipi narkoba,baru ketahuan sama kakek eh waktu di tanya nyoba-nyoba. Yaudah akhirnya mereka berdua dimasukkan pondok sampai lulus SMA baru ditarik lagi ke Jakarta buat kuliah" ucap Aryo.
Dari sini aku bisa simpulkan perceraian umi Anisa dan Abi tidak lama setelah menemui kami, karena saat Abi mengenalkan Salma yang usianya beda jauh mereka baru menikah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments