"Ra kamu kenapa tidak bekerja sesuai ijazah terakhir mu ?" tanya Nadira saat aku dan dia makan malam bersama.Ini minggu ke 2 aku berada di apartemennya,selama 2 minggu Aryo tidak pernah menemu Nadira.
"Maksudnya ?" tanyaku memastikan.
"Aku minta maaf Minggu kemarin pas kamu kerja aku merapikan barang-barang mu di sana aku melihat gelar mu" ucapnya.
"Bukan gak mau bekerja sesuai gelarku, saat aku menginjakkan kaki pertama kali di kota inu aku pernah mencoba melamar di beberapa rumah sakit, tetapi kebanyakan mereka merekrut dokter yang dibawa oleh orang dalam atau kalau tidak mereka merekrut dokter yang sudah berpengalaman minimal satu tahun, sedang pengalamanku cuma Internship di pedalaman dari pada gw kelaparan ya udah aku kerja apa aja yang penting halal " ucapku malah membuat Nadira menangis.
"Ya makanya kebanyakan orang tuanya dokter anaknya juga dokter,kak Nando aja keterima di tempat kak Aryo dulu karena mereka berteman sejak masa kuliah"ucapnya.
"Lo ga nyoba ke puskesmas ?"
"Pernah gw nyoba tapi di tempatkan di pedalaman yang pelosok,hehe "ucapku.
"Ga usah dipikirkan kalau gue di pelosok nggak bakalan kita saling mengenal"sambungku lagi.
"Pantes mbak Ika bilang bahasa Inggris Mu bagus ,katanya loo kursus percakapan bahasa Inggris " ucapnya.
"Dulu waktu SMA bunda mengajarkan aku beberapa bahasa asing,cuma bahasa Inggris yang lebih ku perdalam " ucapku.
"Contohnya bahasa apa?".
"Gegroet, ik ben Nadira ,salam kenal aku Nadira itu bahasa Belanda " ucapku.
"Selai itu adalagi gak?" tanyanya membuat ku sedikit berpikir mengingat ajaran bunda.
"Wie geht es dir , bagaimana kabarmu dalam bahasa Jerman " ucapku.
"Wah Lo keren, semoga anak gw pinter kaya lo" ucapnya."Lebay Lo biasa aja kali " ucap ku.
tok tok tok " Siapa yang bertamu malam-malam ?"tanya Nadira.
"Paling laki loo kalau gak kakak Lo, gak mungkin nyari gw " ucapku.
"Aiss kenapa sih bertamu malam-malam" ucapnya kesel sambil berjalan ke arah pintu dan aku mengambil masker wajah lalu memakai di wajahku,tapi sayup-sayup aku mendengar langkah kaki mendekat.
"Lo sembunyi kan kemana Aryo"teriak wanita itu sambil membuka pintu kamar dan mengecek kondisi kedalam kamar. Ajeng ngapain malam-malam nyari Aryo,kulirik dibelakang Nadira ada Rahayu .
"Sudah kubilang dia tidak ada di sini masih gak percaya, lagian Kak Aryo bukan duit yang bisa gw kantongi ,dia itu orang meski gw sembunyikan dia bisa kabur " ucap Nadira.
"Lagian kalian gak malu mencari suami orang di rumah istrinya" ucapku dengan menutup mata tanpa melihat kearah mereka semua.
"Kan sekarang pelakor lebih terdepan "ucap Nadira.
"Gw bukan pelakor lo yang pelakor lu yang merebut posisi gue sebagai istri Aryo " ucap Ajeng tidak terima.
"Lo lupa Lo sendiri yang mengkhianati kak Aryo kenapa Lo nyalahin gw, kalau lu tidak selingkuh Kak Aryo tidak akan nikahin gue untuk menutup malu keluarganya karena undangan telah tersebar" ucap Nadira.
"Pak Aryo dengarkan selingkuhan bapak sedang marah-marah tidak jelas jadi harap segera pulang "ucapku langsung ku matikan ponselku setelahnya.
"Siapa dia ?" tanya Ajeng.
"Dia temanku sebaiknya kalian pulang kalau tidak terpaksa aku panggil keamanan buat mengusir kalian" ucap Nadira, kedua wanita itu langsung bergegas pergi tanpa banyak kata lagi.
"Lok beneran menghubungi kak Aryo ?" tanya Nadira .
"Nggak lah no aja gak punya " ucapku sambil melepas masker wajahku.
"Lantas ponsel Lo tadi menghubungi siapa ?" tanya Nadira .
"Kakak Lo, sekarang tugas Lo hubungi kakakmu biar tidak kuatir " ucapku sambil berjalan masuk kamar.
Akibat kejadian semalam pukul 07.00 pagi Aryo dan Nando sudah ada disini,
"Tiap hari kamu masak?" tanya Nando .
"Ya iyalah pak masak sudah numpang minta makan juga "ucapku yang di sambut tawa Nadira dan Aryo .
Hari ini aku memasak udang asam manis dan membuat bakwan jagung, setelah sarapan aku berangkat kerja bersama Nando sedang Aryo masih harus bicara dengan Nadira .
"Kata Ika bahasa Inggris Lo bagus,bisa gak Lo bentar gantiin sekretarisnya Pak Ardi?" tanya Nando.
"Semalam Ika bilang sekertaris pak Ardi lagi terkena influenza, gak sopan rasanya saat di tengah-tengah meeting kalau tiba-tiba bersin" ucap Nando .
Ternyata benar begitu aku sampai di kantor aku langsung di samperin Ika dan di ajak bertemu langsung dengan Pak Ardi dan sekertaris, jadinya aku terpaksa hari ini mendampingi Pak Ardi yang akan rapat dan juga sekretarisnya.
"Hopefully this collaboration will benefit both companies" ucap Mr. Marcel setelah selesai acara meeting.
"Bilang padanya kami senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda" ucap sekretarisnya Pak Ardi.
"We are happy to work with your company" ucapku saat P.Ardi dan tuan Marcel saling berjabat tangan , tetapi baru tiga langkah Mr. Marcel berjalan dia memegang dadanya sambil meremas dadanya menahan rasa sakit sebelum akhirnya pingsan hingga membuat beberapa orang yang di dalam ruang meeting menjerit histeris.
"Telpon ambulans "ucapku pada sekertaris Pak Ardi, Sambil menunggu aku longgarkan dasi yang dia gunakan dan membuka 2 kancing teratas kemejanya,supaya bisa bernafas.
"Tolong menjauh biar udara berganti "ucapku ,dengan cekatan sekretaris Pak Ardi mengusir semua orang di situ hanya tinggal kami berlima Mr. Marcel dan asistennya, aku pak Ardi dan sekretaris. Setelah posisi Mr. Marcell berbaring di tempat yang datar baru aku lakukan RJP (resusitasi jantung paru), sampai dia bisa bernafas teratur.
"Allhamdullilah "seru kita semua bertepatan dengan ambulance yang datang.
"Kamu cekatan ya menghadapi orang pingsan seperti sudah terlatih"Ucap pak Ardi.
"Hah itu Pak dulu pernah ikut kegiatan PMR waktu sekolah" bohongku.
"Kayanya kamu cocok kalau menjadi sekretarisnya Arya"ucapnya, saat aku hanya diam dan bengong karena bingung Siapa Arya dia malah tertawa.
"Arya saudara kembar Aryo dia bekerja di salah satu LBH, tetapi kadang juga ke kantor membantu pekerjaanku rencananya sebulan lagi akan kutarik untuk jadi wakilku biar dia bisa belajar"ucap Pak Ardi.
"Waduh Saya tidak sanggup Pak kalau menjadi sekretaris"ucapku.
"Menjadi sekertaris itu gampang asalkan kita mau belajar apalagi bahasa Inggrisnya juga sudah bagus"ucapnya.
"Hehehe takut pak , enakan jadi resepsionis aja " ucapku yang malah diketawain Pak Ardi dan sekretarisnya, hari ini sebagai imbalannya aku langsung mendapatkan upah lembur sebagai ahli bahasa dan ucapan terima kasih. Karena aksiku menyelamatkan Mr.Marcel beliau mengucapkan terima kasih dengan menawariku pekerjaan menjadi salah satu pegawainya juga memberikan ku imbalan. Karena sejak kejadian itu aku jadi pusat perhatian, aku merasa tidak nyaman dan akhirnya memutuskan berhenti dari pekerjaan.
"Gitu dong gunakan gelar mu untuk mencari pekerjaan masak kuliah mahal-mahal tidak di manfaatkan, lagian setahuku kuliah kedokteran itu paling mahal loo" ucap Nadira , saat Aku bercerita tentang ketidaknyamanan ku dengan sikap orang-orang yang selalu memandang ke arahku.
"Ada perasaan bangga waktu aku menolong Mr. Marcel kemarin karena itu aku berniat menggunakan skill ku lagi dan alhamdulillah kali ini aku diterima di sebuah klinik , meski hanya klinik aku akan berusaha dari sana" ucapku.
"Lo sudah bilang sama Kak Aryo dan Mas Nando?" tanya Nadira , yang aku jawab dengan gelengan.
" Gue nggak enak mau ngomong sama mereka,Lo aja bantuin ngomong " ucapku yang di balas Nadira dengan mencibirkan bibirnya.
"Tapi pihak HRD juga udah ACC ko, waktu aku bilang gak nyaman dengan tatapan orang-orang" ucapku, aku memang beralasan dengan pihak HRD bawah aku tidak nyaman jadi pusat perhatian sejak kejadian itu.
"Eh sebulan yang lalu aku pernah mengobrol sama Pak Ardi katanya suami lo itu punya saudara kembar namanya Arya?" tanyaku.
"Iya orangnya dari segi wajah sekilas mirip dengan Kak Aryo tapi kalau Kak Aryo dinginnya lembut kalau dia wajah-wajah playboy gitu, tetapi dia tidak suka memamerkan keluarganya orang-orang tidak mengenal kalau dia itu anak papa Ardi ,karena apa ,dia selalu menolak menghadiri acara kantor Kalau tidak ada hubungan dengan LBH tempatnya kerja, juga selalu kemana-mana naik sepeda motor jika naik mobil pasti mobil grab" ucap Nadira .
"Wah hebat sebenarnya menurutku merakyat tapi kok play boy ya"ucapku.
"Lo umur 24 Uda jadi dokter masuk kuliah umur berapa?" tanya Nadira .
"Umur 17 tahun kurang sedikit aku mulai masuk menjadi mahasiswa kedokteran, umur 20 lebih aku sudah sarjana kedokteran ,umur 23 aku sudah menyelesaikan caos dan Internship" ucapku.
"Lo kuliah di Jogja ko nyari kerja kesini?" tanya Nadira .
"Gw pengen melupakan masa lalu, memulai hal yang baru di tempat yang baru, tetapi di sini ternyata susah mencari pekerjaan, tapi Alhamdulillah sekarang aku sudah bisa memanfaatkan ilmuku"ucapku.
" Semoga Lo sukses di tempat kerja baru " ucap Nadira .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments