Setelah masuk aku tidak berani keluar lagi dari kamar Nadira , bahkan saat para orang tua pulang termasuk Abi aku memilih pura-pura tidur. Nadira yang tau hubunganku dengan orang tuaku pun memakluminya bahkan mendukung kebohonganku, karena sayup-sayup aku mendengar obrolan mereka. Seingatku semalam Abi juga sempat menanyakan tentang orang tuaku dan asal-usul ku ,aku juga mendengar Nadira menjawab kalau aku anak yatim-piatu.
"Bener Lo gak punya orang tua alias yatim-piatu ?"tanya Arya.
"Buat apa Lo ingin tahu keluargaku, gak penting buat mu" ucapku.
"Ya perlu, aku kan mau melamar mu" ucap Arya.
"Gila kamu ga denger kata mamamu semalam "ucapku.
"Justru itu aku mau menikah dengan orang yang di tentang mama"ucap Arya.
"Stress loo gw bukan barang uji coba buat Lo jadikan umpan memancing kemarahan orang tua loo" ucapku kesal.
"Bukan umpan mama orang yang keras jika istriku penurut seperti istri Aryo,gw yang akan di setir mama gw "ucap Arya.
"Kok gw di bawa-bawa, gue bukan penurut gue cuma menghormatinya sebagai orang tua dan ibu yang melahirkan suamiku" ucap Nadira.
"Apa kamu tahu kenapa kami berdua kuliah di jurusan yang sama?" tanya Arya yang Nadira dan aku jawab dengan giliran kepala.
" karena kami sama-sama dipaksa masuk kelas hukum untuk meneruskan perusahaan mereka, papa dan mama dulu mendirikan firma dari nol karena itu mereka tidak akan rela diurus orang yang bukan darahnya" ucap Arya.
"Lalu apa bedanya denga kembaran mu yang diusir dan di asingkan ke Surabaya ?" tanyaku.
"Aryo itu selain pendiam dia tipe orang yang gigih,karena itu dia yakin Surabaya akan maju di tangan Aryo , sekarang tergantung kamu memotivasi suamimu" ucap Arya kepada Nadira .
Setelah selesai sarapan pagi bersama kami mengantarkan Nadira dan Aryo ke bandara, "kamu bener tidak ingin kami antarkan dulu ke tempat kerja?" tanya Nando.
"Tidak usah terima kasih, boleh aku minta tolong pada kalian?" tanyaku yang dijawab anggukan kepala mereka," siapapun baik kalian kenal atau tidak jika ada yang ingin menanyakan tentang aku ,alamatku aku tolong bilang tidak tahu dan yang terakhir tolong jangan kasih tahu siapapun mengenai nomor ponselku"ucapku.
"Aneh Lo kaya orang penting, lagian siapa juga yang bakal mencarimu "ucap Arya.
" Kan aku bilang jika ada " ucapku sebelum aku masuk kedalam taxi.
Aku yakin Abi pasti mencariku, apalagi semalam dia mendengar aku anak yatim piatu. Sebenarnya aku bukan tidak suka atau tidak berani bertemu dengan Abi,tapi aku takut tidak bisa menahan emosiku kalau ketemu dan ngobrol langsung dengan Abi.
"Dokter mau pulang ?" tanya suster Mia .
"Iya kenapa sus?"tanyaku.
"Diluar ada mbak Farida, sedang menunggu" ucapnya.
"Ok terimakasih,ya"ucapku sebelum pergi.
"Ayo masuk" ucapku pada Farida .
"Aku mau cerita pada mu, boleh ?"tanya Farida setelah aku tiba di tempat tinggal ku.
"Tentu,kamu itu temanku tentu boleh bercerita apa aja" ucapku.
" Umi Anisa meminta kepada orang tuaku untuk segera membayar hutang kami, jika aku masih menuntut cerai dari anaknya" ucap Farida .
"Terus kamu berniat membatalkan gugatan cerai dan tuntutan tindak pidana KDRT suamimu?" tanyaku.
"Iya"ucapnya sambil mengagukan kepala," tetapi kedua orang tuaku melarang, mereka berniat menjual rumah dan hidup di kampung di rumah peninggalan orang tua ibu"ucap Farida .
"Terus sekarang apa yang menjagal isi hatimu,?"tanyaku.
"Aku takut Mas Radi akan mencariku dan mengambil anakku"ucapnya.
"Kenapa kamu begitu yakin mereka bakal mengabil anakmu?tanyaku.
" Waktu aku tinggal di rumah mereka aku pernah mendengar dari salah satu pembantu di sana, kalau keluarga mereka itu susah memperoleh keturunan semua karena kutukan istri tua almarhum tuan Wijaya"ucap Farida .
"Astaghfirullah, mereka tuh kaya bukan orang beriman saja. Seharusnya mereka tahu dong anak itu rezeki dari yang di atas dari yang pencipta bukan karena mereka susah punya keturunan karena kutukan,ko sikap tidak mencerminkan anak seorang ustadz,y?"ucapku.
"Aku kasih tau,aku tidak tahu bener tidaknya,cuma aku sering denger para pembantu di sana sering bercerita kalau orang yang selama ini di panggil Abi sama mas Radi dan Rahayu itu bukan ayah si mereka"ucap Farida .
"Astaghfirullah,siapa yang bilang begitu ?"tanyaku tidak percaya.
"Semua pembantu di sana yang bilang karena salah satu dari mereka pernah mendengar obrolan umi Anisa dan suaminya yang sekarang,kama tahu siapa ayahnya ?"tanya Farida yang ku jawab dengan gelengan kepala." Ayahnya yang sekarang adalah suaminya yang sekarang "ucap Farida .
"Astaghfirullah, jangan bilang ke orang lain takut kamu tar dikira fitnah"ucapku.
"Ko gitu ?"tanya Farida ,"Itu kan info aku dapat dari orang rumah mereka bukan sendiri, bukan aku yang sengaja bikin cerita sendiri "ucap Farida .
"Semisal ada orang luar yang tahu, terus namamu di bawa-bawa kamu yakin Radi tidak marah besar padamu"ucapku.
"Iya juga ya ,Radi ngeri kalau marah"ucap Farida ."Aku sekarang jadi nyesel dulu mengaguminya ,di tempat kerja terlihat cool, tegas dan berwibawa. Benar kata pepatah jangan pernah menilai orang lain, karena kita tidak tahu tentang mereka"ucap Farida .
"Ya ibarat Lo beli buah aja di pasar,udah Lo pilih-pilih dengan teliti masih ada aja yang tidak manis, yang busuk padahal di luarnya bagus semua"Ucapku.
"Aku juga heran kenapa orang selalu menilai penampilan dari luar, termasuk diriku hehehe"ucap Farida sambil terkekeh.
"Lo baru sadar kelakuan Lo,"ucapku yang di jawab anggukan kepala olehnya.
"Setelah aku menikah dengan mas Radi banya hal yang aku lihat contohnya, Rahayu Adik kembar mas Radi kalau keluar rumah pakai gamis, pakai hijab tapi kalau dirumah cuma pakai hotpants pendek dan tank top aja padahal, pekerja rumah sebagian laki-laki"ucap Farida .
Apa Abi juga tahu kalau si kembar anak yang selama ini dia sayang dan dia besarkan bukan darah dagingnya,kataku dalam hati saat Farida sudah pulas tidur di sampingku aku malah tidak bisa tidur sama sekali, Arya juga pernah bilang meski Rahayu berpakaian hijab tetapi masih suka dugem. Sebenarnya apa yang terjadi dengan keluarga mereka kemana keluarga yang dulu terlihat harmonis,umi Anisa yang lemah lembut,Abi yang sabar apakah semua hanya kedok belaka. Apa keluarga Abi yang sekarang juga hanya tipu muslihat saja,Ahhhh kenapa aku harus bertemu mereka juga,apa tidak bisa aku kabur jauh dari mereka saja. Apa aku harus mulai menyiapkan diriku jika suatu saat Abi menemuiku dan menanyakan bunda, malam ini aku tidak bisa tidur hanya sibuk dengan duniaku sendiri berakibat aku kesiangan bangun.
"Astaghfirullah,gw kesiangan belum sholat subuh " ucapku saat melihat jam dinding sudah menunjukkan waktu 5.30 menit, aku langsung loncat menuju kamar mandi untuk menjalankan salat subuh.
"Bangun subuh " ucapku untuk membangun Farida." Gw udah Subuhan tadi terus tidur lagi karena lihat Lo tidur "ucapnya.
"Kenapa gak bangunin gw?"tanyaku, " karena lu biasanya bangun saat adzan subuh, makanya gak aku bangun gw kira Lo tidur habis sholat subuh "ucapnya.
Setelah menyelesaikan rutinitas pagi aku kembali ke klinik dan Farida langsung pulang ke rumah orang tuanya.
Arya
Makan siang gw tunggu di depan rumah makan Padang di depan klinik Lo kerja.
^^^me^^^
^^^buat apa^^^
Arya
Ada yang perlu gue bahas dengan Lo
^^^me^^^
^^^ok jangan telat^^^
Arya
okay dear
"Sus aku mau makan siang di rumah makan depan kalau ada apa-apa telepon aja aku langsung" ucapku pada suster Mia.
"Ok dok,siap"ucapnya.
Setelah aku berjalan menuju rumah makan Padang dan masuk ke dalam kulihat Arya sedang menikmati makan siangnya. "Lo udah gw pesan ni pa Lo keluar dari klinik, bentar lagi juga di anter kesini"ucapnya, tidak lama kemudian datang pesananku.
" Lo harus hati-hati sama ustadz Prabu"ucapnya membuatku melihatnya aneh. " Semalam dia mampir kerumah dan menanyakan tentang Lo,apa bener Lo janda, suamimu orang mana, cerai hidup apa cerai mati pokoknya aneh"ucap Arya membuatku bengong,
pasti Abi marah karena jika benar aku menikah harusnya aku mencarinya buat jadi wali nikahku.
"Ko Lo bengong sih,ingat meski Lo janda bukan berarti Lo harus nikah sama dia,ingat umur kalian itu terpaut jauh, dia pantas menjadi ayahmu bukan menjadi suamimu"ucap Arya.
"bukannya kelapa itu semakin tua semakin banyak santannya ya" ucapku membuat Arya melotot dan aku tertawa dibuatnya.
"Gw rela ikhlas kalah dari Arkana ,tapi gak rela kalau kalah dari ustadz Prabu"ucap Arya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments