Sejak ada razia di kosan ku dan ada yang terjerat narkoba bahkan ada yang ketahuan hamil mulai hari itu peraturan di kos-kosan menjadi lebih ketat. Mulai diberlakukan jam malam sampai jam 23.00 untuk tamu tidak boleh masuk kamar, kerja malam harus lapor dan setiap tamu yang menginap harus lapor sama pengurus kos-kosan. Sebenarnya banyak yang tidak setuju bahkan berencana pindah tetapi mengingat fasilitas yang lumayan dan harga sangat terjangkau membuat mereka berpikir ulang untuk pindah, karena di tempat yang baru dengan harga segitu belum tentu dapat fasilitas yang sama.
"Lo tau ga hari ini para direktur akan melakukan sidak lapangan"ucap Farida menghampiriku yang lagi menulis laporan.
" Ko Lo tau?"tanyaku.
"Gw baru dari toilet di sana anak-anak cleaning servis cerita kalau dia baru membersihkan ruang divisi keuangan buat persiapan menyambut Direktur "ucap Farida.
"Ko ruangan kita tidak dibersihin sekalian apa tidak terkena sidak?" tanyaku.
" Biasanya hanya ke lapangan produksinya tidak sampai ke ruangan kita , lagian ruang ini cukup bersih makanya kepala divisi Quality Control tidak menyuruh membersihkan ruangan kita" ucapnya.
" Terus kenapa Lo heboh " ucapku.
"Kamu pasti juga bakal heboh kalau melihat direkturnya, masih muda tajir ganteng lagi ini perusahaan kan punya kakeknya" ucapnya sambil memoles makanya.
" Jadi lu memakai make up buat menyambut direktur itu?" tanyaku.
"Ya siapa tahu nanti Pak Radi terpikat sama diriku" ucapnya percaya diri.
"Jadi namanya Radi" ucapku yang disambut anggukan kepala oleh Farida,Radi Rahayu dobel R ucapku dalam hati.
"Terus jam berapa sidaknya?" tanyaku.
"Waktu anak cleaning servis membersihkan ruang keuangan dia lagi sidak di ruang HRD" ucap Farida, semoga orang yang berbeda kan nama Radi banyak ucapku dalam hati.
Aku bekerja dengan sedikit tidak tenang meski kekuatiran ku belum terbukti,saat aku memeriksa barang siap kirim kulihat segerombolan orang memasuki gudang.
"Mbak orang kalangan atas sudah datang untuk meninjau kita para Romusa" ucap salah satu tenaga kerja bagian packing padaku.
"Haha bisa aja kamu, kerja seperti biasa jangan menarik perhatian mereka bisa habis kita nanti," ucapku karena aku tidak berani melihat kearah mereka jujur aku takut kekuatiran ku menjadi kenyataan.
"Setuju kita Romusa, rombongan orang susah hanya bisa kerja jangan bikin masalah bisa ditendang kita nanti"ucapnya lagi.
"Hus mereka mendekat "ucapnya lagi.
"Barang yang ada disini ini sudah siap dikirim pak atau kita taruh gudang untuk menugu proses pengiriman "ucap kepala gudang.
"Jadi bisa dipastikan semua barang di sini sudah 100% bagus dong, kalau siap kirim" ucap seseorang yang tidak ku ketahui yang mana kare posisi ku membelakangi mereka dengan jarak lumayan sekitar 3 meter di belakangku , dengan perlahan aku bergeser tanpa melihat.
"Kamu gak perlu geser teruskan pekerjaanmu "ucapnya sebelum pergi, ada kelegaan setelah para gerombolan itu pergi meninggalkan area gudang.
"Pasti itu Pak Radi yang paling ganteng,ihh kaya CEO yang di ceritakan di novel-novel yang suka aku baca ", ucap salah seorang di gudang saat aku tidak sengaja mendengar obrolan mereka saat aku lewat di sekitarnya.
"Benerkan aku bilang dia tidak keruangan kita, karena ruang Kita sudah bersih dan di sini hanya ada sampel-sampel dan kertas tidak ada hal yang menarik ,berbeda dengan divisi keuangan dan HRD di sana banyak data karyawan data keuangan dan data-data penting lainnya"ucap Farida , nyesel gue niat ke gudang untuk sembunyi malah mereka kesana, seharusnya tadi gua di ruangan sini aja nggak usah ke mana-mana ucapku dalam hati.
" Lo ketemu sama yang kamu sebut Direktur muda ganteng mu?" tanyaku.
"Nggak sih, tapi gua dapat fotonya dari anak cleaning service pas beliau lagi masuk toilet" ucap Farida sambil membuka ponselnya dan menyodorkan ke arahku supaya aku melihatnya.
"Ganteng kan kaya Indra L. Brugman "ucapnya lagi, membuat nafasku terasa berhenti dia orang yang sama yang menemui kami 9 tahun lalu.
"Benerkan aku bilang juga kamu bakal terpesona kalau melihatnya buktinya kamu sampai bengong karena terpesona kegantengannya, " ucap Farida sambil menyimpan lagi ponselnya.
Jadi selama ini aku bekerja di perusahaan garmen milik keluarga wanita yang harus aku panggil umi,ohh tuhan apa aku sebaiknya mengundurkan diri saja dan mencari pekerjaan yang lain ucapku dalam hati sambil berjalan ke toilet.
Aku ambil air wudhu untuk melaksanakan salat zuhur, saat aku hendak meninggalkan musola kulihat rombongan Direktur keluar dari musola sebelah yang khusus jamaah laki-laki.
Ku urungkan niatku untuk meninggalkan musola biar rombongan direktur keluar duluan, hingga musibah itu datang.
"Habis sholat Dzuhur Dara" ucap P.Arif, manajer HRD menyapa ku dengan berat hati dan terpaksa kulihat kearahnya dan tersenyum sopan, yang secara otomatis satu rombongan yang berisi 5 orang itu melihat kearah ku termasuk Radi.
" Wah bener-bener wanita solehah,saat yang lain istirahat langsung ke kantin kamu malah pergi ke mushola dahulu" ucap P.Arif.
"Wanita Solehah akan selalu menutup auratnya bukan membuka auratnya " ucap Radi sambil menatap tajam kearahku. 'Aku tidak butuh menjadi wanita solehah cukup aku dan tuhanku yang tahu keimananku kataku yang hanya berani ku sampaikan di dalam hati.
Tanpa menjawab hanya tersenyum sopan aku pergi meninggalkan mushola" tidak ada sopan santun sama atasan " ,ucap Radi yang masih bisa ku dengarkan saat aku berjalan menjauh.
Sepertinya hidupku tidak akan tenang dan semestinya aku juga harus mulai mencari pekerjaan baru untuk mengisi perutku.
^^^me^^^
^^^Nadira ini gw Dira kuadrat kalau kamu tahu informasi lowongan pekerjaan^^^
^^^infokan gw dong^^^
Dengan terpaksa aku mengirim pesan kepada Nandira, jika aku bertanya lowongan pekerjaan kepada Farida aku takut dia akan kepo dengan alasan mengapa aku mengundurkan diri.
"Balik yu"ucap Farida.
"Nebeng ya,bawa motor kan"kataku.
"Ayo" ucap Farida sambil menggandeng ku keluar pabrik menuju tempat parkir.
Selama dalam perjalanan aku merasa ada yang mengikutiku, karena itu aku putuskan untuk pergi main ke rumah Farida. Dan ahkirnya aku terpaksa pulang malam karena harus membantunya mengerjakan skripsi.
" Benerkan aku bilang otak lu encer, lumayan sudah selesai 1 bab " ucapnya.
"Tidak ada jaminan otak gue encer kalau itu belum di-acc sama dosenmu" ucapku.
"Karena kamu sudah membantuku aku akan mentraktir mu makan malam dan k
gw antar kamu pulang dengan selamat" ucap Farida.
"Boleh tu gw mau makan pecel lele aja gimana boleh" ucapku.
"Ayo dengan senang hati" ucapnya.
"Pecel lele di sini dijamin enak aku dan seluruh keluargaku suka beli di sini ayo kamu makan pakai apa,"ucap Farida kami memesan 2 porsi nasi,2 lele ,2 sate ati,2 tahu dan es lemon.
"Lumayan ramai juga ya" ucapku.
" Disini selalu ramai kecuali tanggal muda agak sepi" ucap Farida sambil terkekeh.
"Misi mbak numpang duduk" ucap seseorang yang langsung duduk di kursi sampingku, karena posisiku duduk dengan Farida adalah saling berhadapan .
"Silakan mas kosong belum ada yang dudu" ucap Farida manis, nampak 3 polisi yang masih bersragam itu duduk setelah dipersilakan oleh Farida, berbeda dengan yang duduk di sampingku langsung duduk tanpa persetujuan kami.
" Mari mas duluan " ucap Farida sopan saat makanan kami datang ke meja kami.
" Perasaan dari tadi saya perhatikan mukanya tidak asing mbak yang janda kembang itu kan " ucap polisi yang dulu menemukan taspek di dalam tasku.
uhuk huk Farida yang kaget langsung terbatuk-batuk mendengar perkataannya.
"Iya"jawab yang duduk di sampingku, Farida yang kebingungan melihat ke arahku seolah bertanya Ada apa ini.
"Nanti gw jelasin " ucapku lirih.
kami makan tanpa ada bersuara aku hanya berharap acara makan ini cepat selesai dan aku bisa pulang ke kosan ku.
"Ada apa sih sebenarnya, siapa jadi kembang?" tanya Farida, ahkirnya aku ceritakan semua yang ku alami saat di club malam minus tentang kehamilan Nadira tentunya. Sontak Farida tertawa ngakak setelah aku berhenti menceritakan semua yang ku alami hingga aku dipanggil janda kembang.
"Eh tapi ketiga polisi tadi cakep-cakep ya boleh dong dikenakan kalau ketemu lagi" ucapnya.
"kenapa tadi tidak kamu ajak aja kenalan sekalian, lagian aku juga tidak mengenal mereka meskipun beberapa kali bertemu" ucapku.
"Bego kan ada name tag-nya harusnya tadi kita lihat namanya dari situ" ucapnya.
"Udah ga usah dibahas lagi sudah malam kamu mau pulang apa mau nginep?" tanyaku.
" Pulanglah baru juga jam 10.00 malam " ucapnya sebelum berpamitan pulang denganku.
Sepertinya aku harus mulai mencari pekerjaan dan mempersiapkan surat pengunduran diriku pikir ku.
Nadira
Ada di kantor mas Aryo
^^^me^^^
^^^bagian apa aku mau^^^
Nadira
staf keuangan dan cleaning service
^^^me^^^
^^^oke terima kasih informasinya^^^
^^^aku akan siapkan lamaranku secepatnya^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments