"Maaf mas ga bisa berbuat adil".
"kalau mas sadar tidak bisa berbuat adil tolong lepaskan aku".
"Gimana dengan putriku".
"Aku tidak melarang mas menemui nya ,tapi tolong jangan paksa dia menerima mas"
"kenapa kamu tidak bilang mas kalau hamil".
"Emang mas ada waktu mendengarkan aku,janji mas akan bersikap adil hanya di depan orang selebihnya omong kosong"
"ko adek bilang begitu"
"Mas lupa sebelum nikah mas berjanji akan adil,mana buktinya"
"Mas sudah berusaha bersikap adil seminggu dirumah Anisa seminggu dirumah mu".
"Iya seminggu di rumah ku tapi mas akan datang malam dan pergi pagi,tidak seperti dengan Anisa"
"Kan wajar Anisa tinggal di pesantren dan mas juga ngajar di pesantren ".
"Wajar menurut mas tidak adil menurutku,saat giliran Anisa mas akan dua puluh empat jam sama dia,saat giliran bersamaku masa hanya sepuluh jam bersamaku mas menghabiskan makan siang dengan Anisa ,makan malam dengan Anisa dan baru pulang kerumah ku saat anak anakmu dah tidur. Aku masih diam waktu Anisa minta kamu menceraikan aku karena ternyata dia tidak sakit,aku berharap itu hari kebebasan ku untuk bahagia akan datang tapi aku salah mas malah pergi tanpa ijin padaku tanpa pamit padaku bahkan dua Minggu sebelum pergi mas tak pernah mengunjungi ku".
"Mas mintak maaf kamu tau waktu itu dobel R lagi sakit ,jadi ga bisa menghubungi mu"
"kalau mas niat dan menganggap ku ada di hati mas,mas akan menyempatkan menemui ku,lagian rencana mas lanjut pendidikan kan jauh sebelum kita nikah tapi mas tetap diam".
"maaf mas kira Anis dah cerita sama kamu tentang rencana kepergian mas"
"jika aku di hati mas mengapa nugu hampir 16 tahun lebih buat menemuiku ".
"Saat aku pulang umi kena stroke ga bisa bicara sampai sekarang ,dan Abi telah meninggal, karena itu mas tidak bisa mencari mu".
"Innalillahiwainnailaihirojiun,tapi secara agama mas udah menceraikan ku,karena itu mari kita permudah aja ,"
"Apa maksud kamu "
"10 tahun tidak ada nafkah buat aku,bukannya aku dah bisa menggugat cerai mas dengan alasan itu"
"Kenapa begitu setiap bulan Anisa aku suruh mengirim kamu uang sebagai nafkah kamu ,seharusnya mas yang marah kamu merahasiakan keberadaan putriku"
"Aku tidak pernah merahasiakan dari siapapun,saat aku telat dua Minggu aku periksa kehamilan di bidan dekat rumah,saat udah pasti kebenaran kehamilanku aku mengunjungi orang tua mas berniat untuk bercerita tapi aku malah melihat umi sibuk menyiapkan kebutuhan mu yang akan ke Kairo ,aku diam nugu mas cerita sekalian aku kasih kabar kehamilanku,tapi apa yang terjadi mas mengabaikan aku dua Minggu dengan keluarga kecil mas tanpa memikirkan aku sedikit pun. Selama aku hamil aku selalu dirumah para tetangga tau semua aku hamil hanya keluarga mas yang ga tau kenapa,Karan Anisa tak pernah menemuiku dan orang tua mas hanya datang setiap tanggal satu"
"Hos hos hos "suara nafas ku terasa mau berat saat aku terbangun karena mimpi sialan itu, entah kenapa akhir-akhir ini aku sering bermimpi dengan kejadian masa lalu baik yang ku alami langsung maupun tidak sengaja aku dengar.
Aku Rindu bunda aku mau bertemu bunda ucapku dalam hati,ku lirik jam dinding menujukkan angka 3.30 pagi ahkirnya aku putuskan bersujud padanya meminta ketenangan dan keikhlasan kepada Nya supaya sakit hati ini bisa hilang seiring waktu berjalan.
"Pagi syantiik ku"ucap Farida yang baru masuk ruangan quite control.
"Assalamualaikum "ucapku yang di balas cengiran gigi kelincinya.
"Bantu gw ngerjain skripsi dong, bapak ngasih ultimatum kalau tahun ini gak lulus,gw akan di kirim ke Bogor ke rumah uwa" ucapnya. Farida begitu lulus ga mau kuliah setelah berkerja setahun dia mau kuliah tapi dasarnya anaknya lebih suka kerja ya kuliahnya kagak semangat.
" Dasar looDERMADI" ucapku.
"Apaan DERMADI?" tanyanya.
"Derita mahasiswa abadi haha"ucap ku sambil tertawa kecil.
"Gw bukan DERMADI ya gw cuma males,gw sukanya cari gebetan yang kaya terus nikah tanpa bekerja "ucapnya
" Haha ya sudah sana cari jodoh yang tajir, tapi biasanya yang tajir itu Duda"ucapku.
" Gak masalah buatku DUREN SAWIT tapi gw sadar KOMUKA" ucapnya.
"Ngomong apa sih loo?"tanyaku.
"Duda keren sarang duit DUREN SAWIT haha. KOMUKA kondisi muka gw sadar muka gw pas-pasan coba gw bisa pinjam muka loo,gw Pansos sama P.Arif"ucapnya.
"Ogah gw sama pak Arif gw nyari yang biasa-biasa aja " ucapku,P.Arif HRD duda dan ponakan yang punya pabrik tapi playboy.
"Kan gw bilang Pansos panjat sosial aja kalau udah masuk dan kenal kalangan atas ya udah gw cari yang baru "ucapnya.
"Dasar Gila loo,ahh kerja cari cuan dulu"ucapku saat melihat sudah waktunya mulai kerja.
"Gimana bantuin gw ya" ucapnya.
"Loo yakin minta tolong gw?" tanyaku.
"Yakin ,meskipun aku tidak tahu Kamu lulusan apa aku tahu kalau kamu punya otak di atas rata-rata " ucapnya
"Sok tau loo".
"Tahulah aku pernah lihat loo ngobrol pake bahasa Inggris lancar sama turis yang lagi kesasar "ucapnya ,aku tidak menanggapinya dan langsung pergi meninggalkannya menuju land untuk mengecek secara acak baju-baju yang sudah siap kirim tinggal di packing.
"Makan siang dulu yuk " ucap Farida menghampiriku di meja kerja yang lagi menulis laporan kerja.
"Gw dapet jatah makan dari anak land yang lagi syukuran ultah tahun "ucapku sambil menunjukkan nasi box yang berisi nasi kuning.
"Enak banget sih loo gw yang sudah hampir 2 tahun aja gak pernah dapet jatah dari mereka kalau ada bagi-bagi makanan,loo yang baru 6 bulan ko selalu dapat jatah sih ?" tanyanya yang ku jawab dengan mengakat bahu tidak tahu.
"Ya udah gw cabut Lo mau nitip gak ?" tanyanya,aku gelengkan kepalaku karena aku merasa tidak perlu apa-apa lagi. setelah Farida pergi segera ku langkahkan kaki untuk melaksanakan kewajiban dzuhurku,aku makan siang setelah sholat ku selesaikan.
"talak adikku sekarang keparat,bebaskan adikku biakan adikku bahagia jangan kamu kekang terus,apa tidak cukup kau selama enam belas tahun kau bahagia dengan istrimu sedang disini adikku menderita " kata paman dengan meneteskan air mata sambi memukul Abi.
"Hari ini aku prabu Atmaja akan memberimu talak satu buat istri ke dua ku Dwi Ayu Arum"kata Abi langsung mengeluarkan air mata dan duduk dengan lunglai di lantai rumah kami
"kamu bebas adikku ,kamu berhak bahagia ada atau tidak suami kamu harus bahagia"kata paman sambil menghapus air mata bunda ku.
"secepatnya aku akan urusan perceraian kita ,maaf selama menjadi suamimu hanya luka yang ku beri "kata Abi sebelum melangkah dengan tertatih keluar dari rumah masuk kedalam mobil.
"Bangun tidur Bae, kebiasaan habis makan tidur sampai bungkus nasinya gak di buang" ucap Farida sambil memukul-mukul pipiku.
Ya Allah mimpi lagi ucapku mengingat mimpi ku barusan.
"Gw ke kamar mandi sebentar mau cuci muka " kataku sambil berjalan keluar ruangan menuju toilet khusus staf.
Didalam ruanganku ada 6 orang quite control kami bekerja 2 sif dan libur yang tidak sama.
" Bagaimana sudah merasa seger setelah mencuci muka?" tanya Farida.
"Alhamdulillah,Lo yang bersihin box nasi ?"tanyaku.
"Ya iyalah disini cuma ada kita berdua, masak jurig .
"Thanks my friend " ucapku sambil memeluknya.
"Lo mimpi ya tadi soalnya gw sekilas lihat air mata Lo keluar " ucap Farida hati-hati.
"Mimpi ketemu Bunda"jawabku.
"Bundamu orang mana sih kok mukamu kayak bukan orang lokal?" tanya Farida.
"Bunda ku asli seratus persen orang Jawa tulen, sedang Abi campuran ayah Abi Bandung uminya asli Mesir berdarah Eropa " ucapku.
"Pantas muka loo ada muka timur tengah tapi mata loo kaya orang Eropa" ucap Farida.
"Biasa aja kali gw malah suka muka bunda gw yang asli Jawa hitam manis " ucapku.
" Lo yang punya wajah putih Malah suka hitam kayak gue , sedang gw pingin putih kayak elu hahaha aneh ya orang hidup" ucapnya.
"Itulah manusia tidak pernah bisa bersyukur termasuk gw"ucapku.
"Pasti kalau lo punya saudara laki-laki, saudara lu juga ganteng" ucapnya.
"Siapa bilang gue punya kakak sambung kembar cewek cowok mukanya lokal banget "ucapku mengingat mereka yang meski cuma bertemu sekilas tapi mereka tidak ada mirip Abi sama sekali.
"Lo punya saudara tiri?" tanyanya tidak percaya.
"Bundaku istri kedua Abi gw poligami" ucapku berusaha menutupi Sakit hatiku.
"Ko mau bunda mu jadi madu terus istri pertamanya gimana ?" tanyanya, beginilah nasib istri kedua selalu di pandang rendah oleh orang lain .
"Bunda menyanggupi karena permintaan istri pertamanya bunda terpaksa melakukan karena butuh biaya buat operasi kakek saat itu,buat keluarga Abi poligami hal yang biasa Abi aja anak istri kedua" jawabku membuat Farida melongo mendengarnya.
"Lebih baik gak usah menikah dari pada di poligami, karena pasti menyakitkan "ucap Farida yang ku tanggapi dengan senyum tipis, tetapi menangis hati ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments