Setela Aryo dan Nando tahu aku mengundurkan diri langsung mencariku di Apartemennya Nadira , setelah Nadira menjelaskan alasanku mereka menerimanya dan mendukungku untuk meneruskan karirku sesuai gelar yang kudapat. Sudah sebulan aku menjadi dokter di salah satu klinik di pinggiran kota Jakarta,
"Pagi dokter "sapa suster Mia.
"pagi suster Mia" balasku.
" Gimana dok betah kerja di sini?" tanyanya.
"Allhamdullilah sejauh ini nyaman"ucapku.
"Kok jawabnya nyaman sih dok,kan saya bertanya betah gak ?" ucap suster Mia .
"Haha betah definisi ku itu bisa bertahan di satu tempat, selama aku masih di sini berarti masih betah" Ucapku.
"Dok ada korban kecelakaan "ucap seorang perawat laki-laki menghampiri kami, dengan berlari aku dan suster Mia mendatangi UGD menugu ambulans datang.
"Korban laki-laki usia sekitar 30 tahun diduga mengantuk saat mengendarai sepeda motor, dari tim medis di ambulans korban mengalami pendarahan di kening tapi sudah di hentikan dan sepertinya mengalami patah tulang,saat ini dalam kondisi sadar tekanan darah normal" ucap perawat menjelaskan kondisi pasien yang sedang menuju ke puskesmas. Begitu tiba pasien langsung mendapatkan penanganan tidak ada luka serius tetapi luka-luka luarnya cukup banyak.
"Pasiennya meski mukanya penuh luka tetapi masih kelihatan gantengnya ya" bisik suster Mia , membuatku menahan tawa dengan kelakuan suster Mia .
"Tidak ada luka serius hanya begitu banyak luka yang ada di wajah dan tangan kemungkinan akan lama sembuh dan untuk kaki saya sarankan ke dokter spesialis tulang ,untuk sementara kaki saya balut dengan gips" ucapku, sambil sesekali mengamati wajahnya yang seperti tidak asing buatku.
"Jangankan di balut dengan gips dengan cinta dokter saya tidak menolak ko"ucapnya membuat suster Mia tersenyum malu,dasar play boy Ucapku dalam hati.Ya sekarang aku ingat jika tida salah pasti ini Arya saudara kembar Aryo, saat mengingat kalimat Nadira kalau Arya dan Aryo itu mirip cuma Arya kulitnya lebih gelap karena sering naik sepeda motor dan playboy.
"Itu ponsel saya dok hubungi di kontak dengan nama Aryo" ucapnya.
"Suster Mia, tolong hubungi keluarga pasien sesuai yang dikatakan pasien tadi!" ucapku yang langsung di lakukan oleh suster Mia .
"Sudah dok mungkin sekitar 1 jam lagi keluarganya akan datang ke sini" ucap suster Mia .
"Saya mau pergi makan siang dulu suster Mia bisa kan menunggunya sampai keluarganya datang ?" tanyaku.
"Wah sudah jam 02.00 dokter belum makan siang kasihan, berhenti aja jadi dokter dok jadi istriku saja bagaimana" ucapnya.
"Dia janda kembang yakin keluarga lu mau menerima dengan status janda" ucap seseorang lelaki yang bar datang.
"Sampai jumpa lagi, sudah hampir 6 bulan ya kita tidak pernah bertemu, kok sudah menjadi dokter aja" ucap polisi itu.
"Lo kenal ?" tanya pasien yang aku duga Arya saudara kembar Aryo,tunggu jangan-jangan dia calon tunangan Rahayu. Seketika aku teringat waktu aku makan nasi goreng di malam pernikahan Nadira .
"Gw males ketemu Rahayu pasti dia ada disana , karena aku yakin orang tua Rahayu juga pasti di undang " ucap sang komandan.
"Lo benci banget di jodohkan dengan bidadari secantik Rahayu nolak udah cantik, anggun, Sholeha, kurang apa juga ".
"Ga ada wanita Solehah yang memandang lawan jenis yang bukan mahramnya dengan pandangan memuja , wanita Solehah akan menjaga pandangannya wanita solehah tidak akan menunda sholat wajib jika tidak dalam kondisi yang mendesak.
Aku jadi keringat percakapan mereka yang tidak sengaja aku dengar malam itu.
"Lo beneran dokter kan bukan dokter gadungan yang hanya pura-pura memeriksa pasien " ucapnya yang tak ku tanggapi.
"Lo kenal bro, tadi kamu bilang janda kembang sekarang dokter gadungan," ucap lelaki yang mirip Aryo.
"Gw pertama bertemu di klub malam saat ada razia narkoba kata temanya dia janda kembang,terus yang kedua waktu dia pulang kerja yang katanya saat itu dia bekerja di pabrik garmen sebagai quite control " ucap polisi itu.
"Saat kita bertemu saat itu status saya memang karyawan pabrik garmen di. PT Buana Indah dan untuk saat ini saya bekerja sebagai dokter itu asli bukan gadungan" ucapku dan langsung meninggalkan mereka memuji kantin
" Eh Bu dokter bareng dong ke kantin saya juga lapar ni" ucap polisi yang tidak ku ketahui namanya itu.
"Perkenalkan nama saya Arkana, bisa dipanggil Arka bisa dipanggil Kana atau dipanggil sayang juga gak nolak " ucapnya.
" Salam kenal mas Arka maaf saya ga jadi makan, Kalau Mas mau makan gantinya di sebelah sana itu ada petunjuknya" kataku tidak jadi makan dan langsung masuk ruang dokter, ahkirnya aku memesan makanan dari kantin melalui ponsel untuk dibawa ke ruanganku.
"Dok mau pulang ?" tanya suster Mia .
"Iya ada apa sus?" tanyaku.
" Itu dok ada pasien pendarahan sedang dokter jaga lagi menangani pasien patah tulang dan bidan yang bertugas sedang menangani ibu melahirkan" ucapnya.
" Ya udah saya yang tangani" ucapku langsung mengambil jadi dokter dan stetoskop mengikuti suster Mia .
Saat aku masuk ruang perawatan aku dibuat terkejut dengan pasien yang pendarahan dia Farida, temanku yang sudah hampir 6 bulan ini tidak ku jumpai.
"Farida ini kamu " Ucapku yang dijawab anggukan.
"Dira" ucapnya lirih. Setelah 1 jam ahkirnya pendarahannya dapat di hentikan, tetapi aku penasaran apa yang terjadi belum genap 6 bulan aku terahkir bertemu dengannya tetapi banyak hal yang terjadi.
"Bagaimana dengan istri saya sus " suara orang yang sepertinya tidak asing buatku.
"Bapak tolong tenang dan tunggu diluar dokter sedang menangani pendarahannya" Ucap suster Mia mencegah di depan pintu. Radi ucapku dalam hati saat hendak keluar " suster Mia itu siapa?" tanyaku.
"Katanya suami pasien dok" jawabnya. Wah bisa gawat kalau kami bertemu langsung kuambil masker medis untuk menutupi sebagian mukaku.
"Bagaimana dok istri saya ?" tanya Radi.
"Sudah melewati masa kritis pendarahannya juga sudah bisa saya hentikan, tetapi kondisinya masih lemah sarankan kalau udah mendingan bawa ke dokter kandungan pak" ucapku.
" Bagaimana calon cucu umi?" tanya Wanita paruh baya. Tunggu bukan ini umi Anisa kenapa pakaiannya sekarang berubah setauku busananya dulu selalu memakai syar'i panjang dan longgar, tetapi sekarang pakaiannya sedikit ketat meski pakai hijab jau beda ucapku dalam hati sambil memperhatikan penampilannya.
" Ini dokter yang sudah menolongnya pendarahannya sudah berhenti tinggal kondisinya yang masih lemah" ucap Radi.
" Umi bilang apa pisahkan rumah mereka Jangan jadikan satu , kalau tidak salah satu istrimu suruh tinggal aja sama umi" ucap umi Anisa.
"Iya nanti akan kami rundingkan umi" ucap Radi.
"Maaf saya permisi dulu kalau begitu" pamit ku meninggalkan mereka, ku urungkan niatku untuk pulang aku ingin melihat kondisi Farida lebih lanjut.
"Gak pulang dok?" tanya dokter Ryan dokter umum sama sepertiku.
"Bentar dok lagi beresin laporan " bohongku.
"Iya itu pasien yang pendarahan sudah sadar belum ya?" tanyaku.
"Waduh saya belum cek dok saya baru dari warung depan laper" ucapnya.
" Yaudah saya aja yang cek kalau begitu" ucapku dan langsung berdiri menuju ruang perawatan Farida.
"Ko sepi di mana laki mu?" tanyaku saat masuk ruang Farida yang tidak ada siapapun.
"Mas Radi baru pulang " ucapnya sambil menunduk.
"Ceritakan sebenarnya ada apa?" tanyaku.
"Kamu ingat hari terakhir kita bertemu?" tanyanya.
"Iya saat itu aku berencana pindah kos dan Lo nginep di kos ku" ucapku yang diangguin olehnya.
"Saat aku pulang aku baru tahu aku ternyata telah dijodohkan dengan Pak Radi, sebulan pernikahan aku baru tahu aku adalah istri kedua setelah istri pertama pulang dari Bali" ucapnya sambil menangis.
"Istri pertamanya tidak bisa mengandung karena pernah kecelakaan dan rahimnya diangkat dan sedihnya semua keluargaku tahu aku dijadikan istri kedua kecuali aku" ucapnya sambil menghapus air matanya.
"Mungkin ini karma karena waktu kau menceritakan bahwa Bundamu istri kedua aku sempat memandang rendah bundamu" ucapnya.
"Tenangkan dirimu jangan stress ingat ada nyawa di dalam perutmu yang meski kamu jaga" ucapku.
" Aku tidak kuat istri pertamanya selalu memfitnahku tapi mas Radi tidak mau melepaskan aku sebelum anaknya lahir,aku juga tidak mau anakku di ambil olehnya " ucapnya.
"kamu masih menyimpan nomorku?" tanyaku yang dijawab anggukkan olehnya.
"Aku tinggal di mes yang disediakan klinik yang berada di belakang klinik jadi temui aku di sana jika ada masalah dengan suamimu jangan bilang-bilang kalau kita saling mengenal " ucapku. Kami saling berpelukan sebentar sebelum aku memeriksa kondisinya setelah memakai masker medis.
"Bagaimana kondisi istri saya dok?" tanya Radi yang baru datang.
"Alhamdulillah sudah lebih baik jangan biarkan istri anda terlalu stress atau melakukan pekerjaan berat itu terlalu beresiko buat kandungannya yang masih lemah" ucapku sebelum pergi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
kalea rizuky
farida bukannya hamil ma pcrnya ya
2025-02-10
0