"Wah lucunya" seruku saat melihat bayi mungil putri cantik Nadira , yang baru berumur seminggu. Sejak Nadira melahirkan aku baru sempat menjenguknya hari ini, karena selain bekerja dan menyiapkan berkas buat ikut tes CPNS juga mendampingi Farida yang kondisinya masih lemah.
"Kalau lucu bikin yuk" bisik Arkana, membuatku langsung melotot mendengarnya dan dengan spontan memukulnya membuatnya mengaduh kesakitan. Aku tidak pergi berdua dengan Arkana kesini tetapi tidak sengaja ketemu dengannya di lobby apartemen, saat menunggu lift.
"Belum apa-apa sudah KDRT,hah gimana kalau jadi gw nikahin bisa habis badanku" ucapnya.
"Gak usah aneh-aneh kalau ngomong " ucapku kesel.
"Ga aneh-aneh aku serius ko," ucapnya tanpa beban membuat semua mata melihat kearah kami. "Gw serius milih lo yang janda kembang dari pada Rahayu, perempuan yang jika siang berhijab dan jika malam pergi ke tempat dugem" ucapnya.
"Gila lo" umpatku. "Gw dukung tapi kita harus saingan secara sehat" ucap Arya.
"Kalian pada gila apa, tidak aka ada yang dipilih oleh Dira, karena Dira akan ku jodohkan sama kakakku " ucap Nadira, membuat aku dan Nando tersedak makanan dan minuman kami.
"Bisa gila aku lama-lama disini,baru 30 menit udah mau pecah kepalaku rasanya" ucapku.
"Sebelum kalian memutuskan sesuatu kalian pikirkan dampak baik buruknya, jangan ada Nadira kedua" ucap Aryo membuat kami semua diam. Keluarga besar mereka tidak ada satupun yang menjenguk Nadira , karena buat mereka anaknya Nadira bukan bagian dari keluarga mereka meskipun Nadira sudah menikah dengan Aryo.
"Setelah kami melakukan ijab qobul ulang Kami berencana akan pindah ke Surabaya, memulai hidup baru di sana sambil mengurus cabang di sana yang baru buka" ucap Aryo.
Nadira sempat bercerita kalau ayah Aryo memberikan tantangan jika Aryo tetap ingin mempertahankan rumah tangganya, semua fasilitas hidup akan dicabut dan Aryo beserta keluarga kecilnya akan bertahan hidup dari firma hukum yang di Surabaya. Firma hukum di Surabaya buka 5 tahun lalu tahun ini mengalami kemunduran yang mengakibatkan kehancuran. Firma hukum itu rencananya akan ditutup 2 bulan lagi dan semua karyawan sudah tidak ada yang bekerja hanya tinggal 2 satpam yang bertugas bergantian untuk menjaga agar tidak ada pencurian di sana.
" Lo yakin akan menghidupkan kembali firma hukum yang sudah mati itu?" tanya Arya.
"Kami yakin lantai atas akan kami gunakan buat tempat tinggal dan yang bawah kita jadikan kantor " ucap Nadira .
"Gw akan berhenti dan membantu loo" ucap Nando.
"Tidak ada diantara kalian semua yang boleh membantu kami, biarkan kami merintis usaha keluarga ini dari nol" ucap Aryo.
"Tapi Nadira adikku "ucap Nando.
"Bantu kami dengan doa dan dukungan kalian itu sudah cukup" ucap Nadira .
"kapan kalian akan menikah ?" tanyaku.
"Setelah masa nifas ku selesai , sambil menugu apartemen kak Aryo laku" ucap Nadira yang melihat Aryo dengan malu-malu.
"Lu yakin akan bisa bertahan hanya dengan menggunakan uang dari penjualan apartemen dan mobil loo?" tanya Arya.
"Dengan uang itu aku dan Nadira akan memulai dari awal, bukal lagi menggunakan nama belakang papa mama kami akan mulai dari awal disana " ucap Aryo.
" Family Law Firm In Indonesia" ucap Nadira .
"Gw dukung, jika butuh apa-apa jangan sungkan menghubungin ku" ucapku.
Sebulan setelah aku menjenguk Nadira hari ini Nadira dan Aryo akan melakukan ijab qobul ulang untuk pernikahan mereka yang di adakan di apartemen Aryo. Anehnya jika keluarga Aryo tidak setuju kenapa semua keluarga inti hadir? tanyaku dalam hati.
"Kali ini siapa walimu Nado lagi?" tanyaku.
"Bukan kali ini papa,tapi Nando minta Papa datang sendiri tanpa istrinya dan anaknya" ucap Nadira .
"Gw tadi pas nyampe lihat ada 2 perempuan paruh baya" ucapku.
" Itu mamanya Mas Aryo dan Mas Arya serta mamanya Arkana. Papa mas Aryo 2 bersaudara lelaki semua, Mas Aryo hanya punya saudara Arya kalau Arkana anak tunggal " cerita Nadira .
"Nadira Ijab qobul mau di mulai sebaiknya kamu keluar " ucap perempuan yang baru masuk.
"Itu mama Arkana " ucap Nadira setelah perempuan itu pergi.
"Ayo Lo jalan di depan gw yang gedong Jelita" ucapku.Setelah Nadira keluar aku mengikuti di belakang sambil menggendong Jelita.
"Pak penghulu bisa tunggu 5 menit saja, salah satu saksi baru tiba di lobi dan sedang berjalan ke sini" ucap Pak Ardi Wiraguna orang tua Aryo dan Arya.
"Gw kenalin biar lo kenal siapa tahu bakal jadi keluarga lo" bisik Arya,aku tak menanggapi hanya melirik sekilas.
"Yang tadi bicara adalah papaku Ardi Wiraguna dan yang di sampingnya Adiknya Cakra Wiraguna.
Wanita cantik itu mamaku Bulan dan sampingnya mama Arkana Camelia " ucap Arya yang hanya ku dengarkan tapi pura-pura tidak mendengarkan.
"Sedang ya Sekarang ditunggu adalah ustadz Prabu Atmaja, yang kebetulan kemarin ada ceramah di sekitar sini,Jadi sekarang mampir sekali menjadi saksi ijab qobul ulang Aryo" ucapan Arya yang terakhir membuatku spontan melihat ke arahnya.
" Kamu salah satu fans beratnya ustadz Prabu Atmaja ya,kok langsung kaget mendengarnya ?" tanya Arya.
"Dia emang ustadz yang punya kharisma selain wajahnya yang ganteng karena ada darah blesteran nya, tapi si kembar R ga mirip sama sekali,beda
sama putranya yang kecil mempunyai mata yang sama dengan pak .. "ucap Arya.
"Gw kebelet toilet dulu"bisikku menghentikan ocehan Arya, bertepatan dengan bunyi bel apartemen berbunyi.
" Gw temenin"ucap Arya.
"Gak perlu" ucapku langsung masuk.
Begitu sampai kedalam kamar tamu, yang dulu pernah ku tempati seketika ucap Arya berputar di kepala ku 'Dia emang ustadz yang punya kharisma selain wajahnya yang ganteng karena ada darah blesteran nya, tapi si kembar R ga mirip sama sekali,beda putranya yang kecil ini mempunyai mata yang sama dengan pak'.
"Secara kasat mata mas percaya ,karena putri kita memiliki warna mata hijau warna yang sangat langka, prosentasenya hanya sekitar 2 % di dunia. Mas dan putri kita mendapatkan dari umi mas yang darah nya mengalir darah Eropa Utara. Umi mas asli Eropa tapi lahir dan besar di Mesir dan wajah putri kita memiliki alis hitam lebat yang hampir menyatu seperti mas dan warna kulit yang sama dengan mas,hanya putri mas yang memiliki itu" sekelebat suara Abi berputar di kepala membuatku tidak bisa mendengar proses ijab qobul Nadira dan Aryo.
Tok tok " Acara udah selesai tinggal makan bersama,Lo gak keluar gak lapar emang?" tanya Nando yang baru masuk.
"Tadi kebelet "bohongku.
"Ayo keluar "ajak Nando, dengan sangat berat hati kakiku melangkah mengikuti Nando.
"Ayo gabung makan disini Dira" ucap pak Ardi yang membuatku yang baru datang merasa tak nyaman, karena sapaannya membuat semua mata melihat ke arahku.
"Sini dudu dekat aku, kalau mau makan biar jelita sama aku" ucap Nadira .
"Ga apa-apa " ucapku ,aku tahu Abi memperhatikan aku meski aku gak yakin dia mengingatku, mengingat dari aku lahir aku dia pertama bertemu denganku saat usiaku 15 tahun sebanyak 2x.
"Tadinya aku mau menjadikannya sekertaris Arya,eh dia malah keluar duluan" ucap pak Ardi.
"Kalau aku jadikan istri boleh gak pa" ucap Arya membuat semua orang tua melotot mendengarnya.
"Gak bakal di setujui sama Tante ,Lo lupa Dira itu janda jadi biar sama gw" ucap Arkana.
"Mama juga tidak setuju kamu menikah dengan janda" ucap mama Arkana.
"Maaf saya tidak berminat menikah dengan salah satu diantara kalian berdua, jadi tolong jangan buat kehidupan saya sebagai bahan pembicaraan atau perdebatan kalian" ucapku.
"Kalian berdua tidak tau..." ucapan Nadira terhenti karena melihat tatapan tajam Dira.
"Kami tidak tahu apa?" tanya Arkana.
"Tida apa-apa "ucap Nadira sambil melangkah masuk ke dalam kamar.
"Saya permisi "ucapku mengikuti Nadira .
"Maaf semua salahku, karena bercanda ku dulu sampai sekarang mereka menganggap mu " ucap Nadira langsung ku hentikan dengan menutup mulutnya dengan 2 jariku.
"Tidak apa-apa,aku tidak masalah dengan prasangka mereka. Aku tidak keberatan biarkan semua berjalan seperti ini" ucapku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
kalea rizuky
nadira yg hamil dira kena getahnya dasar temen laknat skg cap janda kan pdhl perawan bda ma. lu nadira yg uda doll /Puke/
2025-02-10
0