Hari ini aku kerja sampai malam karena ada beberapa masalah komplain, harusnya pukul 11.00 malam aku dah pulang,tetapi karena barang besok harus kirim pukul 11.45 malam baru selesai. Sialnya teman searah pulang ku cuma Farida dan Farida malah tidak lagi kerja dia sedang cuti persiapan buat sidang yuridisnya.
"Baru pulang neng Dira?" tanya salah satu satpam.
"Iya pak ini mau pesan ojek "jawab ku.
"Kalau neng mau bawa aja motor bapak daripada pesan ojek udah malem, ngeri neng!" ucapnya.
"Emang gak papa,pak! Bapak tidak takut saya jual motornya?"tanyaku.
"Insyaallah saya percaya sama neng Dara" ucapnya.
"Besok bapak masuk apa?" tanyaku.
"Bapak masuk siang, besok neng bawa aja kerja seperti biasa tar kuncinya nitip siapa saja di sini gak apa-apa " ucapnya.
"Boleh pak, terima kasih lho pak sebelumnya Kalau boleh ,boleh nggak saya minta nomor teleponnya" ucapku. Si Bapak menyodorkan ponselnya setelah aku menulis nomor ponsel beliau mengambilkan sepeda motor matic beserta stnk-nya, tadinya aku menolak membawa STNK pikirku malam-malam tidak ada razia ,tapi si bapak mengingatkan besok waktu berangkat kerja kan siang takutnya ada razia.
Ahh sial ko ramai ada apa ini ucapku dalam hati, saat aku melihat segerombol polisi berkisar sekitar 20 orang sedang menghentikan berbagai macam kendaraan yang lewat dari roda dua empat bahkan lebih.
"Selamat malam mbak"ucap polisi yang menghadang ku.
"Malam pak,ada razia apa ya pak kalau boleh saya tau?" tanyaku.
"Razia senjata tajam untuk mencegah tawuran dan surat-surat kendaraan untuk memastikan kendaraan bukan barang curian" ucap sang polisi. Tanpa diperintah aku kasih STNK motor yang sedang ku kendarai padanya.
"Maaf ibu mana SIM nya?" tanyanya.
"Gak ada" jawab ku.
"Maaf ibu terpaksa saya tilang karena mengendarai kendaraan bermotor tanpa memiliki SIM" ucapnya.
"Gak bisa saya tidak terima. Anda tadi waktu saya tanya razia anda tidak ngomong begitu " ucapku .
"Tapi Bu SIM juga termasuk perlengkapan dalam berkendara motor " ucapnya.
"Ada apa ini" ucap suara seseorang,Sial dia kan yang di club malam dan yang bertemu di tempat nasi goreng langgananku,kataku dalam hati.
"Ini ndan Ibu ini tidak mempunyai SIM jadi saya tilang tapi beliau tidak terima" ucapnya.
" Gimana mau terima tadi waktu aku bertanya razia dalam rangka apa,anda menjawab razia senjata tajam untuk mencegah tawuran dan surat-surat kendaraan untuk memastikan kendaraan bukan barang curian,buka kelengkapan surat berkendara kan"ucapku,gw gak boleh kena tilang ucapku dalam hati.
"Ha ha ha benar kamu jawab begitu ? tanya sang komandan.
"Hehe bener pak " jawabnya sambil menggaruk kepalanya karena merasa canggung.
"Benarkan anak buah anda yang salah,saya ga terima meski saya tidak ada SIM tapi ini bukan motor curian buktinya motor ini ada stnk-nya dan saya juga tidak membawa senjata tajam apapun" ucapku.
" Anda benar kesalahan terletak pada anak buah saya menyampaikannya kepada anda, tetapi anda juga salah karena berkendara tanpa membawa SIM" ucapnya .
"Maaf pak dari pada ribet boleh saya lihat surat tugasnya aja" ucapku.
" Kamu teruskan saja tugas mu ibu ini serahkan padaku" ucapnya pada anak buahnya ," Ada di dalam mobil dinas ayo kalau mau lihat surat tugas saya" ucapnya.
" Malas pak, udahlah pak Saya mau pulang saya capek habis kerja " ucapku berharap dia kasihan dan mengijinkan aku pulang.
" Boleh lihat KTP nya"ucapnya, dengan terpaksa ku keluarkan KTP dari dalam tas kecilku.
"Adira Carissa umur 24 tahun,ko single bukan kata temennya kemarin janda ya berarti janda kembang dong ktp-nya aja masih belum berubah" ucapnya.
"Jasuke pak " ucapku sambil memutar mata malas.
"Apa jasuke "ucapnya bengong.
"Jangan suka kepo pak" ucapku kesal yang disambut gelak tawa olehnya.
"Eh ko di foto KTP saya pak "ucapku saat melihatnya mengambil foto KTP ku.
"Buat jaga-jaga anggap aja ini surat peringatan, jika saya ketemu lagi akan saya tilang kamu sekarang pergi sana,perlu saya temani tidak takut kamu takut sudah menjelang pagi setengah 1 pagi" ucapnya setelah melihat arlojinya.
"Wah dengan senang hati Pak ,kalau bapak tidak keberatan " ucapku. jujur sebenarnya aku juga takut pulang lewat tengah malam.
Dengan baik hati dia mengantarku pulang sampai ke depan kos-kosan ku ." Pak terima kasih ya atas bantuannya " ucapku, dia hanya mengaguk dan tersenyum sebelum pergi meninggalkan ku. Sejak hari itu sudah sebulan berlalu seperti biasa hingga di malam Minggu tiba-tiba ada segerombolan polisi mendatangi tempat kos ku,mengatas namakan operasi gabungan untuk meminimalisir penyebaran narkoba dan kepemilikan senjata tajam kos-kosan ku yang terdiri dari 20 kamar terkena razia, semua kamar dicek digeledah dan semua penghuni maupun tamu yang hari itu ada di kos-kosan di haruskan melakukan tes urine.
"Kalau mau Razia, razia aja pak jangan membaca kertas orang itu privasi. Anda melanggar privasi saya loo" ucapku saat polisi yang aku tidak tahu namanya tapi sudah beberapa kali bertemu karena setiap kali ketemu dia selalu memakai jaket jadi aku tidak bisa membaca nametag nya.
"Ya kan buat jaga-jaga siapa tahu surat penting dari ******* atau kudeta" ucapnya membuatku tertawa ngakak mendengarnya ngomong sesuatu hal yang tidak masuk akal buatku.
" Perasaan yang lain ngeceknya seperlunya nggak sama anda" ucapku, karena dia terlalu lama di kamar kos ku.
"Perhatian juga sampai di hitung udah berapa lama di sini" ucapnya.
Operasi penyergapan narkoba oleh petugas gabungan Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor (Polres), kali ini di 20 kamar kos ku yang berpenghuni 30 orang serta tamu 10 orang diketemukan ada 4 orang positif narkoba satu diantaranya penghuni kosan ,ada 2 pemilik parang, satu pemilik golok setelah ditanya jawab dengan pemiliknya dan jelas fungsinya senjatanya tidak disita dan dikembalikan,anehnya ada 1 yang disarankan untuk periksa kandungan padahal dia di ketahui belum menikah jadinya gempar kosanku.
"Ko kamu gak ikut pulang kaya teman-teman lu yang lain sih"ucap ku ketus.
"Aku melakukan razia dari habis salat magrib mengelilingi semua rumah kost di sekitar sini jadi aku numpang istirahat minta air putihnya sekalian " ucapnya membuatku kesal ,tetapi anehnya aku juga menuruti nya mengambilkan air mineral yang ada di kamarku buatnya.
"Terima kasih "ucapnya.
"Eh kok rebahan sana pulang sudah malam aku mau tidur sebaiknya kamu segera pulang" usirku.
"Bentar doang 5 menit " ucapnya.
"Tapi ini sudah malam pak sebaiknya bapak istirahat di tempat lain saja, lihat tu jam berapa "ucapku sambil menujuk jam dinding yang menempel, yang menunjukan pukul 11.30 malam.
"Bukannya ini kontrakan bebas cewek cowok sama aja 24 jam buka" ucapnya santai tetap sambil tiduran.
"Maaf pak di sini juga ada peraturan cewek buat di kamar atas dan bawah kamar khusus laki-laki,tamu max 00.00 sudah angkat kaki sebaiknya bapak segera pergi sebelum saya kena masalah" ucapku bohong ,sebenarnya apa yang di bilangnya benar adanya yang kali ini di tanggapi dengan langsung berdiri,saat dia melewati ku kulihat dia hendak menjulurkan tangan dengan refleks ku tangkis tangannya.
"Wao waspada sekali anda" ucapnya santai dengan memakai sepatunya.
"Terima kasih minumnya"ucapnya sebelum pergi, begitu dia pergi ada rasa lega keberadaan nya seolah membuatku was-was.
"Lo kenal polisi tadi,pacar lo?" tanya Ratna yang kamarnya di sebelahku, seorang bankir.
"Tidak cuma dia pernah menolongku dulu waktu aku pulang ke malaman "ucapku apa adanya, karena bener meski aku sudah beberapa kali bertemu tapi aku belum tahu namanya siapa yang kutahu dia polisi tidak Lo lebih.
"Kirain kenal hehe".
"Kalau gw kenal kenapa "jawab ku sambil tersenyum ramah.
"Kenalin dong cakep Maco orangnya hehe "ucapnya,Ratna emang terkenal sedikit genit.
"Halah kalau gw jadi polisi itu mending gw mili Data dari pada sama loo yang cantik polesan," ucap Susi yang kamarnya depan Ratna seorang staf kantor TU di sebuah sekolah swasta denger-denger pacarnya pernah di rebut oleh Ratna.
"Tapikan gw selevel sama dia dari pada Dara yang hanya buruh pabrik "ucap Ratna selalu merendahkan orang.
"Halah Lo itu sama kaya kita semu ROMUSA: Rombongan orang susah hahaha " Ucap Susi sambil tertawa ngakak.
"Aku lebih berkelas aku seorang bankir otomatis sarjana dia karyawan pabrik otomatis cuma lulusan SMA " ucap Ratna sombong.
"Hahaha tapi sayangnya polisi itu lebih memilih yang lulusan SMA daripada Lo yang sarjana, hasil merayu dosen bukan otak lo " ucap Susi sambil tertawa sebelum masuk ke dalam kamarnya.
"Dasar iri bilang bos,Lo itu cuma iri karena gw lebih cantik dari Lo buktinya mantan Lo lebih ngejar gw daripada balikan sama lo" teriak Ratna sebelum menutup pintu kamarnya.
"Astaghfirullah "ucapku dalam hati sambil masuk kedalam kamarku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments