Memori masa lalu
Sudah setahun sejak kedatangan Abi semua berjalan seperti biasa Abi juga tidak pernah datang lagi.
"kamu belum siap siap untuk sekolah " tanya Bunda.
"Aku ijin membantu ibu" ucapku.
"GA boleh kamu harus sekolah,katanya mau jadi dokter jadi harus rajin belajar dari sekarang "ucap bunda.
"Pasti dong Bu aku kan menabung dari sekarang buat kuliah biar jadi orang sukses dan buat bunda bangga".
tok tok
"Siapa Bu,pagi pagi dah bertamu?"tanyaku.
"Kamu terusin bungkus semua kue tar kalau selesai di masukin ke box ditata yang rapi bunda lihat dulu tamunya siapa" ucap bunda meninggalkan ku.
"Apa kabarmu dek" suara Abi ucapku dalam hati,karena antara ruang tamu dan tempatku cuma dibatasi gorden jadi aku bisa mengintip dari sini.
"Allhamdullilah baik" ucap bunda tanpa bertanya kabar Abi.
"Ini Salma istri ketiga mas" ucap Abi buset dasar laki laki doyan kawin kataku dalam hati.
"Apa tujuan mas datang kesini " ucap ibu tanpa merespon kata-kata Abi tadi.
"Maaf ,mas hendak mengantarkan ini ".
"Apa ini ".
" Surat cerai yang mas janjikan surat rumah yang dulu adek tinggalin itu rumah hak adek " ucap Abi.
"Sebentar aku masuk mengabil minum dulu" ucap Bunda
"Kamu menguping orang tua ngobrol ya"kata bunda begitu masuk mengambil dua botol air mineral dan satu piring kue buat hidangan.
"Penasaran" ucapku.
"Apapun yang terjadi jangan menghubungi paman mu bunda ga mau ada yang terluka lagi" aku hanya menjawab dengan dua anjungan jempol.
"Diminum ada kue sisa pesanan orang " ucap Bunda.
" Mbak bikin kue sendiri boleh aku cicipi" tanya yang aku tebak pasti istri mudanya.
"Silahkan "
"Enak Abi"dari suara istri ke tiga feeling ku perempuan itu masih muda kataku karena penasaran akhirnya aku berani kan untuk mengintip,buset masih daun muda kataku dalam hati setelah melihat mukanya lebih tepatnya mengintip.Bunda aja tiga puluh lima kalau laki laki itu tiga tuju berapa kira kira usia nya perempuan itu,aku bergidik ngeri membayangkan umur mereka.
"Salma bisa beliin rokok mas sebentar,di warung!" perintah Abi.
"Bisa mas mana duitnya ,lebihi mas aku mau beli makanan ringan " kata Sekar membuatku bengong ,ternyata gak hanya mukanya yang masih muda sifatnya juga.
"Banyak hal yang terjadi sepulang dari sini aku dan Sekar beda sembilan belas tahun. Aku menikah hi Sekar karena kamu mintak cerai dek,sedang aku butuh keturunan",buset beda sembilan belas tahu, berati umurnya delapan belas tahun beda tiga tahun dengan ku, seumuran sama si kembar dong kataku dalam hati.
"Maaf mas aku tidak tau dan maaf aku juga tidak mau tahu ,seperti halnya mas yang tidak mau tahu hidupku aku juga begitu,ke intinya saja"suara bunda.
"Baik dek mas hanya mau mengantarkan semua hak adek dan putri mas, kalau boleh tau siapa nama Puti kita?" tanya Abi.
"Adira Carissa Maharani,umurnya saat ini enam belas tahun lima bulan kelas 11" ucap bunda
"Apa tidak bisa nama keluarga mas disemat kan dibelakang nama putri kita".
"Maaf sejak awal keluarga mas tidak menginginkan keberadaan ku begitu juga putriku karena itu aku tidak menyematkan nama keluarga Atmaja ". hanya terdengar tarikan nafas kasar mungkin itu nafas kasar laki laki itu.
" Mas kesini hanya mengantar hak mu yang tertunda,setiap mas membelikan Aisya perhiasan mas juga memberikanmu yang sama tapi hanya mas simpen. Sekarang mas pikir saatnya yang tepat mas berikan padamu,serta ini uang tunai yang harusnya kamu terima sepuluh tahun terakhir" suara Abi.
"Aku tidak pernah mengharapkan ini,aku hanya ingin bahagia"
"Mas tahu itu kalau boleh jujur mas masih mencintaimu dan ingin hidup dengan mu, tapi karena keadaan banyak hal yang terjadi mas terpaksa menyakitimu ,kita memang sudah bercerai tapi masih ada putri kita".
"Kita hanya hidup bersama tiga bulan ,dan mas hanya datang malam pulang pagi,apa mas tida curiga kalau Adira bukan putri mas"
"Secara kasat mata mas percaya ,karena putri kita memiliki warna mata hijau warna yang sangat langka, prosentasenya hanya sekitar 2 % di dunia. Mas dan putri kita mendapatkan dari umi mas yang darah nya mengalir darah Eropa Utara. Umi mas asli Eropa tapi lahir dan besar di Mesir dan wajah putri kita memiliki alis hitam lebat yang hampir menyatu seperti mas dan warna kulit yang sama dengan mas,hanya putri mas yang memiliki itu" suara Abi.
"Makasih mas percaya kalau di putri mas,tapi meski dia putri mas jangan paksa dia menerima mas,meski aku tidak pernah bercerita keburukan mas tapi putri ku udah dewasa dia bisa melihat yang terjadi tanpa ku beritahu" ucap bunda.
"Iya,meski kita dah bercerai aku ingin bertanggung jawab terhadap putriku ,boleh?" tanya Abi.
"Boleh mas langsung kirim aja semua kebutuhannya ke tabungan Adira langsung ,sebentar aku cari " Ucap bunda.
"Mana rekening mu" bisik bunda yang sudah berada di depanku.
"Kenapa rekeningku bukan rekening bunda aja sih"
"Karena itu hak mu bukan hak bunda lagi ,biar kamu bisa belajar mengolah keuanganmu sendiri" ucap bunda.
"ni "kataku sambil menyodorkan ponsel ku pada bunda.
"Ini mas".
"Boleh mas memintak foto putri kita yang disini?".
"Boleh ambil aja "
"Ini baru diambil dua hari lalu lomba pidato dan debat bahasa Inggris, English CONVERSATION Putri ayah hebat " ucap suara Abi yang terdengar parau.
"Assalamualaikum mas ini rokoknya kembalinya buat aku ya"ucap Sekar..
"Hmm"
"Sebaiknya mas segera pergi dah lama aku takut mas Eko keburu datang,aku ga mau ada darah yang mengalir lagi" ucap bunda.
"Baiklah ,boleh mas peluk terahkir kali" ucap Abi.
"Maaf Mas kita sudah haram bersentuhan "ucap bunda.
"Sekali aja dan terahkir biar mas yang menanggung dosa" ucap Abi.
"Tapi mas" tolak bunda.
"GA papa mbak,biar cepat pulang" ucap Sekar.
"Assalamualaikum "
"Walaikumsalam "setelah sepuluh menit aku mendengar mobil menjauh dan suara pintu ditutup dan aku segera keluar dari tempat menguping ku.
"Udah pulang bun mantan bunda. Bener itu istrinya gila umur nya sama Ama dobel R apa ga protes istri pertamanya yang Bun?" tanyaku.
"Ga usah dipikirkan,bukan urusan kita ayuk dilanjut kerjaan nya sebelum bibi mengabil pesanan nya" ucap bunda.
"Udah selai ku bungkusan tinggal masukin box" ucapku.
"Dira bunda mau bicara,tapi tutup pintu rumah bunda, gak mau ada yang tiba tiba masuk " ucap bunda sehabis kami mengantarkan kue pesanan.
"Apa sih bun serius amat "kataku tapi tetep menuruti perintah bunda ku kunci pintu rumah dan menyusul bunda masuk ke dalam kamar.
"Tadi ayah mu mengantar ini surat cerai ,surat kepemilikan tanah ,perhiasan dan nafkah bunda selama sepuluh tahun".
"Ya udah simpen itu hak bunda "ucapku.
"Tapi ini banyak sekali"
"Ya wajar Bun sepuluh dikali dua belas ,terus pasti ada kenaikan nominal juga tiap beberapa tahun"
"Sepertinya ada juga hak mu jadi kamu simpen aja,ibu yang nyimpen perhiasan dan surat rumahnya"
"Tapi Bun"
Astaghfirullah ucapku saat mengingat momen terakhir aku melihat Abi, ku pandangi perhiasan yang ada di depanku yang masih utuh sampai sekarang. karena dengan tabungan yang ditinggalkan Bunda dan Abi dahulu cukup untuk membiayai ku kuliah bahkan hidupku ,belum lagi tiap bulan sampai sekarang aku masih menerima kiriman dari Abi. Dugaanku Abi bercerai dengan umi setelah pertemuan pertama kami yang malamnya Abi di hajar paman. Apa yang harus kulakukan jika suatu saat kami bertemu, di usiaku yang hampir 25 tahun apa pantas aku kabur-kaburan terus. Andai kamu di pertemukan apa aku akan sanggup melupakan dan memaafkan Abi,Ya Tuhan hamba pasrahkan semuanya padamu, karena hamba yakin kau maha tahu yang terbaik buat umatmu yang rendahan ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments