Sejak semalam aku pulang dari club malam aku terus berpikir siapa yang menaruh tespek dalam tasku, setelah aku ingat-ingat hanya aku dan Nadira yang megang tas apa jangan dia hamil makanya dia ngamuk semalam.
Aku harus bertanya langsung padanya kataku dalam hati tetapi aku juga bingung jika aku bertanya langsung aku takut dia tersinggung, tetapi aku juga penasaran sebenarnya aku tidak percaya lantas punya siapa taspek ini kataku dalam hati sambil menyimpan taspek itu ke dalam laci.
" Lo mau kemana ?" tanyaku kepada Nadira saat dia keluar dari kamarnya dan kebetulan pintu kamarku terbuka karena sengaja aku buka biar bau masakanku keluar.
" Mau ke rumah AA Lo masak apa sih baunya menyengat banget " ucapnya sambil berdiri bersandar di pintu kamarku.
"Cumi saus tiram "ucapku tapi kata-katanya yang bilang kalau masak aku menyengat menguatkan asumsiku kalau dia benar-benar hamil.
"Kakak yang mana?"tanyaku.
"Yang di Tebet, gw pergi dulu grab pesanan ku udah datang"ucapnya sambil melangkah meninggalkan kamarku.
Ahkirnya ku urungkan niatku untuk bertanya padanya sampai malam hari kudengar ada yang mengetuk kamar Nadira, karena rasa penasaran aku ahkirnya keluar untuk melihat siapa yang mengutuk kamar Nadira.
" Cari siapa yang Mas , Nadira Nya pergi" ucapku.
"Pergi kemana ya mbak ?" tanyanya.
"Saya kurang tahu pastinya kemana bilangnya sih mau ke Tebet ke rumah kakaknya dari jam 10.00 pagi dia udah pergi" ucapku.
"kakaknya yang di tebet itu saya Mbak"ucapnya.
"Waduh saya kurang tau, cuma itu yang dia bilang tadi pagi sebelum pergi" ucapku kaget.
"Dia bilang mau ketempat saya ,tapi saya tunggu gak datang-datang makanya saya kemari" ucapnya sambil meraup mukanya frustasi.
"Coba mas hubungi kakak mas" ucapku.
"Kakak saya?"tanya bingung.
"Iya, Nadira pernah cerita dia punya 2 kakak, lelaki di tebet perempuan di Bekasi" ucapku sesuai yang pernah di ceritakannya padaku.
"Yang di Bekasi itu kakak sambung kami, hubungan kami kurang baik dengannya " ucapnya.
"Coba aja dihubungi dulu siapa tahu disana"ucapku.
"Ok akan saya coba,ini no ponsel saya kalau dia balik kesini mbak tolong hubungi saya " ucapnya setelah menuliskan sederet angka di kertas yang diambil dari tas kerjanya, aku hanya mengganggu setelah menerima kertas.
Nando +6288358867xxxxx
Setelah hari itu sampai hari ini seminggu berlalu aku tidak mendengar kabar apapun darinya "eh Lo dengar ga Dira hamil "suara sesama penghuni kos yang kamarnya berada dibawah kamarku,aku yang hendak turun menghentikan langkahku di anak tangga paling atas untuk mendengarkan obrolan mereka.
"Dira kan ada 2 Dira yang lokal apa di Dira blesteran " ucap satu lagi, jujur aku tidak mengenal para penghuni kos bawah semuanya sibuk bekerja dan kuliah kalau penghuni di kamar atas masih sering sih hello meskipun tidak akrab tapi kami tahu nama.
"Dira lokal " ucapnya sepertinya ada sekitar 3 orang yang menggosip.
"ko Lo tahu?"tanya salah satunya.
"Ya karena dia di bawah ke rumah sakit tempat gue kerja sedang mengalami pendarahan akibat mengkonsumsi obat penggugur kandungan"ucapnya.
Astaghfirullah ucapku dalam hati ahkirnya aku teruskan langkahku, mereka melihatku lantas tersenyum aku balas balik dengan senyum manis, tetapi aku sempat melirik seragam perawat yang di pakainya dengan berbekal nama rumah sakit yang aku lihat ,setelah pulang kerja aku mampir kesana dan menanyakan langsung ke pada resepsionis.
"Aku minta maaf telah buat malu kalian"suara Nadira terdengar saat aku hendak mengetuk pintu ruang rawatnya.
"Emang dengan minta maaf semuanya bisa kembali beritanya sudah tersebar bahwa kamu hamil diluar nikah dan mengalami pendarahan Ayah malu dengan perbuatanmu".
" Tidak usah menghakimi Nadira emang selama ini kamu peduli dengan Nadira, kamu juga menikah dengan perempuan itu karena hamil duluan kan"suara Nando.
"Kamu "teriak ayah Nadira.
"Bukan seharusnya saling menyalahkan tapi masa sama-sama kita introspeksi biarkan Nadira mengobati lukanya dan berbenah kearah yang lebih baik dan kamu juga introspeksi apa yang salah denganmu hingga anakmu berbuat sedemikian jauh" ucap Nando.
"Nama baik keluarga sudah tercoreng karena ulah adikmu" ucap ayahnya.
"Ya udah kalau anda merasa perbuatan yang Nadira lakukan merusak nama baikmu jangan akuin dia sebagai anakmu kami tidak butuh pengakuanmu,bukanya kamu sudah bahagia dengan anak baru mu dan calon anak mu seperti yang anda bicarakan di berita,lagian media juga tidak tahu kami anak anda jadi lebih baik anda pergi sebelum media tahu anda berada di sini"ucap Nando.
"Ayo pa kita pergi "ucap seorang wanita,aku bergegas mencari tempat bersembunyi. Saat aku hendak masuk aku melihat Nando keluar dari kamar perawatannya.
"Eh kamu yang tinggal di depan kamar kos Dira kan" ucapnya.
"Iya mas .Nadira bisa di temui gak?"tanyaku.
"Masuk aja mungkin kamu bisa menghibur nya,aku mau mencari kopi dulu"ucapnya.
"Assalamualaikum, gimana kabar Lo?"tanyaku.
"Walaikumsalam baik, ko Lo tau gw disini ?".
"Enggak sengaja dengar anak-anak kamar bawah ngomongin Lo "ucapku.
"Gw terlalu terbuai rayuan gombalnya "ucapnya miris.
"Jadi karena ini Lo nyari dia waktu itu dan taspek itu punya loo?" tanyaku yang di jawab anggukan.
"Gw hamil 2 bulan sekarang waktu itu aku khilaf sempat mau gugurin,tapi sekarang aku bertekad mau membesarkan nya"ucap Nandira sambil mengusap-usap perut ratanya.
"Terus gimana cowok lo?".
"Gw udah kasih tahu terserah dia sekarang " ucapnya pasrah.
Setelah cukup lama kami saling mengobrol aku pamit pulang setelah kakaknya Nadira datang,dari situ aku tahu ibu Nadira meninggal karena kecelakaan saat Nadira masih SMA dan ayahnya baru menikah dengan sekretarisnya beberapa bulan lalu sama seperti dirinya sekretarisnya hamil duluan. Ayah Nandira seorang anggota dewan dan kakaknya seorang pengacara.
Brakk Brakk siapa sih keluh ku dalam hati hanya Nandira yang mengetuk pintu dengan cara begitu,tetapi setelah seminggu setelah aku menjenguk di rumah sakit aku tidak pernah mendengar kabar lagi darinya.
"Loo" ucapku kaget saat melihat Nadira berdiri dengan seseorang di sampingnya.
"Mas ini temanku Dira juga sama kaya aku namanya" ucap Nadira memperkenalkan Kami.
"Aryo calon suami Nandira "ucap nya membuatku kaget dan langsung melihat ke arah Nadira yang di respon dengan anggukan olehnya.
"Gimana ceritanya " ucapku setelah Nadira masuk ke dalam kamarku dan calon suaminya mengakat barang-barang dari kamar Nadira yang sudah dipacking olehnya.
"Dia teman mas Nando seminggu lagi dia harus menikah tapi calon istrinya ketahuan selingkuh seminggu yang lalu, daripada menikah dengan calon istrinya yang sudah berselingkuh lebih baik dengan wanita yang ketahuan kotor sekalian begitu katanya" ucap Nandira tidak ada raut kecewa dengan kata-kata yang diucapkannya.
"Lo nggak sakit hati dibilang wanita kotor?"tanyaku hati-hati.
"Enggak lah emang gw kotor kan , buktinya gw hamil di luar nikah. Jujur gw senang paling tidak dalam akte anakku punya ayah meski hanya pinjam nama aja buat ku tak masalah" ucapnya santai .
"Jadi Li mau pindah tinggal sama suami Lo berati"ucapku.
"Tidak setelah menikah aku akan tinggal di rumah kakek aku dari ibu di pedesaan, setelah anak ini lahir baru kamu pikirkan jika Mas Aryo mau cerai ayo,tapi kalau mau lanjut kami harus menikah ulang minimal ijab qobul "ucapnya.
"Loo hebat gw kagum sama loo,ko no Lo gak aktif "ucapku sambil memeluk nya.
"Untuk sementara biar tenang gw gak pegang ponsel tar , jangan kuatir kalau gw sudah siap pegang ponsel lagi Lo pasti gw hubungi " ucapnya.
"Bener loo".
"Iya ini undangan pernikahan ku,tapi sayang namanya mempelai wanita ga bisa di ganti,jadi masih nama mempelai lama hehe Lo bawa aja kalau mau datang, karena kalau Lo ga bawa lo ga bisa masuk ke ke tempat acara " ucapnya.
"Buset di hotel bintang 4" ucapku.
"Bapaknya kan pemilik firma hukum tempat mas Nando kerja" bisik nya.
"Keluarganya tau Lo hamil ?"tanyaku.
"Itu syarat yang gw ajukan setelah kecerobohan gw waktu itu gw gak mau mengulangi kesalahan lagi,gw bersedia menikah dengan syarat keluarganya menerima ku dengan keburukan ku di masa lalu ".
"Terus gimana keluarganya?".
"Mas Aryo bilang sama keluarganya daripada menikah dengan calon istrinya yang sudah berselingkuh lebih baik dengan wanita yang ketahuan kotor sekalian" ucap Nadira .
Oh rumit sekali hidup Nadira semoga ini awal yang baik buatnya.
"Semoga pernikahanmu sakinah mawadah warohmah "ucapku sambil memeluknya.
"Gw berharap Lo datang, selama disini Lo yang paling asik, selalu ngajak gw ketawa tanpa pernah menghakimi ku seperti orang lain , tidak seperti orang yang suka melihat aneh kearah ku,awas Lo ga datang cuma Lo yang gw undang bokap aja gak gw undang" ucapnya.
"Yang bener Lo terus wali nikah lo?".
"Wali nikah mas Nanda,gw hanya minta 4 undangan satu buat Lo,buat nenek,buat adik mama dan kakak papa "ucapnya.
"Gw usahakan datang,pas resepsi tapi gw gak kenal siapa siapa di sana gimana dong "ucapku.
"Bagus Lo gak perlu jaga image "ucapnya.
tok tok " Ayo pulang Uda beres "ucap Aryo sambil bersandar di pintu kamar kos ku.
"See you" ucap Nadira sambil memelukku.
"Assalamualaikum ".
"Hehe walaikumsalam ".
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Ega Wati
bagus ceritany tidak berputar-putar.
2023-08-02
1