Memiliki Pengawal Tampan

Mata Daphne terbelalak lebar ketika mendengar permintaan kakeknya. Ia segera berdiri di antara Duncan dan Kakek James untuk membatalkan kesepakatan gila yang mereka buat. Mana mungkin ia menikah di usia muda, apalagi dengan lelaki yang tidak jelas asal usulnya.

"Jangan dijawab!" tukas Daphne memperingatkan Duncan.

"Sebentar, aku ingin bertanya. Menikah itu bagaimana caranya, Tuan James, saya tidak mengerti. Apa saya harus melakukan sesuatu kepada Daphne?" tanya Duncan memiringkan kepala ke kanan untuk melihat Kakek James.

Kakek James menirukan gaya Duncan agar mereka bisa bertatap muka.

"Menikah itu kamu harus menjadi suami Daphne secara sah dengan mengucapkan janji suci di gereja. Setelah itu, kau harus menjaga Daphne dan boleh menghamilinya supaya kalian punya bayi," ucap Kakek James seperti memberikan penjelasan kepada anak-anak.

"Oh, begitu," balas Duncan sambil manggut-manggut.

Daphne semakin geram karena ia tidak dihiraukan sama sekali. Padahal ia sudah berada di depan mata kedua pria ini. Sambil menahan rasa marah yang bergelora, Daphne berjalan menuju jendela. Ia membuka jendela kamarnya lebar-lebar, lalu berpura-pura hendak melompat dari sana.

"Daphne, apa yang kau lakukan?" tanya Kakek James terkejut.

"Kalau Kakek masih memaksaku menikah, aku akan melompat dari jendela. Lebih baik aku mati dan menjadi roh penunggu di rumah ini," ancam Daphne naik ke kusen jendela.

"Tenang, Sayang, jangan membuat Kakek takut. Ayo ke mari, Kakek berjanji tidak akan memaksamu."

"Iya, jika kau mati, kau harus tidur di dalam peti dan itu tidak enak sama sekali. Aku pernah merasakannya," celetuk Duncan.

Daphne tidak melayani perkataan konyol Duncan. Dia lebih memilih menghambur ke pelukan hangat sang kakek.

"Aku senang karena Kakek tidak jadi menyuruhku menikah," rayu Daphne.

"Dasar gadis manja. Kalau kau tidak mau menikah, kau harus mematuhi keinginan Kakek yang lain. Yang ini tidak bisa diganggu gugat," tekan Kakek James sembari membelai rambut cucu kesayangannya.

Daphne segera menegakkan kepalanya.

"Apa itu, Kek? Kakek sekarang mirip hakim di pengadilan."

"Mulai besok dan seterusnya, Duncan akan menjadi bodyguardmu. Dia akan mengantar dan mengawalmu selama berada di luar rumah, baik itu di kampus, restoran maupun tempat lain."

"Jadi hanya itu tugas saya, Tuan James? Saya tidak perlu menikahi Daphne?" tanya Duncan bingung.

"Betul sekali. Mulai sekarang panggil aku "Kakek James", sama seperti Daphne. Kau akan kuanggap sebagai cucu laki-lakiku," ujar Kakek James tampak senang.

"Aku tidak perlu bodyguard, Kek. Aku ini bukan aktris, model, maupun pewaris konglomerat."

Melihat wajah kakeknya yang cemberut, Daphne urung melanjutkan perdebatan. Kali ini, ia tidak bisa membantah permintaan kakeknya. Mau tak mau ia harus menerima Duncan sebagai pengawal, walaupun itu bertentangan dengan hati nuraninya.

"Daphne, ambilkan baju-baju milik ayahmu untuk Duncan. Sepertinya ukuran tubuh mereka hampir sama. Kakek akan mengantar Duncan ke kamar tamu. Kalian tidak boleh tidur sekamar sebelum resmi menikah," titah Kakek James.

Daphne merotasikan bola matanya dengan malas. Ia bersumpah akan membuat Duncan tidak betah menjadi pengawal pribadinya.

Sementara itu, Kakek James menunjukkan kamar tamu kepada Duncan.

"Ini sekarang menjadi kamarmu, Duncan. Jangan sia-siakan kepercayaan yang kuberikan. Tolong jaga dan lindungi Daphne dari segala marabahaya. Kalian sama-sama anak yatim piatu, pasti kalian akan cocok satu sama lain."

"Saya pasti melindungi Daphne meskipun Kakek tidak melihatnya. Saya tahu Kakek tidak ingin dia hidup sebatang kara," ucap Duncan.

Kakek James merasa kagum sekaligus heran, karena pemuda ini bisa memahami isi hatinya.

"Kau memang sangat pengertian. Kakek tidak salah memilihmu, Duncan. Besok kita mengobrol lagi ya, sekarang Kakek ingin istirahat."

Kakek James keluar dari kamar Duncan dan berpapasan dengan Daphne di ruang tengah. Gadis itu sedang mengangkat sebuah kardus berisi baju-baju mendiang ayahnya.

"Daphne, letakkan kotaknya. Kakek mau bicara sebentar."

"Ada apa lagi, Kek? Katanya aku disuruh memberikan baju kepada cucu Kakek yang baru," tanya Daphne kesal.

"Dengar, kau seharusnya berterima kasih kepada Kakek karena telah menjodohkanmu dengan pria yang sangat tampan dan rajin bekerja. Kapan lagi kau bisa mendapatkan suami seperti Duncan. Tidak semua pria mau memperistri gadis yang ceroboh dan sering sakit flu sepertimu."

"Aku tidak peduli. Pokoknya, aku tidak akan menikah dengan pria itu."

Daphne segera berlalu menuju kamar yang ditempati Duncan. Tanpa basa-basi, ia menghempaskan kardus yang dibawanya ke lantai.

"Itu bajumu, pilih saja sendiri yang kau suka," kata Daphne ketus.

"Terima kasih. Aku akan ganti baju sekarang."

Duncan mengambil kaos paling atas lalu melepas kemejanya di hadapan Daphne. Gadis itu langsung memekik sambil menutup mata.

"Jangan lepas bajumu di hadapanku! Kau benar-benar tidak tahu malu!"

Sebenarnya yang terjadi, jantung Daphne berdebar kencang karena melihat da-da bidang milik Duncan dan otot-otot perutnya yang tercetak dengan sempurna. Biasanya, ia hanya melihat pemandangan ini lewat dunia maya. Namun sekarang ia bisa menyaksikannya secara langsung.

"Kenapa kau selalu mempermasalahkan hal-hal kecil? Aku biasa berganti baju di depan Hugo, dan dia tidak menjerit. Bahkan dia membantu aku memakai dan melepas baju," gumam Duncan.

"Hugo? Dia seorang pria?"

"Iya," jawab Duncan dengan santai.

"Jadi kau berhubungan sesama jenis?" tanya Daphne bergidik ngeri.

Duncan tidak menjawab karena ia tidak mengerti arah pembicaraan Daphne. Sebaliknya gadis itu malah menghela napas lega. Bila Duncan memang seorang gay, maka ia tidak perlu khawatir lagi akan disentuh oleh pria itu. Pada kenyataannya, lelaki yang terlalu tampan malah seringkali tidak normal.

"Aku ingin bertanya kepadamu, sihir apa yang kau gunakan sampai Kakek memintamu untuk menikahiku?" tanya Daphne curiga.

"Aku tidak menggunakan sihir. Kakek James sangat sayang kepadamu, makanya ia ingin kamu segera menikah. Kakek khawatir kau akan hidup seorang diri saat dia sudah tiada."

"Dari mana kau bisa tahu hal itu? Kakek yang mengatakannya?"

"Aku bisa mendengar isi hati dan pikiran manusia. Kecuali kau, entah kenapa aku tidak bisa."

Dari jawaban yang diberikan Duncan, Daphne semakin yakin jika pria ini seorang penyihir. Karena itu, ia harus buru-buru kabur sebelum terkena mantra cinta.

"Hey, kau mau ke mana, Daphne?"

Duncan ingin mengejar Daphne, tetapi gadis itu menutup pintu kamar tepat di depan wajahnya.

Akhirnya, Duncan kembali ke kamarnya sendiri. Ia merasa heran dengan sifat wanita dari ras manusia yang mudah sekali marah. Duncan jadi berpikir apakah ibu kandungnya dulu sama seperti Daphne.

Duncan pun berbaring di atas kasur. Setiap kali memandang Daphne, ia merasa telah mengenal gadis itu sejak lama, bahkan saat ia masih tinggal di dalam kastil.

'Apa Daphne itu gadis yang seringkali muncul di mimpiku? Benar atau tidak, aku harus memastikannya malam ini,'

pikir Duncan beranjak dari kasur.

Episodes
1 Siapa yang Membebaskan Aku
2 Apa Bedanya Pria dan Wanita
3 Cinta Berakhir Malapetaka
4 Kelahiran Calon Raja
5 Hati yang Tidak Mengenal Cinta
6 Nikahi Cucuku
7 Memiliki Pengawal Tampan
8 Usia Seribu Tahun
9 Belum Terbiasa Bertemu Manusia
10 Bab 11 Salah Paham
11 Bab 12 Malaikat Penyelamatku
12 Bab 13 Rencana Licik
13 Bab 14 Apakah Kita Pasangan Kekasih ?
14 Bab 15 Ramalan Kematian
15 Bab 16 Ambisi menjadi Raja
16 Bab 17 Menuntaskan Rasa Haus
17 Bab 18 Takut Kehilanganmu
18 Bab 19 Rahasia yang Terkuak
19 Bab 20 Ingin Balas Dendam
20 Bab 21 Masuk Jebakan
21 Bab 22 Pertarungan Sengit (Part 1)
22 Bab 23 Pertarungan Sengit (Part 2)
23 Bab 24 Rencana Pernikahan
24 Bab 25 Apakah Kau Vampir
25 Bab 26 Mulai Merasakan Cinta
26 Bab 27 Kita Tetap Menikah
27 Bab 28 Saingan Cinta
28 Bab 29 Apa yang Dilakukan Setelah Menikah
29 Bab 30 Resiko Terburuk
30 Bab 31 Tak Bisa Jauh Darimu
31 Bab 32 Kau Bukan Dia
32 Bab 33 Sakit Hati
33 Bab 34 Melanggar Larangan
34 Bab 35 Siapa yang Asli Siapa yang Palsu
35 Bab 36 Hari Pernikahan (Part 1)
36 Bab 37 Hari Pernikahan (Part 2)
37 Bab 38 Bulan Madu di atas Pegunungan (Part 1)
38 Bab 39 Bulan Madu di Atas Pegunungan (Part 2)
39 Bab 40 Cinta di Atas Segalanya
40 Bab 41 Malam Bulan Purnama
41 Bab 42 Pilihan yang Sulit
42 Bab 43 Ke mana Suamiku
43 Bab 44 Mendadak Amnesia
44 Bab 45 Sang Pesulap Hijau
45 Bab 46 Fitnah yang Keji
46 Bab 47 Menjadikan Dia sebagai Boneka
47 Bab 48 Perebutan Takhta
48 Bab 49 Belati Suci
49 Bab 50 Menyusup ke Istana
50 Bab 51 Tipu Daya
51 Bab 52 Antara Benci dan Cinta
52 Bab 53 Kesalahan Terbesar
53 Bab 54 Rela Mati Untuknya
54 Bab 55 Cinta itu Abadi (The End)
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Siapa yang Membebaskan Aku
2
Apa Bedanya Pria dan Wanita
3
Cinta Berakhir Malapetaka
4
Kelahiran Calon Raja
5
Hati yang Tidak Mengenal Cinta
6
Nikahi Cucuku
7
Memiliki Pengawal Tampan
8
Usia Seribu Tahun
9
Belum Terbiasa Bertemu Manusia
10
Bab 11 Salah Paham
11
Bab 12 Malaikat Penyelamatku
12
Bab 13 Rencana Licik
13
Bab 14 Apakah Kita Pasangan Kekasih ?
14
Bab 15 Ramalan Kematian
15
Bab 16 Ambisi menjadi Raja
16
Bab 17 Menuntaskan Rasa Haus
17
Bab 18 Takut Kehilanganmu
18
Bab 19 Rahasia yang Terkuak
19
Bab 20 Ingin Balas Dendam
20
Bab 21 Masuk Jebakan
21
Bab 22 Pertarungan Sengit (Part 1)
22
Bab 23 Pertarungan Sengit (Part 2)
23
Bab 24 Rencana Pernikahan
24
Bab 25 Apakah Kau Vampir
25
Bab 26 Mulai Merasakan Cinta
26
Bab 27 Kita Tetap Menikah
27
Bab 28 Saingan Cinta
28
Bab 29 Apa yang Dilakukan Setelah Menikah
29
Bab 30 Resiko Terburuk
30
Bab 31 Tak Bisa Jauh Darimu
31
Bab 32 Kau Bukan Dia
32
Bab 33 Sakit Hati
33
Bab 34 Melanggar Larangan
34
Bab 35 Siapa yang Asli Siapa yang Palsu
35
Bab 36 Hari Pernikahan (Part 1)
36
Bab 37 Hari Pernikahan (Part 2)
37
Bab 38 Bulan Madu di atas Pegunungan (Part 1)
38
Bab 39 Bulan Madu di Atas Pegunungan (Part 2)
39
Bab 40 Cinta di Atas Segalanya
40
Bab 41 Malam Bulan Purnama
41
Bab 42 Pilihan yang Sulit
42
Bab 43 Ke mana Suamiku
43
Bab 44 Mendadak Amnesia
44
Bab 45 Sang Pesulap Hijau
45
Bab 46 Fitnah yang Keji
46
Bab 47 Menjadikan Dia sebagai Boneka
47
Bab 48 Perebutan Takhta
48
Bab 49 Belati Suci
49
Bab 50 Menyusup ke Istana
50
Bab 51 Tipu Daya
51
Bab 52 Antara Benci dan Cinta
52
Bab 53 Kesalahan Terbesar
53
Bab 54 Rela Mati Untuknya
54
Bab 55 Cinta itu Abadi (The End)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!