Robby melirik ke jam tangannya, sisa sejam lagi ja akan menjadi patung kembali. Mbah Gus masoh memantau keadaan sekitar rumah sakit. Robby yang tidak ingin membuat masalah baru memutuskan untuk pulang segera ke rumah Devina.
"Aku harus pulang, sebentar lagi aku akan menjadi patung, sungguh bahaya bila diluar rumah ketika aku menjelma nanti," kata Robby dengan suara merendah.
Mbah Gus mengerti itu, "Biar aku antar setelah ini akan kembali kemerai lagi."
"Tidak usah, Mbah Gus. Saya naik taksi saja," sahut Robby yang tidak ingin merepotkan Mbah Gus. Lagipula Mbah Gus harua tetap memantau pihak rumah sakit.
Robby bergegas pulang ke rumah Devina, sepanjang perjalanan di dalam taksi, Robby berusaha mengingat aroma Vampir dokter itu. Ditambah lagi dengan Devina yang belum ia temukan, menambah kekhawatiran Robby, selain tak ingin menjadi patung sebelum Devina ia temukan.
"Apakah harus aku tanyakan pada pemimpin Vampir? tapi... ahk!" Robby memukul jok mobil.
Sopir taksi itu terkejut namun tak bereaksi apa-apa, Robby terlihat tak terkendali karena pikirannya telah kacau. Robby yang melihat sopir taksi itu terkejut karenanyakarenanya, ia pun segera meminta maaf.
"Maafkan aku, Pak. Pikiran ku sedang kacau," ucapnya.
"Iya, Pak. Tidak apa-apa, saya mengerti itu, memangnya yang dirawat diruamh sakit siapa, Pak?" tanya sopir itu berempati.
"Istri saya, Pak. Bapak sudah lama di kota ini? pernah mendengar kejadian aneh diri rumah sakit itu?"
" Apa ada sesuatu yang terjadi lagi di rumah sakit itu? "
" Apakah memang sering terjadi sesuatu dalam rumah sakit itu aku sedang mengalaminya, Pak,"
Sopir itu mengurangi kecepatan laju mobilnya, dia ingin bercerita tentang keadaan rumah sakit yang banyak menyimpan misteri dan kasus-kasus tak terungkap.
" Memang sudah ada banyak kejanggalan yang terjadi, tapi sampai saat ini banyak kasus yang belum terungkap, semua dirahasiakan begitu saja oleh pemerintah daerah, sebagian masyarakat yang sudah tahu, mereka tidak akan kembali lagi ke rumah sakit itu untuk berobat,"
Robby tercengang mendengar cerita sopir taksi, ternyatini kesekian kalinya rumah sakit itu berulah kepada pasien-pasiennya.
"Lalu apa yang telah terjadi Pak?"
" Sampai saat ini belum terungkap, pihak kepolisian menutup kasusnya tanpa kejelasan, sampai saat ini kami heran, kenapa masih banyak orang-orang yang mau berobat di rumah sakit itu."
Benar kecurigaan kecurigaan Robby, rumah sakit itu menyimpan banyak misteri terutama kehadiran sosok vampir berprofesi sebagai dokter.
" Apa yang harus saya lakukan Pak istri saya hilang?" tanya Robby.
"Cukup kamu berusaha mencarinya, hanya orang-orang berani yang mampu membuka rahasia rumah sakit itu, kami sebagai masyarakat setempat hanya bisa menjadi penonton terlebih lagi masyarakat kecil."
Setiba di rumah Devina, Robby hendak masuk namun tiba-tiba ada suara perempuan yang menyeru dari belakang. Ketika ia berbalik, ia terkejut dengan kehadiran Sisil. Gadis itu berlari ke arahnya Seraya memanggil-manggil nama Robi.
"Kamu Robby 'kan suami Devina?"
Robby termangu, dia tertangkap basah oleh Sisil sedang menjadi manusia. Robby berharap Sisil tidak mencurigainya sebagai patung lilin.
" Devina ada di dalam?" tanya Sisil. Gadis berambut coklat itu melayangkan senyuman menggoda kepada Robby.
Robby masih tak bergeming, dia mencari alibi agar Sisil mempercayai bahwa Devina sedang tak ada di rumah. Sisil menanti jawaban Robi mencubit tangan Robby dengan mencandainya . Robby terkejut dengan respon Sisil yang mencubitnya, sementara Sisil terheran karena kulit Robi dingin dan mulus
"Kak Robby pakai perawatan apa? bisa semulus itu kulitnya," tanya Sisil. Baru kali ini anak konglomerat itu melihat pria yang semulus Robby di dunia nyata.
" Devina sedang tidak ada di rumah, dia berkunjung ke sana saudaranya. Saya kemari untuk mengambil barang-barang saya yang tertinggal." Robby terpaksa berbohong demi menjaga agar berita kehilangan Devina tidak tersebar.
Dipikiran Sisil saat itu, bahwa hubungan Devina dan Robby sedang tidak baik-baik saja. Hati Yang licik Sisil mencetuskan ide baru agar mengambil kesempatan itu dengan baik. Dia mencoba menjalin keakraban dengan suami Devina.
" Kak Robby sedang bermasalah ya dengan Devina? " tanya Sisil.
" Tidak, kami sedang kami baik-baik saja, hanya saja Devina butuh dukungan keluarga di tengah kehamilannya, sementara saya sibuk dengan bisnis saya."
Sisil tersenyum miring, walaupun jawaban Robi sedikit mengecewakannya, tetapi itu menjadi peluang besar baginya agar mendekati Robi.
" Aku juga memiliki barang yang tertinggal di dalam rumah Devina, jika boleh Jika boleh tolong bantu aku mencarinya, " ucap Sisil penuh harap. itu hanya alibi agar ia sejenak bersama Robby di rumah Devina.
Robby melirik ke jam tangannya sisa 15 menit lagi ia akan menjelma menjadi patung, namun bila menolak permintaan Sisil, maka Gadis itu akan mencurigainya bahwa ada sesuatu yang Devina sembunyikan.
" Kenapa kamu diam Kak boleh kan bantu aku mencarinya?"
" Bukan aku tidak ingin, hanya saja Devina sedang tidak ada di rumah tidak pantas bagi aku membawa wanita lain masuk ke dalam mencari segala cara agar menolak ajakan Sisil.
Mendengar itu Sisil dibuat kecewa lagi, Bagaimana tidak ia ditolak mentah-mentah oleh Robby untuk tidak menemaninya masuk ke dalam di rumah Devina. Tetapi bukan Sisil namanya jika tidak memiliki 1000 cara. Sisil berpura-pura pingsan agar Robby membawanya masuk ke dalam rumah Devina.
"Hei, Sisil bangun Sisil bangun," ujar Robby sembari menepuk-nepuk Sisil
" Sisil Tolonglah bangun bangun Sisil," robikian panik. saat itu tak ada satupun orang yang melintas. sementara jam tangannya semakin menunjukkan Akhir Waktu menjadi vampir.
Robby takut jika ia akan menjelma menjadi patung di hadapan Sisil.
" Sisil bangun Sisil aku terburu-buru bangunlah," pinta Robi.
matahari semakin terik, namun tetap saja Sisil tak membuka matanya. Iya senang bila Robi memeluknya terlihat khawatir dengan dirinya. dengan keadaan yang terdesak, Robby membiarkan Sisil tidur di halaman rumah Devina.
" aku minta maaf Sisil aku terburu-buru semoga panas ini bisa membuatmu bangun dari pingsan."
bergegas masuk ke dalam rumah. ia Mengunci pintu itu dari dalam lalu masuk ke dalam kamar mandi yang ayah Devina. lima menit lagi ia akan menjelma menjadi vampir. di luar halaman ada Sisil yang menggerutu. sangat sulit menggoda suami Devina itu batinnya.
Sementara Robi mengeluarkan suara erangan, Suaranya jelas terdengar oleh Sisil di luar rumah. tentu Sisil terkejut dengan keadaan rumah mengerang kesakitan, ketija Sisil hendak masuk mengecek kondisi Robby, tetapi pintu rumah dikunci oleh Robby. Sisil memanggil-manggil nama Robby.
" Apa yang sebenarnya terjadi di dalam, " Sisil bertanya-tanya seorang diri yang Berdiri tegap di teras.
Sisil memutuskan untuk menunggu di teras berharap Robby keluar lagi menemuinya. Sesekali Sisil mengintip dari kaca jendela.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments