Misteri Keluarga Devina

Sisil menatap lekat-lekat layar laptopnya, membaca keterangan Kakek Devina yang terpampang di internet. Patung ia namakan Robby itu menjadi patung Karya pertamanya, namun sayangnya sempat rusak, sehingga di benahi kembali oleh Ganesha, Ayah Devina.

"Jika usia patung ini di buat tahun 1970, berarti usia objek suami Devina berusia 80 tahun lebih, tapi suami Devina yang kulihat saat di kampus tidak jauh beda dengan kami, astaga .. konspirasi apa ini? Apakah keterangan ini cuma bualan mereka? Tapi ..kenapa patung itu mirip dengan suami Devina? hiks!"

Sisil menyimpan segala informasi itu, kepalanya pening memikirkan misteri keluarga Devina. Setelah memesan kopi Sisil mengirimkan tugas baru kepada anak buah Ayahnya.

"Gue rasa Lo dan suami Lo menyimpan konspirasi besar, Dev .." Gumam Sisil lalu menyeruput kopinya.

Dari kafe itu, dia melihat Fathur dari kejauhan, semenjak kebakaran, ini kali pertama Fathur menginjakkan kaki di kampus. Tercetus ide baru dibenak Sisil, dia beranjak kembali ke kampus menghampiri Fathur.

Fathur berjalan tak seangkuh dulu, raut wajahnya lebih ramah, bahasa tubuhnya juga sopan, namun Fathur enggan lagi berteman dengan gengnya, ia merasa tak disayangi dengan tulus oleh teman-temannya, Fathur hanya berfokus untuk melanjutkan kuliah sembari kerja. Tujuan kali ini membahagiakan Ibunya, sukses lalu meminang Devina.

"Hai, apa kabar, Thur?" tanya Sisil menyapanya dari belakang, karena bertekad ingin menjadi lebih baik, Fathur lebih ramah lagi bersikap kepada Sisil.

"Aku sudah lebih baik sekarang, Sil. Aku buru-buru ya, ada tugas yang belum selesai," sahutnya.

Sisil mengangkat alis sebelah, rupanya yang perbuatan buruk yang dilakukannya terhadap keluarga Fathur tak membuat pria itu lemah, Sisil berharap Fathur meminta bantuan darinya, lalu ia akan berbuat seauka hatinya terhadap Fathur.

"Bukankah dia sedang di masa sulit, kok bisa sih dia tenang-tenang aja," Gumam Sisil kesal.

Dari luar kelas, dia mengamati pergerakan Fathur, pria yang ia kagumi itu tak lagi menampakkan pergerakan neko-neko, Fathur lebih tenang bersikap.

'Sial! Rencana ku salah, sepertinya Fathur semakin menjauh dariku,' ucap Sisil dalam hati.

Sisil yang malas di kampus memilih pulang, kepalanya di penuhi beban, iri hati berlebihan terhadap Devina membuatnya tidak menikmati hidup, selayaknya anak-anak konglomerat lainnya.

***

Keesokan paginya,

Mbah Gus datang membawa makanan, ada beberapa macam makanan yang ia siapkan untuk Devina. Pria berambut kriwil itu merasa kasih man karena Devian sudah yatim piatu, terlebih lagi kisah cintanya dengan Vampir, melengkapi kisah pilu Devina.

"Makanlah, Dek. Kau harus butuh energi untuk anakmu," kata Mbah Gus seraya membuka kotak makanan itu.

"Om Gus, tolong.. Pinta ke dokter agar memulangkan aku saja, dia akan mencari ku nantinya."

Mbah Gus menarik nafas, itu hal yang terberat baginya karena akan menolak prosedur rumah sakit. Mbah Gus telah dijelaskan oleh dokter bahwa keadaan Devina dan janinnya masih lemah, walaupun bukan siapa-siapa, Mbah Gus juga tidak tega membiarkan Devina keluar dari rumah sakit.

"Pikirkan kondisi anakmu, dia akan juga menyetujui kau ada disini, setelah merasa lebih baik, kau boleh pulang bertemu dengannya," saran Mbah Gus.

Devina berusaha berdamai dengan keadaan, sisa tiga jam lagi, Robby akan berubah menjadi Vampir, tentu Robby khawatir mencarinya. Mbah Gus masih belum mengerti dengan kehidupan Robby. Devina terlihat murung, Mbah Gus juga kebingungan mengambil tindakan.

"Kau jangan terlalu menghawatirkan nya, kenapa dia tidak ikut bersama mu? Maksud tidak menolong mu saat itu, apa dia tidak ada di tempat?"

Devina tertegun, dia tai bergeming, mengalihkan pandangan ke arah pintu, berharap Robby memang datang mengunjunginya. Tak mendapat jawaban dari Devina, Mbah Gus meyakini ada sesuatu yang perempuan itu sembunyikan.

"Itu hak kamu, tapi .. makhluk berjenis Vampir itu memiliki kekuatan melebihi manusia, dia bisa berlari cepat, dan kemampuan lainnya, jadi jangan terlalu khawatirkan dia," bisik Mbah Gus agar Devina tak lagi gusar.

"Aku hanya takut jika dokter mencurigai anak yang ku kandung, entahlah bagaimana rupa anak ini," tutur Devina.

Terselip pula kekhawatiran itu di pikiran Mbah Gus, pola hamil anak Vampir dan manusia jauh berbeda, jika kandungan Devina menunjukkan perbedaan dari kehamilan lainnya, maka itu akan jadi kehebohan di rumah sakit.

"Baiklah, tapi dimana aku bisa bertemu dengan suamimu? Apa boleh aku bertemu?" tanya Mbah Gus. Ia memiliki cara jitu agar dokter mengeluarkan Devina dari rumahs sakit.

Ada keraguan di mata Devina, ia belum mempercayai paranormal itu. Devina tetap saja enggan memberitahu, Mbah Gus menghela nafasnya, sesulit itu meyakinkan Devina.

"Percayalah, aku akan membantu kalian, aku juga pernah di posisi ini, akan ku pastikan rahasia kalian aman, kau sudah berjalan sejauh ini bersama pria itu, kau harus bertanggungjawab dengan keselamatan bayi kalian," jelas Mbah Gus, baginya dunia sangat kejam bila harus mengerti dengan situasi Devina.

Keraguan Devina mulai menipis, dia mendengarkan semua itu dengan seksama. Mbah Gus mendekati Devina lalu berbisik,

"Jika mereka sampai tahu, janin mu akan menjadi eksperimen medis."

Dar!

Telinga Devina seolah dimasukkan granat, penuturan Mbah Gus masuk di akal, manusia yang berkuasa selalu saja menggunakan sesuatu hal untuk kepentingan pribadinya, Devina juga takut, alasan dokter memintanya untuk tetap di rumah sakit karena ingin meneliti lebih mendalam kehamilan Devina.

"Tidak .. tidak, mereka tidak boleh melakukan itu," ucap Devina panik.

"Maka dari itu, percayakan semua padaku, dokter sebelumnya mengatakan bahwa kehamilan mu berbeda dari yang lain, janin mu pertumbuhannya sangat pesat, dia dokter yang ingin berkembang, tentu menemukan ilmu baru keinginannya, bisa mengangkat namanya menjadi profesor, kau tahu maksud ku 'kan?" Mbah Gus tak henti meyakinkan Devina. Hanya Robby yang dapat mengeluarkan Devina dari rumah sakit.

Keyakinan Devina bulat, dia meminta tas jinjitnya yang ada di atas meja, mencari kunci rumahnya.

"Ini kunci rumah, Mbah Gus. Tapi, setiap mahkluk hidup selalu bisa dipercaya, binatang dapat di pegang talinya, sedangkan manusia adalah kejujurannya, aku harap Mbah Gus tidak berbohong .." Devina sudah pasrah, tak ada jalan lain lagi selain menerima tawaran bantuan dari Mbah Gus.

Mbah Gus mengangkat tangannya, " Aku bersumpah!"

Setelah mendapatkan arahan dari Devina, Mbah Gus segera ke rumah Devina. Setiba di rumah mewah itu, ada hawa mistis yang memang meliputi nya, Mbah Gus merasakan rumah itu pernah di datangi banyak Vampir.

"Apakah keluarga Devina dulu mengetahui sosok mereka? Ini semakin jadi misteri, luar biasa kehidupan anak ini," puji Mbah Gus terhadap Devina.

Membuka pintu seolah-olah dia memiliki hubungan keluarga dengan Devina, Mbah Gus tidak mengendap-endap agar tidak di curigai tetangga. Dia hanya di arahkan oleh Devina untuk menunggu di ruang tamu. Mbah Gus duduk di sofa sembari mengamati keadaan rumah Devina.

"Arrggh ..." Tiba-tiba suara erangan pria terdengar olehnya. Mbah Gus terperanjat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!