BERBAGI CINTA

Mata indah itu langsung membola saat menemukan pemandangan yang bisa bikin syok lahir dan batin.

Gerakan refleks saraf motoriknya patuh dengan perintah Dewa. Bagaimana tidak, di ruangan yang tertera paoan nama CEO itu, Ganesha sedang berjongkok di depan celana Dewa dan memainkan resleting Dewa dengan gesper yang sudah dilonggarkan.

🍂 Beberapa menit yang lalu 🍂

Zahra bukan gadis oon yang keliru memasuki ruangan, sudah jelas jabatan Ganesha adalah CEO bukan presdir, ia membalikkan badan saat mengetahui ruangan di depannya bertuliskan presdir bukan CEO, ia lantas kembali ke lift lalu naik ke lantai atas lagi untuk mencari ruangan bertuliskan Chief Executive Officer, dan apa yang ia dapatkan sekarang, sepasang kakak beradik kembar itu sedang asyik mainan----resleting.

"Sorry---sorry!" teriak Zahra menutup pintu segera, ia tertawa-tawa di balik pintu sana hingga suara tawanya terdengar ke dalam.

"Woyy ah! Gue ngerasa ternodai lah!" cebik Dewa kasar. Ganesha lantas membuka pintu ruangannya membiarkan gadis berambut panjang itu masuk.

"Sorry mata kamu jadi harus ternodai," ucap Ganesh membuat gelengan di kepala Zahra.

"Ha-ha-ha!" Zahra tak henti tertawa mengingat dapat melihat box er yang dipakai Dewa adalah iron man jadi ingat dekgam Saga, sementara Dewa terlihat kesal.

"Rugi banget gue! Baru lo doang yang liat gue bongkar-bongkaran kaya gitu! Ganti rugi!" Dewa menghempaskan tubuhnya di kursi depan meja Ganesha dengan kasar, sekasar kulit buaya. Sementara Ganesha membawa Zahra duduk di sofa santai berukuran panjang dekat dengan rak buku.

"Ya lagian, mau buka-bukaan gitu ngga dikunci! Kalian berdua ngapain hayooo!" tunjuk Zahra mencolek lengan Ganesha.

"Resleting celana bang Dewa susah dinaikin, macet abis dari toilet dia'nya!" jawab Ganesha kalem tak se sewot Dewa yang mirip emak-emak nawar harga bawang.

"Lo! Ih---gue ngerasa di lece hin sama calon lo Nesh, gimana ceritanya mau kawin sama lo tapi liatnya punya gue! Dimana muka gue mesti di taro?!" Zahra maju dengan tas kain yang sudah ia keluarkan isinya.

"Nih! Masukkin kesini!" Zahra memasukkan kepala Dewa ke dalam tas kain sementara Dewa sendiri berontak, tanpa sadar keduanya macam anak kecil yang sedang bercanda, ada tatapan getir dari Ganesha tapi pun seulas senyuman.

"Cy---sesuai keinginan kamu. Sesuai perkataan kamu, memang sepertinya bang Dewa cocok dengan Zahra---"

Cyara, masih ingatkah mereka dengan Cyara, sahabat kecil mereka? Ganesha menelan salivanya sulit, mati-matian ia menjaga perasaan yang sampai saat ini masih untuk Cyara, meski pada kenyataannya ia sedikit bisa berpaling dan mungkin ikut bertekuk lutut pada Zahra.

"Njirrr nih cewek dari dulu, bar-bar ngga ketulungan!" Dewa mencoba melawan dari bully-an Zahra.

"Ra! Gendut !!!" jerit Dewa menahan tangan Zahra dan menarik gadis itu, bahkan tangannya berhasil membebaskan kepala dari tas kain milik Zahra tapi saat kedua pasang mata itu bertemu--- keduanya terdiam, segera mereka menghentikkan aksi kekanakan keduanya mengingat Ganesha ada disana, pemuda itu memang benar-benar dingin---bahkan untuk ukuran Zahra yang terbilang tunangannya sekalipun. Ia malah dengan santainya makan masakan Zahra sementara kedua makhluk di depannya itu saling gontok-gontokan.

"Nesh, maaf-maaf..." Zahra merapikan rambut dan membawanya ke belakang telinga, "abisnya aku gemes banget sama mulut merconnya abang kamu, sekali-kali tuh mesti dikantongin terus dibuang ke tong sampah," desis Zahra mendelik sinis pada pemuda yang masih duduk di kursi.

"Ngga apa-apa. Sini lo gabung makan, bang!" ajak Ganesha meminta Dewa bergabung, sontak saja keduanya melongo terkejut, bahkan Zahra sudah melotot dibuatnya.

"Nesh, apaan sih---ini kan," protes Zahra.

"Ogah ah! Gue cuma jadi obat nyamuk doang disini! Mendingan gue nemuin Melody!" Dewa cukup tau diri dengan menghentikan semua yang melibatkan perasaan.

"Lo suka makanan pedes kan bang? Sementara gue engga--- nih buat makan siang lo aja," Ganesha menyerahkan sekotak ayam Woku dan sambal dabu, sementara yang ia sisihkan untuk dirinya sendiri adalah tumisan sayur dan perkedel saja. Zahra sampai specchless dibuatnya, Ganesha ngga suka makanan pedes?

Ini gimana ceritanya jadi dibagi dua begini? Padahal kan gue udah masakin penuh cinta, masa iya cinta gue dibagi dua?! Tanpa gadis itu sadari pikiran itu melintas dan bersarang di benaknya.

"Kamu ngga suka pedes Nesh?" tanya Zahra hati-hati.

Ganesha menggeleng, "engga, tapi ngga apa-apa, barusan aku udah coba dan ayamnya enak banget. Kalau nanti kita nikah, kamu masakin aku yang kaya gini tapi kurangi pedesnya ya?" Zahra tersenyum merasa dihargai sementara Dewa merasa jadi love di tengah dua insan yang sedang saling memuji.

"Cih! Ya udah gue ambil! Mayan, tapi ini ngga lo racunin kan?!" tanya Dewa.

"Mau gue racunin sekarang apa gimana, gue sih bisa aja ambil dari ruang obat di rumah sakit kalo lo mau?!" tawar Zahra melotot bak nyi blorong.

"Santuy sist, mata lo nyeremin kaya nyi blorong minta dicolok pake nih pulpen!" Dewa hendak meraih kotak makan berisi ayam, meski gengsi nya tinggi ia tak pernah menolak makanan gratis apalagi ayam pedas favoritnya.

"Awas tempatnya balikin! Itu merk mahal, khusus buat bekel gue kalo ngga Ganesh, makhluk mars kaya lo dilarang!"

"Ck! Berapa duit sih, gue beli sama pabrik-pabriknya sekalian! Sombong amat," decaknya.

"Sayanggg!!!" suara cempreng itu memenuhi seluruh koridor lantai ini. Gea saja sampai terkejut dibuatnya begitupun Yahya.

"Busettt, itu suara tikus kejepit dari mana sih?!" gumam Yahya.

Ketiganya menengokkan kepala ke arah pintu ruangan Ganesha, dimana sumber suara tak diketahui berasal.

"Dewa!"

"Nesh, gue ke ruangan dulu! Betina minta dikelonin!" tawanya membuat Zahra menggeleng ngeri.

"Dewa punya pacar?" tanya Zahra.

Ganesha yang menunggu suapan dari tangan Zahra membawa tangan Zahra yang sudah siap dengan sesendok nasi ke dalam mulutnya, "banyak. Jangan kaget, tapi dari semuanya dia cuma main-main ngga pernah ada yang diseriusin," jawab Ganesha.

"Oh!" Zahra berohria.

"Kalo aku kaya gitu kamu mau gimana?" tanya Ganesha tiba-tiba, membuat Zahra menatap horor.

"Kamu?" tanya Zahra, Ganesha menganggukan kepalanya.

"Ngga mungkin!" Zahra menggeleng pasti.

"Ngga ada yang ngga mungkin di dunia ini Ra,"

"Tapi aku percaya kamu ngga kaya Dewa---"

"Kaya bang Dewa gimana?" tanya Ganesha.

"Ya itu! Banyak ceweknya, mainin perasaan cewek, ngga hargain kehormatan perempuan!" Zahra paling tidak suka dengan pria seperti itu.

"Kamu salah Ra, justru sudut pandang kamu dan sebagian orang itu salah terhadap bang Dewa. Dari sekian banyak laki-laki, dialah yang paling menghargai perempuan," jawab Ganesha, sontak saja Zahra tertawa, mustahil! Ganesha saja yang tak tau dengan kelakuan abang lak natnya itu, padahal setiap hari bersama sejak masih zigot.

Bukankah benar, karena ia selalu bersama Dewa sejak masih zigot jadi ialah yang paling mengetahui siapa Dewa?

Ganesha tersenyum, kamu akan terbiasa dengan bang Dewa, Ra. Dan nanti kamu sendiri yang akan membela bang Dewa mati-matian.

"Kalo semisal aku lebih bejat?" pertanyaan itu kembali diulang Ganesha.

Zahra menatap Ganesha, menaruh kotak makan dan sendoknya, "aku adalah orang yang akan membela kamu mati-matian. Karena aku percaya kamu cowok baik-baik!" gadis itu menangkup wajah Ganesha.

Ganesha memutus eye contact itu dan menyendok nasi bergantian menyuapi Zahra.

"Suster juga mesti makan," selorohnya membuat Zahra tertawa kecil.

"Lo tuh berisik Mel, malu-maluin manggil gue kaya manggilin kingkong temennya tarzan!" dumel Dewa sepanjang jalan menuju ruangannya.

"Abisnya lo tuh lama, gue kan kegerahan di ruangan lo!" Dewa menggeplak jidatnya, "sorry gue lupa kalo tadi gue nyuruh lo nunggu di ruangan!" nyengirnya.

Melody merengut manyun, Dewa memutar badannya karena sejak tadi ia berjalan di depan Melody, "jangan manyun gitu dong, jeleknya ilang! Ke ruangan gue yuk kalo gitu, mumpung si guffy gue suruh beli makan," ajaknya, ternyata ingin berduaan dengan Melody adalah hal tersulit untuk Dewa sekarang karena kehadiran makhluk astral berjuluk Miki.

"Yuk! Liptin gue udah gue kasih madu loh biar makin manis pas lo nikmati," Melody menggelayuti lengan Dewa, tapi baru saja masa tenang itu berlangsung, gangguan kembali hadir.

"Bos!!!" ia berlari dengan nafas terengah, lalu menabrak begitu saja badan Melody hingga gadis itu tersungkur ke depan.

*Blughhh*!

Ops!

Aaarggggh!

Jika di ruangan Ganesh begitu damai dan tenang lain halnya dengan keadaan yang selalu rusuh di lantai direksi, itu semua karena kehadiran Dewa, Miki, dan Melody. Para staf direksi sampai melongokkan kepalanya ke luar ruangan mendengar keributan itu, sejak kehadiran presdir baru suasana bekerja mereka jadi hidup dan penuh tawa, karena drama ketiganya. Mereka tertawa tertahan dan kembali ke dalam ruangan karena takut disemprot Dewa.

"Aaaahhh! Dewa, Melody benjol!"

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

bagus Miki....
jorokin aja klo perlu ampe jatoh...
maafkan Akoeh melodi sumbang....
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2025-01-10

2

Lalisa

Lalisa

sokooorr 🤣

2024-10-22

1

Lalisa

Lalisa

🤔🤔🤔

2024-10-22

0

lihat semua
Episodes
1 LET'S TRY
2 JODOH PENGGANTI
3 DIANTARA SUNGAI YANG TENANG
4 SERANGAN FAJAR GANESHA
5 ULAH PERTAMA
6 BERBEDA PERANGAI
7 JEMPUTAN SE to the TAN
8 ADEK IPAR VS KAKAK IPAR?
9 KENA DEH!
10 TAK ADA AKAR ROTAN PUN JADI
11 BEBAN YANG DIPIKUL
12 MENCOBA BERDAMAI
13 RUKUN TETANGGA KURANG WARAS
14 MENGUNJUNGI GEDUNG KANTOR
15 BERBAGI CINTA
16 SEPENGGAL TENTANG CYARA
17 RENCANA DEWA
18 VIBES
19 APAKAH CINTA SALAH SASARAN?
20 SIKAP IMPULSIF DEWA
21 PERCIKAN-PERCIKAN API
22 HITAM TAK BERARTI BURUK
23 CINTA TAK PERNAH SALAH
24 ILMU COCOKOLOGI
25 GENGSI SEBESAR GUNUNG
26 DEWA PENGUSIK JIWA
27 JANGAN DIPAKSA KALAU TAK MAU
28 BERI AKU KESEMPATAN
29 SIAP MENGACAUKAN HARI
30 DUA SEJOLI
31 PENGAKUAN
32 BICARA DARI HATI KE HATI
33 WELCOME BACK BROTHER
34 RENCANA LAMARAN
35 MENGKHIANATI KEPERCAYAAN
36 INDAHNYA JATUH CINTA
37 SEGINI TUH BELUM APA-APA
38 TES NGAJI ALA CIMOY
39 LAMARAN SE-RT
40 WELCOME DI GUBUK ANANTA
41 KELAKUAN SI CICAK PUTIH
42 TES PSIKOLOGI
43 BERBUNGA-BUNGA ATAU STRESS
44 ADA MANIS-MANISNYA
45 SEE YOU AGAIN, BEAUTY...
46 BIANG KEROK
47 SI MAMAUNG SI MAMACAN
48 TUNGGU AKU, RA!
49 GILANYA SEORANG IBU
50 KEDUA KALINYA
51 PENGACAU SUASANA
52 SAYA TERIMA....
53 SIMBIOSIS MUTUALISME
54 NOWHERE TO RUN
55 HAPPY WEDDING
56 BITTERSWEET (PAHIT)
57 RESTUI LANGKAHKU, BANG...
58 SELAMAT BERTUGAS, NERS...
59 BERBOHONG
60 STIGMA MASSA
61 SADEWA TERUSIK
62 ASSALAMU'ALAIKUM SLEEPING CHARMING...
63 DONATUR
64 PROFESIONAL
65 SOMETHING WRONG
66 SUPPORT SYSTEM ADALAH OBAT TERBAIK
67 ISOLASI BERDUA
68 PRESDIR VS CHEF
69 BELANJANYA CALON DADDY
70 DEWA CINTA
71 GODAAN
72 PERTAMA KALI KECEWA
73 PENYELESAIAN
74 MY LOVELY PRESDIR FROM THE MARS
Episodes

Updated 74 Episodes

1
LET'S TRY
2
JODOH PENGGANTI
3
DIANTARA SUNGAI YANG TENANG
4
SERANGAN FAJAR GANESHA
5
ULAH PERTAMA
6
BERBEDA PERANGAI
7
JEMPUTAN SE to the TAN
8
ADEK IPAR VS KAKAK IPAR?
9
KENA DEH!
10
TAK ADA AKAR ROTAN PUN JADI
11
BEBAN YANG DIPIKUL
12
MENCOBA BERDAMAI
13
RUKUN TETANGGA KURANG WARAS
14
MENGUNJUNGI GEDUNG KANTOR
15
BERBAGI CINTA
16
SEPENGGAL TENTANG CYARA
17
RENCANA DEWA
18
VIBES
19
APAKAH CINTA SALAH SASARAN?
20
SIKAP IMPULSIF DEWA
21
PERCIKAN-PERCIKAN API
22
HITAM TAK BERARTI BURUK
23
CINTA TAK PERNAH SALAH
24
ILMU COCOKOLOGI
25
GENGSI SEBESAR GUNUNG
26
DEWA PENGUSIK JIWA
27
JANGAN DIPAKSA KALAU TAK MAU
28
BERI AKU KESEMPATAN
29
SIAP MENGACAUKAN HARI
30
DUA SEJOLI
31
PENGAKUAN
32
BICARA DARI HATI KE HATI
33
WELCOME BACK BROTHER
34
RENCANA LAMARAN
35
MENGKHIANATI KEPERCAYAAN
36
INDAHNYA JATUH CINTA
37
SEGINI TUH BELUM APA-APA
38
TES NGAJI ALA CIMOY
39
LAMARAN SE-RT
40
WELCOME DI GUBUK ANANTA
41
KELAKUAN SI CICAK PUTIH
42
TES PSIKOLOGI
43
BERBUNGA-BUNGA ATAU STRESS
44
ADA MANIS-MANISNYA
45
SEE YOU AGAIN, BEAUTY...
46
BIANG KEROK
47
SI MAMAUNG SI MAMACAN
48
TUNGGU AKU, RA!
49
GILANYA SEORANG IBU
50
KEDUA KALINYA
51
PENGACAU SUASANA
52
SAYA TERIMA....
53
SIMBIOSIS MUTUALISME
54
NOWHERE TO RUN
55
HAPPY WEDDING
56
BITTERSWEET (PAHIT)
57
RESTUI LANGKAHKU, BANG...
58
SELAMAT BERTUGAS, NERS...
59
BERBOHONG
60
STIGMA MASSA
61
SADEWA TERUSIK
62
ASSALAMU'ALAIKUM SLEEPING CHARMING...
63
DONATUR
64
PROFESIONAL
65
SOMETHING WRONG
66
SUPPORT SYSTEM ADALAH OBAT TERBAIK
67
ISOLASI BERDUA
68
PRESDIR VS CHEF
69
BELANJANYA CALON DADDY
70
DEWA CINTA
71
GODAAN
72
PERTAMA KALI KECEWA
73
PENYELESAIAN
74
MY LOVELY PRESDIR FROM THE MARS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!