ULAH PERTAMA

Ganesha sudah siap dengan stelan jas rapi, emang udah paling perfect lah anak emak satu ini. Lain halnya dengan Dewa yang mesti di luluh lantahkan dulu oleh bom atom, kalau Ica tidak mengeluarkan suara emasnya, maka pemuda ini akan terus saja memejamkan matanya sampai busuk tuh mata!

Dewa duduk di samping Ganesha, dari cara makan saja mereka berbeda jauh bak tanah kubur sama alam barzah. Yang satu sopan-sopan kalem, yang satu lagi mode orang kena santet, begini efek kalo makan ngga pake bismillah.

Jika Ganesha akan kalem dengan sikap coolnya lain hal dengan Dewa yang terkesan urakan, ia tetap mengikat rambutnya satu di belakang entah karet gelang bekas ketoprak atau bekas nasi kuning, untung saja tak pakai jepitan kupu-kupu, meski stelan kemeja jas menempel rapi di badannya, mungkin satu-satunya pembeda adalah tak adanya dasi di dada Dewa, ia lebih memilih membuka kancingnya satu dan membiarkan pasokan oksigennya keluar masuk bebas tanpa tersendat dasi yang mencekik leher.

Benar kata Zahra, he is presdir from the mars.

"Daddy mau, mulai hari ini kamu belajar megang bisnis. Sampai kapan kamu akan terus gini Dewa. Kelak perusahaan daddy sama momy butuh seorang pimpinan, dan Ganesh tak akan bisa menghandle semuanya sendiri," ujar Jihad serius, Dewa hanya bisa menelan rotinya sulit--mencoba serius di hidupnya itu bagai menelan bara api. Sementara Ganesh dan Ica hanya diam tanpa mau berkata-kata.

"Ajari abangmu, bimbing dia!" pandang Jihad pada Ganesh.

"Dan kamu! Seriuslah!" matanya beralih pada Dewa. Jika dalam mode silet begini, Ica sekalipun tak berani membuka mulutnya, bahkan untuk sekedar menguap atau melahap makanan.

"Daddy mau ketemu om Milo," ia mengakhiri sarapan hari ini dengan tema mengadili Dewa.

"Momy harap kalian bisa bekerja sama---terutama kamu Dewa," Ica pun ikut bangkit dan membereskan piring kotor milik Jihad menyisakkan si kembar di meja makan.

Ganesh meneguk air putihnya pertanda ia sudah selesai, sementara Dewa menaruh kasar setengah rotinya, "ck, gue emang ngga pernah bisa apa-apa!"

"Lo bukan ngga bisa, tapi ngga ada niat!" jawab Ganesh menjeda ucapannya.

"Mau bareng atau gue tinggal, hari ini gue ada meeting penting?" tanya Ganesh.

"Lo sendiri aja. Gue naik motor!" jawab Dewa menyambar jaket kulit dan mengganti jas di badannya. Lain Ganesh lain Dewa, Yahya sudah menunggu di depan berteman security rumah, ia segera bangkit dari duduknya dan masuk mobil melihat Ganesh keluar rumah. Sementara Dewa memakai helmnya, "abang bro! Buka gerbang!" teriaknya pada security.

"Iya den!"

Yahya menatap Dewa yang sudah keluar gerbang tanpa jeda, "bro---abang lo mau kemana? Tumben pagi-pagi udah beredar," Ganesh pun melakukan hal yang sama dengan Yahya, netranya tak lepas hingga motor Dewa hilang di balik pagar.

"Kantor. Mulai hari ini bang Dewa ikut urus kantor bokap!" jawab Ganesh membuat Yahya tersentak cukup terkejut.

Ganesh melihat arloji di tangannya, "udah siang---Zahra pasti udah mau berangkat!"

"Siap obos! Jemput dulu calon ibu negara," Yahya menunjukkan senyuman lebar bak sales asuransi.

Stir dibanting ke arah kiri jalanan, menuju jalanan dimana kost Zahra berada.

Pas sekali, kaya udah dapet di-stel. Saat Zahra keluar gerbang kost, Ganesha sampai bersama Yahya.

"Hay!" bukan Ganesh, melainkan Zahra yang menyapa duluan, karena sejak 5 menit datang Ganesh hanya diam saja, tak tau ia gugup atau memang lagi belajar bisu.

"Masuk Ra, aku anter ke rumah sakit," Ganesh membuka pintu mobil untuk Zahra.

"Ngerepotin ngga nih, bos besar kan sibuk?!" kelakar gadis ini.

"Engga lah, aku kurus Ra. Engga besar!" tawanya menyambut kelakar Zahra.

Dengan memaksimalkan tenaga mesin motornya Dewa membelah jalanan secepat kilat dewa Zeus membelah langit, berasa jalanan milik emak Ica, dan yang lain cuma numpang ngesot! Tak percuma ia menukar mobil miliknya dengan motor ini, karena buktinya ia sudah sampai sebelum Ganesha datang.

Dengan gaya sengaknya ia berjalan masuk ke dalam kantor, tatapan hormat nan segan di lemparkan pada Dewa, tapi pemuda ini merasa dirinya adalah Dewa sebenarnya di dunia, hanya mengangguk tanpa mau memandang. Dagunya terus terangkat menandakan jika kesombongan memang mendominasi jiwa pemuda ini.

"Pak, maaf---itu ruangan..." sekertaris dan staf direktur mencoba melarang Dewa untuk masuk ke ruangan CEO perusahaan, karena tak sembarang orang bisa masuk, apalagi saat si penghuni tak ada. Mereka memang tau Dewa adalah kembaran Ganesha, anak pemilik perusahaan namun mereka pun tau jika selama ini Dewa tak pernah ada andil disini.

"Kenapa?! Saya anak pemilik perusahaan! Siapa yang berani larang saya masuk kesini?! Hari ini saya mulai ikut mengurus perusahaan, minggir!!" teriaknya di depan mereka.

"Tapi pak---" tahan staf direktur menahan kembali tangan Dewa, sebenarnya ia pun merasa takut setengah mati, tapi peraturan perusahaan tetaplah peraturan.

"Minggir!!" Dewa bahkan sudah mendorong karyawan itu.

Pagi-pagi sudah bikin kekacauan di kantor, Ganesha dan Yahya yang baru saja sampai dibuat mengernyit saat Gea sang sekertaris berlari panik.

"Pak! Pak!" cewek centil dengan bandana pink dan kacamata berbingkai pink itu berlari, untung saja hak tinggi yang ia pakai tak sampai patah menahan bobot badan yang seindah badan kontrabass.

"Awas Gea---sini abang tangkap neng!" kelakar Yahya telah merentangkan kedua tangannya bersiap menangkap badan Aulia.

Gadis itu mengerem langkah tepat di depan Yahya yang kini menjadi garda terdepan Ganesha. Sampai bergetar hebat bagian dada yang terlihat penuh itu, blazer yang dipakainya saja sampai meletek alias bercelah akibat buah dada yang penuh.

"Ihhh! Bang Yahya! Gawat bang--gawat! Di ruangan pak Ganesh, ada pak Dewa, lagi nonjokin pak Indra!" hebohnya.

"Subhanallah!!" Yahya berseru, Ganesh mengerutkan alisnya, "yang bener Ge?" gadis berponi itu mengangguk.

Langkah besar Ganesh membawanya menaiki lift menuju lantai dimana ruangannya berada, sebenarnya ruangan ayahnya Jihad, namun sejak setahun lalu Jihad memberikan ijin sementara ruangan kepenguasaan atas perusahaan pada Ganesha atas berbagai pertimbangan, selain dari andil besar yang Ganesh lakukan.

"Bang Dewa!!" teriak Ganesh, ia menahan kepalan Dewa yang ditujukan pada karyawan perusahaan yang sudah terkapar dengan posisi Dewa menghakimi.

Dilihatnya staf direktur keuangan yang sudah terdapat luka lebam di bagian tulang pipi, "pak Indra, atas nama perusahaan, bang Dewa dan nama keluarga saya amat sangat meminta maaf. Semua pengobatan saya tanggung termasuk diberikannya ijin cuti beberapa hari sampai pulih."

Indra bangun dibantu beberapa karyawan lain, sebenarnya ia cukup marah dengan bos sablengnya itu, hanya saja ia begitu menghormati Jihad dan Ganesha, selama ini perusahaan yang sudah menaunginya belasan tahun ini adalah satu-satunya tempat ternyaman untuk mencari nafkah.

"Sama-sama pak, tidak apa-apa." jawabnya kepayahan mengelusi luka lebamnya.

"Lain kali hormati juga gue! Gue bos lo!" teriak Dewa berapi-api yang dicekal Ganesha.

"Bang Dewa! Masuk bang! Gue mau ngomong sama lo!" desis Ganesha, meloloskan nafas lelah nan berat, sepertinya hari-harinya ke depan akan lebih berat lagi membimbing kakaknya ini. Ganesha membawa Dewa masuk ke dalam ruangan.

"Sekali lagi kami minta maaf pak," Yahya ikut mengatupkan kedua tangannya dan meminta staf keuangan lain membantu pak Indra.

"Gi! Minta tolong anter pak Indra ke rumah sakit terus anter balik!" pinta Yahya pada karyawan lain.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

lestari saja💕

lestari saja💕

dewa temen nya sikera tamoan kayaknya....

2024-03-23

2

sherly

sherly

astaga dewa... namamu aja dewa kelakuaaan Hanoman. ...

2023-03-17

2

Sartika Fajar

Sartika Fajar

semedi cari ilham utk buka pembicaraan y abg ganesh?? 🤔🤔🤔🤭🤭🤭🤭

2023-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 LET'S TRY
2 JODOH PENGGANTI
3 DIANTARA SUNGAI YANG TENANG
4 SERANGAN FAJAR GANESHA
5 ULAH PERTAMA
6 BERBEDA PERANGAI
7 JEMPUTAN SE to the TAN
8 ADEK IPAR VS KAKAK IPAR?
9 KENA DEH!
10 TAK ADA AKAR ROTAN PUN JADI
11 BEBAN YANG DIPIKUL
12 MENCOBA BERDAMAI
13 RUKUN TETANGGA KURANG WARAS
14 MENGUNJUNGI GEDUNG KANTOR
15 BERBAGI CINTA
16 SEPENGGAL TENTANG CYARA
17 RENCANA DEWA
18 VIBES
19 APAKAH CINTA SALAH SASARAN?
20 SIKAP IMPULSIF DEWA
21 PERCIKAN-PERCIKAN API
22 HITAM TAK BERARTI BURUK
23 CINTA TAK PERNAH SALAH
24 ILMU COCOKOLOGI
25 GENGSI SEBESAR GUNUNG
26 DEWA PENGUSIK JIWA
27 JANGAN DIPAKSA KALAU TAK MAU
28 BERI AKU KESEMPATAN
29 SIAP MENGACAUKAN HARI
30 DUA SEJOLI
31 PENGAKUAN
32 BICARA DARI HATI KE HATI
33 WELCOME BACK BROTHER
34 RENCANA LAMARAN
35 MENGKHIANATI KEPERCAYAAN
36 INDAHNYA JATUH CINTA
37 SEGINI TUH BELUM APA-APA
38 TES NGAJI ALA CIMOY
39 LAMARAN SE-RT
40 WELCOME DI GUBUK ANANTA
41 KELAKUAN SI CICAK PUTIH
42 TES PSIKOLOGI
43 BERBUNGA-BUNGA ATAU STRESS
44 ADA MANIS-MANISNYA
45 SEE YOU AGAIN, BEAUTY...
46 BIANG KEROK
47 SI MAMAUNG SI MAMACAN
48 TUNGGU AKU, RA!
49 GILANYA SEORANG IBU
50 KEDUA KALINYA
51 PENGACAU SUASANA
52 SAYA TERIMA....
53 SIMBIOSIS MUTUALISME
54 NOWHERE TO RUN
55 HAPPY WEDDING
56 BITTERSWEET (PAHIT)
57 RESTUI LANGKAHKU, BANG...
58 SELAMAT BERTUGAS, NERS...
59 BERBOHONG
60 STIGMA MASSA
61 SADEWA TERUSIK
62 ASSALAMU'ALAIKUM SLEEPING CHARMING...
63 DONATUR
64 PROFESIONAL
65 SOMETHING WRONG
66 SUPPORT SYSTEM ADALAH OBAT TERBAIK
67 ISOLASI BERDUA
68 PRESDIR VS CHEF
69 BELANJANYA CALON DADDY
70 DEWA CINTA
71 GODAAN
72 PERTAMA KALI KECEWA
73 PENYELESAIAN
74 MY LOVELY PRESDIR FROM THE MARS
Episodes

Updated 74 Episodes

1
LET'S TRY
2
JODOH PENGGANTI
3
DIANTARA SUNGAI YANG TENANG
4
SERANGAN FAJAR GANESHA
5
ULAH PERTAMA
6
BERBEDA PERANGAI
7
JEMPUTAN SE to the TAN
8
ADEK IPAR VS KAKAK IPAR?
9
KENA DEH!
10
TAK ADA AKAR ROTAN PUN JADI
11
BEBAN YANG DIPIKUL
12
MENCOBA BERDAMAI
13
RUKUN TETANGGA KURANG WARAS
14
MENGUNJUNGI GEDUNG KANTOR
15
BERBAGI CINTA
16
SEPENGGAL TENTANG CYARA
17
RENCANA DEWA
18
VIBES
19
APAKAH CINTA SALAH SASARAN?
20
SIKAP IMPULSIF DEWA
21
PERCIKAN-PERCIKAN API
22
HITAM TAK BERARTI BURUK
23
CINTA TAK PERNAH SALAH
24
ILMU COCOKOLOGI
25
GENGSI SEBESAR GUNUNG
26
DEWA PENGUSIK JIWA
27
JANGAN DIPAKSA KALAU TAK MAU
28
BERI AKU KESEMPATAN
29
SIAP MENGACAUKAN HARI
30
DUA SEJOLI
31
PENGAKUAN
32
BICARA DARI HATI KE HATI
33
WELCOME BACK BROTHER
34
RENCANA LAMARAN
35
MENGKHIANATI KEPERCAYAAN
36
INDAHNYA JATUH CINTA
37
SEGINI TUH BELUM APA-APA
38
TES NGAJI ALA CIMOY
39
LAMARAN SE-RT
40
WELCOME DI GUBUK ANANTA
41
KELAKUAN SI CICAK PUTIH
42
TES PSIKOLOGI
43
BERBUNGA-BUNGA ATAU STRESS
44
ADA MANIS-MANISNYA
45
SEE YOU AGAIN, BEAUTY...
46
BIANG KEROK
47
SI MAMAUNG SI MAMACAN
48
TUNGGU AKU, RA!
49
GILANYA SEORANG IBU
50
KEDUA KALINYA
51
PENGACAU SUASANA
52
SAYA TERIMA....
53
SIMBIOSIS MUTUALISME
54
NOWHERE TO RUN
55
HAPPY WEDDING
56
BITTERSWEET (PAHIT)
57
RESTUI LANGKAHKU, BANG...
58
SELAMAT BERTUGAS, NERS...
59
BERBOHONG
60
STIGMA MASSA
61
SADEWA TERUSIK
62
ASSALAMU'ALAIKUM SLEEPING CHARMING...
63
DONATUR
64
PROFESIONAL
65
SOMETHING WRONG
66
SUPPORT SYSTEM ADALAH OBAT TERBAIK
67
ISOLASI BERDUA
68
PRESDIR VS CHEF
69
BELANJANYA CALON DADDY
70
DEWA CINTA
71
GODAAN
72
PERTAMA KALI KECEWA
73
PENYELESAIAN
74
MY LOVELY PRESDIR FROM THE MARS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!