"Ada apa Andrea? kenapa terlihat sedih begitu?" tanya Rosella pada Andrea.
Andrea tertunduk sedih. Wajahnya terlihat penuh penyesalan, dan agaknya, dia merasa bersalah.
Rosella merangkul pundak Andrea, dan menenangkan Andrea.
"Dari mana kamu berasal? mungkin kami bisa membantu kamu pulang?!" tanya Wilson pada Andrea.
Sejenak Andrea terdiam, mencoba menahan kesedihan dan rasa bersalah di hatinya. Jika saja dia bisa memutar waktu, dia tidak akan kabur dari rumahnya, lalu pergi ke villa milik Gilbert.
Pria itu, rupanya memang bukan pria yang baik. Dia amat menyesal tidak mendengar perkataan ayahnya.
Dia malah lebih memilih untuk pergi dengan Gilbert, dan akhirnya kejadian itu terjadi. Hingga memaksa dirinya untuk terjebak di tempat yang asing seperti ini.
"Aku kabur dari rumah, dan pergi bersama laki-laki itu..." dia mulai terdengar menjelaskan.
Semua yang ada di sana terlihat mendengarkan dengan seksama. Tak terkecuali Lucifer.
"Aku tidak mendengarkan ucapan ayah dan ibu untuk diam di rumah, dan malah pergi dengan laki-laki itu, hingga akhirnya dia membawa aku ke sebuah Villa."
"Villa? apa itu?" tanya Rosella pada Andrea.
"Sebuah tempat yang letaknya di pegunungan, semacam bangunan.." jelas Andrea.
Namun semua yang ada di sana masih saja tidak mengerti. Andrea menjadi bingung, dan menumpuklah beragam pertanyaan dalam benaknya.
"Tunggu! apa kalian tidak tahu apa itu bangunan?"
Semua orang menggeleng.
"Apa maksud kalian?" terkejut, "bangunan rumah! yang di cor dengan semen! apa kalian sungguh tidak tahu?"
Dan semua orang kembali menggelengkan kepalanya.
Andrea semakin terdiam. Dia teramat bingung dengan dunia yang di penuhi oleh beragam keanehan yang luar biasa ini.
"Tahun berapa ini?" tanyanya penuh selidik.
Namun yang lain hanya saling menoleh, dan bertatapan bingung, tidak mengerti sama sekali yang di tanyakan oleh Andrea.
"Tunggu! apa jangan-jangan, aku ada di dunia lain? apa aku melakukan perjalanan ke lorong waktu, dan kembali ke masa lalu? semacam time travel begitu?" Andrea merasa bingung sendiri.
"Hahh!!?" Andrea semakin tidak mengerti.
Yang lain hanya terdiam bingung melihat ekspresi dan perkataan Andrea barusan.
"Mustahil! mana mungkin aku kembali ke masa lalu?" tanya Andrea pada dirinya sendiri.
"Lalu bagaimana kamu bisa datang kemari?" tanya William pada Andrea.
"Kekasihku hampir melecehkan aku, dan aku, bersembunyi di balik sebuah pintu! saat aku membuka mataku, pintu itu sudah tidak ada, aku melihat seberkas cahaya matahari, dan aku berjalan ke arahnya..." Jelas Andrea panjang di kali lebar.
Dia berhenti sejenak, dan kemudian melanjutkannya lagi..
"Lalu saat aku keluar, aku sudah berada di tempat ini! ternyata aku baru saja keluar dari sebuah pohon yang sudah tua!" ucap Andrea lagi.
"Apa kamu memang tidak berbohong soal itu?" tanya Lucifer untuk pertama kalinya setelah dia mendiamkan Andrea.
"Kau pikir aku sedang berbohong!? gadis yang terlalu banyak bermimpi!?" sekarang Andrea nampak kesal di buat Lucifer.
"Aku pikir karena kamu memang suka mengkhayal.." Ledek Lucifer dengan membersitkan senyuman kudanya.
Andrea makin di buat kesal. Apa lagi pria ini! huhh! ingin sekali memukul kepala Lucifer yang polos ini. Geram sekali kalau terlalu dekat dengan Lucifer.
"Kau ini? jangan terus terusan buat dia marah!" ucap Rosella pada Lucifer.
🍂🍂🍂🍂🍂
"Gadis itu datang dari masa depan! dia berputar di lorong waktu, dan kembali ke zaman 400 tahun sebelum kelahirannya!" ucap seorang penasehat pada seorang pria.
Pria itu memiliki tubuh yang aneh. Separuh yang hanya terlihat bak asap tebal, yang bergumul, dan tidak membentuk bayangan sama sekali.
Sementara, dari perut hingga kepala, utuh, bak manusia normal pada umumnya. Hanya saja, sekujur tubuhnya sebenarnya tercipta dari api.
Raja iblis dari neraka, yang tersisih ke dunia manusia, dan tidak bisa kembali ke dunianya. Dia bahkan tidak memiliki cukup kekuatan untuk kembali ke tempat asalnya.
Apa itu membuat dirinya sedih? tentu saja tidak!
Sejak dia tahu, sebuah mutiara bisa mengubah dirinya, dan membuat dia menjadi penguasa di dunia ini, dia tidak pernah lagi berpikir untuk kembali.
Juga saudari sepupunya, yang tersisih dan terkurung di dalam lautan. Ratu laut, yang juga terusir dari dunia mereka.
Mereka mengalami nasib yang sama. Menjadi makhluk terbuang, dan harus kehilangan sebagian kekuatan mereka, akibat sebuah kesalahan di masa lalu.
Arkh!
Jadi panjang lebar!
Pria berwujud setengah kabut hitam itu, kini terlihat terbangun dari singgasananya, dan bergerak menuju sang penasehat.
"Aku ingin mendapatkan gadis itu! menunggu gerhana matahari yang masih begitu lama, aku sungguh tidak bisa! sekarang, aku ingin gadis itu di bawa kemari!" ucap Lucas pada sang penasehat.
"Tunggu, tuan! apa anda lupa, kalau menunggu gerhana matahari, sambil melihat peperangan antar dunia yang kacau, adalah keinginan anda sejak lama! anda ingin membuat tiga kerajaan terpecah belah bukan? dan anda sudah berada di tengah jalan untuk mencapai puncaknya!" ucap sang penasehat.
"Lalu bagaimana menurut kamu!?"
"Anda akan menguasai tiga kerajaan sekaligus suatu hari nanti, jika anda bisa menengahi pertengkaran antara tiga kelompok tersebut! anda tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk membuat gadis itu berada di tangan anda!!" ucap sang penasehat.
"Bodoh! jika aku bisa segera mendapatkan mutiara itu, dunia akan langsung menjadi milikku! kenapa harus menunggu mereka berseteru?"
Lucas menjadi marah. Sifat iblisnya nyatanya tidak pernah padam. Dia mencekik leher sang penasehat, dan membuat pria yang telah setia dengannya selama bertahun-tahun, akhirnya berada di ujung kematian.
"Tu-tuan!! ak! ak!!"
"Aku tidak butuh si bodoh seperti kamu!!"
Lucas mengeratkan cekalan tangannya di leher sang penasehat, dan berusaha melenyapkan pria itu.
"Aaa!! aaaa!!" pria itu memekik kesakitan, sebelum akhirnya, Lucas merubah pria itu menjadi arang.
Brakkhh!
Tubuh pria tua itu berhamburan, berubah menjadi arang dan kemudian, terbang menjadi abu.
Lucas telah mengantar sang pria menuju ke neraka. Dan dia, merasa puas akan itu. Baginya, tinggal sendiri seperti ini, jauh lebih baik.
Tanpa beban, atau suara yang mengganggu telinga dan keinginannya.
"Aku benci manusia! si bodoh yang tidak pernah berhenti menyombongkan diri! kau pikir, sebodoh apa aku, berani mengendalikan otakku selama bertahun-tahun?!"
🍂🍂🍂🍂
Mereka berdua tampak berjalan mengendap-endap di pedalaman hutan.
Wilson yang memiliki otak terfokus pada sebuah target, dan kakaknya yang nampak menawan saat mengawasi pergerakan mangsa.
Keduanya terlihat saling bekerja sama, mengawasi dua ekor rusa, yang tengah asik berkeliaran di kawasan mereka berdua.
Hingga akhirnya...
Swosh!!
Panah di sela-sela jari Wilson di lepas begitu saja, bersamaan dengan tubuh Lucifer yang berubah menjadi si loreng dalam beberapa detik.
Groarrrr!!!
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
kak pii
ayo kkk lanjut up nya bikin aq penasaran...
2023-01-17
0