Dengan langkah kaki yang terus mengendap-endap, Andrea akhirnya tiba di pagar belakang tanpa di sadari oleh para penjaga yang setia berjaga di rumahnya.
Srekk! srekk! srekk!
Hanya langkah kakinya yang terdengar menginjak rumput hijau di halaman belakang rumah dengan lirih.
Lalu..
"Andrea, sini.." suara lirih itu menyambutnya, dan berhasil membawa wanita itu melintasi pagar dengan selamat!
Vrooommmmm!!!
"Yuhuuuuyyyyy!"
Teriak Andrea penuh kegirangan setelah mendapati mereka berdua telah menjauh dari area rumahnya menggunakan mobil berwarna merah milik Gilbert, sang pujaan hati.
Sang lelaki hanya sesekali menatapi gadis yang tengah berdiri di dalam mobilnya dengan girang.
"Wohoowwww!!!!"
Angin yang meniup rambut Andrea dengan sangat kencang membuat gadis itu semakin terlihat anggun saja.
Gadis yang polos, dan bahan sangat polos sebelum akhirnya bertemu dengan Gilbert dan ketiga kawan yang telah menipunya itu.
Sejak dia memilih untuk menjauh dari Siska yang super duper kuper itu, kehidupan Andrea memang sedikit berubah!
Oh!
Bahkan lebih dari sedikit! gadis itu semakin berubah liar, dan enggan untuk kembali ke masa lalunya uang lebih baik!
Dia yang mulanya berprestasi, dan bisa mengharumkan nama baik universitas mendadak mengalami penurunan dalam segala sisi sejak satu bulan yang lalu, tepatnya setelah berhasil mengenal So Gilbert dan beberapa wanita penipu itu.
Vroooooommmmmm!!
Baiklah!
Mari kita lupakan sejenak permasalahan mengenai sebab akibat Andrea mulai melawan dunia kupernya.
Kembali lagi pada suasana hati dari Si Andrea yang sudah berada di atas pegunungan, ya, tapi masih tetap di dalam mobil si!
"Bagaimana perasaan kamu sayangku!" tanya Si Gilbert sambil mengecupi punggung tangan Andrea hingga beberapa kali.
"Kamu membuat aku bebas untuk pertama kalinya.."
"Aku tahu kamu akan sangat menikmatinya.." Tersenyum sambil terus mengemudi di belakang setir.
"Kamu bahkan memberi aku dunia yang sangat luas, aku tidak pernah membayangkan akan mengalami hari-hari menyenangkan seperti ini." Ucap Andrea seolah benar-benar puas dengan kejutan manis dari Si Gilbert.
Lelaki tampan di sisinya hanya tersenyum saja, berangan kalau rencana dia akan segera berhasil.
"Kamu akan lebih terkesan lagi pada kejutan yang akan aku berikan selanjutnya.." Ucap anak tampan itu, sambil terus menyunggingkan senyuman khas Casanova miliknya.
"Oh ya? kamu masih punya kejutan untuk aku lagi?"
"Tentu saja, mana mungkin aku hanya mengajak kamu jalan-jalan jauh seperti ini, tanpa menyiapkan hidangan istimewa untuk kamu.."
"Baiklah! aku akan menunggu kejutan selanjutnya darimu.."
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Cittt!!
Dan akhirnya mobil mereka telah tiba di atas pegunungan dengan unsur pemandangan yang sangat indah.
Kreb!
Pintu mobil berwarna merah di tutup oleh sang Casanova, usai memastikan gadis incarannya telah keluar dari sana.
Bersandar di sisi mobil, dan memakai kacamata hitam!
Sementara sang gadis sedang berusaha untuk menikmati indahnya pemandangan dari atas perbukitan tersebut.
Memang bukit yang memiliki pemandangan cukup mengesankan.
Apa lagi untuk gadis rumahan seperti Andrea yang tidak pernah bisa menikmati hal-hal seindah ini di masa lalu, sampai usianya menginjak angka sembilan belas tahun.
Tidak pernah di duga!
"Gilbert! kau sungguh mengajak aku ke tempat seperti ini!" menatap seolah tidak percaya dengan apa yang tengah di suguhkan alam padanya.
"Ya!" hanya itulah jawaban singkat dari Si Gilbert untuk gadisnya.
Sang gadis menoleh dan mendekati sang kekasih dengan polos dan manjanya.
Memeluk dari depan!
"Terima kasih sudah mengajak aku ke tempat yang liat seperti ini." Tersenyum senang.
"Liar? apa mungkin maksud kamu kita sedang asik hidup di alam liar begitu?"
Yang di depan Gilbert terlihat bingung, "maksud kamu?"
Si Gilbert melepaskan pelukan sang kekasih, dan memperlihatkan pada wanita itu sebuah bangunan milik keluarganya yang telah lama terbengkalai.
Apa kalian tahu? di tempat ini, telah memakan banyak korban dari Si Gilbert itu!
Sejujurnya, kalau sudah di bilang Casanova, maka tidak perlu lagi menjelaskan semuanya dengan rinci bukan?
"Ini? Villa?" sang gadis terlihat masih agak terkejut.
"Ya! milik keluargaku," jawab si Gilbert singkat saja.
"Hoh? kamu serius? kamu mengajak aku menginap di villa yang letaknya di atas pegunungan seperti ini?" wajah senang yang tidak bisa di kendalikan.
"Ya!" dan anak laki-laki itu hanya mengangguk saja.
Namun si gadis terlihat begitu kegirangan meskipun hanya mendapat jawaban ya dari sang pujaan hatinya saja!
"Kamu mau masuk?"
Tanpa berpikir panjang, Andrea langsung saja mengiyakan ajakan dari sang kekasih Casanova miliknya, dan mulai berjalan masuk ke dalam Villa.
Kriett!!
Pintu yang akhirnya terbuka kemudian mulai menampilkan suasana bagian dalam Villa yang lumayan mewah, dengan arsitektur gaya Eropa yang sangat khas dan menonjol.
Mungkin saja orang tua Gilbert memang menyukai gaya semacam ini, atau mungkin saja, mereka memang berasal dari sana.
Tidak menutup kemungkinan bukan!
"Wahhh!" sekarang gadis itu makin tidak bisa mengendalikan kekaguman hatinya.
Memandangi sekeliling, dan mulai memegang segala benda di tempat itu.
"Hum? kalau boleh tahu, apa kamu jarang menempati villa ini?" tanya Sang Andrea setelah memilih untuk meraba sofa gaya kunonya.
"Ya! sejujurnya hanya aku saja yang sering datang kemari, tapi aku selalu menyewa pelayan untuk membersihkan seluruh ruangan di sini di setiap minggunya.."
Untuk menghilangkan jejak para gadis perawan itu tentunya..
"Oo, jadi begitu, ya?" mengangguk saja.
"Kau mau makan? kita bisa memasak sesuatu di dapur, aku membawa berbagai bahan makanan yang cocok untuk kita santap malam ini, bagaimana?" tawar sang Gilbert pada Andrea.
"Baiklah, aku yang akan menyiapkan alat masaknya, di mana dapurnya?"
"Ada di sebelah sana!!" menunjukkan ke sebuah ruangan.
"Baiklah! kau akan mengambil bahan makanan di bagasi mobilmu?"
"Iya!" mengangguk.
"Kalau begitu, aku akan menunggu kamu di dapur.."
"Baiklah.."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cesssss!!
Suara khas daging Wagyu yang di panggang bersamaan dengan saus barbeque terlihat begitu menggugah selera.
Mereka memutuskan untuk menikmati sore hari dengan acara memasak bersama dengan penuh kemesraan, seolah mereka memang telah sah menjadi sepasang suami istri, walau pada kenyataannya, mereka hanya kekasih yang baru saja menjalin cinta sejak satu bulan lalu.
"Kau mau bergurau rupanya.." Si Gilbert terus menggoda sang kekasih, hingga membuat chef handal dari keluarga tersohor itu akhirnya tidak bisa menahan tawanya.
Hahahahaaaa..
Gelak tawa mereka terdengar cukup keras, hingga membuat suara dering ponsel Andrea yang di letakkan di atas meja ruang tengah Villa menjadi tidak terdengar.
Mereka terus saja bercanda dan bergurau, saling memeluk, dan mencium serta berlanjut pada acara meng*lum bibir mereka yang telah berpadu dengan penuh kenikmatan.
Entahlah!
Semakin lama, rupanya mereka malah semakin liar saja!
"Arkh!!"
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Maria_azis
ok, aku suka ceritanya menarik, lanjutkan 🤭🤭🤭🤭🤣
2023-02-04
0
Marchel
langsung deh di ahem-ahem 🤭🤩
2023-01-31
0
mom_abyshaq
Andrea kenapa kamu berubah menjadi liar?
2023-01-28
0