Membunuh ras serigala adalah sebuah pelanggaran di antara kedua ras yang saling bermusuhan.
Meskipun sejak awal kedua kelompok memang memiliki sebuah dendam, tapi sejujurnya tidak ada yang tahu, kalau mereka hanya sedang di adu domba oleh satu otak yang di penuhi oleh kegelapan.
Membuat dua kelompok saling menyerang, tanpa ada yang tahu pasti apa permasalahan di antara mereka.
Hanya sebuah berita dari telinga satu ke telinga yang lain, dan akhirnya, menjadikan dua kelompok ini semakin menjauh.
Dua ras yang berbeda, yang pada mulanya hidup berdampingan, berbagi makanan, dan berbagi sebuah kehidupan, nyatanya semakin sini, mereka malah semakin menjauh.
Hutan yang mulanya terbagi menjadi dua bagian, dan di buat wilayah secara adil tanpa ada kecurangan sedikitpun, telah di ubah secara sepihak oleh ras serigala.
Memberi garis di luar perbatasan, dengan alasan mereka adalah ras paling kuat, dan paling banyak di muka bumi, melebihi kelompok ras harimau, yang memang hanya berjumlah seberapa.
Mulai membangun sebuah desa yang terpisah dari kumpulan ras harimau, di batasi oleh deretan pegunungan, dan tersembunyi di bebatuan es, semua itu sungguh di luar akal.
Mereka yang mengira ras harimau selalu berusaha untuk menjadi unggul, dan memiliki rencana untuk menguasai dunia, dan semua itu memang sebuah bisikan gelap dari sang kabut hitam, pria yang berasal dari neraka, Lucas!!
Sementara ras harimau, yang memang tidak mengerti apapun, dan juga tidak pernah tahu apa alasan para serigala memilih untuk pindah ke wilayah pegunungan es, hanya bisa menyelidik, dan mengira kalau ras serigala memang sudah berkhianat.
Akhirnya pertengkaran dan kericuhan terjadi. Sebuah peperangan besar berhasil membuat separuh wilayah ras harimau menjadi milik The Wolf.
Mereka menjadi semakin tamak. Meskipun di antara mereka tidak ada yang saling membunuh, karena perjanjian di masa lalu, antara nenek moyang keduanya yang masih mereka pegang hingga saat itu.
Dan perang itulah yang menjadi saksi, atas keberingasan ras serigala. Menjadi begitu serakah, dan termakan bisikan setan bernama Lucas!
🍂🍂🍂🍂
Kini mereka tengah berjalan menuju ke pedalaman desa.
Dengan pakaian yang berbau darah khas para siluman serigala, pun berbulu lebat, bak pakaian yang biasa di kenakan oleh ras mereka.
Mereka tidak di curigai oleh siapapun. Hanya beberapa orang saja yang terlihat menatap asing empat pasang mata itu, namun, akhirnya mereka juga mengacuhkan kedatangan Lucifer dan ketiga rekannya.
Mereka terlihat biasa saja dengan penyamaran ini.
Pria yang tadi masih sibuk memberi anaknya satu ekor rusa di atas pegunungan yang dingin.
Sang putri yang kelaparan, terlihat begitu beringas saat menyantap paha rusa yang amat besar.
Istrinya hanya terlihat menangis, bahagia mendapat sebuah berkah dari beberapa orang yang sejak dulu mereka benci.
Dan kini, mereka telah merasakan uluran tangan dari seorang Lucifer, sosok anak pemimpin dari ras harimau, yang mungkin akan mempersatukan dua bangsa mereka kembali, di masa yang akan datang.
"Mereka minta apa darimu wahai suamiku?" tanya sang istri.
"Mereka hanya minta tetesan darah dan beberapa baju milikku, mereka ingin menyelamatkan seseorang di dalam sana!" jawab sang suami atas pertanyaan dari istrinya.
"Aku harap, ini bukanlah awal mula bencana..."
🍂🍂🍂🍂🍂
Lucifer memang memiliki ide yang cukup brilian untuk bisa masuk ke dalam lingkungan tetangga jauh ini.
Dia mengambil inisiatif untuk memberi bantuan pada seorang pria siluman serigala, sebuah rusa yang baru saja dia tangkap, lalu kemudian, dari situlah pria kelompok The Wolf itu merasa berhutang budi.
Pria itu meneteskan beberapa darah kental miliknya, dan memberikan beberapa pakaian yang sering dia kenakan. Dengan begitu, penyamaran lebih terasa aman.
Iya!
Cara itu memang lumayan jitu untuk membuat para kawanan serigala terkecoh. Darah serigala yang mampu menutupi aroma tubuh mereka.
Jadi dengan cara itu, Lucifer beserta tiga kawannya bisa menyusup ke dalam desa, dengan sebuah penyamaran ketat, namun tetap tidak mengkhianati perjanjian di masa lalu, untuk saling membunuh satu sama lain.
Kini mereka masih terus berjalan, di tengah-tengah kerumunan masyarakat yang memang cukup ramai jika hari sudah mulai malam.
Hawa dingin nan menusuk terasa di tubuh mereka, meskipun mereka telah mengenakan pakaian khas masyarakat ini ketika melawan rasa dingin.
Huhh!
Entahlah, perjuangan menemukan sang pewaris memang agak sulit.
Mereka berhenti di sebuah tempat perkumpulan. Para manusia serigala terlihat saling bersorak, mendukung jagoan mereka masing-masing.
Di tengah lapangan pertandingan yang cukup luas, dua ekor serigala nampak di adu domba, di buat saling menyerang, dan kemudian, siapa yang mati, dia lah yang akan menjadi santapan makan malam.
Huhh!
"Aku tidak pernah menyangka, rupanya negeri ini bukanlah negeri yang damai!" ucap William pada Lucifer.
Lucifer menoleh, dan menatapi ketiga sahabatnya.
"Ini lah perbedaan antara kita dengan mereka, mereka yang selalu haus akan kemenangan, dan kekuasaan, tapi kita yang lebih suka menghargai kebersamaan," ucap Lucifer dengan lirih.
Wowww!!?
Semua orang terlihat amat terkejut tatkala mereka di datangi sebuah tamu undangan yang sangat hebat.
Dia datang ke tengah lapangan, dan kemudian melambaikan kedua tangannya.
"Itu Tuan Jayden! ada apa dia masuk ke dalam lapangan? apa mungkin dia kekurangan makanan?" seseorang terlihat berkata pada saudaranya.
Dan hal itu membuat Lucifer menjadi penasaran.
Dia dan ketiga kawan baiknya terlihat mulai fokus pada seorang pemuda yang tengah berdiri di tengah area pertandingan.
Riuh tepuk tangan terdengar amat meriah, tatkala menyambut putra dari ketua mereka yang tersohor dengan kekejamannya, Zhagler.
Prok! Prok! Prok!
Wohooooooooo!!!!
"Sudah cukup semuanya!!" ucap Jayden, seketika berhasil membuat riuh tepuk tangan berhenti.
"Malam ini, kita akan membuat pertandingan yang sangat istimewa!" sambung Jayden lagi.
Lucifer dan kawanannya hanya terdiam sambil terus mengawasi pemuda di tengah area pertandingan.
Mereka tahu, di mana ada Jayden, pasti Andrea juga ada di sana.
"Pertandingan malam ini, yang menang, maka akan mendapat persediaan daging selama satu bulan!" ucap Jayden lagi, "tapi syaratnya, dia harus membuat lawan mati tanpa ampun!"
Prok! Prok! Prok!
Karena hanya dengan cara seperti itu, kawanan serigala bisa berkurang. Jumlah yang begitu banyak, dengan daerah pegunungan es yang tidak memungkinkan makhluk lain untuk hidup di sana, membuat kawanan ini sangat sulit mencari mangsa.
Karena itulah, Jayden memiliki cara yang cukup licik!
Dia sengaja membuat sebuah pertandingan untuk kelompoknya.
Membuat mereka saling menyerang, dan saling membunuh. Lalu setelah itu, satu nyawa melayang.
Satu nyawa yang melayang, itu artinya bisa memberi makanan untuk lima serigala, bisa di hitung berapa banyak serigala yang akan kekenyangan jika dalam satu malam, terdapat hingga sepuluh nyawa yang melayang!
Hanya ini cara yang aku miliki, supaya hidup kita jadi lebih seimbang!
🍂🍂🍂🍂🍂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
mom_abyshaq
jaiden kamu picik sekale
2023-02-24
1
kak pii
wah sadis amat tdk berprii binatangan
2023-01-17
1