Pemuda itu mengajak Andrea untuk masuk ke dalam pedesaan bak zaman kuno.
Andrea menjadi semakin bingung dengan situasi sekarang. Semua orang yang ada di sini terlihat jauh berbeda dengan apa yang menjadi kehidupannya selama ini.
Sebenarnya tempat apa yang dia pijaki sekarang?
Mereka bahkan tiba di desa saat hari sudah pagi. Matahari di ufuk timur nampak mulai tersenyum, dan aktifitas orang-orang di desa pun nampak baru saja di mulai.
Namun semua penduduk di desa itu terlihat amat ramah. Setiap kali Andrea melewati sekumpulan wanita yang sedang beraktifitas di depan rumah masing-masing, mereka selalu menunduk dan tersenyum ramah padanya.
Dia jadi merasa nyaman!
"Maaf! aku tidak tahu tempat apa yang sedang kita pijaki ini.. boleh kamu jelaskan padaku, kita ini sedang ada di mana?" tanya Andrea pada Lucifer, yang masih setia berjalan di depannya.
Namun pria itu hanya terdiam saja. Berbeda pada ekspresi saat mereka bertemu di tengah hutan tadi malam, wajah pria itu kini menjadi agak menakutkan jika di teliti dengan jelas.
Wajah yang agak sedikit menyeramkan, dengan mata yang selalu menyorot dengan tajam, dan warna kulitnya yang agak kuning Langsat itu, sungguh membuat semua orang yang menatap pria itu sungguh berpikir bahwa dia adalah king Psychopath.
Andrea jadi agak takut sekarang. Pikirannya adalah, bagaimana jika pria ini membawanya hanya untuk di bunuh? di jadikan daging cincang, yang kemudian di jadikan sebagai santapan makan siang yang lezat?
Ugh!
Sungguh amat menakutkan!
Dia diam-diam bergidik ngeri. Seluruh tubuhnya meremang hebat. Antara takut, dan tidak sanggup melawan. Rasanya dia jadi agak ragu untuk mengikuti langkah kaki pria ini.
Dia akhirnya berhenti, dan berdiam di tempat.
Dan pria yang ada di depannya menyadari langkah kakinya yang mulai tidak terdengar di telinga.
Pria itu pun memilih untuk berhenti, dan kemudian menoleh ke arah belakang.
Mendapati si gadis hanya terdiam dan terus menunduk ketakutan, dia kemudian berinisiatif untuk berbalik dan mendekat ke arah gadis itu.
"Kenapa berhenti?" tanya pria itu dengan singkat.
Andrea tidak menjawab pertanyaan dari Lucifer. Gadis itu hanya terus menunduk, dan kemudian sedikit menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hahh!" Lucifer terlihat agak kesal.
Pria itu kemudian membanting rusa hasil buruannya ke atas tanah, dan berkacak pinggang.
"Jika tidak mau ikut denganku, maka kembali lagi ke hutan! jangan menyusahkan orang lain!" ucap sang pria yang kemudian terlihat menenteng kembali hasil buruannya.
Andrea mendongak, dan menyadari pria ini sebenarnya bukanlah pria yang merasa peduli terhadap sesama.
Namun, apa pilihan untuk kembali ke hutan itu lagi, adalah pilihan yang tepat?
Rasanya tidak!
Bagaimana kalau bertemu dengan kawanan serigala itu lagi? bagaimana kalau sampai bertemu dengan harimau itu juga?
Tapi kalau di tempat ini, apakah bisa menjamin Andrea akan selamat?
Arkh!
Masa bodoh!
Yang pasti, dia melihat manusia di desa ini, itu lebih baik dari pada melihat kawanan serigala dan harimau menyeramkan itu bukan?
"Eh, tunggu!" Andrea menghentikan langkah kaki Lucifer yang agak mulai menjauh.
Lucifer berhenti, dan kembali lagi menoleh ke arah Andrea, "kenapa?"
"Apa aku masih boleh mengikuti kamu?" tanya Andrea dengan wajah ragu.
Lucifer tidak menjawab pertanyaan tersebut. Dia hanya berbalik dan kembali berjalan.
"Kita hampir sampai!" ucapnya memberi isyarat pada si gadis, kalau dia menerima kembali gadis itu.
Andrea tersenyum lega. Setidaknya dia masih berpegangan pada seseorang.
🍂🍂🍂🍂🍂
"Tadi malam adalah malam tanpa bulan, itu menandakan akan ada bencana besar di negeri kita! menurut kamu, apa mungkin ramalan di masa lalu memang benar adanya?"
Seorang pria dengan tingkat khas miliknya terlihat tengah asik bercengkerama dengan salah seorang anggota kelompoknya.
Mungkin saja dia sedang membicarakan suatu hal yang penting. Tapi peramal yang sedang terduduk di sisinya nampak memiliki berita mengejutkan yang dia pendam sendiri.
"Jika ramalan tentang masa depan dua kelompok ini memang benar, mungkin ada baiknya tuan mempersiapkan diri sejak awal! bagaimanapun, semua ini juga di mulai dari tuan sendiri!" jawab sang peramal.
Mereka berdua tidak sedang duduk di rumah mewah, atau pun istana, seperti pada umumnya.
Kelompok mereka yang hanya terdiri dari puluhan anggota itu hanya menempati sebuah gubuk tua yang letaknya berada di penghujung hutan.
Di tempat itulah mereka baru merasa aman. Mereka tidak punya pilihan lain. Separuh hutan milik mereka hampir di kuasai oleh kelompok musuh. Dan kini, ketidak hadiran rembulan malam, telah memberi mereka pertanda, kalau bencana besar sedang menanti mereka di masa depan.
"Aku tahu! aku masih ingat dengan ucapan ratu laut di masa lalu! hanya seorang gadis yang mampu mengambil mutiara istriku! tapi pertanyaannya, siapa gadis yang di maksud oleh ratu laut?" tanya Tan Ash pada sang peramal.
"Menurut penglihatan ku, dia adalah gadis yang sangat istimewa. Kehadiran dia secara tidak sengaja telah membawa nasib buruk bagi suatu kelompok, namun juga memberi hal yang baik untuk kelompok yang dia pilih." Jawab sang peramal.
"Apa yang kamu maksud itu?" Tan Ash nampak tidak mengerti.
"Tuan! gadis itu di takdirkan untuk memilih, dengan kelompok mana dia akan bergabung, jika dia memilih untuk berada di kelompok kita, maka kita yang akan mendapat banyak keuntungan, namun juga harus menerima segala konsekuensinya, tapi jika dia memilih berada di kelompok musuh, anda juga sudah tahu apa jawabannya.."
"Dia akan memberi dampak buruk bagi kehidupan kita! benar begitu, kan?" tanya Tan Ash lagi.
"Sayangnya memang harus seperti itu!" jawab sang peramal lagi.
"Pertanyaannya, bagaimana bisa dia mendapat warisan dari mendiang istriku, sedangkan istriku hanya punya dua putra, Lucifer dan Wilson!"
"Dia adalah seorang wanita yang telah di takdirkan, yang namanya telah di ukir di dalam batu karang, dan menjadi saksi kepemilikan dari mutiara tersebut. Hanya dia yang bisa mengambilnya, hanya dia yang bisa memiliki mutiara itu, dan hanya dia yang bisa memutuskan bagaimana nasib mutiara itu kelak!" jelas sang peramal kepercayaan Tan Ash.
"Hemm..." Tan Ash mulai sedikit mengerti.
Mungkin itulah alasan istrinya menyembunyikan mutiara tersebut dari semua orang, karena mutiara itu memang bukan milik orang lain, selain dua wanita yang telah di tulis dalam sebuah sejarah.
"Ada hal yang perlu anda ketahui selain hal itu Tuan!" ucap sang peramal.
"Apa itu?"
"Bukankah Anda tahu, kalau mutiara itu bisa membuat seseorang atau suatu makhluk dapat kehidupan abadi."
"Ya! aku tahu, istriku pernah menceritakan hal tersebut padaku!" jawab Tuan Tan Ash.
"Lebih dari itu, mutiara itu bisa membuat kekuatan seseorang menjadi lebih besar! bisa menguasai segala yang dia inginkan! termasuk menguasai dunia ini!"
"Jadi," wajah penuh tanda tanya.
"Mungkin saja ketua kelompok musuh menginginkan mutiara itu hanya untuk hal ini!"
"Kau benar! tapi masalahnya, bukan hanya kelompok musuh, tapi pria itu...."
"Siapa yang anda maksud?" tanya sang peramal pada Tuan Tan Ash.
"Pria yang berasal dari neraka!!!" ucap Tan Ash dengan wajah agak ngeri.
"A?" sang peramal terdiam.
"Lucas!!"
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
kak pii
jadi wilson dan lucifer bersaudara🤔
2023-01-17
0