"Cihh! mana mungkin? dia sendiri yang mengatakan pada istriku, kalau dia akan menjaga mutiara itu dari siapapun! termasuk Lucas, saudara sepupunya!"
"Bagaimanapun juga, ratu laut adalah wanita yang berasal dari neraka! dia juga punya hati yang pendendam, bahkan bisa melebihi Lucas!" jawab sang peramal.
Tan Ash menggelengkan kepalanya, merasa semua ini terlalu aneh baginya.
"Lalu jika dia juga menginginkan mutiara itu, kenapa dulu dia tidak langsung mengambilnya dari istriku?" tanya Tan Ash lagi pada sang peramal.
"Mutiara itu hanya di tentukan nasibnya oleh sang pemilik sejati!"
Sejenak Tan Ash memikirkan jawaban yang di berikan oleh sang peramal padanya, "dengan cara memberikan mutiara itu dengan suka rela! benar begitu!?"
"Ya!? itu benar!"
"Artinya, kenapa gadis itu ditakdirkan memilih antara kelompok yang berbeda, jadi ini alasannya, supaya gadis itu bisa menentukan pada siapa dia akan menaruh mutiara itu kelak! pantas saja, istriku selamat waktu itu, rupanya ratu laut hanya ingin menunggu waktu, sampai istriku menyerahkan sendiri mutiara itu padanya!"
"Iya! dan jika gadis ini berada dalam kelompok kita, hal itu jauh lebih baik, masa depan dunia ada di tangan kita, dan menciptakan perdamaian adalah hal yang sangat mudah!" jawab si peramal.
Mendengar jawaban dan penjelasan dari peramal itu membuat Tan Ash berubah pemikiran.
Dia yang mulanya hanya ingin Andrea tewas saja, kini mulai menaruh kecemasan di hatinya untuk gadis itu.
Matanya menatapi tubuh Andrea yang terbaring di ranjang. Melihat luka-luka yang memar akibat cambukan maut dari si tuan serigala. Dan mendadak, dia punya keputusan mengejutkan.
"Sembuhkan dia! dan mulai sekarang, tidak ada yang bisa melukai gadis itu! meskipun aku sekalipun!"
🍂🍂🍂🍂🍂
Pria itu menggopoh langkah kaki sang sahabat yang amat lemah menuju keluar hutan.
Mereka akhirnya bisa selamat. Para pasukan serigala tidak melanjutkan perjalanan mereka dalam pengejaran, karena memang kawasan ini bukan kawasan mereka.
Obor mereka terlihat di putar arah, dan kembalilah para serigala itu pada tempat mereka di balik pegunungan.
Nafas kedua pemuda itu terlihat terengah-engah. Mereka nampak kelelahan usai berhasil kabur dari kejaran para kawanan serigala.
Dan sekarang, mereka telah tiba di pedesaan. Itu artinya, mereka berdua telah aman.
William terlihat menyandarkan tubuh berat Lucifer di sebuah pohon besar, lalu melihat luka di tubuh Lucifer akibat pedang yang menghunus tubuhnya.
Pria itu membuka baju Lucifer, dan melihat luka yang cukup dalam di area jantungnya. Kemudian dia mengambil beberapa ramuan yang telah dia persiapkan sebelum mereka berangkat pagi tadi, dari dalam tas miliknya.
Hingga akhirnya dia mengoleskan sedikit demi sedikit obat herbal itu di luka Lucifer.
Lucifer mengerang, mencoba menahan rasa sakit di tubuhnya.
Namun pria tangguh tidak pernah merasa takut. Di dalam rasa sakitnya yang luar biasa, dia menjadi pria yang lebih tangguh.
Dia menyimpan dendam yang semakin membara. Dua kali hampir mati akibat pedang dari Zhagler, nyatanya membuat dia semakin ingin bangkit dan membalas semua perbuatan Zhagler padanya.
"Tenanglah! ini tidak akan lama!" ucap William pada Lucifer yang tengah menahan rasa sakit.
"Aku akan membawa kamu ke tabib! tolong bertahan sebentar saja!" ucap William, yang kemudian memilih untuk menggendong pria itu lagi dalam punggungnya.
Dia berjalan dengan tergesa, lalu tibalah dia di rumah Tan Ash.
Gubrak!
Semua yang ada di dalam rumah itu terlihat terkejut.
Wilson terlihat bangkit dan menangkap tubuh sang kakak, lalu mereka membaringkannya di ranjang yang bersebelahan dengan tempat Andrea terlelap.
"Aku takut tusukan pedang Zhagler menembus jantungnya!" ucap William pada sang tabib.
"Bantu aku memberikan obat ini padanya!" meminta pada Rosella, untuk membantunya mengobati Andrea.
Tabib wanita itu terlihat menyodorkan sebuah wadah berisi obat pada Rosella, dan memintanya mengoleskan obat tersebut ke luka Andrea.
"Oleskan ini! ini akan segera menghambat pendarahannya!"
"Baik!"
Rosella mendekat ke arah Andrea, dan perlahan mengoleskan obat yang diberikan oleh sang tabib pada gadis itu.
Sementara itu, sang tabib terlihat mulai bergerak mengobati Lucifer. Mulanya dia terlihat memeriksa seberapa dalam luka yang di derita Lucifer, lalu akhirnya perlahan mulai mengobati pria tersebut.
"Lukanya tidak terlalu parah! tidak menembus jantungnya sama sekali!" ucap sang tabib sambil mengoleskan ramuan miliknya di luka Lucifer.
"Lihatlah! Tan Ash!" ucap sang peramal pada Tan Ash, "dia sungguh memiliki jiwa ksatria sama seperti kamu saat masih muda!"
"Ya! aku tahu! terkadang, dia bahkan lebih baik dari pada aku! apa lagi soal memutuskan perkara! dia lebih jago dari pada aku sewaktu masih muda!"
"Aku lihat, menjaga gadis itu adalah keputusan tepat yang harus kamu ambil! tidak tahu di masa depan akan bagaimana!"
Tan Ash menoleh ke arah sang peramal, dan terlihat tidak mengerti ucapan pria itu sama sekali, "apa yang kamu maksud?"
💕💕💕💕
Gubrakk!!
"Bodoh!!"
"Tidak berguna!!!"
Pria itu sedang memporak porandakan seluruh isi ruangan tempatnya melakukan peristirahatan.
Berita mengecewakan baru saja tiba di telinganya, dan hal itulah yang membuat dia marah, semarah yang dia bisa.
"Bagaimana mereka bisa membawa gadis itu kabur? tanpa ada yang mengerti kapan mereka membawa gadis itu!? hahh! anak buah macam apa kalian!??"
Zhagler juga terlihat marah pada putra satu-satunya yang dia miliki. Jayden hanya bisa terdiam di barisan para prajurit setia mereka, saat ayahnya mulai tidak bisa menahan emosi.
"Aku tidak mau tahu!! gadis itu, harus ada dan bergabung dengan kita! jika tidak! kalian semua, akan menjadi persediaan ku selama satu tahun!" ucap Zhagler pada mereka semua, membuat barisan yang semula rapi, kini mulai pergi dan menyepi.
Zhagler terlihat meletakkan kedua tangannya di atas meja, dan mulai berpikir untuk rencananya sendiri.
Bagaimanapun juga, dia harus mendapatkan gadis itu, atau mutiara itu tidak pernah lagi menjadi miliknya.
Dia harus hidup abadi. Dia harus menjadi penguasa dunia, dan harus memiliki kekuatan besar untuk itu.
Dan mutiara itu, hanya mutiara itu yang akan membantunya lebih mudah.
"Mutiara itu harus menjadi milikku!"
💕💕💕💕
"Tuanku! gadis itu telah tiba!" seseorang tengah berkata pada seorang pria bertubuh tinggi dan besar di sebuah singgasana.
"Hemm!! kita lihat, pemandangan indah ini lebih dulu! setelah itu, aku akan datang, menjadi penengah antara mereka semua! dan mutiara itu, akan memulihkan kekuatanku seperti semula!!"
💕💕💕💕
Cuit cuit cuit!!
Suara berisik dari burung-burung yang bertengger di ranting pepohonan telah berhasil membangunkan Lucifer dari tidurnya setelah esok hari.
Dia perlahan membuka kedua matanya, lalu merasakan sinar matahari yang menyorot tajam ke arahnya.
Dia terbangun, dan menoleh ke sisi kirinya.
Gadis itu, masih juga belum terbangun...
Semoga dia tidak apa-apa!!
💕💕💕💕💕💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
mom_abyshaq
Andrea kamu cepat sembuh ya, terus mutiaranya kasih ke aku. Biar aku awet muda hihihi
2023-03-04
1
kak pii
gadis yg akan memberikan cinta padamu dan sebaliknya sdh mgak sabar
2023-01-17
1