Satu pertandingan, dua pertandingan, lalu sekarang, sudah pertandingan yang ke delapan.
Total yang mati adalah delapan serigala, dan yang hidup juga delapan di arena tersebut.
Jujur saja, Lucifer menjadi makin miris dengan pergulatan mereka hanya untuk mendapatkan persediaan makanan selama satu bulan.
Ini sungguh hal yang sangat menyedihkan. Apakah memang, para serigala ini sebenarnya telah lama kekurangan makanan?
Begitulah yang dia pikirkan.
Melihat setiap kali satu di antara mereka harus jatuh, dan kemudian di buat tewas di saat itu pula.
Huhh!
Kondisi semacam ini amat memprihatinkan!
Andai saja kebersamaan seperti dulu masih terjalin, mungkin hal seperti ini tidak akan pernah di rasakan oleh penduduk di desa ini.
Beberapa masalah yang berhasil Lucifer lihat tatkala masuk ke dalam desa ini. Desa yang selalu menampilkan kekuasaan dan kemenangan, rupanya hanya tampilan luarnya saja.
Di balik semua itu, ada rakyat yang tertindas. Pembunuhan, persaingan, pencurian, dan entah masalah apa lagi yang ada dalam lingkungan ini.
Hahhh!
Dadanya menjadi sesak! dan nafasnya semakin tertahan. Sedih, kecewa, dan kesal pada sosok Jayden dan pimpinan tertinggi mereka, Zhagler, ternyata hampir saja menguasai seluruh otak dan perasaan Lucifer.
Ini bahkan jauh lebih kejam dari sebuah peperangan antar kelompok.
Apa gunanya mengingat pesan dari nenek moyang mereka untuk tidak saling membunuh antar ras, jika dalam kelompok sendiri pun, rupanya masih saling membunuh seperti ini.
Di tengah-tengah lamunan Lucifer yang tenggelam dalam lautan kesedihan, Rosella membangunkan pria kekar itu, dan mencoba menghentikan lamunan Lucifer.
"Lucifer! lihatlah! di pojok kanan bawah!!" ucap Rosella mendadak pada Lucifer.
Pria itu terlihat memutar arah bola matanya, dan kemudian melihat sebuah pemandangan amat mengejutkan di pojok arena.
Seorang gadis yang terikat dengan tali, dan ditarik oleh dua pria menuju bagian dalam sebuah ruangan.
Gadis itu masih berpakaian lengkap, tanpa kekurangan apapun. Namun agaknya dia merasa tertekan berada di sana.
"Gadis itu!! itu dia!!" Lucifer terlihat bergegas bangkit dari tempat duduknya, dan mencoba mencari jalan masuk menuju ruangan tersebut.
Dia dan ketiga kawannya terlihat berjalan melalui kerumunan manusia serigala itu, dan kemudian, setelah sekian lama mereka mencoba melalui mereka, tibalah mereka di sebuah ruangan yang sangat berbau.
Ruangan itu tempat menyimpan daging hasil buruan yang sudah bisa di pastikan ini binatang asli hutan kawasan ras harimau.
Namun Lucifer hanya sejenak saja memikirkannya. Dia kemudian melanjutkan perjalanan, dan masuklah dia di sebuah ruangan yang sangat gelap.
Cambuk terdengar memecut tubuh seseorang, namun orang yang di cambuk tidak terdengar mengeluarkan suara sedikitpun.
Dia mengintip di balik kain yang menutupi pemandangan tersebut, dan amat terkejut saat mendapati sosok gadis yang dia cari tengah di cambuk tanpa mengenakan pakaian sehelai pun.
"Dia!"
Wajah Lucifer agak terkejut melihat penampakan gadis yang mereka cari.
Sekujur tubuh Andrea di penuhi oleh darah yang bercucuran deras.
Bak lukisan di atas kanvas, yang di cat menggunakan minyak, tubuh itu, sejujurnya agak membuat mata Lucifer terganggu.
Dia sungguh molek.
Wilson menutup kedua matanya, dan mencoba tidak melihat pemandangan tersebut.
Namun Lucifer bertambah geram. Dia tidak segan menarik pedang apinya yang sudah sangat marah, dan habislah beberapa kain penutup itu terbakar tatkala pedang Lucifer keluar dari tempatnya.
Woshh!!
"A?" dua penjaga yang berjaga di balik pintu masuk nampak terkejut saat mendapati pagar kayu di belakang mereka hampir habis di makan api.
"Kebakaran!!!"
Mereka sontak lari, dan menjauh dari tempat tersebut.
Lalu masuklah Lucifer dengan pedang yang menjadi teman sejatinya, dan mulai memporak porandakan situasi di dalam ruangan.
"Berani merebut harta warisan mendiang ibuku!" ucapnya sedikit lantang, dan kemudian mendapat tatapan khusus dari Zhagler.
"Oh! penyusup ini berani datang ke tempat kita!" ucap Zhagler sebagai sambutan.
"Kota ini bahkan seribu kali lipat jauh lebih buruk dari yang aku bayangkan!" jawab Lucifer.
Ketiga rekan perjalannya terlihat berjalan di belakang Lucifer, sambil terus mengarahkan senjata mereka masing-masing pada musuh.
"Hahh! kami tidak mengundang kamu untuk datang!" ucap Zhagler pada Lucifer.
"Mana ada penyusup yang di undang? sekarang, kami semua sudah tahu, betapa memalukannya kota yang terkenal kaya di seluruh penjuru negeri! pantas saja kalian bersembunyi di balik pegunungan! kalian ingin menyembunyikan kenyataan ini dari kami semua!" ucap Lucifer menjatuhkan Zhagler di hadapan kekuasaannya sendiri.
"Hahh! kami bukan pengkhianat seperti kelompok kamu!"
"Pengkhianat? bahkan kalian sendiri yang memulai pertengkaran ini!"
Lucifer kembali mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, dan bersiap menjatuhkan sang pemimpin The Wolf di hadapan rakyatnya.
"Lucifer, jangan mengkhianati perjanjian nenek moyang kita," ucap Rosella mencoba mengingatkan.
"Aku hanya akan memberi mereka sedikit pelajaran berharga! membunuh kelompok sendiri, adalah dosa yang amat besar!!"
Hiyaaaaa!!
Trang!
Adu pedang segera di mulai. Zhagler yang terkenal penguasa tangguh nan kokoh itu terlihat biasa saja menghadapi putra musuh sejatinya, Tan Ash.
Mereka beradu kekuatan, meskipun sejujurnya, kekuatan yang di miliki oleh Lucifer belum ada apa-apa di bandingkan dengan Zhagler.
"Menyembunyikan mutiara itu! adalah dosa yang sangat besar!" ucap Zhagler di tengah-tengah pertempuran.
Trang!
Lucifer mencoba untuk menangkis senjata Zhagler yang hendak menusuk area jantungnya.
"Tapi dosa terbesar kamu adalah, membiarkan kelompok kamu saling membunuh dan menghabisi hanya demi makanan!!" jawab Lucifer.
Kaki Lucifer maju satu langkah, menjadi agak lebih dekat dengan Zhagler, lalu menahan pedangnya di atas pedang panjang milik Zhagler, yang merintang melindungi sang tuan.
"Itu bukan dosa! itu adalah cara kami bertahan hidup, dan cara kami menyeimbangkan kehidupan!"
Trang!!
"Tapi sayangnya, kamu adalah pemimpin yang sangat bodoh!" ucap Lucifer.
"Bodoh kamu?" wajah Zhagler nampak makin marah.
Pria yang tidak lain adalah ayah kandung dari Jayden itu terlihat semakin beringas melawan Lucifer.
Dia mendorong Lucifer dengan menggunakan satu tangannya yang kosong, dan membuat tubuh Lucifer terpental jauh.
Gubrakk!
Sementara itu, Wilson dan Rosella terlihat membuka ikatan demi ikatan di seluruh tubuh Andrea, dan kemudian mengangkat gadis itu ke atas punggungnya.
Meskipun dia masih muda dan ingusan, tapi dia juga memiliki kekuatan dan kemampuan yang tidak bisa di remehkan.
Hanya untuk sekedar mengangkat gadis muda itu, dan membawanya lari, bukanlah hal yang sulit bagi Wilson.
"Cepat bawa dia! aku akan melindungi kamu keluar!" ucap Rosella pada Wilson.
Kini pertarungan kembali berlanjut. Rosella mengibaskan pedangnya beberapa kali hingga membuat luka di tubuh beberapa lawannya.
Hal itu dia lakukan hanya untuk bisa membawa Andrea keluar dari tempat neraka tersebut.
Di sisi lain, Lucifer yang tengah kalah karena perlawanan dari Zhagler nampak masih terduduk bertumpu pada salah satu lututnya.
Dia terlihat terengah akibat serangan bertubi-tubi yang di berikan oleh Zhagler padanya.
Sementara, William pun masih setia mengayunkan pedangnya pada kelompok musuh, dan berusaha untuk bisa membawa dirinya dan Lucifer keluar.
Kedua kaki Zhagler nampak mendekati Lucifer dengan gahar.
Dia menginjakkan kakinya tepat di atas punggung tangan Lucifer, hingga membuat pria itu kesakitan.
"Aaaaa!!!"
"Sekuat apapun kamu, kalau sudah berhadapan denganku, kamu tidak lain hanya kutu bagiku!!"
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
kutu ceunah😅
2023-02-10
1