Roarrrrrrr!!!
Dua serigala yang tersisa terdengar mengeluarkan suara erangan mautnya.
Sementara...
Grrrrrrrrrr
Suara harimau terdengar mulai menambah situasi di malam itu makin terasa menyeramkan.
Geerrrrrrr
Mereka saling berbalas wajah seram, dan mulai saling mengawasi satu sama lain. Sang harimau yang terus mencoba mengamankan Andrea yang berada di dalam kawasan miliknya, dan dia seolah menatap dengan tajam pada para kawanan serigala yang sudah lancang masuk ke dalam hutan kawasannya.
Lama sekali harimau itu mengawasi para musuh, dan akhirnya...
Groarrrr!!!
Mereka saling menyerang, dan saling beradu di hadapan Andrea. Tidak peduli hidup atau pun mati, beberapa binatang pegunungan itu terlihat saling menjatuhkan lawan mereka.
Andrea mencoba untuk kabur, dan pergi dari tempat itu secara diam-diam.
Dia tidak mau saat para binatang itu selesai dengan pertarungannya, lalu malah pergi ke arah dirinya dan menjadikan tubuhnya sebagai santapan lezat.
Hosh Hosh hosh!!
Nafasnya semakin memburu, dan parahnya lagi, dia tidak menggunakan alas kaki apapun di telapak kakinya. Hal itu sungguh menyulitkan Andrea untuk berlari secepat yang dia bisa.
Ck ck ck ck ck
Hosh Hosh Hosh Hosh
Dan suara langkah kaki yang menginjak tanah becek, terdengar bersahutan dengan suara deru nafas Andrea yang semakin memburu.
Gadis itu, akhirnya bisa pergi jauh dari para binatang buas itu.
Sementara...
Groarrrrrrrr!!!
Sang harimau terlihat berdiri di atas tubuh serigala yang sudah habis dua bantai.
Malam ini, harimau itu terlihat berjaya. Dia berhasil menaklukkan dua serigala dengan kuku-kukunya yang tajam.
Groarrrrrrr!!!
Namun suara itu agaknya membuat Andrea semakin takut. Bahkan meskipun jarak mereka kini begitu jauh, rupanya Andrea masih saja mendengar Auman keras dari si raja rimba yang ganas itu.
Kini Andrea memilih untuk bersembunyi di balik pohon yang rindang. Dia meringkuk lagi di sana, dan mencoba bersembunyi dari sang harimau.
Dia menutup mulutnya dengan rapat, supaya tidak terdengar oleh siapapun bahwa dirinya sedang bersembunyi di balik pohon itu.
Krekk!
Apa lagi saat mendengar suara sesuatu yang menginjak ranting kering hingga patah. Ugh! bagai terjun langsung ke dalam dunia perfilman dengan adegan menegangkan dari seorang petualang.
Namun yang amat di sayangkan adalah, Andrea bukanlah seorang petualang. Dia hanya seorang gadis yang terjebak masuk ke dalam dunia aneh ini, lalu kemudian hendak di serang oleh kawanan serigala.
"Hm! hm!" mulutnya malah tidak bisa sinkron. Dia yang sedari tadi mencoba untuk diam dan bersembunyi, ternyata malah seolah menunjukkan dirinya pada sesuatu di balik pohon itu.
Krekk!!
Dan lagi, suara itu kembali mengusik ketenangan Andrea, dan membuat gadis itu semakin ketakutan.
Krek krek!!
Tapi yang datang malah sesuatu yang tidak pernah dia duga.
"Hosh Hosh Hosh!!" nafas pria itu terdengar memburu, namun bibirnya tersenyum dengan lebar, tatkala mendapati seorang gadis yang selamat dari kawanan serigala.
"Ah?" wajah Andrea semakin bingung saja.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya sang pemuda sambil mengulurkan tangannya pada gadis itu.
Andrea membalas uluran tangan seorang pemuda tampan di hadapannya, dan kemudian bangun dari duduknya.
"Aku mendengar dari Wilson, ada seorang gadis yang tidak di kenal masuk ke wilayah kami, aku pikir, mungkin dia tersesat, jadi aku langsung bergegas masuk ke dalam hutan!" jelas pemuda itu pada Andrea.
"Terima kasih!" ucap Andrea agak lega.
"Namaku Lucifer!" mengulurkan tangan kanan, mencoba memberi salam pada sang gadis.
Sama seperti yang di lakukan oleh Wilson siang tadi.
Namun gadis itu juga sama, lumayan lama membuat Andrea bergeming untuk sekedar memberi salam pada Lucifer.
Ya!
Walaupun pada akhirnya, Andrea juga menyalami pria itu.
"Aku Andrea!" membalas uluran tangan Lucifer, "terima kasih kamu sudah menolong aku!" ucapnya sambil melepas jabat tangan mereka.
"Aku peringatkan! di sini adalah hutan yang sangat berbahaya! jadi jangan berpikir untuk kembali ke sini lagi, tanpa pengawasan dari orang lain!" ucap Lucifer sedikit menakutkan.
"Apa ini soal serigala-serigala itu?" tanya Andrea pada Lucifer.
"Lebih dari itu, aku sarankan, jangan berpikir hutan ini aman! apa lagi kalau di malam hari!" ucap Lucifer sambil memperlihatkan sebuah senjata di dalam tangannya.
Bukan bermaksud untuk menakut-nakuti Andrea. Tapi pria ini sejujurnya baru saja mendapat santapan besar untuk malam ini. Dia baru saja berhasil memanah seekor rusa.
Dan dia hanya ingin berusaha membersihkan sisa-sisa darah rusa yang ada di ujung panahannya.
Tapi Andrea malah mundur. Dia kembali di buat takut oleh pria kedua yang dia temui di area hutan aneh ini.
"Kenapa mundur? aku ini bukan pembunuh! aku tadinya memang ingin memastikan kamu aman atau tidak!" masih terus mengelap darah di ujung panahan dengan selembar kain, "tapi saat aku mencari keberadaan kamu, rupanya malah ada mangsa yang terlihat di depan mata! dari pada pulang tidak membawa hasil apapun, ada baiknya menyertakan keahlian dalam berburuku juga, kan?"
Andrea hanya terdiam membisu.
"Di mana rumah kamu? biar aku antar kamu pulang!" ucap Lucifer mencoba menawarkan diri.
"Aku... aku tersesat di sini!" dan untuk pertama kalinya, Andrea mencoba membuka mulut untuk bicara.
"A? dari mana asalmu?" Lucifer terlihat memasukkan kembali panahan habis pakai ke dalam tempatnya yang terletak di bagian punggungnya.
Andrea hanya menggeleng saja, seolah benar-benar tidak tahu apapun.
Iya, dia memang tidak tahu apapun bukan?
"Apa kamu berasal dari desa?" tanya Lucifer lagi.
"Aku masuk ke sebuah pintu, tapi saat aku mengejar cahaya matahari, aku malah masuk ke sini!"
"Apa yang sedang kamu bicarakan?"
Mendengar penjelasan Andrea yang tidak masuk akal, membuat Lucifer akhirnya memilih untuk membawa gadis itu ke desanya.
"Baiklah! ikuti aku! kamu akan aman di bandingkan terus berdiam di tempat seperti ini!"
Lucifer mengajak Andrea untuk pergi sambil mencari hasil buruannya.
Dan gadis itu, gadis itu juga terlihat membuntuti Lucifer dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Mungkin Andrea masih agak takut dengan kejadian beberapa saat yang lalu.
Dia juga agak menyesal tidak membuntuti pemuda bernama Wilson yang siang tadi sempat dia temui di hutan ini.
Huhh!
Apa gunanya menyesal? lebih baik sekarang dia ikuti saja pemuda ini! siapa tahu dia bisa menemukan jalan pulang!
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Rrrrr
Rrrrrtt
Dua serigala yang berhasil lolos dari cengkeraman harimau itu kini terlihat sampai di sebuah goa yang kelam.
Tidak ada penerangan di dalam goa tersebut, yang ada hanyalah bebatuan goa yang licin dan basah akibat guyuran hujan.
Namun yang paling mengejutkan adalah, dua serigala berbulu abu-abu itu makin lama, makin terlihat berubah menjadi sosok manusia sempurna..
"Tuan!! kami berjumpa dengan seorang gadis yang berwajah asing!"
"Di mana dia?"
"Tuan harimau telah menyerang dua anggota kami, dan, gadis itu pergi entah kemana!"
"Heng! pastikan lagi, apa gadis itu benar-benar sesuai dengan ramalan, atau tidak!"
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Chiisan kasih
andrea, lu ngumpet kemana? ,
2023-03-12
1
kak pii
lanjut kkk
2023-01-17
0