#Andrea

Empat Ratus Tahun Kemudian...

🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳

Semarak Tahun Baru.....

Wohoooooo!!!

Duarr!!

Duarrr!!

Duarrrr!!

Seorang gadis muda dengan beberapa sahabatnya tengah meramaikan suasana tahun baru di sebuah alun-alun kota dengan ribuan pengunjung bersemarak pula di sana.

Detik berganti menjadi bulan dan tahun yang baru beberapa saat lalu, dan seketika, suara kembang api menyemarakkan suasana di kota tersebut menjadi begitu meriah.

Seluruh dunia merayakan malam ini dengan penuh bahagia dan suka cita.

Tak terkecuali gadis muda yang di malam itu memilih untuk pergi dengan sahabat-sahabatnya, oh! mungkin lebih tepatnya, pacarnya mengajak dia untuk pergi bersama.

Andrea!!

"Kau menyukainya sayangku?" tanya sang kekasih yang kini tengah beradu dekat dengan wajahnya.

Wanita itu mengangguk saja sambil membersitkan senyuman lebar di bibir Andrea.

"Aku suka.." ucapnya dengan sangat bahagia..

"Kau pasti akan menyesal kalau memilih menuruti ayah kamu tadi sore.."

"Ya! kau benar.."

"Aku mencintai kamu.." dan kata-kata itu, seolah dengan mudahnya membius hati dan jiwa sang Andrea yang begitu lemah di hadapan Gilbert. Pria yang dia pacari lebih dari satu bulan lamanya, dan terkenal king Casanova, namun memiliki ketampanan yang luar biasa di kampusnya.

Cup!

Kecupan yang Gilbert ambil secara diam-diam pada bibir manis Andrea sekarang rupanya berhasil membuat Andrea terpaku di sana.

Sementara, beberapa sahabat tidak ada yang menghiraukan apa yang Andrea lakukan dengan Gilbert di antara mereka. Mereka hanya terus bersorak meramaikan suasana datangnya tahun baru, yang sejujurnya, bagi Andrea, adalah tahun penuh petaka!

🍂🍂🍂🍂🍂

Cittt!!

"Sampai jumpa besok.." ucap Gilbert sebagai tanda perpisahan mereka berdua untuk malam ini.

"Ya! bye.." tersenyum penuh kegembiraan.

Tak lama setelah itu, mobil Gilbert terlihat menjauh dari depan rumah Andrea yang mewah nan terlihat begitu mencerminkan keluarga kaya.

Dengan tersipu malu, akhirnya Andrea memilih untuk masuk dan mengendap-endap.

Dia pergi ke alun-alun bersama sang kekasih di malam itu, tanpa izin dari kedua orang tuanya. Mana bisa dia seenaknya pulang tanpa rasa cemas.

Klik!

Pintu di tutup dengan perlahan kembali setelah dia berhasil memasuki rumah tersebut.

Dia berjalan di tengah-tengah kegelapan, karena lampu di rumah sudah di matikan semua, jadi sekarang, semuanya terlihat agak menakutkan.

Tapi sejujurnya tidak ada hal yang lebih menakutkan selain ocehan sang ayah garangnya.

Andrea berjalan menyusuri lantai keramik, dan berusaha untuk tidak terdengar sama sekali.

Namun...

Glekk!!

Mendadak lampu di seluruh ruangan menyala, menyemburatkan seluruh cahaya terang di sepanjang ruangan.

"Ayah?!!" kagetnya, tatkala melihat sang ayah yang berada tepat di sisi sakelar.

"Ayah? kenapa ayah belum juga tidur?" tanya Andrea berusaha mengalihkan suasana kecanggungan di antara mereka.

"Gilbert lagi? hahh?!!!" tanya sang ayah pada Andrea dengan penuh penekanan.

"Ayah, maafkan Andrea ayah, Andrea hanya.."

"Banyak omong!!! apa yang sudah ayah katakan padamu? Gilbert bukan anak baik-baik!! kamu bisa saja hanya di manfaatkan oleh anak itu saja!! jangan dekati anak itu!! ayah tidak suka!!"

Mendengar emosi ayahnya yang mulai tidak terkendali, justru malah membuat Andrea merasa kalau ayahnya memang berlaku tidak adil pada hidupnya.

Dengan air mata yang terus berderai membasahi pipi, Andrea akhirnya berusaha bangkit, dan kemudian mencoba untuk membela haknya!

"Ayah! Ayah memang selalu menyalahkan setiap laki-laki yang dekat dengan Andrea!! ayah memang selalu melihat mereka dengan tatapan buruk! dan Andrea tahu, bukan Gilbert yang salah di sini, tapi ayah yang selalu berpikir negatif dengan dia!!"

"Kamu berani menjawab?" mengangkat tangan, hendak memukul anak gadisnya.

Namun sang istri mendadak datang, dan mencoba untuk melerai pertengkaran mereka.

"Ayah! tidak, jangan pukul anak kita!" ucap sang ibu.

"Kenapa memangnya? apa kalian sungguh tidak sanggup memukul aku? apa kalian masih menyayangi aku? aku juga butuh kebebasan! sama hal nya seperti anak gadis lain yang bisa berpacaran dengan laki-laki yang dia cintai, tapi aku.. ayah sama sekali tidak bersikap adil padaku!!"

Lepas dia mengungkapkan seluruh isi hatinya, dengan cepat Andrea berjalan menuju kamarnya, lalu berbaring di atas ranjang.

Dia terus menangis, meratapi nasib kelamnya menjadi putri tunggal dari keluarga kecilnya ini.

Ya!?

Tidak ada yang tahu apa dan bagaimana nasib seseorang. Semua orang terlalu berpikir dangkal, mengira kalau Andrea terlahir sebagai gadis yang beruntung, karena berasal dari keluarga kaya!

Tapi nyatanya, gadis itu sendiri tidak pernah merasakan yang namanya kebebasan bak anak muda yang sebaya dengan dirinya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Esok harinya...

Sang Andrea terlihat sedang berjalan menuju kelasnya.

Langkah kakinya yang sangat mantap membuat orang-orang di sekitar dia mengira kalau dia memang sedang terkena masalah.

Sebenarnya orang-orang yang di maksud adalah para sahabat karibnya!

"Andrea!" bentak Siska dari belakang.

"Sis? kamu ini suka banget si buat aku kaget!!" ucap Andrea agak judes.

"Kamu ini kenapa si? lagi marah?"

"Bukan urusan kamu!!"

Gadis itu memang tidak pernah menganggap Siska sebagai teman yang baik. Dia hanya menganggap tiga sahabat barunya sebagai prioritas kedua setelah Si Gilbert itu.

Hanya saja...

Dia terlalu buta!!

"Hahaha.. iya, tahu tidak? Andrea itu anak ayah banget kan ya? buktinya, tadi malam, pas di ajak sama Si Gilbert, harus keluar diam-diam! katanya takut ketahuan sama ayahnya.."

Deg!!

Rupanya mereka sedang menggunjingkan aku..

Gadis itu terdiam dan hanya mematung di tempat tatkala tiga teman sosialitanya sedang menggosipkan dirinya yang kuper karena tekanan dari sang ayah.

"Eh! tapi jangan bicara terlalu terbuka, bagaimanapun juga, kita kan bisa ambil keuntungan dari persahabatan kita sama anak itu, iya kan??" jawab satunya menimpali.

Huhh!

Rupanya ini? kejutan tahun baru untukku? sebuah pengkhianatan dan juga penipuan mengatas namakan nama persahabatan?

Dia menitihkan air matanya, berusaha untuk tidak mengambil perasaan dari semua yang di katakan oleh ketiga kawannya.

Dia melangkah pergi dari kantin, dan bergerak menuju sang kekasih.

Peluk!?

Hiks hiks hiks...

"Hei!! ada apa denganmu sayang? apa kamu sedang terkena masalah?" tanya Sang Gilbert yang tentunya di imbangi dengan wajah khas Casanova.

"Gilbert, ternyata selama ini, mereka hanya memanfaatkan aku saja..."

"Oh? baiklah, berhentilah! jangan menangis di hadapanku lagi, aku punya kejutan untuk kamu!!"

Mendengar penuturan Gilbert padanya, membuat Andrea merasa lebih tenang. Perlahan gadis itu mulai melepas pelukan di tubuh Gilbert, dan mulai mengusap air matanya.

"Kejutan katamu?" tanya Andrea masih sedikit terisak.

"Ya!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Andrea, kamu tetap stay di rumah, ya! ayah dan ibu akan pergi ke luar negeri selama satu Minggu, dan ayah juga sudah menyiapkan penjaga yang akan menjaga kamu selama kami pergi, jadi kamu tidak bisa macam-macam lagi..." ucap sang ayah sambil bersiap menuju mobil.

"Baik ayah! Andrea akan tetap di rumah!"

"Baiklah! kami pergi sekarang.. bye!"

Cup!

Sang ayah mengecup kening Andrea sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil.

Sementara, ibunya..

"Sayang," menggenggam tangan Andrea, "ibu harap kamu bisa menjaga diri baik-baik.."

Ucap sang ibu penuh was-was, seolah sudah mengetahui apa yang akan terjadi pada Andrea nantinya.

"Iya, ibu, jangan khawatir.." ucap Andrea dengan penuh senyuman..

Dua orang itu akhirnya pergi dari rumah, dan itu artinya..

Andrea bebas selama satu Minggu ke depan!

"Hallo!" dia menghubungi seseorang setelah sampai di atas kasur.

"Ya!? bagaimana? sudah bisa pergi??"

"Aku akan menunggu kamu!! di pagar belakang!!!"

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Terpopuler

Comments

Chiisan kasih

Chiisan kasih

cerita ini sepertinya terjadi sebelum jaman penjajahan🤭, 400 tahun kmudian,

2023-02-10

1

Maria_azis

Maria_azis

ok loss dool lanjutkan 🤣🤣🤣🤣

2023-02-04

0

tinta hitam

tinta hitam

tuh tau

2023-01-31

1

lihat semua
Episodes
1 #Martha
2 #Andrea
3 #Sang Casanova
4 #Reaksi Obat
5 #Dari Balik Pohon Besar
6 #Kawanan Serigala
7 #Lucifer
8 #Kedatangan Si Gadis
9 #Andrea Di Culik
10 #Kemana Mereka Membawa Andrea Pergi?
11 #Bertemu Putra Petinggi
12 #Bayangan Martha
13 #Sebelum Kejadian di Tempat Eksekusi
14 #Cara Licik Sang Putra Pemimpin
15 #Kalah
16 #Terkejut
17 #Tentang Mutiara
18 #Melorot
19 #Pakaian Mendiang Ibu Lucifer
20 #Si Pria yang Berasal dari Neraka
21 #Pemburu Terhebat
22 #Andrea Harus Tahu
23 #Di Kepung Kawanan Musuh
24 #Masih Bertempur
25 #Anak Mommy
26 #Ayah Yang Tidak Peduli
27 #Cerita Sahabat Baru
28 #Apa Kau Tidak Melihatku?
29 #Malam Yang Indah
30 #Bersembunyi Di Balik Punggung
31 #Tan Ash Berkisah
32 #Jayden yang Bodoh
33 #Datangnya Si Kabut Hitam
34 #Malam Bulan Purnama Yang Gelap
35 #Butiran Garam di Saku
36 #Luka Di Perut
37 #Apa Kalian Juga Makan Yang Lain?
38 #Berburu Buah-buahan
39 #Meminta Bantuan Pada Musuh
40 #Bantuan Datang
41 #Terima Kasih Lucifer
42 #Ciuman Pertama
43 #Phoenix Di Tubuh Andrea
44 #Api Unggun
45 #Terjebak Dalam Situasi Sulit
46 #Andrea yang Tidak Sadar
47 #Anak Pintar
48 #Takdir Andrea
49 #Maafkan Aku
50 #Ada Apa Denganmu, Lucifer?
51 #POV Lucifer
52 #Datang Seorang Diri
53 #Dasar Jayden
54 #Di Buat Lupa
55 #Berada Di Pihak Musuh
56 ##Perjalanan Panjang
57 #Malam Di Padang Pasir
58 #Kawanan Burung Unta
59 #Berhasil Selamat
60 #Ikat Rambut
61 #Keras Kepala
62 #Mulai Terbuka
63 #Satu Tempat Dengan Musuh
64 #Mentari Terbit
65 #Ingat
66 #Berhasil Kabur
67 #Pernyataan Dari Manora
68 #Kedatangan Sang Phoenix
69 #Wilson yang Cerdas
70 #Beruang Besar
71 #Buaya
72 #Pada Akhirnya....
73 #Aku Rindu Kamu....
74 #Permainan Di Alam Liar
75 #Indahnya Berdua
76 #Tiba di Laut
77 #Saatnya Pergi
78 #Menuju Mutiara
79 #Sosok Wanita Dalam Laut
80 #Pertempuran Sengit
81 #Lucifer Tewas
82 #William Yang Pucat
83 #Bukan Lawan Seimbang
84 #Menang Di Pertempuran Bersama Lucas
85 #Seumur Hidup Mencintai Kamu
86 #Perjalanan Tak Berujung
87 #Pertempuran Antara Ayah dan Anak
88 #Alibi
89 #Bahagia Kamu Jauh Lebih Berarti
90 #Mengikis
91 #Bayangan
92 #Menyerang Jayden 1
93 #Kembali
94 #Terkena Pisau
95 #Selamat
96 #Sebuah Buku
97 #Lucifer
98 POV Lucifer
99 #Sebatas Mimpi
100 #Keluar dari Rumah Sakit
101 #Terkejut
102 #Terlahir Kembali
103 #Lubang Api
104 #Bertarung Dengan Lucas
105 #Jatuh
106 #Ruang Operasi
107 #Kembali Bersama
108 #Berkunjung Ke Makam Gilbert
109 #Pernikahan
110 #Berpisah
111 #POV Andrea
112 #Bab Promosi
Episodes

Updated 112 Episodes

1
#Martha
2
#Andrea
3
#Sang Casanova
4
#Reaksi Obat
5
#Dari Balik Pohon Besar
6
#Kawanan Serigala
7
#Lucifer
8
#Kedatangan Si Gadis
9
#Andrea Di Culik
10
#Kemana Mereka Membawa Andrea Pergi?
11
#Bertemu Putra Petinggi
12
#Bayangan Martha
13
#Sebelum Kejadian di Tempat Eksekusi
14
#Cara Licik Sang Putra Pemimpin
15
#Kalah
16
#Terkejut
17
#Tentang Mutiara
18
#Melorot
19
#Pakaian Mendiang Ibu Lucifer
20
#Si Pria yang Berasal dari Neraka
21
#Pemburu Terhebat
22
#Andrea Harus Tahu
23
#Di Kepung Kawanan Musuh
24
#Masih Bertempur
25
#Anak Mommy
26
#Ayah Yang Tidak Peduli
27
#Cerita Sahabat Baru
28
#Apa Kau Tidak Melihatku?
29
#Malam Yang Indah
30
#Bersembunyi Di Balik Punggung
31
#Tan Ash Berkisah
32
#Jayden yang Bodoh
33
#Datangnya Si Kabut Hitam
34
#Malam Bulan Purnama Yang Gelap
35
#Butiran Garam di Saku
36
#Luka Di Perut
37
#Apa Kalian Juga Makan Yang Lain?
38
#Berburu Buah-buahan
39
#Meminta Bantuan Pada Musuh
40
#Bantuan Datang
41
#Terima Kasih Lucifer
42
#Ciuman Pertama
43
#Phoenix Di Tubuh Andrea
44
#Api Unggun
45
#Terjebak Dalam Situasi Sulit
46
#Andrea yang Tidak Sadar
47
#Anak Pintar
48
#Takdir Andrea
49
#Maafkan Aku
50
#Ada Apa Denganmu, Lucifer?
51
#POV Lucifer
52
#Datang Seorang Diri
53
#Dasar Jayden
54
#Di Buat Lupa
55
#Berada Di Pihak Musuh
56
##Perjalanan Panjang
57
#Malam Di Padang Pasir
58
#Kawanan Burung Unta
59
#Berhasil Selamat
60
#Ikat Rambut
61
#Keras Kepala
62
#Mulai Terbuka
63
#Satu Tempat Dengan Musuh
64
#Mentari Terbit
65
#Ingat
66
#Berhasil Kabur
67
#Pernyataan Dari Manora
68
#Kedatangan Sang Phoenix
69
#Wilson yang Cerdas
70
#Beruang Besar
71
#Buaya
72
#Pada Akhirnya....
73
#Aku Rindu Kamu....
74
#Permainan Di Alam Liar
75
#Indahnya Berdua
76
#Tiba di Laut
77
#Saatnya Pergi
78
#Menuju Mutiara
79
#Sosok Wanita Dalam Laut
80
#Pertempuran Sengit
81
#Lucifer Tewas
82
#William Yang Pucat
83
#Bukan Lawan Seimbang
84
#Menang Di Pertempuran Bersama Lucas
85
#Seumur Hidup Mencintai Kamu
86
#Perjalanan Tak Berujung
87
#Pertempuran Antara Ayah dan Anak
88
#Alibi
89
#Bahagia Kamu Jauh Lebih Berarti
90
#Mengikis
91
#Bayangan
92
#Menyerang Jayden 1
93
#Kembali
94
#Terkena Pisau
95
#Selamat
96
#Sebuah Buku
97
#Lucifer
98
POV Lucifer
99
#Sebatas Mimpi
100
#Keluar dari Rumah Sakit
101
#Terkejut
102
#Terlahir Kembali
103
#Lubang Api
104
#Bertarung Dengan Lucas
105
#Jatuh
106
#Ruang Operasi
107
#Kembali Bersama
108
#Berkunjung Ke Makam Gilbert
109
#Pernikahan
110
#Berpisah
111
#POV Andrea
112
#Bab Promosi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!