Flashback on!!
Sebelum terjadinya peperangan di kawasan serigala!!
Lucifer dan ketiga kawannya memilih untuk kembali pada sang ayah, yang di kala itu pun masih sama, duduk tak berdaya.
Tuan Tan Ash mengalami kelumpuhan sejak dirinya di tinggal oleh sang istri puluhan tahun silam!
Dia yang mulanya menjadi legendaris di The Tiger yang dia pimpin sejak puluhan tahun, harus menjadi tidak bisa apa-apa akibat sebuah mantra sihir yang ditiupkan oleh Lucas, hingga membuat dirinya tidak berarti apa-apa lagi.
Dia hanya bisa terduduk, atau sekedar bangun dengan merayap di pagar kayu rumah sederhana miliknya. Meski begitu, masih ada kesempatan bagi Tan Ash untuk membuat dirinya kembali normal.
Semoga saja dia cepat menemui keajaiban.
Kriettt!!
Prak!!
Pintu kayu rumah Tan Ash yang di buka oleh putra sulungnya, dan kemudian menampilkan pemandangan berdebu dari sosok sang ayah yang hanya bisa terduduk di atas alas bambu.
Wajah sang ayah tidak terlalu terkejut saat mendapati dua putranya yang kembali dari sebuah petualangan.
"Jayden yang bilang, kalau gadis itu, sudah berada di tempat yang semestinya!" ucap Lucifer, saat dia sudah duduk berhadapan dengan sang ayah.
Sementara, Tan Ash hanya terlihat diam, memperhatikan, hingga akhirnya, dia menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Huhhh!"
Lucifer menatap wajah sang ayah, dan menaruh wajah biasa saja pada sikap ayahnya yang masih saja diam.
Pemuda itu juga tahu, kalau sang ayah memang lebih banyak diam saat berbincang dengan kedua anaknya.
Tan Ash hanya akan cerewet saat di hadapkan di depan sang peramal.
"Menurut peramal, dia sudah berada di sebuah tempat! dengan salib yang mengikat tubuhnya, lalu darah bercucuran dengan deras dari seluruh tubuhnya yang lebam!!" sejenak pria itu terdiam, "dia adalah pemegang segel dari harta warisan mendiang ibumu!" jelas Tan Ash pada putra sulungnya, di iringi dengan sorot mata tajam.
Mendengar kata-kata tersebut keluar dari sang ayah, membuat Lucifer langsung mengambil tindakan tanpa menunggu perintah.
Gubrakk!!
Pria itu langsung keluar dari rumah ayahnya, dan bergegas menuju ke arah hutan. Ketiga rekan yang sudah menanti dia sejak lama, kini hanya bisa menatap Lucifer penuh tanda tanya.
"Ada apa Lucifer?" tanya William, usai mendapati wajah cemas dari rekannya.
"Dia di tempat eksekusi! berada di ambang kematian, yang terikat di salib!" merubah diri menjadi sosok si loreng.
Roarrrrr!!
Ketiga kawannya pun sama. Merubah diri menjadi bentuk asli mereka, dan berlari menyusuri hutan belantara mengikuti arah kemana Lucifer menghentakkan kakinya.
Kretak! kretak!!
Dan langkah kaki mereka menjadi lebih cepat, tatkala siang yang cerah perlahan mulai berubah menjadi malam yang kelam dan penuh kegelapan.
Suara Auman serigala yang semakin kencang terdengar di telinga ke empat harimau itu membuat gejolak api kemarahan di hati mereka semakin membara.
Lucifer dalam bentuk aslinya terlihat menajamkan lirikan matanya. Dia mulai berlari secepat kilat, dan akhirnya, tibalah mereka di sebuah tempat di balik gunung es yang menjulang tinggi.
Jlger!!!
Meski dingin amat menusuk tatkala bulu-bulu loreng milik Lucifer terhempas angin kencang di penuhi salju yang amat tebal, namun nyalinya yang bak di sulut api membara kembali membakar jiwanya.
Mulanya dia tidak begitu yakin, dia merubah diri menjadi manusia biasa, lalu menatap deretan gunung es yang nampak dingin nan mencekam.
Namun dia menemukan sebuah keberanian yang tumbuh di sela-sela rasa takutnya. Mendadak dorongan untuk masuk dan menaklukan lawan seolah menguasai jiwa dan pikirannya.
Kini sorot matanya nampak berapi-api, ingin sekali membalas perbuatan The Wolf, dan menyelamatkan gadis itu. Gadis yang menjadi pemegang segel tempat warisan dari mendiang ibunya, Martha!
"Ibu! aku akan datang menyelamatkan pewarismu!!"
Benak Lucifer berkata-kata seolah dirinya ingin sekali menumpas habis para perusuh yang selalu ingin menguasai setiap apa yang menjadi milik kelompoknya.
Wajah Lucifer yang makin yakin, pun makin berani melangkah maju ke depan, membuat dua rekan yang berbaris di belakangnya ikut merasa mantap.
William yang lebih dulu saling menatap dengan Rosella, kini beralih pada wajah Wilson yang agak ketakutan dan seakan tidak begitu yakin akan keputusan mereka kali ini.
Dia menggeleng, dan mencoba untuk meyakinkan yang lain, kalau tempat ini begitu berbahaya.
Namun...
"Pendekar sejati tidak akan pernah menarik kembali pedangnya!!" ucap Lucifer, seolah tahu betapa takutnya sang adik yang kini tengah gemetar di belakangnya.
Lucifer melangkah, dan merubah dirinya menjadi si loreng kembali. Dia melangkahkan kakinya menuju sebuah tempat yang tersembunyi di balik deretan pegunungan.
Sebuah desa dengan hawa dingin nan menusuk, dengan ratusan penduduk yang hidup di dalam kegelapan.
Mereka berhenti di ujung perbukitan. Melihat situasi, dan mencoba menggunakan akal pikiran untuk bisa masuk ke dalam sana.
"Kita mungkin bisa menyusup, tapi kita tidak pasti akan kembali!" ucap Rosella pada ketiga kawannya.
"Hanya tidak kembali! apa bedanya dengan sebuah petualangan di lorong waktu?" jawab William.
"Kita tidak bisa mengendus mereka, hanya bisa mengintai, tapi mereka punya indera penciuman yang sangat tajam!" ucap Lucifer, "menggunakan penyamaran saja, rasanya tidak akan cukup untuk mengelabui mereka!" ucap pemuda itu terkesan santai.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? mana bisa menunggu gadis itu mati, baru kita masuk?" tanya Rosella pada sang sahabat.
"Mungkin dengan sedikit darah dari tubuh mereka, bisa membuat kita masuk ke dalam sana!" ucap Lucifer.
Semua orang yang ada di tempat itu saling bertatapan, dan tidak terlalu mengerti apa yang sedang di rencanakan oleh Lucifer selanjutnya.
🍂🍂🍂🍂
Seseorang yang terlihat berjalan dengan cepat menuju keluar area pedesaan nampak tergesa-gesa.
Dia terlihat membawa sebuah kantung besar berwarna hijau, dan berjalan dengan rasa ketakutan.
Namun saat dirinya berada di tengah jalan..
Swosh!!
Sebuah pedang terlihat melintang, melewati kedua matanya, dan membuat rasa terkejut bercampur dengan ketakutan yang luar biasa.
"Hah! hah! hah!!" dia nampak langsung ambruk ke permukaan bersalju, "ampun tuan! aku hanya membawa sedikit daging untuk anak Perempuanku! dia sudah tidak makan sejak dua hari, dan aku tidak ingin dia mati kelaparan!" ucap pria tersebut, tanpa menghadap ke arah Lucifer.
Namun dia menghentikan perkataannya. Dan betapa terkejutnya pria itu, tatkala mendongak, lalu melihat empat sosok manusia harimau yang berdiri dengan gahar menghadap ke arahnya.
Bukkk!!
Lucifer melempar sebuah rusa hasil buruannya tepat di hadapan pria itu, dan menatap sang pria dengan tajam.
"Tu-Tuan? apa ini? ke-kenapa anda memberi rusa hasil buruan kamu pada saya?" tanya sang pria pada Lucifer.
"Kau bilang anak perempuan kamu sedang kelaparan!" jawab Lucifer.
"Be-benarkah?" tanya sang pria setelah menyadari bantuan yang di berikan oleh Lucifer padanya, "apa rusa ini menjadi milik putriku tuan?"
Lucifer tidak berekspresi, atau semacamnya.
Sang pria yang kini tengah berbahagia terlihat bersimpuh di hadapan Lucifer, dan berterima kasih.
Brukk!
"Terima kasih banyak tuan harimau!! terima kasih telah menyelamatkan putriku!"
Pria itu terlihat kembali bangkit, dan mengusap air mata di sekitar pipinya.
"Tuan, apa yang anda butuhkan? sebisa mungkin, aku akan memberikan bantuan ku pada tuan!!" ucap sang pria pada Lucifer.
Lucifer dan ketiga rekannya terlihat memiringkan senyuman..
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
mom_abyshaq
itu manusia beneran atau juga siluman Mae?
2023-02-17
2
kak pii
penduduk nya juga serigala mungkin y
2023-01-17
2