#Terkejut

Lucifer mengerang kesakitan. Punggungnya serasa hampir retak di buat sang Tuan dari kelompok The Wolf ini.

Keringat bercucuran deras membasahi seluruh wajah Lucifer.

Dia amat kesakitan. Apa lagi, kaki Zhagler yang terus menekan kuat punggung tangan Lucifer, dan mungkin hampir membuat tulang-tulang di tangannya retak.

"Aaaa!!!" pekik Lucifer lagi.

"Lucifer!!" sang sahabat menyadari keterdesakan ini.

Dia bergegas menuju ke arah Zhagler, dan menendang wajah pemimpin The Wolf itu tanpa ampun.

Hiyyyaaaa!!!

Bukkk!

Puffff!!

Blam!!!

Tubuh Zhagler terhempas ke belakang, membuat pijakan kakinya yang berada tepat di atas punggung tangan Lucifer, menyingkir.

Kini William terlihat mengangkat tubuh Lucifer dengan sisa-sisa tenaga yang dia miliki, lalu bergegas pergi menyusul ketiga kawannya.

Srak! srak! srak!!

Langkah kaki mereka terseok-seok saat harus melalui bukit menurun yang di padu padankan dengan akar-akar pohon yang menjalar.

Sedikit saja mereka salah melangkah, maka tubuh mereka akan langsung terjatuh, dan terguling dari bukit yang tinggi tersebut.

"Cepatlah Lucifer! kita hampir sampai!"

Sementara, di belakang mereka, pasukan The Wolf dengan beberapa anjing yang mereka miliki telah terlihat menyusul.

Mereka membawa obor, dan sesekali juga memanah panahan berapi di ujungnya pada Lucifer dan William.

Sementara itu, Wilson, Rosella, dan Andrea hampir tiba di pedesaan. Suasana pedesaan nampak mulai sepi. Tidak ada kehidupan lagi setelah malam, karena memang semuanya sudah tertidur di rumah masing-masing.

"Bertahanlah! kita akan segera tiba!" ucap Wilson pada Andrea yang sebenarnya masih belum sadar.

Kini tubuh Andrea tidak lagi polos. Dia telah di balut dengan kain jubah milik Rosella, dan sekarang, mereka hampir tiba di rumah sang ayah dari Wilson.

"Kau bawa dia masuk! aku harus memanggil tabib lebih dulu!" ucap Rosella pada Wilson.

"Jangan terlalu lama! aku takut dia tidak akan selamat!" ucap Wilson membalas perkataan Rosella.

Si gadis berbaju merah terlihat pergi dari tempat itu, menuju salah satu rumah seorang tabib terkenal di desanya.

Tok! tok tok!

Kriett!!

"Ada apa Nona?" tanya tabib itu.

"Kami butuh bantuan anda! bisakah ikut denganku sebentar?"

"Baiklah!"

Kembali lagi pada Wilson yang juga sedang berusaha menggedor rumah sang ayah.

Dor! dor! dor!!

"Ayah! tolong buka pintunya!"

Tapi seakan dia lupa, kalau ayahnya tidak bisa membuka pintu. Dan pintu ini, sangat jarang di kunci.

Dia membuka pintunya sendiri, dan mendapati ayahnya yang sedang berusaha menggapai pintu dengan berjalan ngesot.

"Ayah! tidak perlu repot! Wilson sudah bisa masuk!" ucap Wilson sambil bergerak menuju tempat tidur di sisi pintu, lalu membaringkan gadis yang hanya tertutup kain milik Rosella tersebut.

"Hosh! Hosh!" nafas Wilson terdengar begitu memburu..

"Kau sudah panggil tabib? di mana kakak kamu?" tanya sang ayah pada Wilson.

"Kakak, dia masih berada di belakang, tengah melawan Tuan Zhagler!" ucap Wilson sambil menyalakan beberapa api kembali.

Kriett!

Dan satu wanita bersama satu tabib wanita lainnya terlihat datang dari luar, membuat Tan Ash dan Wilson harus segera menyingkir.

"Lihat lukanya! dia bahkan hampir mati akibat cambukan itu!" ucap Rosella pada sang tabib.

Tabib itu terlihat memeriksa seluruh tubuh Andrea, mulai dari bagian lehernya yang terluka amat dalam, lalu beralih ke bagian punggung Andrea yang amat memprihatinkan.

Begitu ngeri, saat nyala api memperlihatkan kondisi luka cambukan di bagian punggung Andrea.

Luka yang begitu besar, dengan darah yang masih belum terlalu mengering.

Sang tabib pun hanya bisa menggelengkan kepalanya tiga kali. Dia sendiri mengakui betapa parah luka yang di alami oleh gadis ini.

"Tuan!"

Tan Ash menatap dengan wajah datar tabib wanita itu, dan menunggu apa yang akan di katakan oleh sang tabib padanya.

"Saya akan melakukan pengobatan sebisa saya, tapi kalau malam ini juga, gadis ini tetap tidak bangun, itu artinya, dia tidak akan bisa bangun lagi!" ucap sang tabib.

"Apa? tidak bisa bangun lagi?" sekarang Wilson nampak gusar.

"Baiklah! lakukan sebisa kamu saja! soal hidup dan mati, apa untungnya bagiku?" ucap Tan Ash membuat suasana hati Wilson menjadi semakin bingung.

Tan Ash kembali terlihat menuju ke arah alas tikar yang menjadi kesukaannya. Dia kemudian termenung di depan nyala api.

Sang putra terlihat menyusul dirinya, dan kemudian, langsung duduk di hadapannya.

"Ayah?!"

"Um?"

"Apa yang ayah maksud? ayah tidak peduli hidup atau mati gadis ini?" tanya Wilson pada sang ayah, "lalu apa gunanya kami berusaha menyusup ke pemukiman itu, dan membawa gadis ini di hadapan ayah?" wajah yang nampak amat kesal.

"Meskipun dia hidup, itu sama sekali tidak ada artinya bagiku!" jawab Tan Ash atas pertanyaan putra keduanya.

"Hahh!? lalu kenapa ayah meminta kami untuk menyelamatkan dia!? kenapa ayah minta kami untuk masuk ke desa pada serigala itu, dan membawa gadis ini kembali pada ayah?"

"Karena awalnya, ayah mengira, dengan adanya gadis itu, kita bisa mendapatkan mutiara warisan ibumu! kita masih bisa menyelamatkan dunia dengan mutiara itu! tapi nyatanya, setelah aku pikir-pikir, akan lebih baik jika gadis itu mati! tidak ada lagi yang namanya perebutan mutiara, dan tidak ada lagi yang namanya permusuhan!" jawab Tan Ash membuat keterkejutan sendiri di wajah Wilson.

Bagaimana tidak!?

Dia dan sang kakak telah berjuang mati-matian demi bisa menyelamatkan nyawa gadis asing ini.

Tapi sekarang, kenapa ayahnya sendiri malah tidak satu pemikiran dengan dirinya?

Wilson menggeleng perlahan, lalu mulai menunjukkan wajah dia yang penuh dengan kemarahan.

"Bagi ayah, kami ini apa? sudah berusaha masuk dan menyelamatkan gadis itu, dan sekarang, ayah sendiri yang membuat Wilson kesal!"

"Dia sudah di ramalkan oleh peramal terbaik sejak dahulu kala, saat kamu masih kecil. Dia hanya datang membawa peperangan, kehancuran, dan segala hal tentang dia, tidak ada yang memberi keuntungan untuk kita. Setidaknya, jika dia mati, mutiara itu akan tetap aman berada di tempatnya."

"Tapi yang aku dengar, mutiara itu akan terbuka di setiap gerhana matahari, yang terjadi seratus tahun sekali! tanpa menggunakan kunci atau pun semacamnya!" sang peramal mendadak telah berada di sisi Tan Ash, membuat Wilson juga bergeming karena sedikit terkejut.

"Apa katamu?" Tan Ash pun terlihat tidak mempercayai sang peramal.

"Di hari itu, alam menjadi istimewa. Pertemuan tiga benda langit di dalam satu garis yang sama, akan membuat kerang itu terbuka, meskipun tanpa menggunakan tangan siapapun, aku sungguh khawatir jika saat itu tiba!" ucap sang peramal.

"Tapi sejak dulu, telah tertulis, yang bisa mengambil mutiara itu hanya istriku dan gadis di masa depan saja."

"Tapi alam punya cara sendiri untuk mengungkap keajaiban yang di miliki dunia ini! membuktikan bahwa tanpa kunci pun, pintu gerbang bisa terbuka! dan di saat itu, seharusnya mutiara itu akan menjadi bahan rebutan antara tiga kelompok! The Wolf, The Sea, dan The Tiger..."

"The Sea? ratu laut kah yang kau maksud?"

"Ya?!"

💕💕💕💕💕💕

Terpopuler

Comments

kak pii

kak pii

dasar orang tua yg plin plan tdk memikirkan keselamatan anaknya....

2023-01-17

1

lihat semua
Episodes
1 #Martha
2 #Andrea
3 #Sang Casanova
4 #Reaksi Obat
5 #Dari Balik Pohon Besar
6 #Kawanan Serigala
7 #Lucifer
8 #Kedatangan Si Gadis
9 #Andrea Di Culik
10 #Kemana Mereka Membawa Andrea Pergi?
11 #Bertemu Putra Petinggi
12 #Bayangan Martha
13 #Sebelum Kejadian di Tempat Eksekusi
14 #Cara Licik Sang Putra Pemimpin
15 #Kalah
16 #Terkejut
17 #Tentang Mutiara
18 #Melorot
19 #Pakaian Mendiang Ibu Lucifer
20 #Si Pria yang Berasal dari Neraka
21 #Pemburu Terhebat
22 #Andrea Harus Tahu
23 #Di Kepung Kawanan Musuh
24 #Masih Bertempur
25 #Anak Mommy
26 #Ayah Yang Tidak Peduli
27 #Cerita Sahabat Baru
28 #Apa Kau Tidak Melihatku?
29 #Malam Yang Indah
30 #Bersembunyi Di Balik Punggung
31 #Tan Ash Berkisah
32 #Jayden yang Bodoh
33 #Datangnya Si Kabut Hitam
34 #Malam Bulan Purnama Yang Gelap
35 #Butiran Garam di Saku
36 #Luka Di Perut
37 #Apa Kalian Juga Makan Yang Lain?
38 #Berburu Buah-buahan
39 #Meminta Bantuan Pada Musuh
40 #Bantuan Datang
41 #Terima Kasih Lucifer
42 #Ciuman Pertama
43 #Phoenix Di Tubuh Andrea
44 #Api Unggun
45 #Terjebak Dalam Situasi Sulit
46 #Andrea yang Tidak Sadar
47 #Anak Pintar
48 #Takdir Andrea
49 #Maafkan Aku
50 #Ada Apa Denganmu, Lucifer?
51 #POV Lucifer
52 #Datang Seorang Diri
53 #Dasar Jayden
54 #Di Buat Lupa
55 #Berada Di Pihak Musuh
56 ##Perjalanan Panjang
57 #Malam Di Padang Pasir
58 #Kawanan Burung Unta
59 #Berhasil Selamat
60 #Ikat Rambut
61 #Keras Kepala
62 #Mulai Terbuka
63 #Satu Tempat Dengan Musuh
64 #Mentari Terbit
65 #Ingat
66 #Berhasil Kabur
67 #Pernyataan Dari Manora
68 #Kedatangan Sang Phoenix
69 #Wilson yang Cerdas
70 #Beruang Besar
71 #Buaya
72 #Pada Akhirnya....
73 #Aku Rindu Kamu....
74 #Permainan Di Alam Liar
75 #Indahnya Berdua
76 #Tiba di Laut
77 #Saatnya Pergi
78 #Menuju Mutiara
79 #Sosok Wanita Dalam Laut
80 #Pertempuran Sengit
81 #Lucifer Tewas
82 #William Yang Pucat
83 #Bukan Lawan Seimbang
84 #Menang Di Pertempuran Bersama Lucas
85 #Seumur Hidup Mencintai Kamu
86 #Perjalanan Tak Berujung
87 #Pertempuran Antara Ayah dan Anak
88 #Alibi
89 #Bahagia Kamu Jauh Lebih Berarti
90 #Mengikis
91 #Bayangan
92 #Menyerang Jayden 1
93 #Kembali
94 #Terkena Pisau
95 #Selamat
96 #Sebuah Buku
97 #Lucifer
98 POV Lucifer
99 #Sebatas Mimpi
100 #Keluar dari Rumah Sakit
101 #Terkejut
102 #Terlahir Kembali
103 #Lubang Api
104 #Bertarung Dengan Lucas
105 #Jatuh
106 #Ruang Operasi
107 #Kembali Bersama
108 #Berkunjung Ke Makam Gilbert
109 #Pernikahan
110 #Berpisah
111 #POV Andrea
112 #Bab Promosi
Episodes

Updated 112 Episodes

1
#Martha
2
#Andrea
3
#Sang Casanova
4
#Reaksi Obat
5
#Dari Balik Pohon Besar
6
#Kawanan Serigala
7
#Lucifer
8
#Kedatangan Si Gadis
9
#Andrea Di Culik
10
#Kemana Mereka Membawa Andrea Pergi?
11
#Bertemu Putra Petinggi
12
#Bayangan Martha
13
#Sebelum Kejadian di Tempat Eksekusi
14
#Cara Licik Sang Putra Pemimpin
15
#Kalah
16
#Terkejut
17
#Tentang Mutiara
18
#Melorot
19
#Pakaian Mendiang Ibu Lucifer
20
#Si Pria yang Berasal dari Neraka
21
#Pemburu Terhebat
22
#Andrea Harus Tahu
23
#Di Kepung Kawanan Musuh
24
#Masih Bertempur
25
#Anak Mommy
26
#Ayah Yang Tidak Peduli
27
#Cerita Sahabat Baru
28
#Apa Kau Tidak Melihatku?
29
#Malam Yang Indah
30
#Bersembunyi Di Balik Punggung
31
#Tan Ash Berkisah
32
#Jayden yang Bodoh
33
#Datangnya Si Kabut Hitam
34
#Malam Bulan Purnama Yang Gelap
35
#Butiran Garam di Saku
36
#Luka Di Perut
37
#Apa Kalian Juga Makan Yang Lain?
38
#Berburu Buah-buahan
39
#Meminta Bantuan Pada Musuh
40
#Bantuan Datang
41
#Terima Kasih Lucifer
42
#Ciuman Pertama
43
#Phoenix Di Tubuh Andrea
44
#Api Unggun
45
#Terjebak Dalam Situasi Sulit
46
#Andrea yang Tidak Sadar
47
#Anak Pintar
48
#Takdir Andrea
49
#Maafkan Aku
50
#Ada Apa Denganmu, Lucifer?
51
#POV Lucifer
52
#Datang Seorang Diri
53
#Dasar Jayden
54
#Di Buat Lupa
55
#Berada Di Pihak Musuh
56
##Perjalanan Panjang
57
#Malam Di Padang Pasir
58
#Kawanan Burung Unta
59
#Berhasil Selamat
60
#Ikat Rambut
61
#Keras Kepala
62
#Mulai Terbuka
63
#Satu Tempat Dengan Musuh
64
#Mentari Terbit
65
#Ingat
66
#Berhasil Kabur
67
#Pernyataan Dari Manora
68
#Kedatangan Sang Phoenix
69
#Wilson yang Cerdas
70
#Beruang Besar
71
#Buaya
72
#Pada Akhirnya....
73
#Aku Rindu Kamu....
74
#Permainan Di Alam Liar
75
#Indahnya Berdua
76
#Tiba di Laut
77
#Saatnya Pergi
78
#Menuju Mutiara
79
#Sosok Wanita Dalam Laut
80
#Pertempuran Sengit
81
#Lucifer Tewas
82
#William Yang Pucat
83
#Bukan Lawan Seimbang
84
#Menang Di Pertempuran Bersama Lucas
85
#Seumur Hidup Mencintai Kamu
86
#Perjalanan Tak Berujung
87
#Pertempuran Antara Ayah dan Anak
88
#Alibi
89
#Bahagia Kamu Jauh Lebih Berarti
90
#Mengikis
91
#Bayangan
92
#Menyerang Jayden 1
93
#Kembali
94
#Terkena Pisau
95
#Selamat
96
#Sebuah Buku
97
#Lucifer
98
POV Lucifer
99
#Sebatas Mimpi
100
#Keluar dari Rumah Sakit
101
#Terkejut
102
#Terlahir Kembali
103
#Lubang Api
104
#Bertarung Dengan Lucas
105
#Jatuh
106
#Ruang Operasi
107
#Kembali Bersama
108
#Berkunjung Ke Makam Gilbert
109
#Pernikahan
110
#Berpisah
111
#POV Andrea
112
#Bab Promosi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!