#Reaksi Obat

"Ugh! Umhh..." sesekali gadis itu menikmati beragam sentuhan dan l*matan khas dari sang kekasih yang terus saja membuat dirinya terbuai dalam nafsu yang menggelora..

"Andrea.. Hahh!!" nafas Gilbert yang memburu, seolah begitu tidak kuat untuk menahan sesuatu yang terus bergejolak dalam libidonya, dan berharap akan suatu kepuasan pada gadis itu.

Namun..

Cesssssss!

Aroma menyengat dari daging Wagyu yang hampir tidak dapat di selamatkan membuat mereka berhenti saling menggoda.

"Wagyunya hampir gosong..." Ucap Andrea dengan canggung.

Mereka beralih membawa sebuah Wagyu yang telah selesai di hidangkan ke sebuah meja yang telah di siapkan di luar villa.

Drrrttt Drrrttt

Dan sekarang, barulah Andrea mendengar panggilan beberapa kali dari ponselnya.

Mengambil..

Dia membaca sebuah nama yang tertera di layar ponselnya, dan menampilkan sebuah nama yang tidak begitu asing.

Pelayan rumah!

Mereka pasti tahu apa yang Andrea lakukan sekarang!

Andrea yang telah tertutup mata dan hatinya memutuskan untuk mematikan ponselnya, dan kembali beralih ke posisi Gilbert.

"Sayang.. kamu sungguh hebat dalam memanggang dagingnya, ini sangat lembut!" ucap Si Gilbert sambil menarik tangan Andrea yang kemudian akhirnya jatuh juga dalam pangkuannya.

"Benarkah? apa ini sungguh enak?" tanya Andrea penuh keingin tahuannya.

"Cobalah mencicipi! kamu pasti akan suka!"

Gilbert menyuapi satu iris daging yang sudah dia tusuk menggunakan garpu tajam miliknya, lalu dengan seketika memasukkannya ke dalam mulut Andrea!

Hap!

"Humm! bagaimana menurut kamu? ini enak sekali bukan?" tanya Gilbert pada sang kekasih.

"Iya," mengangguk dengan sangat senang, "kau benar! ini sangat enak!" jawab Andrea dengan mulut yang terus mengunyah.

"Kau mau lagi? aku masih punya banyak di kulkas, kalau mau, kamu bisa memanggang lagi," mencoba menawari.

"Baiklah! kita akan menghabiskan berapa malam di sini? aku pikir, jangan terlalu banyak menghamburkan dagingnya, untuk persiapan selama beberapa hari ke depan."

"Kau yakin ingin menginap di sini selama beberapa hari ke depan?" tanya Gilbert, dan kali ini wajah laki-laki itu terlihat sangat aneh.

"Ya! aku bahkan tidak pernah menikmati alam seperti ini sebelumnya. Kau tahu? ayahku tidak pernah mengizinkan aku pergi berkemah dengan teman-teman sebayaku sewaktu aku masih SMA. Huhh! entahlah! aku merasa sungguh tidak bisa melakukan apapun!" sekarang gadis itu malah terlihat mencurahkan isi hatinya.

Laki-laki muda yang kini tengah memangku tubuhnya terlihat memeluk pinggul gadis itu dengan erat, dan tentu saja penuh nafsu.

Seraya mengucapkan ribuan kalimat-kalimat penuh rayuan, dan hampir saja memakan jiwa raga Andrea.

"Kamu telah bebas sekarang! aku yang sudah membebaskan kamu!" bisik Si Gilbert di telinga Andrea, sambil sesekali tangannya membelai rambut Andrea yang terbang terbawa angin.

"I love you .."

Cup!

Dan kini terjadi lagi, di pelataran villa yang lumayan memiliki hawa dingin menusuk, akhirnya mereka tidak lagi sungkan untuk bermesraan dan hampir saja..

Perlahan Gilbert mengangkat tubuh mungil Andrea yang terkenal putih dan bersih.

Kakinya di arahkan untuk menuju ke dalam villa sambil terus membisikkan kalimat penuh godaan, rayuan, serta menimbulkan gairah yang membara.

Klik!

Pintu villa di tutup, namun tidak di kunci. Sekarang tubuh Andrea di hempaskan oleh Gilbert ke atas sofa.

Brukk!

"Ugh!" dengan mata yang masih terpejam, dan seolah menikmati setiap sentuhan yang Gilbert berikan padanya.

Namun laki-laki itu, mulai memiringkan senyuman.

Obatnya sudah mulai bereaksi!

"Gilbert! ugh!" dia mulai menggeliat bak ulat bulu, dan mencoba meraih tangan Gilbert untuk bergerilya di sekujur tubuhnya.

Si Gilbert memandang dengan penuh nafsu, seakan-akan gadis sembilan belas tahun di depannya adalah santapan makan malam yang sangat gurih nan lezat.

Menindih tubuh Andrea yang sudah tidak terlalu sadar!

"Ugh!!" dan gadis itu mulai meracau tidak jelas, ingin sekali mendapat kepuasan dari seorang Gilbert!

"Aku mencintaimu.. sungguh sangat mencintaimu..." bisiknya penuh birahi di telinga mungil Andrea.

Lalu..

Cup!!

Sekali lagi Gilbert berhasil memasuki bibir Andrea yang kecil dan merona. Lidah manja mereka kembali beradu, namun kali ini benar-benar mulai sangat intim.

Bagaikan pasangan malam pertama yang telah lama menahan hasrat kepuasannya, dua remaja ini bahkan tidak lagi memikirkan masa depan yang masih terlalu lama.

"Ugh!"

"Kau mau yang lebih?" tanya Si Gilbert pada kekasihnya yang sudah berkeringat dan mulai tidak terkendali.

"Kamu.. kamu apakan aku..." ucap Andrea dengan lemah.

Laki-laki itu memiringkan senyumnya lagi, mendapati pertanyaan dari sang gadis yang belum juga dia renggut kesuciannya.

"Aku telah memberimu obat! nikmati surga kita malam ini sayangku..."

"Obat?" mendadak otaknya tersadar.

Bayangan wajah ayah dan ibunya seketika menghiasi langit-langit matanya yang masih kabur dari pandangan.

Dasar anak tidak tahu diri!

Suara itu, suara ayah yang galak itu, berulang-ulang terngiang di telinganya, seakan memintanya untuk bangun, dan segera lari dari sana

Namun si Gilbert sudah memulai aksinya. Memingkis sok mini yang di kenakan oleh Andrea, dan mulai menciumi paha gadis itu dengan penuh birahi.

Tangan kanan Gilbert telah menembus bagian dalam kaus mini yang di kenakan oelh Andrea, dan perlahan mulai memeras sesuatu yang kenyal di dalam sana.

"Ugh! tak ku sangka, rupanya kamu begitu indah! aku menyesal mengabaikan kamu selama lebih dari dua tahun lamanya, jika tahu kamu semolek ini, mana mungkin aku membiarkan kamu menahan gejolak asmaramu padaku!" ucap Gilbert di tengah-tengah aksinya yang sudah melewati batas.

Bangun nak! jangan kecewakan ayah dan ibumu! bangunlah!

Dan lagi.. Suara ibu yang terdengar sangat jelas sungguh membuat Andrea berada dalam ketakutan.

Suara kedua orang tuanya yang terus bergema di seluruh isi kepalanya, bercampur dengan sentuhan lembut dari tangan nakal Gilbert sang Casanova yang sudah membuat bagian sensitifnya mulai terasa basah.

"Ugh!!"

"Aku akan memulai nya sayang..."

Dengan sekali sentuh, tangan Gilbert telah berhasil melarak sesuatu yang berwarna hitam dari tempatnya, lalu akhirnya.

Grep!!

"A?" terbelalak.

Sang gadis terbangun dari mimpi buruknya, dan mulai beranjak dari sofa.

"Kamu mau melecehkan aku sayang?" tanya Andrea yang saat itu, entah kenapa bisa mendapat sebuah kekuatan besar.

"Andrea!" tidak takut sama sekali.

"Jangan harap bisa menodai aku! kau sengaja mengajak aku datang ke vila kamu ini, hanya untuk membuat aku kehilangan masa depan bukan?" wajah Andrea nampak sangar.

Mendengar ocehan dari Andrea, Gilbert menjadi sangat kesal.

Pria itu akhirnya mencoba menjatuhkan si gadis kembali ke sofa, dan berusaha untuk memenangkan pertandingan.

"Ya! kamu benar!" masih terus membelai.

Plak!!!

Namun tangan Andrea dengan cepat menepis belain lembut tangan Gilbert yang di penuhi oleh nafsu.

"Andrea?"

💕💕💕💕💕💕💕💕💕

Terpopuler

Comments

Chiisan kasih

Chiisan kasih

untung ndang tangi dirimu Andrea, 🤭

2023-02-17

0

mom_abyshaq

mom_abyshaq

ya nggak jadi ternyataa, padahal udah nungguin

2023-02-10

0

Marchel

Marchel

Maknya cari pacar itu pilih-pilih Andrea jangan asal comot aja

2023-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 #Martha
2 #Andrea
3 #Sang Casanova
4 #Reaksi Obat
5 #Dari Balik Pohon Besar
6 #Kawanan Serigala
7 #Lucifer
8 #Kedatangan Si Gadis
9 #Andrea Di Culik
10 #Kemana Mereka Membawa Andrea Pergi?
11 #Bertemu Putra Petinggi
12 #Bayangan Martha
13 #Sebelum Kejadian di Tempat Eksekusi
14 #Cara Licik Sang Putra Pemimpin
15 #Kalah
16 #Terkejut
17 #Tentang Mutiara
18 #Melorot
19 #Pakaian Mendiang Ibu Lucifer
20 #Si Pria yang Berasal dari Neraka
21 #Pemburu Terhebat
22 #Andrea Harus Tahu
23 #Di Kepung Kawanan Musuh
24 #Masih Bertempur
25 #Anak Mommy
26 #Ayah Yang Tidak Peduli
27 #Cerita Sahabat Baru
28 #Apa Kau Tidak Melihatku?
29 #Malam Yang Indah
30 #Bersembunyi Di Balik Punggung
31 #Tan Ash Berkisah
32 #Jayden yang Bodoh
33 #Datangnya Si Kabut Hitam
34 #Malam Bulan Purnama Yang Gelap
35 #Butiran Garam di Saku
36 #Luka Di Perut
37 #Apa Kalian Juga Makan Yang Lain?
38 #Berburu Buah-buahan
39 #Meminta Bantuan Pada Musuh
40 #Bantuan Datang
41 #Terima Kasih Lucifer
42 #Ciuman Pertama
43 #Phoenix Di Tubuh Andrea
44 #Api Unggun
45 #Terjebak Dalam Situasi Sulit
46 #Andrea yang Tidak Sadar
47 #Anak Pintar
48 #Takdir Andrea
49 #Maafkan Aku
50 #Ada Apa Denganmu, Lucifer?
51 #POV Lucifer
52 #Datang Seorang Diri
53 #Dasar Jayden
54 #Di Buat Lupa
55 #Berada Di Pihak Musuh
56 ##Perjalanan Panjang
57 #Malam Di Padang Pasir
58 #Kawanan Burung Unta
59 #Berhasil Selamat
60 #Ikat Rambut
61 #Keras Kepala
62 #Mulai Terbuka
63 #Satu Tempat Dengan Musuh
64 #Mentari Terbit
65 #Ingat
66 #Berhasil Kabur
67 #Pernyataan Dari Manora
68 #Kedatangan Sang Phoenix
69 #Wilson yang Cerdas
70 #Beruang Besar
71 #Buaya
72 #Pada Akhirnya....
73 #Aku Rindu Kamu....
74 #Permainan Di Alam Liar
75 #Indahnya Berdua
76 #Tiba di Laut
77 #Saatnya Pergi
78 #Menuju Mutiara
79 #Sosok Wanita Dalam Laut
80 #Pertempuran Sengit
81 #Lucifer Tewas
82 #William Yang Pucat
83 #Bukan Lawan Seimbang
84 #Menang Di Pertempuran Bersama Lucas
85 #Seumur Hidup Mencintai Kamu
86 #Perjalanan Tak Berujung
87 #Pertempuran Antara Ayah dan Anak
88 #Alibi
89 #Bahagia Kamu Jauh Lebih Berarti
90 #Mengikis
91 #Bayangan
92 #Menyerang Jayden 1
93 #Kembali
94 #Terkena Pisau
95 #Selamat
96 #Sebuah Buku
97 #Lucifer
98 POV Lucifer
99 #Sebatas Mimpi
100 #Keluar dari Rumah Sakit
101 #Terkejut
102 #Terlahir Kembali
103 #Lubang Api
104 #Bertarung Dengan Lucas
105 #Jatuh
106 #Ruang Operasi
107 #Kembali Bersama
108 #Berkunjung Ke Makam Gilbert
109 #Pernikahan
110 #Berpisah
111 #POV Andrea
112 #Bab Promosi
Episodes

Updated 112 Episodes

1
#Martha
2
#Andrea
3
#Sang Casanova
4
#Reaksi Obat
5
#Dari Balik Pohon Besar
6
#Kawanan Serigala
7
#Lucifer
8
#Kedatangan Si Gadis
9
#Andrea Di Culik
10
#Kemana Mereka Membawa Andrea Pergi?
11
#Bertemu Putra Petinggi
12
#Bayangan Martha
13
#Sebelum Kejadian di Tempat Eksekusi
14
#Cara Licik Sang Putra Pemimpin
15
#Kalah
16
#Terkejut
17
#Tentang Mutiara
18
#Melorot
19
#Pakaian Mendiang Ibu Lucifer
20
#Si Pria yang Berasal dari Neraka
21
#Pemburu Terhebat
22
#Andrea Harus Tahu
23
#Di Kepung Kawanan Musuh
24
#Masih Bertempur
25
#Anak Mommy
26
#Ayah Yang Tidak Peduli
27
#Cerita Sahabat Baru
28
#Apa Kau Tidak Melihatku?
29
#Malam Yang Indah
30
#Bersembunyi Di Balik Punggung
31
#Tan Ash Berkisah
32
#Jayden yang Bodoh
33
#Datangnya Si Kabut Hitam
34
#Malam Bulan Purnama Yang Gelap
35
#Butiran Garam di Saku
36
#Luka Di Perut
37
#Apa Kalian Juga Makan Yang Lain?
38
#Berburu Buah-buahan
39
#Meminta Bantuan Pada Musuh
40
#Bantuan Datang
41
#Terima Kasih Lucifer
42
#Ciuman Pertama
43
#Phoenix Di Tubuh Andrea
44
#Api Unggun
45
#Terjebak Dalam Situasi Sulit
46
#Andrea yang Tidak Sadar
47
#Anak Pintar
48
#Takdir Andrea
49
#Maafkan Aku
50
#Ada Apa Denganmu, Lucifer?
51
#POV Lucifer
52
#Datang Seorang Diri
53
#Dasar Jayden
54
#Di Buat Lupa
55
#Berada Di Pihak Musuh
56
##Perjalanan Panjang
57
#Malam Di Padang Pasir
58
#Kawanan Burung Unta
59
#Berhasil Selamat
60
#Ikat Rambut
61
#Keras Kepala
62
#Mulai Terbuka
63
#Satu Tempat Dengan Musuh
64
#Mentari Terbit
65
#Ingat
66
#Berhasil Kabur
67
#Pernyataan Dari Manora
68
#Kedatangan Sang Phoenix
69
#Wilson yang Cerdas
70
#Beruang Besar
71
#Buaya
72
#Pada Akhirnya....
73
#Aku Rindu Kamu....
74
#Permainan Di Alam Liar
75
#Indahnya Berdua
76
#Tiba di Laut
77
#Saatnya Pergi
78
#Menuju Mutiara
79
#Sosok Wanita Dalam Laut
80
#Pertempuran Sengit
81
#Lucifer Tewas
82
#William Yang Pucat
83
#Bukan Lawan Seimbang
84
#Menang Di Pertempuran Bersama Lucas
85
#Seumur Hidup Mencintai Kamu
86
#Perjalanan Tak Berujung
87
#Pertempuran Antara Ayah dan Anak
88
#Alibi
89
#Bahagia Kamu Jauh Lebih Berarti
90
#Mengikis
91
#Bayangan
92
#Menyerang Jayden 1
93
#Kembali
94
#Terkena Pisau
95
#Selamat
96
#Sebuah Buku
97
#Lucifer
98
POV Lucifer
99
#Sebatas Mimpi
100
#Keluar dari Rumah Sakit
101
#Terkejut
102
#Terlahir Kembali
103
#Lubang Api
104
#Bertarung Dengan Lucas
105
#Jatuh
106
#Ruang Operasi
107
#Kembali Bersama
108
#Berkunjung Ke Makam Gilbert
109
#Pernikahan
110
#Berpisah
111
#POV Andrea
112
#Bab Promosi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!