Seorang pemuda nampak berlari menuju arah Andrea tengah berdiri, lalu kemudian mencoba memandangi gadis itu dengan santai.
Maklum saja!
Pemuda itu tidak pernah melihat gadis berkulit putih dan mulus ini di desanya. Mungkin gadis ini tersesat. Begitulah pikir pemuda itu.
"Ah? jadi.. kamu punya teman di sini, ya, putih!" ucap pemuda itu pada anjing kesayangannya.
Andrea agak ketakutan. Dia memilih untuk mundur, dan memilih posisi yang agak jauh dari tempat berdiri pemuda itu.
"Santai saja! aku ini bukan penjahat! kalau kamu tidak percaya, lihat saja di desa!" ucap sang pemuda dengan senyuman ramahnya.
Namun Andrea masih saja diam. Dia tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya, dan mencoba untuk tetap menjauh dari pria tersebut.
"Namaku, Wilson!" mengulurkan tangan, berharap Andrea bisa menerima salam perkenalan darinya.
Dan Andrea masih tetap sama. Tidak peduli pada sang pria, dan hanya meringkuk di sisi pohon besar di belakangnya.
"Heh!" terkekeh, "apa aku terlihat begitu menakutkan bagimu?" tanya Wilson lagi pada Andrea, "apa kamu sendirian di tengah hutan ini? apa kamu tersesat?" wajah agak bingung.
Andrea beberapa kali mengacuhkan pemuda ini, hingga membuat sang pemuda merasa risih sendiri.
Sadar dirinya tidak di pedulikan, pemuda bernama Wilson itu akhirnya memutuskan untuk mengalah.
Dia menengok anjing kecilnya, si putih yang masih asik berdiri di sisi sang gadis.
Putih bahkan terus saja menunggu di kaki mungil Andrea, seolah tidak mau lepas dari gadis itu.
"Putih! aku mau pergi! kau mau pergi juga atau tidak?" tanya Wilson pada anjing putih miliknya.
Guk guk!!
Namun anjingnya malah mengisyaratkan penolakan yang amat keras.
Anjing putih itu memilih untuk tetap bersama sang gadis, yang Wilson sendiri tidak tahu apa gadis itu.
"Ayolah Putih! kau bahkan tidak pernah berbuat seperti itu pada majikan kamu!" ucap Wilson pada Si Putih miliknya.
Sang pemuda yang makin geram dengan tingkah laku konyol anjing kecilnya, akhirnya memutuskan untuk mulai melangkah jauh dari tempat Andrea dan anjing putih itu.
Namun..
Guk guk guk!!
Si Putih dengan sigap mengikuti sang majikan untuk keluar dan pergi dari sana, dan meninggalkan Andrea yang masih terpaku di tempat yang sama.
Langkah kaki Wilson terlihat semakin menjauh, dan kemudian hilang di tengah-tengah pepohonan yang rimbun.
Hosh Hosh Hosh!!
Nafas Andrea mulai memburu. Agak menyesal tidak ikut di belakang pemuda bernama Wilson tadi, namun dirinya juga tidak bisa menampik, kalau dirinya juga takut pemuda itu bukan orang baik-baik.
Huhh!
Lalu apa yang harus dia lakukan sekarang?
Andrea nampak melihat ke kanan dan ke kiri, lalu melihat ke atas, tepatnya menuju ke langit yang agak terlihat berwarna oranye.
Ini bagai dalam mimpi!
Mungkin ini memang mimpi, dia bahan tidak tahu pasti.
Rasanya masih tidak menyangka juga bisa masuk ke dalam pintu itu, lalu kemudian terjebak di dalam dunia yang dia sendiri tidak tahu dunia apa yang dia pijaki ini.
Dia memutar pandangannya, namun seketika, sebuah suara Auman keras terdengar di telinganya.
Auuuuuuuuuu!!!
Jlger!!!
Mendadak petir menyambar. Langit yang terang di senja hari, dan tadinya terlihat berwarna oranye cerah, mendadak berganti menjadi awan yang kelam, di sertai kabut tebal, dan tidak lama setelah itu, hujan mengguyur amat deras.
Andrea buru-buru melangkahkan kakinya kembali ke pohon besar yang ada di belakang tubuhnya, dan berusaha mengamankan dirinya dari hujan tersebut.
Jlger!!
Namun suara petir terdengar makin tidak karuan. Gadis itu meringkuk dan ketakutan di sana, hingga hari akhirnya mulai gelap.
Zzzzzz
Zzzzzz
Andrea nyatanya telah tertidur di bawah pohon besar itu, dan tidak menyadari hari yang semakin malam.
Dia terbangun, dan mendapati suasana malam di tengah hutan yang amat menakutkan!
Lengannya yang tidak tertutup kain apapun, membuat hawa dingin agaknya semakin menusuk seluruh anggota tubuh Andrea.
Gadis itu terbangun dari duduknya, dan mencoba untuk bergerak.
Ck ck ck
Namun langkah kakinya yang menginjak lumpur becek akibat hujan yang tidak kunjung berhenti sejak berjam-jam yang lalu, mengundang sesuatu untuk datang.
Grrrrrrrrr!!
"Arkh!" Andrea mundur kembali ke arah pohon yang besar itu.
Dia menyadari ada sesuatu yang bergerak di balik semak-semak belukar di hutan tersebut. Sesuatu itu terdengar amat besar, dan mungkin, itu ancaman terbesar untuk Andrea.
Andrea mundur, dan mencoba mencari sesuatu untuk dia jadikan tameng.
Dia mengambil ranting pohon yang ukurannya agak lumayan besar. Mungkin jika itu harimau, bisa saja harimau itu nyungsep akibat pukulan dari ranting di dalam tangannya itu.
Namun...
Dia melihat beberapa pasang mata yang terlihat menyala di balik semak-semak. Mata yang berwarna hijau, dengan tubuh yang tidak jelas bagaimana warnanya.
Tapi sudah pasti tubuh itu memiliki bulu yang lebat.
"Hahh! hahh! hahh!!" Andrea mulai merasa cemas dan ketakutan.
Maklum saja, dia saat ini sedang di kepung oleh empat serigala berbulu tebal, dengan warna abu-abu agak di dominasi oleh warna hitam.
Mereka terlihat mulai beranjak dari semak-semak, dan mencoba untuk mendekati Andrea dengan perlahan.
Namun Andrea tahu, mereka hanya sedang mengawasi dirinya. Pergerakan yang lambat itu, makin lama pasti akan semakin cepat, dan kemudian beralih menyerang.
Huhhh!
Di saat situasi semacam ini, apa yang akan kalian lakukan?
Andrea terus mengibaskan ranting dalam pegangan kedua tangannya, dengan wajah ketakutan, dan nafas yang makin terdengar memburu hebat.
Hosh Hosh Hosh!
Detak jantungnya juga mendadak berubah menjadi lebih cepat dari biasanya. Bagaimana tidak? dia mungkin bisa di katakan sedang berada di dalam garis, antara hidup dan mati yang berada tepat di depan kelopak matanya.
"Pergi kalian!!" ucapnya mencoba mengusir beberapa kawanan serigala di hadapannya.
Wosh!
Wosh!!
Beberapa kali Andrea mencoba mengayunkan senjata di dalam tangannya, berusaha menakut-nakuti kawanan serigala di depan posisinya.
"Hahh! pergi kalian!"
Gerrrrrrrr!!
Namun suara itu malah terdengar makin menyeramkan. Suara itu terus membuat takut hati Andrea.
Apa lagi melihat wajah-wajah gahar yang siap menerkam Andrea kapan saja mereka mau.
Rrrrrtt Rrrrrtt
Dan benar saja, satu di antara empat binatang itu maju, lalu akhirnya...
Roarrrrrr!!!
"Aaaaaa!!"
Andrea memekik, dan merintangkan ranting kayu yang besar itu tepat di bagian depan wajahnya, hingga tidak di sangka..
Brakk!!!
Sssshhhhh
Serigala itu terpental, terkena tameng yang kini telah menjadi kebanggaan Andrea.
Andrea melihat tubuh serigala itu tersungkur, dan tidak pernah menyangka kalau dia bisa melakukan pembelaan diri.
"Hahh! kamu rupanya berguna juga.."
Namun, mendadak...
Roarrrrrrr!!!
Satu lagi serigala itu menyerang...
Dan....
"Aaaaaaa!!!!!"
Brakk!
Blam!!!
Hiyaaaaaa!!!
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Kira-kira apa yang terjadi di sana ya?
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Chiisan kasih
wuih keren Andrea 👍🏿
2023-03-03
1
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
semakin serrruuu😱👍👍
2023-01-27
0
kak pii
semangat kkk💪💪
2023-01-17
0