Srek! srek!
Suara langkah kaki Lucifer dengan sang adik, Wilson, lalu di tambah lagi dua sahabatnya, William, dan Rosella, yang terdengar mulai memasuki kawasan hutan yang rimbun.
Pepohonan yang menjulang tinggi, dengan ranting-ranting menjalar, bercampur dengan akar-akar pepohonan nan besar.
Mereka masih setia dalam pencariannya untuk menemukan seorang gadis yang kemungkinan besar di culik oleh kelompok musuh.
"Huhh! aku bahkan belum makan apapun!" ucap Rosella pada ketiga kawan sejatinya.
"Kau kan bisa memakan buah-buahan juga, jangan karena kamu seorang The Tiger jadi tidak bisa memakan apapun selain daging!" jawab Wilson dengan santainya, sambil sesekali memanah burung-burung yang bertengger di dahan pohon.
Swosh!!!
Klak!!
Seekor burung berhasil dia dapat, dan itu adalah burung ketiga yang dia tangkap usai mereka masuk ke dalam hutan beberapa menit yang lalu.
Pemuda yang tidak lain adalah putra kedua dari pasangan suami istri Tan Ash dan Martha itu memang mendapat julukan si ahli panahan, jadi saat melihat Wilson mendapat tiga burung dengan waktu yang sangat dekat, ketiga kawannya tidak ada yang merasa heran.
Wilson dengan girang mencari hasil buruannya dan mengikatnya di ikat pinggang di sebelah kiri.
"Hahh! ada untungnya juga aku ikut pergi mencari gadis itu!" ucap Wilson dengan senyuman lebarnya, "hai, kak!" sapanya pada sang kakak.
"Ada apa?" balik tanya dengan singkat.
Lucifer bahkan tidak menoleh ke arah suara tersebut.
"Memangnya kenapa ayah bersikeras ingin gadis itu kembali? apa karena dia ingin kamu segera menikah?" tanya Wilson dengan membumbui sedikit jasa ledekan.
"Cih! menikah katamu?" jawab sang kakak tanpa bereskpresi.
"Iya, aku tahu usia kamu sudah sangat tua, mana mungkin ayah akan tega melihat kamu melajang di usia dua puluh tujuh tahun ini!" si Wilson kembali meledek, seolah tidak ada habis dan tidak ada kapoknya anak itu terus menjahili sang kakak.
"Jika kau ingin menikah lebih dulu, kenapa tidak kau lakukan? bukankah kau sendiri juga mampu mendapat hati gadis itu?" Lucifer nampak berbalik tanya.
"Apa aku sungguh bisa mendapat hati gadis asing itu?" terdengar aneh, "iya si, saat aku melihat gadis itu di hutan untuk pertama kali, dia memang terlihat anggun, tapi aku rasa usia dia mungkin jauh lebih tua dariku! aku pikir usia gadis itu mulai menginjak angka dua puluh tahunan bulan depan, sedangkan aku, aku masih stay di angka tujuh belas tahun!" jelas Wilson, sang pria muda yang kini tengah berjalan di sisi sang kakak.
Sementara, dua orang sahabat yang masih setia mengikuti kemana arah perginya Lucifer dan Wilson itu terlihat sibuk mencoba melihat di sekeliling.
Lucifer terus berjalan maju, dan tidak lama setelah itu, dia terlihat mengendus sesuatu.
Dia berhenti.
Tak!
"Ada apa Lucifer?" tanya William yang agak bingung dengan sikap sang sahabat.
Lucifer menjadi amat was-was. Dia menyiapkan sebuah ancang-ancang hebat yang biasa dia latih saat menghadapi seorang penyusup.
Melihat sikap aneh Lucifer, membuat ketiga manusia itu terlihat juga saling mengambil ancang-ancang, membuat saf memutar, dan saling menjaga lingkaran mereka.
"Ada lima, atau enam yang sedang mengepung kita!" ucap Lucifer di sela-sela penjagaannya.
"Ya! aku pun merasakannya, tapak kaki yang begitu dalam, mungkin anak itu!!" sahut William.
Ke empat manusia itu terlihat berputar, lalu kemudian, dari dalam semak belukar yang terlihat memutari mereka semua, keluarlah beberapa sosok serigala bermata tajam, dan berkuku runcing mulai mengepung mereka berempat.
Dan benar sekali perhitungan Lucifer. Hidungnya yang bisa mencium pergerakan anggota musuh, dan pendengaran tajam yang dia miliki, rupanya bisa membuat dia tahu, berapa jumlah pasukan yang berusaha mengepung mereka.
"Sesuai perkataan kamu Lucifer, mereka ada lima anggota, dan satunya lagi... pasti dia!" ucap William.
Dan benar saja!
Pada detik selanjutnya, usai William selesai dari ucapannya, muncullah seekor serigala berbadan besar, dengan tinggi hampir mencapai dua meter lebih.
Krak! krak!
Dua pasang kaki sang serigala yang berhasil menginjak ranting pepohonan yang kering.
"Hahh! kau pun benar, Will! anak itu! aku tahu, dia yang sudah berusaha menculik gadis itu!" ucap Rosella.
"Diamlah! berusahalah untuk fokus di posisi masing-masing!" ucap Lucifer pada mereka berdua.
Langkah kaki sang serigala terlihat berhenti, dan kemudian, binatang gunung itu terlihat merubah dirinya menjadi sosok manusia dengan secepat kilat.
"Hahh! lelah sekali berburu di hutan kawasan kalian ini!" ucap Jayden saat dia sudah menjadi manusia seutuhnya.
"Kenapa kalian masuk di sini? bukankah ini melanggar peraturan nenek moyang?" tanya Lucifer pada Jayden.
"Ck ck ck! apa aku baru saja dengar pengusiran kelompok kalian pada kami?" anak itu terlihat tampak biasa saja, "apa kalian lupa? kami adalah penguasa di negeri ini! kenapa memangnya jika masuk ke kawasan kalian tanpa izin?"
"Katakan pada kami! apa kalian yang sudah membawa gadis itu pergi?" tanya Lucifer lagi.
"Gadis? gadis yang mana?" mencoba mengulur waktu, "oh! apa gadis itu yang kamu maksud? gadis yang hanya memakai pakaian tipis dan aneh itu? apa dia calon istri kamu?" dan Jayden juga meledek.
Kenapa jadi lelah sekali menghadapi ledekan-ledekan para manusia ini?
"Kak! dia juga menduga hal yang sama seperti aku! kenapa kau tidak berpikir untuk menikah dengan dia saja? mungkin ayah memang menjodohkan kalian berdua!" ucap sang adik dengan berbisik lirih di telinga Lucifer.
"Hahh! diam kau! kenapa selalu ribut sendiri?" Lucifer nampak kesal.
Kini kata Lucifer kembali beralih dan beradu dengan Jayden, putra penguasa negeri, Zhagler yang kejam.
"Katakan padaku di mana kamu sembunyikan gadis itu?" tanya Lucifer kembali.
"Apa istimewanya gadis itu? apa dia bisa membuat kamu merasa jatuh cinta? di mana kamu menemukan dia? di surga abadi? atau mungkin... di sebuah pohon yang besar!!"
"Jangan berani merebut apa yang sudah menjadi milikku Jayden! kau tidak bisa menguasai gadis itu dari kami!! kembalikan dia pada kami sebelum kami melumpuhkan kakimu!" ancam Lucifer menjadi semakin panas.
"Cihh! jangan kau kira karena keberhasilan kamu membuat leher ku cacat, lalu sekarang juga berpikir ingin mematahkan kakiku!" jawab Jayden.
Pria berusia dua puluh enam tahun itu memang memiliki luka cacat yang ada di leher bagian kirinya.
Luka yang tercipta dari sayatan pedang dari Lucifer saat mereka bertarung beberpaa tahun yang lalu. Pertarungan sengit, antara dua putra petinggi wilayah, yang akhirnya serangan dari pedang berapi Lucifer berhasil membekas kan sebuah luka terdalam bagi Jayden.
Dia ingin sekali membalas dendam!
"Tidak usah banyak bicara! jika memang kamu tangguh, maka lawan kembali pedang berapi milikku!!" ucap Lucifer dengan tajam.
Swosh!!!!!
Pedang di angkat, dan kemudian...
"Mari kita saling menunjukkan diri!!"
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
Waduh!
Mereka mau adu lawan!!
Kalian pilih siapa nih?
Yang kubu Lucifer, kasih komen 🤭🤭
Dan yang di kubu Jayden, ayo like, dukung favorit kamu!! 😁😁
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Chiisan kasih
siapa yang menang, ya🤭
2023-03-25
0
mariafranswiles
bagus ceritanya, beda sama yang lain, cuma andrea yg rada lemot😋😋😋, semangatt🔥🔥🔥👍👍👍
2023-03-07
1
kak pii
kadang aq ngak mudeng bacanya
2023-01-17
0