#Andrea Di Culik

"Apa kamu sungguh tidak akan membunuh aku?" tanya Andrea setelah sekian lama dia memilih untuk bungkam.

Sang pemuda bertubuh kekar dan kokoh itu hanya terkekeh mendengar pertanyaan tidak masuk akal dari si gadis.

"Apa kamu melihat aku seperti vampir?" menatap dengan heran pada si gadis.

Andrea hanya meringkuk saja. Bagaimanapun, usia dia masih amat muda. Dia juga ingin merasakan malam pertama dengan mempelai pria suatu hari nanti.

Iya!

Dia memang baru saja gagal di buat rusak oleh sang kekasih. Salah sendiri kenapa menolak sentuhan pemuda Casanova itu. Huhh! mendadak dia jadi ingat Gilbert.

"Masih percaya padaku atau tidak? jika kamu ingin mempercayai aku, maka ikutlah aku masuk, dan bertemu dengan ayahku!" ucap Lucifer pada Andrea setelah mereka tiba di depan rumah milik ayahnya Lucifer.

"Ayah kamu?"

"Kau pikir aku tidak punya ayah?"

"Bukan begitu.."

"Masuklah! dia sama sekali tidak berbahaya!"

Apa maksud pemuda ini dengan kata tidak berbahaya?

Benak Andrea yang terus saja merasa curiga dengan kehidupan ini.

"Dengar, om, atau, ah! bagaimana aku akan memanggil kamu?" wajah gadis itu agak bingung.

Sang pemuda hanya bisa menatapi gadis konyol ini dengan tatapan aneh.

"Ada apa dengan dirimu?" tatapan yang masih sama, "sejak awal datang, kamu sungguh aneh!"

"Aneh!? helloww!! om, atau siapa lah, aku bingung, aku ini sedang tersesat! aku datang dari dalam pohon besar, dan keluar di tempat seperti ini! aku pikir, kamu bisa membantu aku!" sekarang Andrea mulai sedikit terbuka soal masalah yang dia hadapi.

"Sejak awal kamu bicaranya terlalu aneh! masuk ke sebuah pintu, melihat cahaya matahari, lalu sekarang, keluar dari pohon besar! apa kamu ini gadis yang terlalu banyak bermimpi?" pemuda ini semakin berpikir aneh tentang Andrea.

"Aku ini juga merasa begitu, aku pikir, mungkin aku memang sedang bermimpi! kamu! apa kamu bisa bantu aku keluar dari dunia aneh ini?" ucap Andrea pada Lucifer.

"Dunia aneh katamu?" nampak agak kesal.

Andrea mengangguk.

"Cihh! aku pikir, sesungguhnya kamu yang amat aneh!" pemuda itu kemudian membawa masuk buruannya ke dalam rumah sang ayah.

Dan meninggalkan Andrea di luar rumah sendirian.

"Huhh! dia berpikir dunia kami sangat aneh, tapi bagiku, dia sendiri yang aneh!" gerutunya tatkala telah sampai di dalam rumah, dan mendapati sang ayah yang sedang asik berbincang dengan seorang peramal.

"Apa yang sedang kamu kesalkan, putraku?" tanya sang ayah dengan lemah lembut.

"Ayah!? apa ayah baru saja bangun dari tidur?" tanya Lucifer pada sang ayah.

"Kau mengalihkan pembicaraan!" sang ayah nampak kesal.

"Huhh!" duduk di atas tanah, "aku menemukan seorang gadis di dalam hutan! Wilson yang mengatakannya padaku semalam!"

"Seorang gadis katamu?" tanya sang Ayah.

Lucifer mengangguk, mengiyakan pertanyaan dari ayahnya.

Sementara, dua pria tua itu terlihat saling menatap satu sama lain. Mereka berdua nampak terkejut dengan ucapan dari putra sulung ketua kelompok mereka itu.

"Memangnya ada apa?" Lucifer sedikit bingung.

"Di mana dia?" tanya sang ayah.

"Dia ada di luar!" jawab anaknya.

"Suruh dia untuk masuk!"

"A?" Lucifer makin bingung.

"Kenapa masih diam? bawa dia masuk dan bertemu denganku!" tegas sang ayah.

Lucifer tidak menjawab perintah ayahnya, hanya bertindak untuk menemui gadis itu sesegera mungkin.

Dia bergerak keluar rumah, dan berniat menemui sang gadis.

Namun dia begitu terkejut, saat dirinya tidak mendapati Andrea di luar rumah ayahnya.

Dia mencari ke sana dan kemari, namun hasilnya nihil. Dia harus memberi kekecewaan pada sang ayah.

"Dia sudah pergi!!"

"Apa?" wajah sang ayah nampak kesal, "cari gadis itu sampai dapat!!"

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Gadis yang berwajah amat mungil, dengan hidung yang agak mancung, dan mata yang sedikit lebar itu, kini ternyata sudah berbaring di sebuah alas tikar bambu yang berada di sebuah gubuk.

Dia tersadar, dan mencoba membuka matanya perlahan. Namun dia menjadi sangat terkejut saat mendapati kedua tangan dan kakinya yang sudah terikat sebuah tali, dan mulut yang di sumpal dengan selembar kain.

"Mmmmm... mmmm!!!"

Dia hanya bisa mengulang kata-kata itu sampai beberapa kali. Maklum saja, Andrea tidak bisa mengatakan apapun karena mulut yang di halangi dengan kain tersebut.

Dia mencoba bangun, dan melepaskan diri. Tapi semuanya tetap saja pada satu kata. Nihil!

Andrea rupanya hanya bisa pasrah, dan menunggu bantuan datang. Semoga saja dia tidak apa-apa.

Beberapa saat yang lalu, saat Lucifer meninggalkan Andrea di depan rumah Tan Ash, beberapa manusia dengan penutup yang lengkap di wajahnya terlihat mulai mendekati Andrea, lalu membekap mulut gadis itu hingga tidak tersadar.

Dan saat Andrea bangun sekitar lima belas menit yang lalu, ternyata dia sudah berada di sebuah gubuk tua yang letaknya masih berada di pedalaman hutan.

Tap tap tap tap tap!

Kini telinga Andrea menangkap sebuah suara derap langkah kaki yang bersahutan satu sama lainnya.

Dia mundur dengan terseok-seok, dan berusaha untuk menuju ke muka pagar yang dia rasa lebih aman.

Namun, suara derap langkah kaki itu, makin lama makin menghilang. Kemudian, sesuatu yang tidak pernah dia duga malah hadir di hadapannya.

Rrrrrtt!!

Suara khas itu mendadak terdengar di kedua telinganya, dan membuat bulu kuduk Andrea seluruhnya meremang.

"Ummm!! Humm!!" dia terus memekik, sebisa yang dia lakukan, dan berharap seseorang datang membantunya.

Binatang berbulu abu-abu itu perlahan mulai mendekati Andrea, dan kemudian..

Swosh!!

Dia berubah wujud!

Menjadi manusia normal!

"Um?" Andrea nampak amat sangat terkejut.

Tentu saja gadis itu terkejut! bagaimana bisa mendadak seekor serigala yang berbulu lebat, kemudian beberapa saat mendadak berubah menjadi serupa manusia, dengan wajah dan perawakan yang memang sama dengan manusia pada umumnya?

"Hahaha..." dan dia bahkan bersuara layaknya manusia biasa.

Pemuda berpakaian serba hitam itu kemudian mendekati Andrea dan melepaskan ikatan kain yang menutup mulut si gadis.

Srettt!!

"Akh! siapa kamu!?? tolong lepaskan saya!!" pinta Andrea dengan sangat memohon.

"Melepas kamu? apa aku tidak menganggap pekerjaan ini terlalu sulit? enak saja mau melepas kamu begitu saja!" ucap pemuda itu nampak makin menyeramkan.

"Kalian ini sebenarnya siapa? kenapa kalian mendadak berubah menjadi manusia?" di sela-sela ketakutan Andrea, dia bahkan masih sempat bertanya hal tersebut.

"Hah! menurut kamu, siapa aku!? dan kamu juga siapa?" pemuda itu malah berbalik tanya.

"Aku sungguh tidak tahu apa masalah kalian, tapi tolong, lepaskan aku! aku harus keluar dari dunia ini!" gadis masih saja memohon, mencoba menebar belas kasihan pada sang pemuda.

Sayangnya, pemuda itu mungkin tidak menggubrisnya!

"Kau mau keluar dari sini?"

Andrea mengangguk.

Pemuda itu mendekat, dan berjongkok di hadapan Andrea.

"Berikan tuan kami mutiara itu, lalu setelah itu, kamu bisa pergi!!" jelas pemuda itu.

"Mutiara?"

💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕

Terpopuler

Comments

kak pii

kak pii

yah jadi incaran deh sekarang

2023-01-17

1

lihat semua
Episodes
1 #Martha
2 #Andrea
3 #Sang Casanova
4 #Reaksi Obat
5 #Dari Balik Pohon Besar
6 #Kawanan Serigala
7 #Lucifer
8 #Kedatangan Si Gadis
9 #Andrea Di Culik
10 #Kemana Mereka Membawa Andrea Pergi?
11 #Bertemu Putra Petinggi
12 #Bayangan Martha
13 #Sebelum Kejadian di Tempat Eksekusi
14 #Cara Licik Sang Putra Pemimpin
15 #Kalah
16 #Terkejut
17 #Tentang Mutiara
18 #Melorot
19 #Pakaian Mendiang Ibu Lucifer
20 #Si Pria yang Berasal dari Neraka
21 #Pemburu Terhebat
22 #Andrea Harus Tahu
23 #Di Kepung Kawanan Musuh
24 #Masih Bertempur
25 #Anak Mommy
26 #Ayah Yang Tidak Peduli
27 #Cerita Sahabat Baru
28 #Apa Kau Tidak Melihatku?
29 #Malam Yang Indah
30 #Bersembunyi Di Balik Punggung
31 #Tan Ash Berkisah
32 #Jayden yang Bodoh
33 #Datangnya Si Kabut Hitam
34 #Malam Bulan Purnama Yang Gelap
35 #Butiran Garam di Saku
36 #Luka Di Perut
37 #Apa Kalian Juga Makan Yang Lain?
38 #Berburu Buah-buahan
39 #Meminta Bantuan Pada Musuh
40 #Bantuan Datang
41 #Terima Kasih Lucifer
42 #Ciuman Pertama
43 #Phoenix Di Tubuh Andrea
44 #Api Unggun
45 #Terjebak Dalam Situasi Sulit
46 #Andrea yang Tidak Sadar
47 #Anak Pintar
48 #Takdir Andrea
49 #Maafkan Aku
50 #Ada Apa Denganmu, Lucifer?
51 #POV Lucifer
52 #Datang Seorang Diri
53 #Dasar Jayden
54 #Di Buat Lupa
55 #Berada Di Pihak Musuh
56 ##Perjalanan Panjang
57 #Malam Di Padang Pasir
58 #Kawanan Burung Unta
59 #Berhasil Selamat
60 #Ikat Rambut
61 #Keras Kepala
62 #Mulai Terbuka
63 #Satu Tempat Dengan Musuh
64 #Mentari Terbit
65 #Ingat
66 #Berhasil Kabur
67 #Pernyataan Dari Manora
68 #Kedatangan Sang Phoenix
69 #Wilson yang Cerdas
70 #Beruang Besar
71 #Buaya
72 #Pada Akhirnya....
73 #Aku Rindu Kamu....
74 #Permainan Di Alam Liar
75 #Indahnya Berdua
76 #Tiba di Laut
77 #Saatnya Pergi
78 #Menuju Mutiara
79 #Sosok Wanita Dalam Laut
80 #Pertempuran Sengit
81 #Lucifer Tewas
82 #William Yang Pucat
83 #Bukan Lawan Seimbang
84 #Menang Di Pertempuran Bersama Lucas
85 #Seumur Hidup Mencintai Kamu
86 #Perjalanan Tak Berujung
87 #Pertempuran Antara Ayah dan Anak
88 #Alibi
89 #Bahagia Kamu Jauh Lebih Berarti
90 #Mengikis
91 #Bayangan
92 #Menyerang Jayden 1
93 #Kembali
94 #Terkena Pisau
95 #Selamat
96 #Sebuah Buku
97 #Lucifer
98 POV Lucifer
99 #Sebatas Mimpi
100 #Keluar dari Rumah Sakit
101 #Terkejut
102 #Terlahir Kembali
103 #Lubang Api
104 #Bertarung Dengan Lucas
105 #Jatuh
106 #Ruang Operasi
107 #Kembali Bersama
108 #Berkunjung Ke Makam Gilbert
109 #Pernikahan
110 #Berpisah
111 #POV Andrea
112 #Bab Promosi
Episodes

Updated 112 Episodes

1
#Martha
2
#Andrea
3
#Sang Casanova
4
#Reaksi Obat
5
#Dari Balik Pohon Besar
6
#Kawanan Serigala
7
#Lucifer
8
#Kedatangan Si Gadis
9
#Andrea Di Culik
10
#Kemana Mereka Membawa Andrea Pergi?
11
#Bertemu Putra Petinggi
12
#Bayangan Martha
13
#Sebelum Kejadian di Tempat Eksekusi
14
#Cara Licik Sang Putra Pemimpin
15
#Kalah
16
#Terkejut
17
#Tentang Mutiara
18
#Melorot
19
#Pakaian Mendiang Ibu Lucifer
20
#Si Pria yang Berasal dari Neraka
21
#Pemburu Terhebat
22
#Andrea Harus Tahu
23
#Di Kepung Kawanan Musuh
24
#Masih Bertempur
25
#Anak Mommy
26
#Ayah Yang Tidak Peduli
27
#Cerita Sahabat Baru
28
#Apa Kau Tidak Melihatku?
29
#Malam Yang Indah
30
#Bersembunyi Di Balik Punggung
31
#Tan Ash Berkisah
32
#Jayden yang Bodoh
33
#Datangnya Si Kabut Hitam
34
#Malam Bulan Purnama Yang Gelap
35
#Butiran Garam di Saku
36
#Luka Di Perut
37
#Apa Kalian Juga Makan Yang Lain?
38
#Berburu Buah-buahan
39
#Meminta Bantuan Pada Musuh
40
#Bantuan Datang
41
#Terima Kasih Lucifer
42
#Ciuman Pertama
43
#Phoenix Di Tubuh Andrea
44
#Api Unggun
45
#Terjebak Dalam Situasi Sulit
46
#Andrea yang Tidak Sadar
47
#Anak Pintar
48
#Takdir Andrea
49
#Maafkan Aku
50
#Ada Apa Denganmu, Lucifer?
51
#POV Lucifer
52
#Datang Seorang Diri
53
#Dasar Jayden
54
#Di Buat Lupa
55
#Berada Di Pihak Musuh
56
##Perjalanan Panjang
57
#Malam Di Padang Pasir
58
#Kawanan Burung Unta
59
#Berhasil Selamat
60
#Ikat Rambut
61
#Keras Kepala
62
#Mulai Terbuka
63
#Satu Tempat Dengan Musuh
64
#Mentari Terbit
65
#Ingat
66
#Berhasil Kabur
67
#Pernyataan Dari Manora
68
#Kedatangan Sang Phoenix
69
#Wilson yang Cerdas
70
#Beruang Besar
71
#Buaya
72
#Pada Akhirnya....
73
#Aku Rindu Kamu....
74
#Permainan Di Alam Liar
75
#Indahnya Berdua
76
#Tiba di Laut
77
#Saatnya Pergi
78
#Menuju Mutiara
79
#Sosok Wanita Dalam Laut
80
#Pertempuran Sengit
81
#Lucifer Tewas
82
#William Yang Pucat
83
#Bukan Lawan Seimbang
84
#Menang Di Pertempuran Bersama Lucas
85
#Seumur Hidup Mencintai Kamu
86
#Perjalanan Tak Berujung
87
#Pertempuran Antara Ayah dan Anak
88
#Alibi
89
#Bahagia Kamu Jauh Lebih Berarti
90
#Mengikis
91
#Bayangan
92
#Menyerang Jayden 1
93
#Kembali
94
#Terkena Pisau
95
#Selamat
96
#Sebuah Buku
97
#Lucifer
98
POV Lucifer
99
#Sebatas Mimpi
100
#Keluar dari Rumah Sakit
101
#Terkejut
102
#Terlahir Kembali
103
#Lubang Api
104
#Bertarung Dengan Lucas
105
#Jatuh
106
#Ruang Operasi
107
#Kembali Bersama
108
#Berkunjung Ke Makam Gilbert
109
#Pernikahan
110
#Berpisah
111
#POV Andrea
112
#Bab Promosi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!