"Jangan mencoba menodai aku Gilbert!" sekarang tatapan mata Andrea pada sang kekasih terlihat menyorot tajam.
Seolah ada sebuah kekuatan yang membuat wanita itu sekuat tenaga menolak sentuhan dari sang kekasih Casanova miliknya, dan seluruh hasrat yang tengah mencoba menguasai seluruh tubuhnya.
"Sok jual mahal!!" si laki-laki tampak mulai marah.
Wajah Gilbert yang di penuhi keringat dan kemarahan seolah membunuh dan menghabisi nyawa Andrea hanya dengan tatapan matanya yang menusuk.
"Bajingan!!" umpat Gilbert pada sang kekasih yang mulai berusaha untuk memberontak.
"Kamu mengatakan bajingan di depan wajahku? kamu pikir kamu siapa? hah???" sekarang nada bicara Andrea mulai baik, dan seketika membuat Gilbert merasa kesal.
Hiyyaaaattt
Plak!!!
"Arkh!!"
Tangan Gilbert spontan memukul wajah Andrea dan membuat gadis itu berdarah-darah di area hidungnya.
"Mau melawan kamu?"
Andrea perlahan mulai menitihkan air matanya dari dua netra khas yang dia miliki. Sekuat-kuatnya seorang wanita, mana bisa akan bertahan saat di pukul dan di jatuhkan oleh laki-laki yang dia cintai.
Tapi..
Apa Andrea tidak terlalu bodoh akan itu?
"Kenapa? nangis??? aku pikir kamu berani melawanku, rupanya kamu hanya sedang berlaku bodoh di depanku!!" anak itu kini mulai merasa menang.
Dengan bergegas, Gilbert mulai menarik seluruh pakaian yang di kenakan oleh Andrea, dan berusaha untuk membuat gadis itu sepolos mungkin.
"Tidak!! jangan buka bajuku! jangan lakukan itu Gilbert!!" seka Andrea sambil terus menjaga area dadanya yang sudah agak terbuka.
"Tidak! Gilbert!! tidak!!" pekik Andrea semakin keras.
Namun laki-laki di atas tubuhnya semakin liar, dan semakin ingin menggagahi Andrea di sofa tersebut.
Air Maya Andrea luruh, jatuh menetes di ujung kelopak matanya..
"Tolong!!!!!"
"Tolong!!!!!!"
Hiks hiks hiks..
"Mau minta tolong dengan siapa? di sini hanya ada aku dan kamu!! tidak usah macam-macam!!!!!"
"Tidak!! tolong!!!!! tolong aku!!!!"
Gilbert membuka resleting yang menghalangi sesuatu yang mulai menonjol, dan kemudian memberi ruang terbuka dan bebas untuk adiknya yang mulai berdiri tegak dan nakal.
"Tidak Gilbert! aku mohon! tidak!!"
Dengan kondisi semacam itu, yang bisa di lakukan oleh Andrea hanya pasrah, dan tidak lagi menolak. Nasibnya sekarang berada di tangan laki-laki itu!
Iya!!
Tidak ada lagi kesempatan baginya untuk kabur!!
Hiks hiks...
Sial sekali nasibku ini...
Prang!!!
"A!!" wajah was-was.
Namun suara kaca yang pecah di sisi kiri mereka membuat pandangan mata mereka teralihkan.
Mereka menatapi sebuah batu yang berhasil menembus kaca villa mewah milik keluarga Gilbert, dan menunjukkan adanya aktivitas di luar sana oleh seseorang.
"Siapa itu!!"
Gilbert yang merasa was-was akhirnya memilih untuk mengurungkan niatnya menodai gadis di sofa yang sudah sangat lemah.
Dia membangkitkan dirinya lagi, dan menutup resleting celana jeans nya kembali.
Kakinya melangkah dan menuju sebuah senjata yang selalu dia simpan di bagian laci.
Andrea terkejut!
Dia baru saja menyadari kalau ternyata, kekasih yang selama ini menjadi idamannya, rupanya sangat berbahaya!
Laki-laki itu pergi ke arah pintu keluar, dan mulai melihat situasi di sana.
Cklek!!
Perlahan Gilbert mulai membuka pintu, dan mengendap-endap keluar dari villa.
Ini adalah sebuah kesempatan!
Ya!
Kesempatan besar!
Andrea mulai mengenakan celana hitam miliknya yang kemudian dengan bergegas berlari keluar dari villa itu melalui arah belakang.
Dia tidak menggunakan alas kaki apapun, bahkan ponselnya juga tidak terbawa!
Dia terus berlari, sejauh yang dia bisa, dan akhirnya berhasil menemukan pintu keluar.
Namun pintu terkunci dengan rapat. Sementara Gilbert terdengar mulai memasuki villa nya kembali.
"Sayang!!! kamu di mana!???" lelaki itu berteriak dengan keras, dan sangat memekakkan telinga.
Membuat suasana hati Andrea yang tengah gelisah menjadi begitu runyam.
Klik klik klik!!
Namun beberapa kali mencoba membuka pintu keluar, tetap saja dia tidak bisa!
Mendobrak? tidak mungkin! tenaga Andrea yang cukup kecil dan tidak akan mampu membuat pintu seperti ini terbuka.
Bagaimana ini?
Hosh Hosh Hosh..
"Andrea sayang!!!!! jangan sembunyi!!!"
Dengan rasa cemas dan begitu was-was, akhirnya Andrea mencoba mencari jalan lain untuk bersembunyi.
Dia melihat sekeliling, dan berusaha mencari tempat lain untuk bersembunyi!
Lalu akhirnya..
"Pintu?"
Andrea bergegas menuju sebuah pintu yang letaknya hampir tidak terlihat. Atau memang sejak tadi dia tidak melihat keberadaan pintu itu.
Entahlah!
Tanpa menunggu waktu lebih lama, Andrea langsung memasuki pintu tersebut, dan menutupnya dengan perlahan.
Namun....
"Andrea!!!!!"
Suara Gilbert makin dekat saja!
Laki-laki itu terdengar berada di balik pintu!
Hiks hiks..
Sebisa mungkin Andrea berusaha untuk menahan isak tangisnya. Dia membekap mulutnya dengan kedua tangannya sendiri, dan berusaha untuk tidak terdengar.
"Andrea!!!!!"
Panggilan keras dari sang kekasih membuat dirinya meringkuk ketakutan!
Namun...
Dia melihat sebuah hal yang menakjubkan!
Sebuah cahaya matahari yang menyorot dengan tajam menyemburat ke arah wajahnya.
Di saat yang bersamaan, tidak terdengar juga Gilbert yang memanggil namanya dengan keras!!
Suara itu, bak hilang di telan bumi...
Sekarang Andrea mulai merasa dirinya aman!
Hahh!!
Nafasnya beradu dengan suara angin dan kicauan burung-burung yang bertengger di ranting pepohonan.
Apa ini sebuah mimpi?
Perlahan Andrea membangkitkan tubuhnya, dan berusaha untuk menggapai cahaya tersebut.
Entah mengapa keadaan tidak sama seperti semula. Tempat yang mulanya hanya sebuah tembok tua dan di penuhi kegelapan, yang bahkan Andrea sendiri tidak pernah tahu apa isi ruangan yang barusan dia pijaki, kini malah berubah menjadi sesuatu yang berbeda.
Andrea memutuskan untuk berjalan ke arah cahaya tersebut, dan tibalah dia di ujungnya.
Cuit cuit cuit..
Kicauan segerombolan burung terus mengiringi langkah kakinya yang tidak pernah putus.
Kini dia mulai menyadari, bahwa di tempat ini, ada sebuah kehidupan yang berbeda.
Dia melangkah keluar, dan mendapati siang hari yang begitu indah.
Matahari yang terus tersenyum menyambut kedatangannya, dan ranting-ranting pepohonan di sekelilingnya!
Apa dia baru saja keluar dari dalam pohon besar ini??
"Hahh!!!" matanya membulat dengan sempurna, mengisyaratkan ketakjuban yang dia rasakan pada tempat yang indah dan menawan ini.
Rumput yang hijau, semilir angin dan suara nyanyian dari alam, menyadarkan dia bahwa ini adalah tempat yang sangat asing!
Apa ini alam liar??
Dia makin tidak sadar, dan makin larut dalam ketakjuban yang dia rasakan, hingga akhirnya..
Guk guk guk!!
Anjing kecil menghampiri Andrea yang masih berkeringat akibat ulah sang kekasih.
Guk guk guk!!
Andrea tersenyum dan berjongkok di depan anjing kecil berbulu putih bak salju yang baru saja turun dari langit.
"Hallo anjing kecil, kenapa kamu bisa ada di sini? apa kamu sendirian?" tanya Andrea pada si putih tersebut, tentunya sambil terus tersenyum manis.
"Putih!!!!!!"
"Ah??"
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 112 Episodes
Comments
Chiisan kasih
dan aku jadi niruin suara anjing bneran 😭
2023-02-24
1
Laila antoniii
nyasar di mana itu si andrea
2023-02-10
2
Marchel
Pasti mulai dari sinilah pertemuan Andrea dengan Manusia harimau
2023-01-31
0