"Ah ya, Baron Anderson. Karena Kamu membeli cukup banyak barang di lapak milikku, aku akan memberimu bonus," ucap Adam yang kemudian mengeluarkan sebuah kardus dari dalam koper miliknya.
Laki-laki itu lalu membuka kardus itu dan memperlihatkan sebuah enam buah gelas berukuran dua ratus mililiter. Ketika Adam mendongakkan kepalanya, ia melihat mata Baron Anderson bebinar melihat hal itu.
"Apa Kamu yakin memberiku gelas krystal seperti ini?" tanya Baron Anderson.
"Ya, ini adalah bonus untukmu. Apa Kamu tidak menyukainya?" tanya Adam.
"Tidak-tidak. Aku hanya ingin memastikan bahwa Kau benar-benar memberiku benda gelas krystal ini. Warnanya cukup jernih, tidak ada noda sedikit pun. Harga gelas seperti ini masih sepuluh emas Kyra untuk satu gelasnya."
"Namun, ukuran gelas itu lebih kecil dari ini dan warnanya tidak sejernih milikmu. Aku hanya tidak mau membuatmu rugi dengan memberikanku bonus barang seperi ini," jawab Baron Anderson.
Sepuluh emas Kyra. Itu adalah harga yang cukup mahal. Adam membeli enam buah gelas ini seharga tiga puluh ribu. Ia cukup iseng membawanya. Adam rasa, memberi bonus kepada Baron Anderson karena dia sudah berbelanja cukup banyak, adalah hal yang wajib ia lakukan untuk menjaga hubungan baik.
Namun, Adam tidak menyangka gelas kaca bening ini dianggap sebagai gelas krystal dan memiliki harga sebesar itu. Dari lima ribu per gelas, menjadi delapan belas juta per gelasnya ketika dijual di Benua Guerio. Apakah Benua Guerio seterbelakang itu sampai tidak bisa memproduksi gelas seperti ini?
"Tidak masalah, Baron Anderson. Jika Kamu merasa tidak enak, Kamu bisa membeli asuransi untuk jam tanganmu kepadaku."
"Asuransi? Apa itu? Aku tidak pernah mendengar mengenai asuransi. Lalu Kamu mengatakan bahwa aku perlu membeli asuransi untuk jam tangan milikku. Apakah itu aksesoris tambahan yang dijual terpisah?" tanya Baron Anderson penasaran.
Sekali lagi, Adam dibuat kaget dengan apa yang baru saja ia dengarkan. Apakah di tempat ini tidak ada istilah asuransi? Jadi, bagaimana orang-orang di sini melindungi harta benda mereka? Apakah mereka tidak takut terjadi sesuatu dan tidak memiliki jaminan apa pun untuk melindungi harta benda mereka?
"Asuransi itu semacam jaminan, Baron Anderson. Bukan sebuah aksesoris. Jika Kamu membeli asuransi jam tangan, Kamu tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu terjadi pada jam tangan milikmu."
"Maksudmu apa? Aku masih bingung," ucap Baron Anderson.
"Misal saja, jika jam tangan milikmu rusak parah dan tidak bisa digunakan. Atau jika jam tanganmu itu hilang, aku akan menggantinya dengan yang baru. Namun, aku hanya memberikan jaminan itu selama tiga tahun saja. Lebih dari itu, jika Kamu kehilangan jam tangan atau jam tangan itu rusak, aku tidak akan menggantinya," jelas Adam.
"Memangnya, berapa yang harus aku bayarkan untuk membeli asuransi seperti itu?" tanya Baron Anderson. Ia cukup tertarik dengan tawaran Adam. Namun, jika harga yang Adam tawarkan terlalu tinggi, ia tidak mau membayar mahal untuk sesuatu hal baru yang belum ia mengerti sepenuhnya.
"Tidak terlalu mahal. Jika dibandingkan dengan harga dari jam tangan itu, itu tidak akan seberapa. Kamu hanya perlu membayar satu persen dari harga jam tangan yang Kamu beli, Baron Anderson," jelas Adam.
"Satu persen? Semurah itu? Aku kira itu akan dua puluh atau bahkan lima puluh persen dari harga jam tangan yang aku beli. Ternyata ini hanyalah satu persen saja. Aku akan membelinya. Itu tidak akan seberapa dari harga jam tangan ini," ucap Baron Anderson.
Meski Baron Anderson tidak tahu apakah jam tangan miliknya nanti akan hilang atau rusak, tetapi mendengar Adam akan menggantinya dengan yang baru dengan membayar satu persen dari harga cukuplah menguntungkan.
Adam sendiri senang Baron Anderson menerima tawarannya ini. Harga yang ia tetapkan masihlah di atas harga asli dari jam tangan ini. Jadi, meski Adam perlu menggantinya dengan jam tangan baru, itu tidak akan merugikannya.
...
Satu jam berlalu setelah kepergian Baron Anderson. Jumlah barang yang Adam bawa mulai dibeli oleh penduduk Benua Guerio. Meski tidak ada satu pun dari mereka yang membeli jam tangan, tetapi emas yang Adam dapatkan cukuplah banyak.
Kaos yang Adam bawa, semua habis terjual. Pomade miliknya juga banyak diincar oleh para laki-laki. Mereka melihat dengan langsung penampilan Jason dan Baron Anderson terlihat lebih berbeda dan segar setelah memakai pomade itu.
Namun, di antar semua barang yang Adam bawa, gelas adalah komoditi terlaris yang diminati. Mereka ingin mendapatkan benda yang terlihat mewah, dengan harga murah. Di Benua Guerio, harga satu buah gelas adalah sepuluh emas Kyra.
Namun, Adam menjualnya hanya sepuluh emas Kyra untuk setengah lusin. Itu jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran di Benua Guerio. Tentu saja mereka yang memiliki uang tidak mau melewatkan hal ini. Mereka berpikir untuk menjual kembali gelas ini ke tempat jauh.
Sayangnya, jumlah gelas yang Adam bawa tidaklah terlalu banyak. Itu membuat beberapa orang memesan kepada Adam untuk membawa gelas lebih banyak jika kembali lagi ke Kota Red Stone. Pesanan yang Adam terima sampai dua belas lusin gelas. Itu senilai dua ratus empat puluh emas Kyra.
Adam langsung membereskan barang-barang miliknya. Sepertinya jam tangan ini tidak akan terjual semua. Itu tidak terlalu masalah untuk Adam. Ia berencana untuk kembali lagi ke Kota Red Stone satu atau dua hari lagi setelah berbelanja barang yang akan ia jual.
"Kau sudah berniat pulang, Adam?" tanya Jason yang mendekati lapak Adam. Laki-laki itu kini berpakaian lebih santai, hanya sebuah kemeja dan celana. Tidak seperti sebelumnya yang memakai baju zirah dan pedang di pinggang.
"Ya, Kamu sudah selesai bertugas, Tuan Jason?" tanya Adam.
"Ya aku baru saja selesai. Parsley sedang diinterogasi oleh temanku sekarang. Mungkin besok hasil interogasi akan keluar. Jika ada hal lain yang ditemukan selama interogasi, bisa jadi proses ini akan berlangsung lebih lama lagi," jelas Jason.
"Terima kasih sudah membantuku, Tuan Jason."
Jason lalu mengibaskan sebelah tangannya. "Tidak perlu berterima kasih seperti itu padaku. Itu sudah menjadi tugasku sebagai penjaga Kota Red Stone. Parsley Wood sudah menghina Duke George. Jadi, dia perlu diselidiki atas apa yang ia lakukan."
"Namun, meski dia sekarang ditahan, Kamu perlu berhati-hati, Adam. Aku takut ada seseorang yang membantu Parsley Wood untuk membalaskan dendamnya padamu. Kau harus mencari cara untuk melindungi diri. Kau bukanlah seorang Mage bukan?" tanya Jason.
Adam hampir saja melupakan hal mendasar ini. Benua Guerio bukanlah tempat biasa. Di sini ada orang-orang yang memiliki kekuatan sihir. Adam tentunya tidak bisa menghadapi mereka dengan kemampuan yang ia miliki.
Meski Adam bisa bela diri, ia sangat yakin seorang Mage bisa mengalahkannya dengan mudah. Tentu Adam tidak mau itu terjadi pada dirinya.
"Kalau begitu, Tuan Jason. Apakah Kamu bisa membantuku mencari toko buku yang menjual buku mengenai sihir? Aku ingin mempelajarinya," pinta Adam.
"Tidak semua orang bisa melakukan sihir, Adam. Jika Kamu tidak memiliki bakat, sekeras apa pun Kamu mencoba, Kamu tidak akan bisa melakukannya. Lalu, tanpa guru Kamu tidak akan sukses dalam menguasai sihir," jelas Jason yang ingin Adam tahu mengenai fakta ini.
"Tapi aku ingin mencobanya, Tuan Jason. Sesulit apa pun itu, aku akan mencobanya. Apakah di sini buku seperti itu dijual bebas?" tanya Adam.
Adam sendiri sudah tahu bahwa kemungkinan dirinya bisa mempelajari sihir sangatlah kecil. Adam bukanlah penduduk asli Benua Guerio. Penduduk aslinya saja cukup kesulitan, bagaimana dengannya? Namun, Adam tetap ingin mencobanya meski kemungkinan itu sangatlah kecil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Gabutdramon
secara tidak langsung adam menciptakan musuh yang seharusnya tidak jadi musuh, hanya karena parsley jadi reseller secara tak sengaja.
2023-05-14
0
Jimmy Avolution
Ayo ...
2023-01-30
2